Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

31 hasil
Subjek: Etnomatematika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Etnomatematika pada Artefak Museum Sejarah Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada artefak yang terdapat di Museum Sejarah Kota Tarakan. Fokus penelitian meliputi identifikasi artefak yang mengandung unsur etnomatematika serta identifikasi konsep dan prinsip matematika yang terdapat pada artefak tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas Kepala UPT Museum Sejarah Kota Tarakan dan petugas museum. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh artefak yang mengandung unsur etnomatematika, yaitu Bebingon, Bubu Kanon, Bintul/Ambau, Telipos, Tempinak, Babun, dan Tar. Unsur etnomatematika pada artefak tersebut tercermin pada bentuk, pola, ukuran, dan struktur artefak. Konsep matematika yang ditemukan meliputi lingkaran, tabung, kerucut, kerucut terpancung, balok, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, garis lengkung, pola, dan simetri. Prinsip matematika yang ditemukan meliputi keteraturan pola, hubungan ukuran, kesebangunan, dan keseimbangan bentuk. Temuan penelitian menunjukkan bahwa artefak Museum Sejarah Kota Tarakan tidak hanya memiliki nilai budaya dan sejarah, tetapi juga mengandung konsep dan prinsip matematika yang berkembang dalam kehidupan masyarakat Tidung. Artefak tersebut memiliki potensi sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK LUNDAYEH

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh serta mengungkap pandangan guru dan siswa terhadap etnomatematika tersebut sebagai konteks pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan landasan etnografi yang dilaksanakan di Desa Wisata Pulau Sapi dan SMKN 1 Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat Dayak Lundayeh, pengrajin anyaman, guru matematika, dan siswa kelas XI SMKN 1 Malinau. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis dengan tahapan pengorganisasian data, pembacaan keseluruhan data, pengkodean, penentuan tema, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Anyaman Dayak Lundayeh memuat berbagai konsep matematika, meliputi konsep geometri (kerucut pada rong basung, balok pada bakang, dan poligon heksagon pada motif anyaman), pola berulang, simetri (simetri lipat dan simetri putar), translasi, serta pengukuran (panjang, diameter, dan ketebalan bahan). (2) Prinsip matematika yang ditemukan meliputi prinsip geometri (hubungan antara unsur-unsur bangun ruang), prinsip pola (pengulangan motif secara teratur dan konsisten), prinsip simetri (keseimbangan bentuk dan keteraturan motif), dan prinsip pengukuran (penggunaan ukuran yang seragam dalam proses pembuatan anyaman). (3) Prosedur matematis tampak pada tahapan sistematis pembuatan rong basung dan bakang, mulai dari penentuan ukuran, pengukuran bahan, pembentukan rangka bangun ruang, hingga penyusunan pola anyaman. (4) Guru dan siswa memiliki pandangan positif terhadap penerapan etnomatematika anyaman Dayak Lundayeh dalam pembelajaran matematika; mereka menilai bahwa integrasi budaya lokal menjadikan pembelajaran lebih menarik, kontekstual, dan memudahkan pemahaman konsep, khususnya pada materi geometri, transformasi geometri, pola, dan pengukuran. Temuan ini mengindikasikan bahwa kebudayaan anyaman Dayak Lundayeh mengandung unsur etnomatematika yang kaya dan berpotensi besar untuk dijadikan media serta sumber belajar matematika berbasis kearifan lokal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI ARANG ANAK TENGELAYAT SUKU DAYAK ABAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika pada Tari Arang Anak Tengelayat Suku Dayak Abai serta mengetahui persepsi siswa terhadap pengintegrasiannya dalam pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Menengah Pertama. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sentaban, Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau, dan SMP Negeri 4 Malinau Barat pada. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan analisis video. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari pembina budaya Dayak Abai, pelatih Tari Tengelayat, dan empat siswa dari latar belakang suku berbeda. Analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan untuk dianalisis, membaca ulang dan memahami semua data, melakukan pengkodean, mengelompokkan kode menjadi tema atau kategori, menghubungkan tema, menginterpretasikan makna tema dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika yang ditemukan pada gerakan tari, formasi tari, pengukuran jarak antar-penari dan susunan penari. Pada gerakan, terdapat konsep rotasi pada gerakan putaran abai dan refleksi pada gerakan menyilangkan tangan dengan pasangan, konsep sudut lebih dari 90 derajat pada rentangan tangan, dan garis sejajar pada gerakan kedua tangan yang direntangkan ke depan. Pada formasi tari menunjukkan adanya konsep lingkaran, persegi panjang, jajargenjang, garis lurus, garis paralel, sudut dan transformasi geometri pada setiap perpindahan formasi. Pada pengaturan jarak antarpenari terdapat konsep pengukuran melalui penerapan jarak dua rentang lengan. Pada susunan penari, penari diurutkan berdasarkan tinggi yang menunjukkan konsep pola urutan. Unsur-unsur tersebut dapat dipetakan ke dalam materi Transformasi Geometri (kelas IX), Bangun Datar, Garis dan Sudut, serta Pengukuran (kelas VII). Seluruh siswa memberikan persepsi positif yang dikelompokkan menjadi tiga tema utama, yaitu pembelajaran yang lebih menyenangkan, kemudahan memahami konsep melalui contoh nyata, serta tumbuhnya motivasi belajar dan apresiasi terhadap budaya lokal. Persepsi positif ini tidak hanya berasal dari siswa suku Dayak Abai, tetapi juga dari siswa suku lain, yang membuktikan bahwa Tari Tengelayat berpotensi menjadi media pembelajaran matematika yang inklusif dan lintas budaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL "DEMA" BARISAN DERET KELAS X DKV SMK NEGERI 4 TARAKAN BERBASIS BATIK KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol

