Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

292 hasil
Subjek: matematika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL HOTS BERBASIS KONTEKSTUAL DI KELAS VI A SD NEGERI 011 KARANG BALIK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) masalah kontekstual pada materi pecahan di kelas VI-A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa yang mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes tertulis dan wawancara. Instrumen tes terdiri atas lima soal uraian HOTS masalah kontekstual yang mencakup indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS berbasis kontekstual memiliki tingkat kemampuan yang beragam. Siswa kategori tinggi mampu menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dengan baik, meskipun masih ditemukan tidak lengkapnya langkah pengerjaan pada sub-indikator memilih keputusan yang tepat. Siswa kategori sedang dapat menyelesaikan soal pada indikator menganalisis dan mencipta, tetapi masih mengalami kesulitan pada indikator mengevaluasi, khususnya dalam memilih strategi yang tepat. Sementara itu, siswa kategori rendah masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal pada indikator menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta, terutama dalam memahami informasi, menentukan strategi, melakukan penalaran, serta menghubungkan situasi kontekstual dengan konsep matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GAME DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis game di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi video pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member checking. Persepsi siswa dianalisis berdasarkan tiga indikator Walgito, yaitu penyerapan, pemahaman, dan penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyerapan, seluruh siswa menunjukkan respons emosional positif dan antusias yang tinggi. Pada tahap pemahaman, ditemukan variasi persepsi di mana sebagian siswa merasa terbantu dalam meningkatkan fokus, sementara sebagian lainnya mengalami distraksi kognitif akibat orientasi kompetisi dalam permainan. Pada tahap penilaian/evaluasi, seluruh siswa menilai pembelajaran berbasis game efektif dalam menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan keaktifan, meskipun terdapat tantangan berupa potensi materi yang kurang terserap maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika berbasis game dipersepsikan secara positif sebagai metode yang efektif membangkitkan semangat dan keterlibatan sosial siswa, namun tetap memerlukan kombinasi dengan penjelasan langsung untuk mendukung pemahaman konsep secara mendalam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN STAD (STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMK MARITIM INDONESIA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep matematika siswa di SMK Maritim Indonesia Tarakan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidaksesuaian model pembelajaran di mana pembelajaran yang berlangsung masih bersifat konvensional dan terpusat pada guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi Transformasi Geometri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen berdesain The Nonequivalent Pre-test dan Post-test Control Design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Quota Sampling dengan total 40 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi dua kelompok: 20 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen (menerapkan STAD) dan 20 siswa kelas XI-B sebagai kelas kontrol (menerapkan metode konvensional). Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen tes uraian berupa pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai akhir (post-test) kelas eksperimen mencapai 71,6, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kelas kontrol yang sebesar 56,3. Hasil uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, yang berarti H_0 ditolak dan H_1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa SMK Maritim Indonesia Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap Kemampuan Numerasi Murid SMA Kelas XII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan numerasi berperan penting untuk membantu murid dalam memahami dan menafsirkan informasi melalui konsep matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Read Outline Discussion Evaluation (RODE) terhadap kemampuan numerasi murid kelas XII. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment bentuk non -equivalent control group design yang melibatkan dua kelas dengan masing-masing 30 murid sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas eksperimen diberikan perlakuan menggunakan model RODE, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode konvensional (ceramah). Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest berupa soal uraian indikator kemampuan numerasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U karena tidak semua data berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kedua kelas dengan nilai signifikansi 0,024 0,05. Selain itu, rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen (0,56) lebih tinggi daripada kelas kontrol (0,41). Dengan demikian, model pembelajaran RODE terbukti berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan numerasi murid. Model ini dapat dijadikan alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika untuk mendukung literasi dan numerasi di sekolah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI PENDEKATAN BERDIFERENSIASI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS III-D SDN UTAMA 2 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pendekatan berdiferensiasi adalah cara mengajar guru yang menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan, kemampuan, dan gaya belajar setiap peserta didik, sehingga semua peserta didik dapat belajar secara optimal. Dalam pendekatan ini, guru tidak memberikan perlakuan yang sama kepada semua peserta didik, tetapi menyesuaikan pembelajaran berdasarkan perbedaan yang ada dikelas dengan materi, cara belajar, hasil belajar, dan suasana kelas agar setiap anak bisa belajar dengan baik sesuai kebutuhannya. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan pendekatan berdiferensiasi pada pembelajaran matematika pada siswa kelas III-D SDN Utama 2 Tarakan, dengan fokus pada aspek konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif Kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari satu guru kelas III dan tiga orang siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data menggunakan teknik analisis data interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya untuk menerapkan pendekatan berdiferensiasi pada aspek konten melalui adanya variasi materi secara bertahap dan tingkat kesulitan soal yang berbeda, pada aspek proses didesain dengan pembelajaran individu maupun berkelompok sesuai dengan gaya belajar peserta didik, pada aspek produk melalui hasil kerja peserta didik seperti pembuatan proyek minibook perkalian, LKPD berupa pemehaman perkalian dengan menggunakan gambar, penerapan aplikasi perkalian dengan soal cerita, serta pada aspek lingkungan belajar dengan pemanfaatan fasilitas sekolah dan penciptaan suasana kelas yang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI KECEMASAN MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN DALAM MENGAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecemasan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Borneo Tarakan dalam mengajar matematika di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 60 mahasiswa PGSD angkatan 2021 yang telah melaksanakan Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Data dikumpulkan melalui angket sebagai data pendukung dan wawancara mendalam terhadap enam informan yang mewakili kategori kecemasan ringan, sedang, dan berat. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat mahasiswa yang berada pada kategori tidak mengalami kecemasan. Sebanyak 15 mahasiswa (25,00%) berada pada kategori kecemasan ringan, 25 mahasiswa (41,67%) berada pada kategori kecemasan sedang, dan 20 mahasiswa (33,33%) berada pada kategori kecemasan berat. Kecemasan mahasiswa dipengaruhi oleh persepsi bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dipahami, kurangnya penguasaan konsep, rendahnya kepercayaan diri, pengalaman belajar yang kurang menyenangkan, serta kekhawatiran ketika menjelaskan materi dan menjawab pertanyaan siswa. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kecemasan meliputi meningkatkan intensitas belajar, memperdalam pemahaman konsep matematika, memperbanyak latihan mengajar, serta membangun rasa percaya diri melalui pengalaman mengajar yang berkelanjutan. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam mempersiapkan calon guru yang lebih siap mengajarkan matematika di sekolah dasar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMP PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Berpikir Komputasi Siswa Sekolah Dasar Dalam Menyelesaikakan Masalah Matematika

