ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan. Pelaksanaan penelitian dilakukan pada semester ganjil tahun ajaran 2026/2027 di SMPN 14 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Pretest – Posttest Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 14 Tarakan. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII – 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII – 3 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes berupa soal uraian. Instrumen yang digunakan berupa soal pretest dan posttest sebanyak 5 soal uraian. Teknik analisis data digunakan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t dengan teknik independent sample t – test, dan analisis N – Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,63, sedangkan kelas kontrol sebesar 75,00. Hasil Independent sample t – test diperoleh t_{hitung} = 2,341 lebih besar daripada t_{tabel}=1,999, dengan nilai signifikansi sebesar 0,022 0,05, sehingga H_{0} ditolak dan H_{1} diterima. Rata – rata N – Gain kelas eksperimen sebesar 0,541 dan kelas kontrol sebesar 0,490 yang keduanya berada pada kategori sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa SMPN 14 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group design. Sampel penelitian merupakan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan yang terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelas VIII-A sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-C sebagai kelompok kontrol. Pembelajaran pada kelas eksperimen dilaksanakan dengan menerapkan model Problem Based Learning, sedangkan pembelajaran pada kelas kontrol menggunakan pendekatan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes keterampilan berpikir kritis yang terdiri atas 6 soal uraian dan disusun berdasarkan 3 indikator keterampilan berpikir kritis. Tes tersebut diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran dalam bentuk pretest dan posttest. Data penelitian selanjutnya diolah melalui analisis deskriptif dan analisis inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan independent samples t-test dengan tingkat signifikansi sebesar 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest peserta didik pada kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor peserta didik pada kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran konvensional, yaitu (79,54>69,43). Hasil pengujian menggunakan independent samples t-test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,0150,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara keterampilan berpikir kritis peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Problem Based Learning berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis peserta didik SMP Negeri 2 Tarakan pada mata pelajaran matematika.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Fungsi Invers. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Kesehatan-3 dan XI Humaniora-1 SMA Negeri 4 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, uji Independent Sample T-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 0,05 sehingga 𝐻₀ ditolak. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 64,77 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 50,00. Berdasarkan analisis N-Gain diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,494 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,323. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Media Augmented Reality (AR) merupakan bentuk media yang mengintegrasikan elemen-elemen visual seperti gambar dan video, beserta audio serta teks, langsung ke dalam konteks lingkungan fisik yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelas diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penggunaan media AR dengan metode Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media AR tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,375 (p > 0,05). Analisis dilakukan menggunakan uji non-parametrik karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Tidak signifikannya hasil penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya adaptasi siswa terhadap teknologi AR, keterbatasan waktu, serta pembatasan penggunaan smartphone. Meskipun demikian, media AR memiliki potensi dalam meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa. Dengan optimalisasi penggunaan, kesiapan siswa, serta strategi pembelajaran yang tepat, media AR berpeluang menjadi alternatif pembelajaran yang efektif di masa mendatang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model Problem Based Learning (PBL) berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa SMP pada materi pencemaran lingkungan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa serta kurang optimalnya penggunaan model pembelajaran yang mendorong keterlibatan aktif dan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelompok diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penerapan PBL berbasis laboratorium virtual, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran multi-metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan penggunaan model PBL berbasis laboratorium virtual terhadap hasil belajar kognitif siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Selain itu, model ini juga mampu meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa, khususnya pada aspek analisis (C4) dan evaluasi (C5), serta meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbasis laboratorium virtual efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pencemaran lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literais matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang diterapkan yaitu pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan satu kelompok yang diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Teknik SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi matematis yang terdiri atas empat soal. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan PBL, yaitu dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,93 menjadi nilai rata-rata posttest sebesar 55,48. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa nilai t_hitung =4,918>t_tabel=1,699 sehingga penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran PBL. Akan tetapi, berdasarkan nilai rata-rata N-gain sebesar 18,8% yang berada pada kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam penelitian ini belum efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, meskipun secara statistik menunjukkan terdapat peningkatan. Kata kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Literasi Matematis, Efektivitas Pembelajaran
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RODE dan Problem Based Learning pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Al Imam Asy-Syafi’i Tarakan, dengan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model pembelajaran RODE dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan komunikasi matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa. Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Berdasarkan analisis N-Gain, kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata 0,8290 dengan kategori tinggi dan efektif, sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai rata-rata 0,6107 dengan kategori sedang dan cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran RODE lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa di MTs Al Imam Asy-Ayafi’I Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid, dan manakah yang memberikan konsentrasi belajar lebih baik dengan model pembelajaran Project Based Learning atau Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid kelas X di SMKN 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen jenis quasi eksperiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas X jurusan bangunan SMKN 2 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode homogeneous sampling berdasarkan kesamaan dalam penggunaan alur dan tujuan pembelajaran dalam pelajaran matematika yang terdiri dari kelas desain permodelan dan informasi bangunan 2 sebagai kelas eksperimen 1 yang berjumlah 25 murid dan kelas desain permodelan dan informasi bangunan 1 sebagai kelas eksperimen 2 yang berjumlah 26 murid. Pengumpulan data dilakukan dengan angket pretest dan posttest terdiri dari 36 butir angket. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung, nilai minimum, nilai maksimum dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis paired sample t-test eksperimen 1 diperoleh nilai thitung 3,263 > ttabel 2,060 pada kelas eksperimen 2 diperoleh nilai thitung 2,190 > ttabel 2,064 sehingga, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid. Hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai thitung 0,44 ttabel 1,67 sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning tidak lebih baik dibandingkan model pembelajaran Problem Based Learning terhadap konsentrasi belajar murid kelas X SMKN 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 63 siswa yaitu 32 siswa kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan 31 siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data keterampilan berpikir kritis matematis menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 : 1,950 > 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 : 1,67022 pada taraf signifikansi 5%. Kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji N-Gain Score diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 0, 32. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. This study examines the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students' mathematical reasoning and critical thinking skills in eighth grade at SMPN 2 Pulau Bunyu. A quasi-experimental design was employed, with the population comprising all eighth-grade students at SMPN 2 Pulau Bunyu in the 2024/2025 academic year. A total sampling technique was used, resulting in a sample of 63 students, consisting of 32 students in class VIII-A as the control group and 31 students in class VIII-B as the experimental group. Data were collected through preliminary and final assessments comprising five open-ended mathematical problems. The data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and an N-gain score test. The results indicate that the PBL model significantly affected students' mathematical reasoning and critical thinking skills. The independent sample t-test showed a statistically significant difference between the experimental and control groups (t = 1.950, p 0.05). Additionally, the N-gain score analysis revealed that the experimental group (0.58) outperformed the control group (0.32), indicating a moderate improvement in mathematical reasoning. Furthermore, students in the PBL-based classroom consistently demonstrated higher post-test scores than those taught using conventional instructional methods. These findings suggest that Problem-Based Learning (PBL) is a practical pedagogical approach for fostering students' mathematical reasoning, problem-solving abilities, and critical thinking skills in secondary education.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA salah satunya dapat disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa yaitu Problem Based Learning. Melalui penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan MC Taggart dalam dua siklus, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX-B di SMP Negeri 5 Tarakan. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan minat belajar siswa maka digunakan instrumen berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IX-B SMP Negeri 5 Tarakan dalam dua siklus pembelajaran. Secara keseluruhan berdasarkan indikator dalam instrument penelitian, minat belajar yang mengalami peningkatan paling tinggi, adalah pada indikator tertarik pada guru dan konsentrasi dalam belajar sedangkan indikator dengan peningkatan paling rendah adalah teliti dalam belajar. Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari pra-siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 60% sedangkan pada siklus II siswa yang aktif sebanyak 77%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga dapat diterapkan sebagai strategi alternatif dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya hasil belajar dapat disebabkan oleh rendahnya partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hasil belajar dengan penerapan model Problem Based Learning mata pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek yang terdiri atas 26 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam II Siklus dengan tahapan-tahapan setiap siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan tes hasil belajar siswa. Proses pembelajaran dengan model Problem Based Learning dimana siswa mengerjakan LKPD dengan melakukan diskusi kelompok untuk mengidentifikasi suatu masalah untuk menemukan jawaban, kemudian siswa mempresentasikannya. Hasil penelitian dari lembar observasi guru pada siklus I dengan rata-rata 4,05 atau 81%, kemudian pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 4,6 atau 92%. Pada siklus I nilai rata-rata aktivitas siswa adalah 66,57% terlihat bahwa masih banyak kekurangan, pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 75,68%. Berdasarkan hasil belajar siswa, pada siklus I memperoleh 53,84%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II diperoleh 80,76%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas III A SD Negeri 031 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur. Jenis penelitian ini adalah pre-experimental dengan menggunakan desain penelitian one group pretest-posttest design. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel penelitian yaitu kelas XI IPA. Variabel yang diukur yaitu keterampilan berpikir kritis siswa. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan tes tertulis yang telah disesuaikan dengan indikator berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan bantuan aplikasi software SPSS version 25 for windows. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 43,24 dan nilai rata-rata posttest sebesar 63,05. Hasil uji t dua sampel berpasangan pada taraf signifikansi α 0,05 diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang berarti 0,000 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian perlakuan model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Namun, berdasarkan hasil uji N-Gain yang telah dilakukan memperoleh skor 0,36 dengan klasifikasi skor 0,7 N-Gain ≤ 0,3, pengaruh model model problem based learning berbasis blended learning terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI IPA MA YIIPS Sebatik Timur tergolong ke dalam kategori sedang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yaitu sumber belajar yang terbatas, siswa tidak terbiasa dengan soal pemecahan masalah, siswa kurang aktif selama proses pembelajaran, dan media belajar yang kurang memadai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Tanjung Selor. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental) dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Tanjung Selor. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling jenuh. Sampel penelitian ini sebanyak 58 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan tes uraian berupa tes pretest dan tes posttest sebanyak 4 butir soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji Analysis Of Variance (Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Tanjung Selor, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Analysis Of Variance (Anova) dengan nilai F_(hitung )≤ F_tabel pada taraf signifikansi 5%, dengan nilai rata-rata menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning lebih berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dari pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap hasil belajar matematika peserta didik kelas VIII SMP Negeri 5 Tanjung Selor.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media Prezi terhadap kemampuan analisis siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sebatik Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode eksperimen semu (Quasi Experimental) dengan populasi siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Sebatik Utara Tahun Ajaran 2022/2023, dan sampel yang digunakan adalah kelas VIII F sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Independent sample t-test diperoleh nilai thitung sebesar 5,172 pada taraf signifikansi 0,05 dan df 48 diperoleh nilai ttabel sebesar 2,010 berarti thitung > ttabel. Sehingga berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantu media Prezi terhadap kemampuan analisis siswa SMP Negeri 1 Sebatik Utara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022 di SMP Negeri 3 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Instrumen penelitian ini adalah soal tes yaitu berjumlah sepuluh soal uraian berpikir kritis terkait materi sistem pernapasan. Sampel penelitian adalah kelas VIII-1 dan kelas VIII-9 yang terdiri dari 32 siswa setiap kelas dengan metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Data di analisis menggunakan uji Wilcoxon Mann-Whitney, diperoleh hasil dengan nilai signifikansi 0,003, lebih kecil dari 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan. Abstract: This study sought to ascertain if the problem based learning (PBL) instructional paradigma had an effect on the eighth graders critical thinking abilities at the SMP Negeri 3 Tarakan. This study was conducted at SMP Negeri 3 Tarakan during the even semester of the 2021-2022 academic year, This type of research was quasi-experimental with pretest-posttest nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all eighth grade students of SMP Negeri 3 Tarakan Purposive sampling was used to choose the research sample, which included 32 students from classes VIII-I and VIII-9. The Wilcoxon Mann-whitney test was used to analyze the data, and when the findings were obtained with a significance value of 0.003, less than 0.05, Ha was accepted and H0 was rejected. This shows that the Problem Based Learning (PBL) learning model had an effect on the critical thinking skills of eighth grade students of SMP Negeri 3 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas IV-B Di SDN 032 Tarakan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keefektifan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar Tematik siswa kelas IV-B di SDN 032 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian, 18 siswa yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswi perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus, siklus I terdiri dari 2 pertemuan untuk setiap sesi dan siklus II terdiri dari 2 pertemuan untuk setiap sesi. Prosedur setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Data yang diolah dalam penelitian ini yaitu lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas guru, Penilaian kogntif, psikomotorik, dan afektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar Tematik siswa kelas IV-B di SDN 032 Tarakan. Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (aspek kognitif ) sebesar (57 %), di siklus II menjadi (92%). Siklus I ketunatsan hasil belajar siswa psikomotorik mata pelajaran Bahasa Indonesia memperoleh nilai sebesar (50%), mata pelajaran IPA memperoleh nilai sebesar (62%), di siklus II penialaian aspek spikomtorik Bahasa Indonesia meningkat menjadi (87 %), mataa pelajaran IPA meningkat menjadi (87%), dan mata pelajaran SBdP memperoleh nilai sebesar (81%). Siklus I ketuntasan hasil belajar siswa (13%), siklus II meningkat menjadi (75%). Maka penelitian dikatakan berhasil dan sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditentukan. Kata kunci : Model pembelajaran problem based learning, hasil belajar, Tematik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning berbasis etnomatematika terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian posttest only group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IX.1, IX.2, IX.3, dan IX.4 SMP Negeri 11 Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah IX.1 sebagai kelas eksperimen dan IX.3 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data digunakan menggunakan tes pemahaman konsep matematika. Teknik analisis data menggunakan anaisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata (mean), nilai per indikator, dan standar deviasi. Analisis inverensial menggunakan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 3,504 > 1,673 maka H_0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning berbasis etnomatematika terhadap pemahaman konsep matematika siswa SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung; (2) perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi; (3) interaksi antara model Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen semu dengan desain penelitian post-test only control group design faktorial 2×2. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 006 Tarakan. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Uji Normalitas, Uji Homogenitas, dan Uji Hipotesis. Uji hipotesis menggunakan Uji Mann-Whitney test dan Uji Kruskal-Wallis test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tidak terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang belajar menggunakan model Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran langsung dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,274>0,05. (2) terdapat perbedaan kemampuan memecahkan masalah antara siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan siswa yang memiliki kemampuan akademik tinggi dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,0050,05. (3) terdapat interaksi antara model model Problem Based Learning (PBL) dengan model pembelajaran langsung pada siswa yang memiliki kemampuan akademik sedang dan kemampuan akademik tinggi terhadap kemampuan memecahkan masalah dengan nilai Asymp. Sig.(2-tailed) sebesar 0,0260,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada tema 2 subtema 1 kelas V SDN 024 Tarakan. Jenis penelitian ini ialah penelitian eksperimen semu yang dilaksanakan pada semester ganjil TA 2019/2020. Dengan Populasi siswa kelas V SDN 024 Tarakan dan sampel yang terdiri dari satu kelas yaitu kelas V A yang diberikan perlakuan. Teknik dalam pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling. Data hasil penelitian diolah dengan bantuan Software SPSS V.21 for windows. Hasil Penelitian ini menunjukkan dari hasil korelasi diperoleh bahwa pengaruh model Problem Based Learnig (PBL) mempunyai hubungan kuat terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan hasil koefisien korelasi sebesar 0,739, koefisien determinasi sebesar 54,6 % dan pengujian hipotesis diperoleh thitung sebesar 6,103 pada taraf signifikan α = 0,05 dengan df= 31 diperoleh ttabel 2,039 berarti thitung > ttabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada tema 2 subtema 1 kelas V SDN 024 Tarakan. Kata