2026•

Etnomatematika Tari Sumazau Murut Sila Nu Vulosmu Pada Suku Dayak Tahol ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam Tari Sumazau Suku Dayak Tahol, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada Tari Sumazau Suku Dayak Tahol dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pembina, dua penari Sanggar Tari Ansilulum dan tiga siswa SMPN 1 Lumbis. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika khususnya pada gerakan dan pola lantai Tari Sumazau Suku Dayak Tahol berupa konsep sudut, garis sejajar, garis lurus dan bangun datar jajar genjang, translasi, refleksi, dan lingkaran. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPN 1 Lumbis yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari Sumazau digunakan dalam pembelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI PERSEPSI SISWA JURUSAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL TERHADAP PENGGUNAAN KONTEKS BATIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMK Negeri 4 Tarakan terhadap penggunaan konteks batik sebagai pendekatan etnomatematika dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian berangkat dari permasalahan rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap matematika yang sering dianggap abstrak, sulit, serta jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, matematika memiliki kedekatan yang kuat dengan berbagai aktivitas budaya, termasuk pola dan struktur yang terdapat pada motif batik. Melalui pemanfaatan konteks batik, pembelajaran matematika diharapkan menjadi lebih konkret, bermakna, dan relevan dengan pengalaman siswa sehingga pembelajaran terasa lebih dekat dengan realita mereka dalam kehidupan nyata sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta catatan lapangan. Partisipan penelitian terdiri dari 10 siswa kelas XI DKV yang memiliki pengetahuan tentang ornamen batik dan cukup unggul dalam memahami pembelajaran matematika. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, yang kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi dan member check untuk memastikan keakuratan temuan serta meningkatkan kepercayaan data sehingga hasil penelitian semakin dapat dipertanggungjawabkan secara baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan persepsi positif terhadap penggunaan batik sebagai konteks pembelajaran matematika. Siswa menyatakan bahwa menggabungkan konsep matematika dengan motif batik membuat pembelajaran lebih menarik, menyenangkan, mudah dipahami, dan tidak membosankan. Berbagai konsep matematika berhasil diidentifikasi siswa pada motif batik, seperti transformasi geometri (translasi, rotasi, dan refleksi) serta bangun datar (segitiga, lingkaran, dan persegi panjang) pada motif Bultiya, Kawung, Obar-Abir, Bunga Raye, dan Shaho. Selain meningkatkan pemahaman konsep, pendekatan ini juga menumbuhkan motivasi belajar serta kecintaan siswa terhadap budaya lokal dan identitas daerah. Meskipun demikian, beberapa siswa yang kurang memahami etnomatematika menunjukkan persepsi yang lebih rendah. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan konteks batik dalam pembelajaran matematika efektif dalam meningkatkan pemahaman, minat belajar, dan penghargaan terhadap budaya daerah secara nyata dan berkelanjutan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA MOTIF BATIK KOTA TARAKAN