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan siswa yang belum mampu menyelesaikan masalah matematika secara sistematis, khususnya dalam menyelesaikan soal cerita. Siswa cenderung menuliskan angka tanpa memahami langkah penyelesaian dan belum mampu menguraikan masalah menjadi bagian yang lebih sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan berpikir komputasi siswa sekolah dasar dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi aritmatika sosial. Indikator berpikir komputasi yang dikaji meliputi abstraksi, generalisasi, dekomposisi, algoritma, dan debugging. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif, yang dilaksanakan di kelas V-C SD Negeri Utama 1 Tarakan. Subjek penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu terdiri dari 27 siswa yang mengikuti tes, terpilih tiga siswa dengan skor tertinggi berdasarkan hasil diskusi dengan wali kelas, yang selanjutnya dikodekan sebagai S1, S2, dan S3. Instrument penelitian terdiri atas tes tertulis berbentuk soal cerita aritmatika sosial, pedoman wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan indikator abstraksi dikuasai secara konsisten oleh semua subjek pada setiap soal. Indikator generalisasi belum tampak secara tertulis, namun dua dari tiga subjek mampu menjelaskan secara lisan. Indikator dekomposisi dan algoritma umumnya terpenuhi pada soal pertama dan kedua, tetapi tidak muncul pada soal ketiga akibat tingkat kesulitan yang lebih tinggi. Indikator debugging hampir tidak terlihat pada semua subjek, baik secara tertulis maupun lisan, karena siswa belum terbiasa memeriksa kembali hasil pekerjaannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Media Pembelajaran Corong Berhitung Perkalian dan Pembagian di Kelas IV A SDN 037 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN CORONG BERHITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DI KELAS IV A SDN 037 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran corong berhitung perkalian dan pembagian yang layak dan efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas IV A SDN 037 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan pendekatan Mixed Method yang mengacu pada model ADDIE yang terdiri atas tahap analisis (analyze), desain (design), pengembangan (develop), implementasi (implement), dan evaluasi (evaluate). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV A SDN 037 Tarakan. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, wawancara, angket validasi ahli media, ahli materi, ahli praktisi, serta tes hasil belajar yaitu pretest dan posttest. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 85,45%, ahli materi sebesar 80%, dan ahli praktisi sebesar 92%. Hasil validasi menunjukkan bahwa media layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba terbatas mendapatkan respon positif serta tidak mengalami kendala atau pun kesulitan saat siswa menggunakan media. Hasil uji coba lapangan mendapatkan nilai N-Gain sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Pada uji paired sample t-test mendapatkan t hitung sebesar 6,439 lebih besar daripada t tabel sebesar 2,056 (6,439 > 2,056) dan nilai p-value sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 (0,000 0,05), sehingga Ho ditolak dan Ha diterima dengan hasil wawancara yang menunjukkan bahwa siswa mengerjakan soal berdasarkan pemahaman yang dimiliki. Kata Kunci:Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran, Pembelajaran Matematika, Perkalian dan Pembagian Model ADDIE

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Deskripsi media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD negeri 043 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan media pembelajaran matematika yang digunakan guru fase a di SD Negeri 043 Tarakan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif Subjek penelitian yaitu GK1 dan GK2 Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa guru menggunakan berbagai media, termasuk audio, visual, audio-visual, dan multimedia, untuk mendukung proses belajar mengajar Media yang digunakan meliputi mikrofon, jam kardus, piring penggaris gambar, speaker, led, laptop, permainan matematika, pulpen, video pembelajaran, dan pensil warna, yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran Guru tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan media tersebut, sehingga variasi media yang relevan mempermudah proses belajar mengajar. This research is aimed at describing the mathematics learning media applied by phase A teachers at SD Negeri 043 Tarakan. The type of research applied is descriptive qualitative. The research subjects were GK1 and GK2 The data collection techniques applied were in the form of observation sheets, interview sheets, and documentation The data analysis techniques applied consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings from this research reveal that teachers use various media, including audio, visual, audio-visual, and multimedia, to support the teaching and learning process. The media used include microphones, cardboard clocks, plates, drawing rulers, speakers, LCDs, laptops, math games, pens, learning videos, and coloured pencils, which are adjusted to the learning objectives Teachers do not face difficulties in using this media, so that the variety of relevant media makes the teaching and learning process casier.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

deskripsi kemampuan pemecahan masalah siswa materi bangun datar berbentuk soal cerita dikelas v sdn 013 tarakan

2026•

Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki pada setia orang terutama siswa, karena siswa akan menghadapi permasalahan yang membutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik. Untuk itu kemampuan pemecahan masalah perlu dilatih dan dikembangkan kepada siswa agar mereka dapat memecahkan masalah dalam materi bangun datar berbentuk soal cerita di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan pemecahannya, menyelesaikan masalah sesuai rencana, serta memeriksa Kembali prosedur dan hasil penyelesaian. Penelitian ini memperoleh data dari hasil lembar jawaban tes siswa. Data dari hasil tes siswa telah dilakukan penskoran dan telah dikelompokkan berdasarkan Tingkat kemampuan siswa, yaitu kategori tinggi, kategori sedang, kategori rendah. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi untuk merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil melainkan juga menekankan kemampuan pemecahan masalah siswa. Pembelajaran perlu ditingkatkan dengan berbagai macam model matematika sehingga kemampuan siswa dalam pemecahan masalah lebih meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MURID SMPN 1 TARAKAN TERHADAP ITEM TEST LITERASI MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneliti ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap item test literasi matematika yang ditinjau melalui dari delapan indikator utama, yaitu pengetahuan, pandangan, pengalaman, perasaan, emosi, motivasi, sikap dan aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Subjek penelitian ini yaitu murid kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan yang telah mengikuti AKM dan rekomendasi dari guru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Analisis data dilakukan melalui tahap membaca keseluruhan data, pengkodean, pengelompokkan tema, penyusunan deskripsi, serta interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi murid terhadap item test literasi matematika terbentuk melalui keterkaitan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, murid memanfaatkan pengetahuan,pandangan dan pengalaman sebelumnya dalam memahami serta menyelesaikan soal. Pada aspek afektif, murid menunjukkan berbagai perasaan dan emosi, seperti tertarik, tertantang, bingung, hingga puas setelah menyelesaikan soal. Pada aspek konatif, murid memperlihatkan motivasi, sikap, dan aktivitas yang mendorong mereka untuk tetap berusaha menyelesaikan soal meskipun mengalami kesulitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian item test literasi matematika tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar, kondisi emosional, dan kecenderungan perilaku murid. Dengan demikian, persepsi murid terhadap item test literasi matematika merupakan proses yang kompleks dan saling terintegrasi dalam membentuk pemahaman serta strategi penyelesaian masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Korelasi Kemandirian Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Murid Kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Palas Tengah

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika murid kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Palas Tengah. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan instrumen angket/kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai ulangan Penilaian Tengah Semester (PTS) Tahun Ajaran 2026/2027. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Rank spearman dengan bantuan program SPSS 25.0, hal ini dikarenakan salah satu variable tidak berdistribusi normal. Penelitian menggunakan Teknik sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan oleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,130. Implikasi dari penelitian ini secara teoritis menegaskan bahwa variabel kemandirian belajar tidak dapat berdiri dalam memprediksi hasil belajar, melainkan selalu berinteraksi dengan faktor lingkungan atau iklim institusional kelas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN GAME EDUKASI PETUALANGAN ALI DI LABIRIN MATEMATIKA PADA MATERI BILANGAN BULAT KELAS VII SMP NEGERI 6 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar belakang penelitian ini adalah hasil wawancara dengan guru matematika yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran masih terbatas dan belum digunakan secara konsisten dalam setiap pertemuan. Namun, ketika pembelajaran menggunakan media yang aktif dan interaktif, siswa terlihat lebih antusias dan lebih tertarik mengikuti proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan keterlibatan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” sebagai media pembelajaran pada materi bilangan bulat kelas VII SMP Negeri 6 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa game edukasi berbasis komputer dengan konsep permainan labirin yang berisi materi bilangan bulat, latihan soal, kuis interaktif, tantangan, dan misi pembelajaran. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi, validasi ahli media, serta angket respon siswa pada uji coba kelompok kecil dan kelompok besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh persentase 87,50% dengan kategori sangat layak. Validasi ahli media memperoleh 90,63% dengan kategori sangat layak. Uji coba kelompok kecil memperoleh 90,42% dan uji coba kelompok besar memperoleh 89,22%, keduanya juga termasuk kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, game edukasi “Petualangan Ali di Labirin Matematika” dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran matematika pada materi bilangan bulat kelas VII

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Etnomatematika pada Artefak Museum Sejarah Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP DISIPLIN BELAJAR MATEMATIKA MURID KELAS VIII SMP NEGERI 1 TANJUNG PALAS UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan pengaruh yang signifikan dari intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap tingkat disiplin belajar matematika siswa. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei. Populasi dalam kajian ini meliputi seluruh siswa kelas delapan di Sekolah Menengah Pertama Negeri Satu Tanjung Palas Utara. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sampel jenuh atau total sampling, di mana seluruh anggota populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen kuesioner atau angket, observasi, serta dokumentasi. Selanjutnya, analisis data diuji dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap disiplin belajar matematika siswa. Berdasarkan uji hipotesis secara parsial (uji t), diperoleh nilai thitung sebesar 2,288 yang lebih besar dari nilai ttabel sebesar 0,218 pada taraf signifikansi 5% (0,05). Hal ini diperkuat dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PADA KEYAKINAN DIRI MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap keyakinan diri mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa aktif S1 Pendidikan Matematika Universitas Borneo Tarakan angkatan 2022–2025 sebanyak 177 mahasiswa, dengan sampel sebanyak 100 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Instrumen penelitian berupa angket dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial (uji normalitas, uji linearitas, serta regresi linear sederhana) dengan bantuan SPSS v.27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan penggunaan AI terhadap keyakinan diri mahasiswa (β=0,540; p 0,001). Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0,291 menunjukkan bahwa penggunaan AI mampu menjelaskan 29,1% variasi keyakinan diri, sementara 70,9% sisanya dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi pemanfaatan AI secara tepat, semakin tinggi keyakinan diri mahasiswa dalam menghadapi tugas dan permasalahan matematika. Secara praktis, AI dapat dimanfaatkan sebagai mitra belajar yang membantu meningkatkan rasa percaya terhadap kemampuan akademik, memperkuat pemahaman konsep, dan mendukung penyelesaian masalah matematika yang kompleks. Implikasi pemanfaatan AI secara bijaksana mendukung peningkatkan keyakinan diri mahasiswa, namun tetap memerlukan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian berpikir guna mencegah ketergantungan teknologi yang berlebihan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI ARANG ANAK TENGELAYAT SUKU DAYAK ABAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail