Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

132 hasil
Subjek: Persepsi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PELAKU USAHA MIKRO AGRIBISNIS TERHADAP PELAYANAN UNIT LAYANAN MODAL MIKRO (ULaMM) PT. PERMODALAN NASIONAL MADANI (PNM) KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) merupakan salah satu kegiatan bisnis atau usaha yang dapat membantu laju pertumbuhan ekonomi disuatu derah. Hanya saja masih banyak UMKM yang belum mampu memastikan keberlanjutan usaha yang dijalankan hal ini dikarenakan kurang dukungan dari sisi modal, bimbingan dan pelatihan, sehingga perlunya suatu lembaga pendukung yang mampu mengatasi masalah keuangan yang dihadapi oleh pelaku usahan Salah satu lembaga yang bergerak dibidang pemodalan untuk pelaku usaha mikro adalah Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan (UlaMM). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui program kerja pada PT. PNM Unit Layanan Modal Mikro Kota Tarakan dan untuk mengetahui persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan unit layanan modal mikro kota Tarakan. Penelitian ini mengunakan Skala Likert dengan lima alternatif jawaban antara lain : (Sangat Tidak Baik (STB): Skor 1), (Tidak Baik (TB) : Skor 2), (Cukup Baik (CB) : Skor 3), (Baik (B): Skor 4), (Sangat Baik (SB): Skor 5). untuk melihat kualitas pelayanan dari unit layanan modal mikro, mengunakan lima parameter yaitu : Tanggible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty. Yang memiliki 4 indikator setiap parameternya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, program kerja yang dilaksanakan PT. PNM Unit Layanan Mikro ini terdiri atas Pembiayaan, bimbingan dan pelatihan. Dari sisi Persepsi pelaku usaha mikro agribisnis terhadap pelayanan PT. PNM unit layanan modal mikro Kota Tarakan berada pada kategori baik berdasarkan parameter Tangible, Realibility, Responsiveness, Assurance, Empaty dengan persentasi 97 % masuk dalam kategori “Baik”.Saran yang dapat diberikan kepada Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM) agar lebih mempertimbangkan palaku usaha pertanian budidaya untuk dijadikan nasaba. Unit layanan mdal mikro perlu membuka cabang dibeberapa daerah dan membuat layanan yang berbasis online agar masyarakat mampu mengakses informasi dengan mudah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS GAME DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran matematika berbasis game di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan empat partisipan yang ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan tingkat kemampuan akademik. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi video pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data melalui triangulasi sumber dan member checking. Persepsi siswa dianalisis berdasarkan tiga indikator Walgito, yaitu penyerapan, pemahaman, dan penilaian/evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap penyerapan, seluruh siswa menunjukkan respons emosional positif dan antusias yang tinggi. Pada tahap pemahaman, ditemukan variasi persepsi di mana sebagian siswa merasa terbantu dalam meningkatkan fokus, sementara sebagian lainnya mengalami distraksi kognitif akibat orientasi kompetisi dalam permainan. Pada tahap penilaian/evaluasi, seluruh siswa menilai pembelajaran berbasis game efektif dalam menghidupkan suasana kelas dan meningkatkan keaktifan, meskipun terdapat tantangan berupa potensi materi yang kurang terserap maksimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran matematika berbasis game dipersepsikan secara positif sebagai metode yang efektif membangkitkan semangat dan keterlibatan sosial siswa, namun tetap memerlukan kombinasi dengan penjelasan langsung untuk mendukung pemahaman konsep secara mendalam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa tentang Musik K-Pop dan Pengaruhnya terhadap Minat Belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Musik K-Pop banyak digemari siswa dan sering didengarkan sebagai motivasi dalam belajar, salah satunya pada pelajaran IPA. IPA menjadi salah satu mata pelajaran yang sulit dan cenderung menurunkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa tentang musik K-Pop, mendeskripsikan minat belajar IPA, dan memahami bagaimana siswa memaknai pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA di SMPN Terpadu Unggulan 1 Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan 13 siswa kelas VII dan VIII sebagai informan yang dipilih secara purposive sampling, serta satu guru IPA sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Data hasil wawancara diolah dengan bantuan Nvivo 15, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap musik K-Pop bervariasi; sebagian siswa menilai positif karena musik tersebut menarik dan energik, sementara sebagian lain kurang tertarik dan lebih menyukai musik Indonesia. Minat belajar IPA siswa secara umum cenderung positif tetapi bersifat situasional, dipengaruhi oleh materi pelajaran dan cara guru mengajar. Penggunaan musik K-Pop ketika belajar dimaknai secara berbeda oleh setiap siswa: sebagian merasa terbantu karena menambah semangat dan mengurangi kebosanan, sedangkan sebagian lain merasa terganggu konsentrasinya, terutama pada kegiatan yang membutuhkan fokus tinggi. Dengan demikian, pengaruh musik K-Pop terhadap minat belajar IPA bersifat kondisional dan bergantung pada preferensi serta kondisi belajar masing-masing siswa. Sebagai tindak lanjut, siswa disarankan menyesuaikan penggunaan musik dengan kondisi belajar, guru disarankan menerapkan pembelajaran yang lebih bervariasi, dan peneliti selanjutnya disarankan melibatkan informan yang lebih beragam serta membandingkan belajar dengan tanpa musik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa SMA Terhadap Mata Pelajaran Biologi Di Sekolah Berbasis Pesantren

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sekolah berbasis pesantren merupakan lembaga pendidikan yang memadukan kurikulum nasional dengan pendidikan keagamaan, sehingga berpotensi membentuk persepsi siswa yang khas terhadap mata pelajaran Biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui persepsi siswa SMA terhadap mata pelajaran Biologi di sekolah berbasis pesantren, dikaji berdasarkan aspek kognitif dan afektif dengan merujuk pada konsep persepsi sebagai proses individu dalam menerima, memahami, dan memaknai suatu objek berdasarkan pengalaman belajarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek dua puluh siswa kelas XI dan XII MIA SMA Muhammadiyah Boarding School Tarakan yang ditentukan melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik model Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kognitif siswa memahami Biologi sebagai ilmu kehidupan yang bermanfaat dan penting bagi masa depan, meskipun sebagian mengalami kesulitan pada materi abstrak seperti sel, enzim, dan metabolisme. Secara afektif, siswa menunjukkan respons yang cenderung positif namun bervariasi, disertai preferensi terhadap praktikum dan media visual. Persepsi terhadap integrasi Biologi dengan nilai keislaman juga beragam. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap Biologi di sekolah berbasis pesantren bersifat multidimensi, dipengaruhi oleh pengalaman belajar serta konteks keagamaan lingkungan pesantren.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Persepsi Siswa Tentang Cara Belajar dan Hasil Belajar Biologi Pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Timur

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persepsi siswa tentang cara belajar berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menerapkan cara belajarnya dalam proses pembelajaran. Cara belajar yang baik dan teratur dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sehingga mendukung pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang cara belajar dan hasil belajar Biologi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Timur pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional non-eksperimental. Sampel berjumlah 26 siswa yang dipilih melalui total sampling. Data persepsi dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert, berdasarkan indikator cara belajar, meliputi pembuatan dan pelaksanaan jadwal, membaca dan membuat catatan, mengulangi bahan pelajaran, konsentrasi, dan mengerjakan tugas. Data hasil belajar Biologi ranah kognitif diperoleh dari nilai ulangan harian materi sistem pernapasan manusia. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji korelasi Kendall’s Tau-b melalui SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persepsi siswa sebesar 107,35 dengan kategori netral, dan rata-rata hasil belajar kognitif siswa sebesar 63,56 dengan kategori cukup. Uji korelasi Kendall’s Tau-b, menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,291 dengan nilai signifikansi 0,043 ( 0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa tentang cara belajar dengan hasil belajar Biologi dengan tingkat keeratan hubungan pada kategori rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas Pemanfaatan Dana Desa Di Bidang Pertanian Di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kegiatan bidang pertanian yang dibiayai melalui Dana Desa, mengetahui tingkat efektivitas pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian, serta mengetahui persepsi masyarakat terhadap pemanfaatan Dana Desa di Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Mei 2026 di tujuh desa di Kecamatan Sesayap. Metode penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan melibatkan 7 informan dari aparat desa dan 70 responden yang berprofesi sebagai petani. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi Pustaka. Analisis data dilakukan dengan secara deskriptif kualitatif, sedangkan efektivitas dan persepsi masyarakat dianalisis menggunakan skala Guttman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pertanian yang dibiayai Dana Desa meliputi kegiatan ketahanan pangan dan budidaya pertanian, penyediaan sarana produksi dan alat mesin pertanian, serta pembangunan infrastruktur pendukung pertanian yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing desa. Tingkat efektivitas pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian memperoleh persentase 82,7% dan termasuk kategori efektif, dengan indikator ketepatan sasaran program sebesar 88,6% tujuan program 82,9% sosialisasi program 75,1% dan evaluasi program 84,3%. Sementara itu, persepsi masyarakat memperoleh persentase 80,0% dan termasuk kategori positif dengan indikator kognitif 73,1%, afektif 87,4%, dan konatif 79,4%. Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Dana Desa di bidang pertanian telah berjalan efektif dan memperoleh persepsi positif dari masyarakat, meskipun sosialisasi program serta pengetahuan dan pemahaman masyarakat masih perlu ditingkatkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI PETANI HORTIKULTURA TERHADAP EFEKTIVITAS PENYULUHAN PERTANIAN DI DESA TIDENG PALE KABUPATEN TANA TIDUNG

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani hortikultura terhadap efektivitas penyuluhan pertanian di Desa Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan populasi berjumlah 56 petani hortikultura yang tergabung dalam tiga kelompok tani dan sebanyak 35 petani ditetapkan sebagai responden menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert 5 poin dan terlebih dahulu diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata (mean) untuk mengetahui persepsi petani pada empat dimensi, yaitu materi penyuluhan, metode penyuluhan, kompetensi penyuluh, dan manfaat penyuluhan. Selanjutnya, tingkat efektivitas penyuluhan berdasarkan persepsi petani dianalisis menggunakan indeks persepsi dengan membandingkan skor aktual dan skor maksimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap materi penyuluhan memperoleh nilai rata-rata 4,20 dengan kategori baik, metode penyuluhan sebesar 4,23 dengan kategori sangat baik, kompetensi penyuluh sebesar 4,28 dengan kategori sangat baik, dan manfaat penyuluhan sebesar 4,15 dengan kategori baik. Secara keseluruhan, indeks persepsi petani terhadap efektivitas penyuluhan pertanian sebesar 84,4% dan termasuk dalam kategori sangat efektif.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERSEPSI KEADILAN PAJAK, TRANSPARANSI PEMERINTAH, DAN SIKAP MORAL TERHADAP NIAT MENGHINDARI PAJAK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral terhadap niat menghindari pajak pada wajib pajak orang pribadi di Kota Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang dipilih secara purposif, dengan kriteria memiliki NPWP dan pernah menjalankan kewajiban perpajakan. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan seluruh item valid, seluruh variabel reliabel, serta model memenuhi asumsi klasik. Secara parsial, persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral berpengaruh negatif signifikan terhadap niat menghindari pajak, masing-masing dengan nilai signifikansi 0,001; 0,036; dan 0,006. Ketiganya juga berpengaruh signifikan secara simultan (nilai signifikansi 0,000). Koefisien determinasi sebesar 0,5405 menunjukkan bahwa ketiga variabel menjelaskan 54,05% variasi niat menghindari pajak, sedangkan 45,95% sisanya dijelaskan oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi persepsi keadilan pajak, transparansi pemerintah, dan sikap moral, semakin rendah niat menghindari pajak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa Kelas XII Kesehatan Terhadap Tantangan Dalam Materi Genetika Di Smas Muhammadiyah Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Genetika merupakan salah satu materi biologi yang dianggap sulit oleh siswa karena sifatnya yang abstrak, terminologinya yang kompleks, serta mekanisme-mekanismenya yang sulit divisualisasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa kelas XII Kesehatan SMAS Muhammadiyah Tarakan terhadap tantangan dalam pelajaran genetika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi terstruktur terhadap sepuluh siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori hasil belajar. Data sekunder dalam penelitian ini berupa buku, jurnal, dokumen kurikulum, dan nilai siswa. Analisis data menggunakan analisis tematik berdasarkan enam tahapan Braun dan Clarke. Keabsahan data hasil penelitian dilakukan untuk memastikan reliabilitas data melalui member checking dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan lima tema tantangan, yaitu kognitif, emosional dan motivasi, lingkungan, sosial, dan fisik. Tantangan kognitif menjadi yang paling dominan, terutama dalam memahami konsep abstrak, istilah ilmiah, mekanisme genetika, dan mengingat materi. Temuan ini diharapkan menjadi dasar bagi guru dalam mengembangkan pembelajaran genetika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Mahasiswa Pendidikan Biologi Terhadap Literasi Data Infografis

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan terhadap literasi data infografis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian survei. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner online (Google Form) yang terdiri dari 22 butir pernyataan yang mencakup tiga indikator utama, yaitu pelaku, target, dan situasi. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Biologi UBT, dengan melibatkan sebanyak 161 responden sebagai sampel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap literasi data infografis secara keseluruhan berada pada kategori tinggi. Indikator target yang mengkaji kategori visual infografis memperoleh capaian rata-rata tertinggi dengan 82,61%, kategori desain visual mencatat persentase tertinggi sebesar 80%. Indikator situasi yang berkaitan dengan faktor kontekstual dengan persentase 80,12% yang menunjukkan bahwa relevansi tugas akademik menjadi pendorong utama keterlibatan mahasiswa. Indikator pelaku yang mencerminkan karakteristik internal mahasiswa mencapai persentase 80,12%. Meskipun kategori kepercayaan diri dan pengetahuan dalam indikator pelaku memperoleh skor terendah yaitu 72,02% yang mengindikasikan adanya tantangan dalam mengidentifikasi distorsi data visual. Persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis secara keseluruhan masuk dalam kategori sangat tinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa persepsi mahasiswa Pendidikan Biologi terhadap literasi data infografis sangat baik, karena penggunaan infografis dalam perkuliahan membuat mahasiswa memahami materi lebih baik, antusias dalam membaca dan menggunakan data infografis, serta mengasah keterampilan berpikir kritis mahasiswa dalam membaca dan mengolah data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor yang Memengaruhi Pemilihan Merek Minyak Goreng di Kecamatan Sebatik Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat dengan banyak pilihan merek di pasaran. Di Kecamatan Sebatik Utara. Sebagai wilayah perbatasan, Kecamatan Sebatik Utara memiliki karakteristik konsumsi yang unik, karena masyarakat tidak hanya mengenal produk dalam negeri, tetapi juga produk minyak goreng dari Malaysia. Kondisi ini menjadikan persaingan antar merek semakin ketat, sehingga pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan merek menjadi hal yang penting Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola pemasaran minyak goreng dan menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi keputusan pembelian minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 40 responden yang berada di Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini terdiri atas Kesadaran Merek (X₁) dan Persepsi Kualitas (X₂), sedangkan variabel dependen adalah Keputusan Pemilihan Merek (Y). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan Kesadaran Merek dan Persepsi Kualitas berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek minyak goreng di Kecamatan Sebatik Utara. Namun, secara parsial hanya Persepsi Kualitas yang berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pemilihan Merek, sedangkan Kesadaran Merek tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan kualitas produk dibandingkan tingkat popularitas atau pengenalan merek dalam menentukan pilihan minyak goreng.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KELURAHAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