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi unsur-unsur Matematika yang terdapat pada motif batik khas Kota Tarakan serta mendeskripsikan pandangan siswa terhadap penggunaan motif batik tersebut sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas satu orang pengrajin Batik Pakis Asia dan tiga orang siswa SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif batik Kota Tarakan, antara lain motif Semandag, Tameng Sungkul, Seraung Dayak, Temparang Piyay, dan Kapah, mengandung berbagai unsur Matematika seperti belah ketupat, lingkaran, segi enam, simetri, dan sudut-sudut geometri. Unsur-unsur tersebut dapat dijadikan konteks konkret dalam pembelajaran Matematika, khususnya pada materi geometri. Berdasarkan hasil wawancara, siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran Matematika yang dikaitkan dengan motif batik. Siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan mudah memahami konsep Matematika karena pembelajaran menjadi lebih kontekstual serta dekat dengan budaya lokal. Selain itu, siswa juga menyadari pentingnya pelestarian budaya melalui integrasi batik dalam pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan motif batik Kota Tarakan sebagai konteks dalam pembelajaran Matematika tidak hanya membantu siswa memahami konsep geometri secara konkret, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran berbasis etnomatematika yang bermakna dan berkarakter.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Etnomatematika Pada Rumah Adat Tidung Baloy Kabupaten Nunukan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi etnomatematika pada rumah adat tidung baloy dikabupaten Nunukan. Berdasarkan studi pendahuluan di objek wisata rumah adat Tidung, bahwa terdapat beberapa bagian bentuk rumah adat memiliki unsur yang biasa ditemukan pada pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi waktu untuk membantu dalam menganalisis serta pemeriksaan keabsahan data. Berdasarkan hasil analisis data menunjukan bahwa terdapat beberapa unsur etnomatematika pada rumah adat Tidung baloy kabupaten Nunukan, mempresentasikan bentuk segitiga, persegi panjang, jajar genjang, persegi, belah ketupat, balok, dan pola bilangan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BUKU SAKU MATEMATIKA BERBASIS ETNOMATEMATIKA UNTUK SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 7 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa buku saku matematika berbasis etnomatematika yang layak dan praktis untuk digunakan dalam pembelajaran kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang meliputi lima tahap utama: Analisis (Analysis), Perancangan (Design), Pengembangan (Development), Implementasi (Implementation), dan Evaluasi (Evaluation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku saku ini memenuhi kriteria kelayakan berdasarkan penilaian ahli materi dengan persentase 86,6%, ahli media dan desain sebesar 85,5%, serta guru matematika sebesar 92%. Uji coba lapangan menunjukkan bahwa buku saku ini berada pada kategori sangat praktis dan menarik, dengan persentase kepraktisan mencapai 91%. Dengan demikian, buku saku matematika berbasis etnomatematika ini dinyatakan layak dan praktis sebagai bahan ajar. Dengan demikian pengembangan buku saku matematika berbasis etnomatematika yang layak dan praktis untuk pembelajaran materi lingkaran di VIII telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan tujuan penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF "BINGO" UNTUK SISWA KELAS VII SMPN TERPADU UNGGULAN 2 TANA TIDUNG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Media interaktif merupakan sarana yang memungkinkan peserta didik untuk berinteraksi dengan materi pembelajaran melalui praktik keterampilan serta menerima feedback terhadap materi yang disampaikan. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif adalah Articulate Storyline. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prosedur pengembangan media interaktif dengan berbasis etnomatematika dengan menggunakan Articulate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk peserta didik kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung, serta mengetahui kepraktisan produk berdasarkan respon peserta didik terhadap media tersebut. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE, yang dimodifikasi dari Lee dan Owens (2004), dengan lima tahapan: analisis (analyze), desain (design), pengembangan (development), implementasi (implementation), dan evaluasi (evaluation). Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kevalidan dan kepraktisan multimedia pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika menggunakan Articualate Storyline pada materi segitiga dan segiempat untuk kelas VII SMPN Terpadu Unggulan 2 Tana Tidung dinilai sebagai berikut: (1) Penilaian dari ahli materi memperoleh skor 47 dari total skor maksimum 50, dengan presentase 94% yang berada pada interval 81% sampai 100%, termasuk dalam kategori “Sangat Valid”, (2) Penilaian dari ahli media memperoleh skor 65 dari total skor maksimum 80, dengan presentase 81%, juga dikategorikan “Sangat Valid”, (3) Kepraktisan berdasarkan hasil angket respon peserta didik terbagi menjadi 3 tahap uji coba yaitu uji coba one-to-one (perorangan) dilakukan oleh tiga peserta didik menggunakan multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” didapatkan hasil presentase 81,21% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba small group (kelompok kecil) dilakukan oleh enam peserta didik didapatkan hasil presentase 83% yang dikategorikan “Sangat Praktis”, uji coba field test (lapangan) yang melibatkan satu kelas dengan enam belas orang peserta didik menghasilkan presentase 84,65% dikategorikan “Sangat Praktis”. Berdasarkan keseluruhan tahap uji coba, multimedia pembelajaran interaktif “BINGO” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebgaia media pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA UKIRAN PETI MATI SUKU TORAJA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konsep matematika apa saja yang terkandung dalam ukiran-ukiran yang terdapat pada Peti Mati Suku Toraja. Jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus dalam hal penentuan subjek lokasi, sampel serta sumber data dalam penelitian ini digunakan Teknik purposive sampling. Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Setelah melakukan pengumpulan data maka dilakukan analisis data dengan cara penarikan kesimpulan. Adapun temuan penelitian yaitu terdapat beberapa konsep matematika yang terkandung dalam ukiran peti mati suku Toraja antara lain: lingkaran, segitiga, dan belah ketupat pada motif ukiran (Pa'barre Allo), dan persegi pada motif ukiran (Pa'doti Siluang II). Selain itu terdapat juga konsep garis seperti garis lengkung pada motif ukiran (Pa'erong) dan konsep simetri lipat pada motif ukiran Pa'doti Langi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PANDANGAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TARAKAN TERHADAP PENGGUNAAN ETNOMATEMATIKA BUDAYA TORAJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2024•

PANDANGAN SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TARAKAN TERHADAP PENGGUNAAN ETNOMATEMATIKA BUDAYA TORAJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Abstrak Hadirnya etnomatematika dalam pembelajaran Matematika sangat tepat di Indonesia. Hal itu dikarenakan Indonesia memiliki beberapa keunikan budaya yang menjadi ciri khas disetiap daerahnya. Keanekaragaman budaya di Indonesia mengacu pada unsur-unsur seperti kepercayaan atau pengetahuan. Hubungan antara budaya dengan ilmu pengetahuan khususnya Matematika dapat ditemukan dalam etnomatematika, salah satunya di Toraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan siswa kelas X SMA Negeri 3 Tarakan terhadap penggunaan etnomatematika budaya Toraja dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan siswa yang memiliki minat tinggi dan rendah terhadap pembelajaran matematika, dengan saran dari guru matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dengan memanfaatkan konteks budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandangan siswa terhadap konteks pembelajaran Matematika dipengaruhi oleh minat belajar siswa terhadap mata pelajaran tersebut dan penerapan etnomatematika budaya Toraja dalam pembelajaran Matematika dapat menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan minat, pemahaman, dan keterampilan siswa dalam belajar Matematika, serta mengaitkan konsep Matematika dengan budaya lokal untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan relevaan bagi siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

etnomatematika pada pakaian adat suku dayak kenyah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan sumber data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi berkaitan dengan pakaian adat suku dayak kenyah khususnya di Ta’a dan Sapei Sapaq. Penelitian pendekatan studi kasus adalah dimana peneliti melakukan eksplorasi secara mendalam terhadap kejadian, aktivitas, proses, terhadap satu orang atau lebih. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur matematika yang terdapat pada pakaian adat suku Dayak Kenyah. Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa ditemukan unsur matematika di pakaian adat suku dayak kenyah pada jenis bangun ruang datar seperti materi segitiga, persegi panjang, dan lingkaran. Selain itu, ditemukan konsep matematika pada materi geometri transformasi seperti materi translasi, rotasi, dan refleksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK AGABAG

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ETNOMATEMATIKA PADA KEBUDAYAAN DAYAK AGABAG Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep, prinsip, dan prosedur matematika yang terkandung dalam budaya Dayak Agabag dan mengetahui persepsi siswa SMKN 1 Tulin Onsoi terhadap penerapan etnomatematika ini dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melibatkan pengamatan yang diperpanjang, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, melakukan triangulasi, berdiskusi dengan rekan kerja, menganalisis kasus negatif, melakukan member check, dan menarik kesimpulan. Dari hasil analisis data, temuan pertama mengenai etnomatematika dalam kebudayaan anyaman Dayak Agabag adalah 1) Tikar dengan motif bintang timur terdapat bentuk bangun datar yaitu layang-layang, persegi dan tranformasi geometri yaitu refleksi; 2) Tikar dengan motif sinumandak terdapat bentuk bangun datar yaitu sudut lancip, lingkaran, layang-layang, jajargenjang dan sudut bertolak belakang; 3) Pisakan jalun terdapat bentuk bangun datar yaitu persegi panjang; 4) Kalawang terdapat bentuk bangun datar yaitu segitiga sama kaki, trapesium siku-siku, dan segitiga siku-siku; 5) Budui dngan motif busak terdapat bentuk bangun datar yaitu belah ketupat, dan persegi; 6) Tikar dengan motif binangkawot pada tikar terdapat tranformasi geometri yaitu translasi. 7) Kadabang dengan bentuk bangun ruang kerucut. Temuan kedua yaitu siswa SMK Negeri 1 Tulin Onsoi menyatakan bahwa siswa dapat memahami dan mengerti materi matematika yang berkaitan dengan budaya yang ada di lingkungan siswa ketika dihubungkan dengan Etnomatematika yang terdapat pada kebudayaan Dayak Agabag jika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci : Etnomatematika, Siswa SMK, Kebudayaan Dayak Agabag

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Padaw Tuju Dulung di Kelas 2 SDN Utama 1 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Adapun prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini ialah model 4G yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Kelayakan modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung ditinjau berdasarkan hasil validasi ahli diantaranya meliputi validasi ahli materi dengan persentase sebesar 82,35% validasi ahli media dengan persentase sebesar 96% dan validasi ahli praktisi dengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika pada materi bangun datar dan bangun ruang tema 4 di kelas 2. Adapun uji coba yang dilakukan meliputi uji coba terbatas dengan memperoleh hasil persentase sebesar 96% dan uji coba secara luas dengan perentase sebesar 99,5%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Adapun hasil disseminate yang diperoleh ialah modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung menarik, kreatif dan mudah dimengerti.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Siswa Kelas VIII Terhadap Penggunaan Konteks Etnomatematika dalam Pembelajaran di SMP Negeri 5 Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran matematika dengan menggunakan sumber belajar yang konkrit dapat membuat proses pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna. Salah satu sumber belajar yang memungkinkan siswa mendapatkan sumber yang konkrit adalah etnomatematika. Etnomatematika dapat disesuaikan dengan budaya siswa, salah satunya adalah konsep matematika yang berkaitan dengan kebudayaan berbentuk benda atau artefak untuk dijadikan sumber atau media belajar geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII jika etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 5 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggali informasi dari siswa untuk menyelidiki dan menganalisis secara mendalam bagaimana persepsi siswa apabila etnomatematika dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika di sekolah. Informasi yang didapatkan dianalisis kemudian dideskripsikan untuk menyimpulkan yang sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa setuju jika penggunaan unsur budaya atau etnomatematika lebih banyak diterapkan di dalam kelas karena siswa merasa tertarik dan lebih mudah paham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA TARI BUSAK BAKU SUKU DAYAK LUNDAYEH

2023•

Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mendeskripsikan unsur matematika SMP yang ada di dalam tari busak baku Dayak Lundayeh, (2) mengetahui pandangan siswa jika etnomatematika pada tari busak baku suku Dayak Lundayeh dijadikan konteks dalam pembelajaran matematika SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek pada penelitian ini terdiri dari pemimpin, pelatih, penari Sanggar Tari Rasat Eco dan tiga siswa SMPK Frater Don Bosco Tarakan. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data dengan menggunakan pemadatan data, penyajian data, penarikan dan verifikasi kesimpulan. Berdasarkan data yang diperoleh kemudian dilakukan pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Adapun temuan pertama penelitian ini yaitu etnomatematika yang terdapat pada gerakan dan pola lantai tari busak baku suku dayak lundayeh berupa konsep geometri yaitu sudut, garis sejajar, garis lurus (horizontal) dan bangun datar persegi panjang, segitiga, lingkaran, segitiga tumpul. Temuan kedua yaitu pandangan peserta didik SMPK Frater Don Bosco Tarakan yang merasa bahwa pembelajaran Matematika akan sangat menarik dan menyenangkan apabila etnomatematika dalam tari busak baku digunakan dalam pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ETNOMATEMATIKA PADA BUDAYA MASYARAKAT SUKU TIDUNG

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait budaya masyarakat suku Tidung yang ada di Desa Sesayap. Pertama, mengetahui unsur Matematika yang ada pada budaya masyarakat suku Tidung, Desa Sesayap, Kabupaten Tana Tidung khususnya pada pakaian adat Tidung Antakusuma dan anyaman tikar Ayam Belungis. Kedua, menganalisis pandangan siswa SMKN 1 Tana Tidung terhadap Etnomatematika pada masyarakat suku Tidung. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus. Adapun teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan analisis dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah diperoleh, kemudian dilakukan pemeriksaan keabsahan data. Adapun unsur Matematika yang terdapat dalam budaya masyarakat suku Tidung khususnya pada pakaian adat Tidung Antakusuma dan anyaman tikar Ayam Belungis merepresentasikan bentuk segitiga, tabung, lingkaran, belah ketupat, persegi panjang, sudut, persegi dan pola bilangan. Selain itu, adapun tanggapan siswa SMKN 1 Tana Tidung apabila Etnomatematika pada budaya masyarakat suku Tidung yang ada di Desa Sesayap ini dikaitkan dalam pembelajaran Matematika disekolah yakni siswa lebih tertarik dan merasa mudah belajar jika pembelajaran dikaitkan dengan budaya mereka sendiri.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Etnomatematika Pada Batik Pakis Asia Kota Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan etnomatematika yang ada pada batik pakis asia Kota Tarakan dan memetakan etnomatematika batik pakis asia dalam pembelajaran matematika sekolah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, analisis dokumen, dan observasi. Setelah dilakukan pengumpulan data, kemudian dilakukan analisis data dengan cara menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, serta menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, terdapat etnomatematika atau unsur matematika pada batik pakis asia, yaitu: 1) garis dan sudut, 2) kekongruenan, 3) lingkaran, 4) belah ketupat, dan 5) hexagon. Kedua, pemetaan etnomatematika batik pakis asia dalam pembelajaran matematika sekolah. Adapun pemetaannya yaitu: 1) garis dan sudut pada kelas 7. Terdapat konsep garis sejajar pada motif batik kujau. Kemudian konsep sudut pada motif batik batug semandak. 2) materi kekongruenan pada kelas 9 pada motif batik batug semandak, motif kapah, motif temparang piyay dan motif terap. 3) materi belah ketupat pada kelas 7, dimana terdapat konsep belah ketupat pada motif batik pakis asia yaitu motif batug semandak. 4) materi lingkaran pada kelas 8, terdapat konsep lingkaran pada motif batik pakis asia yaitu motif temparang piyay. 5) materi hexagon atau segi enam pada kelas 8, terdapat juga konsep hexagon di dalam motif batik pakis asia yaitu motif kapah.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERSEPSI SISWA SMP NEGERI 11 TARAKAN TERHADAP PEMANFAATAN ETNOMATEMATIKA UKIRAN TORAJA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMP Negeri 11 Tarakan terhadap pemanfaatan etnomatematika ukiran Toraja dalam pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 11 Tarakan berjumlah 9 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa etnomatematika ukiran Toraja dapat membantu proses pembelajaran, karakteristik ukiran Toraja dapat memotivasi siswa dalam belajar, dan membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami. Ukiran Toraja dapat membantu proses pembelajaran karena dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran. Adapun karakteristik yang dimiliki ukiran Toraja seperti warna yang mencolok, bentuk unik, sehingga memberikan kesan yang menarik perhatian siswa sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar. Selanjutnya etnomatematika ukiran Toraja dapat membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami. Hal ini karena penggunaan etnomatematika dalam pembelajaran membuat pelajaran membekas dalam ingatan sehingga materi yang dipelajari menggunakan ukiran Toraja tidak mudah dilupakan dan dapat membantu mengingat materi pelajaran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail