Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECEMASAN MATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTS HURRASUL AQIDAH KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan yaitu siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel jenuh atau seluruh anggota populasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas dan analisis statistik inferensial yang meliputi analisis regresi linier sederhana. Hasil analisis data diperoleh bahwa Y ̂=30,496-0,634X, artinya setiap kenaikan satu nilai kecemasan matematika maka akan menyebabkan penurunan kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 0,634. Sehingga, semakin besar nilai tingkat kecemasan matematika maka semakin kecil nilai tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswanya, begitupun sebaliknya. Hal ini menunjukkan pengaruh yang negatif atau pengaruh yang berbanding terbalik. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara kecemasan matematika dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII MTs Hurrasul Aqidah Kota Tarakan. Besaran persentase pengaruhnya adalah sebesar 34%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar variabel penelitian ini.

3 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS IX MTS NEGERI TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi exsperiment design dengan desain penelitian Posttest-Only Control Group design. Variabel bebas penelitian ini adalah metode Tutor Sebaya dan variabel terikat penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu kelas IX A sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode pembelajaran tutor sebaya dengan pemecahan masalah matematika siswa kelas IX MTs Negeri Tarakan. Teknik pengumpulan data penelitian ini melalui tes tertulis dan dokumentasi. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan inferensial untuk menganalisis data akhir dengan menggunakan bantuan software SPSS 24.0 for windows. Hasil dari analisis deskripstif diperoleh bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen sebesar 68,93 sedangkan kelas kontrol sebesar 53,57 dan menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari kelas kontrol. Adapun dari hasil uji independent samples t-test dengan taraf signitifikan 5% (𝛼 = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000 dan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 8,235 > 2,056. Dengan demikian 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model Tutor Sebaya berpengaruh terhadap kemampuan pemencahan masalah matemtika

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX SMP Mutiara Bangsa Sebatik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan maslaah matematika siswa. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di SMP Mutiara Bangsa Sebatik dengan populasi penelitian adalah seluruh kelas IX A, B dan C tahun ajaran 2023/2024. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh kelas IX B sebagai kelas eksperimen dan kelas IX C sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata, skor per indikator, dan standar deviasi. Sedangkan analisis inferensial terdiri dari uji t (independent sample t-test). Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika kelas eksperimen adalah dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas kontrol adalah . Hal ini juga didukung oleh hasil uji independent sample t-test dengan uji pihak kanan dan taraf signifikan ( ) diperoleh p-value sebesar . Sehingga dapat dilihat bahwa , dengan demikian ditolak. Hal ini berarti terdapat pengaruh dari model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pembelajaran problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah Matematika siswa di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain pretest- posttest control grup design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah. Penarikan sampel menggunakan teknik cluster Random Sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas XI IPA 1 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 15 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu rata-rata dan simpangan baku dan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas untuk data awal dan uji hipotesis menggunakan uji statistik independen sampel t-test. Hasil analisis deskriptif menunjukan rata-rata nilai pretest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai pretest dikelas kontrol yaitu sebesar 59,87 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 52,87. Sedangkan nilai posttest pada kelas eksperimen yaitu 79,93, sedangkan pada kelas kontrol yaitu 65,33. Berdasarkan hasil analisis uji independent sampel t-test dengan taraf signifikan 5% (α=0,05). Dengan demikian H_0 ditolak dan H_1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem based learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Palas Tengah.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SELF-EFFICACY BERDASARKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMPN 3 KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Self-efficacy merupakan faktor penting dalam kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika masih sangat kurang. Salah satu faktor penyebabnya adalah self-efficacy siswa yang kurang. Tujuan dari penelitian ini, adalah 1) untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan, 2) untuk mendeskripsikan self-efficacy siswa kelas VIII SMPN 3 Tarakan berdasarkan kategori pemecahan masalah matematika. Model penelitian yang digunakan adalah mixed methods sequential explanatory. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 2 siswa pada kategori tinggi, 1 siswa pada kategori sedang, dan 2 siswa pada kategori rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan wawancara self-efficacy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika kelas VIII SMPN 3 Kota Tarakan masih tergolong rendah. Hal tersebut ditunjukkan berdasarkan persentase hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang di dominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan pemecahan masalah matematika yang rendah, yaitu sebesar 94,9%. Kemampuan pemecahan siswa pada kategori rendah hanya memenuhi aspek memahami masalah, namun tidak tepat dan lengkap. Banyak juga siswa kategori rendah yang tidak memberikan jawaban sama sekali, jika terdapat jawaban tertulis hanya menunjukkan bahwa siswa tidak paham dengan soal sehingga jawaban tidak berarti. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada kategori tinggi dan sedang menunjukkan bahwa subjek dapat memenuhi setiap aspek kemampuan pemecahan masalah, yakni (1) memahami masalah, (2) menganalisis masalah, (3) menyelesaikan masalah, dan (4) menarik kesimpulan. Self-efficacy siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika kategori tinggi, sedang, dan rendah berbeda-beda. Siswa dengan kategori tinggi dan sedang melakukan usaha maksimal agar mampu menyelesaikan suatu masalah. Siswa kategori rendah cenderung cepat menyerah dan melakukan kecurangan ketika menemukan masalah yang sulit.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen dengan desain Posttest Only Control Group. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 9 Tarakan dengan populasi penelitian adalah kelas VIII tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sample random sampling. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Pada analisis deskriptif nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dari nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 64,88 untuk kelas eksperimen dan 50,11 untuk kelas kontrol. Pada analisis Inferensial menggunakan taraf signifikan sebesar 5%. Berdasarkan hasil uji t (independent sample T-test) diperoleh nilai thitung = 6,295 dan ttabel = 1,999 dengan df = n – k = 64 – 2 = 62. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Kecemasan Matematika Berdasarkan Gender Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki pengaruh kecemasan matematika terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa perempuan kelas IX MTs DDI TARAKAN. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi di kelas IX MTs DDI Tarakan yang berjumlah 58 siswa. Teknik penggumpulan data dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner Kecemasan Matematika dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh diolah dengan program pengolahan data statistik yaitu SPSS 26.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan matematika tehadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa laki-laki kelas IX MTs DDI Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 102,395 – 0,817 X, dan terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara kecemasan matematika tehadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa perempuan kelas IX MTs DDI Tarakan, dengan persamaan regresi Ŷ = 113,075 – 1,026 X.. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi menunjukkan bahwa variabel kecemasan matematika memberikan kontribusi sebesar 52,7% terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMPTING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 9 TARAKAN Abstrak Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan dengan pendekatan kuantitatif. Variabel bebas pada penelitian ini adalah model pembelajaran Probing Prompting dan variabel terikat adalah kemampuan pemecahan masalah. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan. Sample penelitian diambil dengan menggunakan teknik probability sampling (simple random sampling) yang terbagi menjadi dua kelas yaitu kelas VIII-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-4 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes uraian serta analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Adapun dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis, uji statistik yang digunakan adalah uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji hipotesis yang telah dilakukan oleh peneliti terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan pemevahan matematika yang menggunakan model Probing Prompting dengan yang diajarkan menggunakan model pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan dengan thitung > ttabel yaitu 4,122 > 1,670 maka H0 ditolak. thitung berada pada daerah penerimaan H1 dan tolak H0 maka hipotesis H1 : µ1 > µ2 dapat diterima. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Probing Prompting terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Tarakan.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRAMBLE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 11 TARAKAN

2020•

Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimential design dengan desain posttest only control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 11 Tarakan. Penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan diperoleh sampel penelitian yaitu kelas VIII-1 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-2 dengan jumlah siswa sebanyak 28 orang sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan tes tertulis . Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis deskriptif yaitu (rata-rata dan simpangan baku) dan analisis inferensial yaitu (uji normalitas dan uji homogenitas) untuk data awal dan analisis data akhir menggunkan uji statistik independent samples t-test dengan bantuan software SPSS 23.0 for windows. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai posttest di kelas eksperimen lebih besar dari rata-rata nilai posttest di kelas kontrol yaitu sebesar 76,49 pada kelas eksperimen sedangkan pada kelas kontrol sebesar 61,98. Berdasarkan hasil analisis uji independent sample t-test dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05) diperoleh p-value sebesar 0,000. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERBANDINGAN KEEFEKTIFAN GUIDED INQUIRY APPROACH DAN MODIFIED FREE INQUIRY APPROACH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA MAN TARAKAN

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui keefektifan guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan manakah yang lebih efektif diantara pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siswa kelas XI MIA MAN Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian two group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1, XI MIA 3, XI MIA 4 MAN Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data digunakan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji one sample t-test dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji one sample t-test diperoleh nilai sig 0,0420,05≥0,000, maka H_02 diterima yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai sig 0,032 0,05 , maka H_0 ditolak yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach lebih baik dibandingkan model pembelajaran modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIA MAN Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail