ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mesin pemipil jagung adalah alat yang digunakan untuk memisahkan biji jagung dengan tongkolnya. Metode pada penelitian ini yaitu rancang bangun pemipil jagung yang bertujuan untuk menghasilkan desain rangka dan mata pisau mesin pemipil jagung. Hasil rancang bangun mesin pemipil jagung kemudian diuji untuk mengetahui keefektifan hasil seperti kapasitas kerja, susut hasil, presentase biji jagung yang tidak terpipil, dan efesiensi pemipilan. Rancang bangun mesin pemipil jagung dengan menggunakan besi siku 4 mm, diameter tabung 29 cm, panjang tabung 37 cm, diameter poros 10 mm, panjang poros 52 cm dan jarak mata rantai 3 cm aman digunakan pada kapasitas pemipilan 30 kg/jam. Proses pengujian pemipil jagung dengan massa jagung dan tongkol 5 kg mendapat hasil jagung tanpa tongkol pada tiga kali pengujian masing-masing; pengujian pertama 3 kg, pengujian kedua 3,3 kg, dan pengujian ketiga 3,5 kg. Pengujian tersebut menggunakan waktu rata-rata 5,9 menit. Biji jagung yang tidak terpipil 17,23%, persentase susut hasil 28,22% dan efisiensi pemipil 83%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay pada pembelajaran di sekolah dasar berdasarkan analisis dari hasil riset peneliti terdahulu. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus pada penelitian ini mengacu pada rumusan masalah pada penelitian ini dan dimensi penelitian pada penelitian ini yaitu, 1) mengetahui relevansi antara permasalahan dengan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay berdasarkan hasil penelitian terdahulu; 2) mengetahui pencapaian hasil-hasil dalam penelitian yang telah dilakukan; 3) mengetahui kelebihan dan kekurangan dari hasil riset yang telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Hasil penelitian ini menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe course review horay dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan hasil analisis yang telah dilakukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui keefektifan guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan manakah yang lebih efektif diantara pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada siswa kelas XI MIA MAN Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian two group pretest and posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1, XI MIA 3, XI MIA 4 MAN Tarakan. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen 1 dan XI MIA 2 sebagai kelas eksperimen 2. Pengumpulan data digunakan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif meliputi rata-rata hitung dan simpangan baku. Analisis inferensial menggunakan uji one sample t-test dan uji independent sample t-test. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil analisis uji one sample t-test diperoleh nilai sig 0,0420,05≥0,000, maka H_02 diterima yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach dan modified free inquiry approach efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, dan hasil analisis uji independent sample t-test diperoleh nilai sig 0,032 0,05 , maka H_0 ditolak yang berarti model pembelajaran guided inquiry approach lebih baik dibandingkan model pembelajaran modified free inquiry approach terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIA MAN Tarakan.