Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

BAYU SAPUTRA

6 karya publik ditemukan.

2026: 22024: 22023: 2

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA EBRBASIS GAME DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis game di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi video pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member checking. Persepsi siswa dianalisis berdasarkan tiga indikator Walgito, yaitu penyerapan, pemahaman, dan penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyerapan, seluruh siswa menunjukkan respons emosional positif dan antusias yang tinggi. Pada tahap pemahaman, ditemukan variasi persepsi di mana sebagian siswa merasa terbantu dalam meningkatkan fokus, sementara sebagian lainnya mengalami distraksi kognitif akibat orientasi kompetisi dalam permainan. Pada tahap penilaian/evaluasi, seluruh siswa menilai pembelajaran berbasis game efektif dalam menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan keaktifan, meskipun terdapat tantangan berupa potensi materi yang kurang terserap maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika berbasis game dipersepsikan secara positif sebagai metode yang efektif membangkitkan semangat dan keterlibatan sosial siswa, namun tetap memerlukan kombinasi dengan penjelasan langsung untuk mendukung pemahaman konsep secara mendalam.

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GAME DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis game di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi video pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member checking. Persepsi siswa dianalisis berdasarkan tiga indikator Walgito, yaitu penyerapan, pemahaman, dan penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyerapan, seluruh siswa menunjukkan respons emosional positif dan antusias yang tinggi. Pada tahap pemahaman, ditemukan variasi persepsi di mana sebagian siswa merasa terbantu dalam meningkatkan fokus, sementara sebagian lainnya mengalami distraksi kognitif akibat orientasi kompetisi dalam permainan. Pada tahap penilaian/evaluasi, seluruh siswa menilai pembelajaran berbasis game efektif dalam menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan keaktifan, meskipun terdapat tantangan berupa potensi materi yang kurang terserap maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika berbasis game dipersepsikan secara positif sebagai metode yang efektif membangkitkan semangat dan keterlibatan sosial siswa, namun tetap memerlukan kombinasi dengan penjelasan langsung untuk mendukung pemahaman konsep secara mendalam.

PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN BAGI ANAK

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian Perkara Pidana Anak Melalui Diversi Sebagai Bentuk Perlindungan Bagi Anak. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Bagaimanakah Penerapan Diversi Sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Pidana Anak dan Bagaimana Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan anak merupakan implementasi sistem dalam restorative jusctice untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana anak. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonformal. Pelaksanaan diversi bahwa pelaksanaan diversi dalam restorative justice pada Sistem Peradilan Pidana Anak adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana yang adil dengan penekanan pada pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan yang bersifat pembalasan. Selain itu diversi merupakan bentuk pemidanaan yang beraspek pendidikan terhadap anak. Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak adalah dengan menggunakan metode 1) Diversi Dengan Bentuk Kebijakan Depenalisasi yang merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang biasa dikenal dengan istilah ADR atau “Alternative Dispute Resolution” dengan model Informal mediation, Traditional village or tribal moots, Victim-offender mediation, Reparation negotiation programmes, Community panels or courts, dan Family and community group conferences. 2) Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) yang merupakan cara lain dari peradilan pidana yang mengedepankan pendekatan integrasi pelaku disatu sisi dan korban serta masyarakat disisi lain sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali kepada pola hubungan baik masyarakat. Penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak merupakan perintah secara sah, jelas dan tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK MELALUI DIVERSI SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN BAGI ANAK

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui Penyelesaian Perkara Pidana Anak Melalui Diversi Sebagai Bentuk Perlindungan Bagi Anak. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini yaitu, Bagaimanakah Penerapan Diversi Sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Pidana Anak dan Bagaimana Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan studi Kasus (case approach). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Penerapan diversi terhadap anak yang berhadapan dengan hukum dalam sistem peradilan anak merupakan implementasi sistem dalam restorative jusctice untuk memberikan keadilan dan perlindungan hukum kepada anak yang berkonflik dengan hukum tanpa mengabaikan pertanggungjawaban pidana anak. Diversi bukanlah sebuah upaya damai antara anak yang berkonflik dengan hukum dengan korban atau keluarganya akan tetapi sebuah bentuk pemidanaan terhadap anak yang berkonflik dengan hukum dengan cara nonformal. Pelaksanaan diversi bahwa pelaksanaan diversi dalam restorative justice pada Sistem Peradilan Pidana Anak adalah pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses diluar peradilan pidana yang adil dengan penekanan pada pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan yang bersifat pembalasan. Selain itu diversi merupakan bentuk pemidanaan yang beraspek pendidikan terhadap anak. Konsep Diversi yang Ideal dalam Penyelesaian Perkara Pidana Anak adalah dengan menggunakan metode 1) Diversi Dengan Bentuk Kebijakan Depenalisasi yang merupakan salah satu bentuk alternatif penyelesaian sengketa diluar pengadilan yang biasa dikenal dengan istilah ADR atau “Alternative Dispute Resolution” dengan model Informal mediation, Traditional village or tribal moots, Victim-offender mediation, Reparation negotiation programmes, Community panels or courts, dan Family and community group conferences. 2) Restoratif Justice (Keadilan Restoratif) yang merupakan cara lain dari peradilan pidana yang mengedepankan pendekatan integrasi pelaku disatu sisi dan korban serta masyarakat disisi lain sebagai satu kesatuan untuk mencari solusi serta kembali kepada pola hubungan baik masyarakat. Penerapan keadilan restoratif dalam penyelesaian tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak merupakan perintah secara sah, jelas dan tegas berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

LAPORAN TUGAS AKHIR ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.W DAN NY. S DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2023 · Book · Koleksi Perpustakaan

Diabetes Melitus atau DM merupakan sebuah bentuk kelainan bersifat kronik yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam metabolisme karbohidrat, lemak serta protein yang mengakibatkan terjadinya hiperglikemia. Dalam penanganan Diabetes Melitus Tipe II perawat memiliki 3 peran yaitu sebagai pendidik dengan mengidentifikasi kebutuhan, membangun tujuan, memodifikasi, mengatur dan melaksanakan pendidikan kesehatan agar penderita dan keluarganya mampu berperilaku sehat secara mandiri. Kedua, perawat memiliki peran sebagai konselor dengan memberikan kesempatan konseling kepada individu maupun keluarga mengenai penyakit Diabetes Melitus Tipe II. Kemudian yang ketiga, perawat berperan sebagai kolaborator dimana perawat memiliki hak dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam penyelesaian masalah kesehatan individu maupun keluarga pada kasus Diabetes Melitus Tipe II penelitian deskriptif dengan desain penelitian studi kasus di mulai dari pengkajian, klasifikasi data, analisis data, diagnosis keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi.subjek penelitian adalah Ny. W dan Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan dari tanggal 10-15 April 2023. Didapatkan masing-masing pasien lima diagnosis keperawatan pada Ny. W dan Ny. S yaitu nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit/jaringan, nausea, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, risiko infeksi, risiko defisit nutrisi.kesimpulan dari delapan diagnosis pada kedua pasien yaitu nyeri akut teratasi sebagian, ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi, nausea teratasi sebagian, gangguan pola tidur teratasi sebagian, risiko defisit nutrisi teratasi sebagian, gangguan integritas kulit/jaringan belum teratasi, gangguan mobilitas fisik belum teratasi dan risiko infeksi teratasi sebagian. Kata kunci : Diabetes Melitus, Asuhan Keperawatan, Nefropati

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.W DAN NY. S DENGAN DIAGNOSIS DIABETES MELITUS TIPE II DI RUANG DAHLIA RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2023 · Thesis ·

Diabetes Melitus atau DM merupakan sebuah bentuk kelainan bersifat kronik yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh dalam metabolisme karbohidrat, lemak serta protein yang mengakibatkan terjadinya hiperglikemia. Dalam penanganan Diabetes Melitus Tipe II perawat memiliki 3 peran yaitu sebagai pendidik dengan mengidentifikasi kebutuhan, membangun tujuan, memodifikasi, mengatur dan melaksanakan pendidikan kesehatan agar penderita dan keluarganya mampu berperilaku sehat secara mandiri. Kedua, perawat memiliki peran sebagai konselor dengan memberikan kesempatan konseling kepada individu maupun keluarga mengenai penyakit Diabetes Melitus Tipe II. Kemudian yang ketiga, perawat berperan sebagai kolaborator dimana perawat memiliki hak dan kemampuan untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam penyelesaian masalah kesehatan individu maupun keluarga pada kasus Diabetes Melitus Tipe II penelitian deskriptif dengan desain penelitian studi kasus di mulai dari pengkajian, klasifikasi data, analisis data, diagnosis keperawatan, intervensi atau rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi.subjek penelitian adalah Ny. W dan Ny. S dengan Diabetes Melitus Tipe II di Ruang Dahlia RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan dari tanggal 10-15 April 2023. Didapatkan masing-masing pasien lima diagnosis keperawatan pada Ny. W dan Ny. S yaitu nyeri akut, ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan integritas kulit/jaringan, nausea, gangguan mobilitas fisik, gangguan pola tidur, risiko infeksi, risiko defisit nutrisi.kesimpulan dari delapan diagnosis pada kedua pasien yaitu nyeri akut teratasi sebagian, ketidakstabilan kadar glukosa darah belum teratasi, nausea teratasi sebagian, gangguan pola tidur teratasi sebagian, risiko defisit nutrisi teratasi sebagian, gangguan integritas kulit/jaringan belum teratasi, gangguan mobilitas fisik belum teratasi dan risiko infeksi teratasi sebagian. Kata kunci : Diabetes Melitus, Asuhan Keperawatan, Nefropati