TINGKAT KEBERDAYAAN PETANI RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) DI KOTA TARAKAN Abstrak Kota Tarakan merupakan salah satu daerah penghasil rumput laut terbesar di Provinsi Kalimantan Utara. Rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii menjadi komoditas unggulan pada sektor perikanan dan kelautan yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Namun demikian, sektor ini tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama di Kota Tarakan adalah rendahnya tingkat keberdayaan petani dalam mengakses, teknologi budidaya informasi, permodalan, serta strategi pemasaran hasil produksi. Selain itu, harga rumput laut juga sering mengalami penurunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik petani rumput laut, tingkat keberdayaan petani rumput laut serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberdayaan. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling, melibatkan 50 responden. Analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda yang mencakup uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi dengan alat bantu SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani rumput laut di Kelurahan Pantai Amal didominasi oleh laki-laki, berada pada usia produktif, berpendidikan SMA, menjadikan budidaya rumput laut sebagai pekerjaan utama, serta memiliki pendapatan dan produksi yang relatif baik. Tingkat keberdayaan petani tergolong tinggi dengan persentase sebesar 86%. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keberdayaan petani adalah pemberdayaan petani dan persepsi petani, dengan persepsi petani sebagai faktor yang paling dominan mempengaruhi tingkat keberdayaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas tanjung harapan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG HARAPAN ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini melibatkan 53 ibu yang memiliki balita usia 0–1 tahun dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,111), tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,208). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan edukasi dan pembentukan persepsi positif ibu terhadap imunisasi guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MURID SMPN 1 TARAKAN TERHADAP ITEM TEST LITERASI MATEMATIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peneliti ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa terhadap item test literasi matematika yang ditinjau melalui dari delapan indikator utama, yaitu pengetahuan, pandangan, pengalaman, perasaan, emosi, motivasi, sikap dan aktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Subjek penelitian ini yaitu murid kelas VIII SMP Negeri 1 Tarakan yang telah mengikuti AKM dan rekomendasi dari guru. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur setelah murid menyelesaikan item test literasi matematika. Analisis data dilakukan melalui tahap membaca keseluruhan data, pengkodean, pengelompokkan tema, penyusunan deskripsi, serta interpretasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi murid terhadap item test literasi matematika terbentuk melalui keterkaitan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Pada aspek kognitif, murid memanfaatkan pengetahuan,pandangan dan pengalaman sebelumnya dalam memahami serta menyelesaikan soal. Pada aspek afektif, murid menunjukkan berbagai perasaan dan emosi, seperti tertarik, tertantang, bingung, hingga puas setelah menyelesaikan soal. Pada aspek konatif, murid memperlihatkan motivasi, sikap, dan aktivitas yang mendorong mereka untuk tetap berusaha menyelesaikan soal meskipun mengalami kesulitan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian item test literasi matematika tidak hanya melibatkan kemampuan berpikir, tetapi juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar, kondisi emosional, dan kecenderungan perilaku murid. Dengan demikian, persepsi murid terhadap item test literasi matematika merupakan proses yang kompleks dan saling terintegrasi dalam membentuk pemahaman serta strategi penyelesaian masalah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Survei Tingkat Persepsi Siswa SMP Negeri 1 Tarakan Terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Matematika

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat persepsi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan terhadap pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Populasi penelitian berjumlah 347 siswa kelas VII SMP Negeri 1 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert 4 poin yang terdiri atas 15 butir pernyataan dan disebarkan melalui Google Form dengan teknik sampel jenuh. Dari 347 respons yang masuk, sebanyak 332 respons dinyatakan valid dan digunakan dalam analisis, sedangkan 15 respons tidak digunakan karena tidak memenuhi kriteria kelengkapan pengisian angket. Analisis data dilakukan melalui perhitungan skor rata-rata per indikator, pengkategorian tingkat persepsi berdasarkan interval skor rata-rata ke dalam tiga kategori yaitu Tinggi (3,01–4,00), Sedang (2,01–3,00), dan Rendah (1,00–2,00), serta interpretasi hasil secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi siswa terhadap pembelajaran berdiferensiasi berada pada kategori Tinggi dengan rata-rata skor sebesar 3,06. Sebanyak 161 siswa (48,5%) berada pada kategori Tinggi, 171 siswa (51,5%) berada pada kategori Sedang, dan tidak terdapat siswa yang berada pada kategori Rendah. Berdasarkan indikator penelitian, diferensiasi proses memperoleh skor rata-rata tertinggi sebesar 3,18 (kategori Tinggi), diikuti diferensiasi konten sebesar 3,04 (kategori Tinggi), sedangkan diferensiasi produk memperoleh skor rata-rata terendah sebesar 2,97 (kategori Sedang). Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Tarakan telah diterima dengan baik oleh sebagian besar siswa, sehingga pendekatan tersebut layak dipertahankan dan dikembangkan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi guru matematika untuk meningkatkan kualitas diferensiasi produk yang masih berada pada kategori sedang, agar implementasi pembelajaran berdiferensiasi semakin merata dan optimal di seluruh kelas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN PERSEPSI SISWA TERHADAP LESBIAN, GAY, BISEKSUAL, DAN TRANSGENDER (LGBT) (STUDI DESKRIPTIF SISWA KELAS X SMAN 4 TARAKAN)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas X terhadap LGBT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman, sikap, serta faktor-faktor yang memengaruhi persepsi siswa terhadap fenomena LGBT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terbentuk dalam dua kecenderungan utama, yaitu persepsi positif dan persepsi negatif. Persepsi positif siswa ditunjukkan melalui pemahaman dasar mengenai istilah LGBT serta sikap humanis yang tetap menghargai individu sebagai sesama manusia. Siswa mampu menjelaskan kepanjangan dan makna umum LGBT, meskipun pemahaman tersebut masih berada pada tingkat dasar dan belum sepenuhnya komprehensif. Selain itu, siswa menunjukkan sikap tidak menoleransi kekerasan serta bersedia berinteraksi dalam batas tertentu, seperti dalam kegiatan belajar, yang mencerminkan adanya penerimaan sosial yang terbatas. Sementara itu, persepsi negatif siswa ditunjukkan melalui respons emosional berupa rasa tidak nyaman, geli, dan heran terhadap fenomena LGBT. Siswa juga memandang LGBT bertentangan dengan nilai agama, norma sosial, dan aturan masyarakat, sehingga dianggap tidak dapat diterima. Selain itu, siswa memiliki kekhawatiran bahwa keberadaan LGBT dapat mengganggu hubungan sosial di lingkungan sekolah, memicu konflik, serta memengaruhi perilaku teman sebaya. Faktor yang memengaruhi persepsi siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi nilai agama, keyakinan moral, pengalaman, dan kondisi emosional siswa. Faktor eksternal meliputi pengaruh media sosial, lingkungan pertemanan, keluarga, dan sekolah sebagai agen sosialisasi. Interaksi kedua faktor tersebut membentuk persepsi yang kompleks dan ambivalen. Kesimpulannya, persepsi siswa terhadap LGBT tidak bersifat tunggal, melainkan ambivalen, yaitu adanya pemahaman dasar dan sikap humanis di satu sisi, serta penolakan moral dan kekhawatiran sosial di sisi lain. Persepsi tersebut merupakan hasil proses sosialisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dalam lingkungan keluarga, sekolah, agama, dan masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP DOSEN IDEAL PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dosen merupakan komponen penting dalam pendidikan tinggi yang berperan sebagai pendidik, pembimbing, dan fasilitator dalam proses pembelajaran. Persepsi mahasiswa terhadap dosen sangat berpengaruh terhadap kenyamanan belajar, motivasi, serta kualitas interaksi akademik yang terbentuk selama perkuliahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap dosen ideal pada Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terbuka (mendalam) kepada mahasiswa aktif Pendidikan Biologi yang telah menempuh perkuliahan dengan lebih dari satu dosen. Penentuan informan dilakukan secara bertahap menggunakan theoretical sampling hingga mencapai kejenuhan data (theoretical saturation). Analisis data dilakukan melalui tahapan open coding, axial coding, dan selective coding berdasarkan Strauss dan Corbin. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik dosen ideal menurut mahasiswa yang mencakup aspek pendagogik, aspek profesional, aspek kepribadian, serta aspek sosial, sehingga dapat menjadi bahan refleksi bagi dosen dan meningkatkan mutu pembelajaran di perguruan tinggi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBJEK WISATA MANGROVE SETABU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di kawasan perbatasan merupakan instrumen krusial dalam menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi lokal dengan kelestarian ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis persepsi pengunjung terhadap pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Wisata Mangrove Setabu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta penyebaran kuesioner terstruktur berskala Likert kepada 48 responden yang ditentukan melalui teknik quoted accidental sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan pemetaan matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi strategis pengembangan Wisata Mangrove Setabu berada pada Kuadran Strategi ST (Strengths–Threats). Faktor kekuatan utama kawasan terletak pada keasrian lanskap alami hutan bakau (S1) serta ketersediaan fasilitas spot foto/jembatan boardwalk (S2) yang sangat diminati oleh wisatawan usia muda (15–29 tahun). Namun, kendala internal yang krusial adalah rusaknya infrastruktur jembatan kayu yang berlubang (W2) akibat keterbatasan finansial karena tidak adanya pemungutan biaya tiket masuk maupun parkir (W5). Di sisi eksternal, ancaman terbesar berasal dari maraknya aktivitas penggalian pasir ilegal oleh oknum masyarakat (T4) serta bencana abrasi pantai (T2). Formulasi strategi terbaik menitikberatkan pada pemanfaatan seluruh kekuatan internal untuk memitigasi ancaman eksternal melalui penerapan sistem zonasi (Zona Pemanfaatan Wisata dan Zona Konservasi Inti) serta penguatan regulasi lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH _MOTIVASI, ‘PERSEPSI, DAN_SIKAP_KONSUMEN TERHADAP_KEPUTUSAN_MEMILIH JASA PENGIRIMAN YANG DIMEDIASI MINAT_BELI_PADA PT.POS_INDONESIA_(PERSERO) KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, persepsi, dan sikap konsumen terhadap keputusan pemilihan jasa pengiriman dengan minat beli sebagai variabel mediasi pada pengguna layanan PT. Pos Indonesia (Persero) di Kabupaten Malinau. Konteks penelitian ini adalah meningkatnya tingkat persaingan di sektor logistik, yang mengharuskan penyedia jasa kurir untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang variabel-variabel yang memengaruhi perilaku pelanggan dalam memilih layanan. Untuk mengumpulkan data primer untuk penelitian kuantitatif ini, 190 responden yang telah menggunakan jasa PT. Pos Indonesia (Persero) di Kabupaten Malinau diberikan kuesioner. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, dan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara langsung variabel motivasi dan sikap berpengaruh signifikan terhadap minat beli, sementara persepsi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap minat beli. Selanjutnya, variabel sikap dan minat beli terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan jasa, sedangkan motivasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan tersebut. Secara tidak langsung, motivasi dan sikap berpengaruh signifikan terhadap keputusan pemilihan melalui minat beli sebagai variabel mediasi, sedangkan persepsi tidak menunjukkan pengaruh signifikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail