Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

181 hasil
Penulis: RINA
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS SISTEM AGRIBISNIS PERKEBUNAN KELAPA SAWIT (Elaesis gueensis J.) RAKYAT (STUDI KASUS: PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KOPERASI ANUGRAH TANI, DESA SEKATAK BUJI)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani mulai dari subsistem hulu yaitu pengadaan input, subsistem usahatani/on farm yaitu kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman, subsistem hilir yaitu kegiatan panen dan pengangkutan hasil panen, subsistem pemasaran yaitu kegiatan pemasaran hasil ke pabrik PKS, dan subsistem penunjang yaitu lembaga-lembaga yang mendukung kegiatan perkebunan dari subsistem hulu hingga subsistem pemasaran. Terdapat keterkaitan kebelakang (backward linkage) dan keterkaitan kedepan (forward linkage) pada sistem agribisnis perkebunan kelapa sawit rakyat Koperasi Anugrah Tani. Rancang model kelembagaan perkebunan Koperasi Anugrah Tani mengacu pada sistem agribisinis yaitu : kelembagaan hulu, kelembagaan usahatani/on farm, kelembagan hilir, kelembagaan pemasaran dan kelembagaan penunjang. Rancang model dibuat mengacu pada penelitian Kusnandar (2013), yaitu berdasarkan empat dimensi antara lain : kondisi lingkungan eksternal, motivasi kelembagaan, kapasitas kelembagaan, dan kinerja kelembagaan. Rancangan kelembagaan yang diarahkan dapat memenuhi keempat dimensi tersebut sehingga efektifitas dan keberlanjutan kelembagaan dapat terjamin.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Papan Media Nilai Tempat Berbasis Wilayah Pesisir untuk Materi Bilangan Cacah pada Siswa Kelas III-D di SDN 019 Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir pada materi nilai tempat bilangan cacah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan terhadap konsep nilai tempat dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan, di mana saat uji coba awal melibatkan 10 siswa dan pada saat uji coba lapangan sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,57% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba awal memperoleh persentase ketertarikan siswa sebesar 98,67% dengan kategori sangat menarik. Media yang dikembangkan mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan cacah secara lebih konkret, meningkatkan keaktifan, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Papan Media Nilai Tempat Berbasis Wilayah Pesisir untuk Materi Bilangan Cacah pada Siswa Kelas III-D di SDN 019 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir pada materi nilai tempat bilangan cacah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih rendahnya pemahaman siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan terhadap konsep nilai tempat dan kurang optimalnya penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Sugiyono yang dimodifikasi menjadi sembilan tahap. Subjek penelitian adalah siswa kelas III-D SDN 019 Tarakan, di mana saat uji coba awal melibatkan 10 siswa dan pada saat uji coba lapangan sebanyak 16 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, validasi ahli, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase kelayakan media dan ketertarikan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran papan nilai tempat berbasis wilayah pesisir memperoleh persentase kelayakan sebesar 91,57% dengan kategori sangat layak. Hasil uji coba awal memperoleh persentase ketertarikan siswa sebesar 98,67% dengan kategori sangat menarik. Media yang dikembangkan mampu membantu siswa memahami konsep nilai tempat bilangan cacah secara lebih konkret, meningkatkan keaktifan, serta menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Hak Waris Anak Dari Perkawinan yang Tidak Dicatatkan dalam Perspektif Hukum Indonesia

2026•Koleksi Perpustakaan

PERLINDUNGAN HUKUM HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN YANG TIDAK DICATATKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak waris anak luar kawin yang menimbulkan persoalan hukum serius terhadap status dan hak keperdataan anak yang dilahirkan, terutama terkait hak waris atas harta peninggalan ayah biologisnya. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memperluas hubungan perdata anak dengan ayah biologis sepanjang dapat dibuktikan secara ilmiah, misalnya melalui tes DNA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dianalisis secara kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 membuka peluang bagi anak luar kawin untuk memperoleh hak waris melalui pembuktian hubungan nasab secara ilmiah, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala akibat perbedaan penafsiran aparat penegak hukum serta pluralisme hukum antara KUHPerdata, Hukum Islam, dan hukum adat yang masing-masing memiliki syarat berbeda dalam pengakuan hak waris anak luar kawin. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, pedoman penerapan yang seragam dari Mahkamah Agung, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan dan itsbat nikah guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang menyeluruh bagi hak waris anak dari perkawinan yang tidak dicatatkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlindungan Hukum Hak Waris Anak Dari Perkawinan yang Tidak Dicatatkan dalam Perspektif Hukum Indonesia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERLINDUNGAN HUKUM HAK WARIS ANAK DARI PERKAWINAN YANG TIDAK DICATATKAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak waris anak luar kawin yang menimbulkan persoalan hukum serius terhadap status dan hak keperdataan anak yang dilahirkan, terutama terkait hak waris atas harta peninggalan ayah biologisnya. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010 memperluas hubungan perdata anak dengan ayah biologis sepanjang dapat dibuktikan secara ilmiah, misalnya melalui tes DNA. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach), dianalisis secara kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 membuka peluang bagi anak luar kawin untuk memperoleh hak waris melalui pembuktian hubungan nasab secara ilmiah, implementasinya di lapangan masih menghadapi kendala akibat perbedaan penafsiran aparat penegak hukum serta pluralisme hukum antara KUHPerdata, Hukum Islam, dan hukum adat yang masing-masing memiliki syarat berbeda dalam pengakuan hak waris anak luar kawin. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, pedoman penerapan yang seragam dari Mahkamah Agung, serta edukasi masyarakat mengenai pentingnya pencatatan perkawinan dan itsbat nikah guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum yang menyeluruh bagi hak waris anak dari perkawinan yang tidak dicatatkan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

AKIBAT HUKUM PERDATA ATAS PENCATATAN BLOKIR TANAH

2026•Koleksi Perpustakaan

Hak atas tanah merupakan hak yang dijamin konstitusi berdasarkan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945 dan dilindungi melalui sistem pendaftaran tanah berdasarkan UUPA serta PP No. 24/1997. Namun, dalam praktiknya sengketa kepemilikan tanah kerap terjadi, sehingga hukum pertanahan mengenal mekanisme pencatatan blokir sebagaimana diatur dalam Permen ATR/BPN No. 13 Tahun 2017 sebagai upaya preventif untuk mencegah peralihan hak secara sepihak selama sengketa berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pencatatan blokir tanah sebagai bentuk perlindungan hukum perdata bagi pihak yang berkepentingan, serta menganalisis akibat hukum perdata yang timbul dari pencatatan blokir tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, historis, dan komparatif, yang dianalisis secara normatif deduktif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan blokir tanah merupakan tindakan administratif yang bersifat sementara dan preventif untuk menjaga status quo atas bidang tanah yang sedang disengketakan, yang hanya dapat diajukan oleh pemilik/kuasanya, instansi pemerintah yang berwenang, atau pengadilan disertai bukti dan alasan yang jelas, sehingga tidak melahirkan hak kebendaan baru maupun menghapus hak milik pemegang sertipikat. Akibat hukumnya, kewenangan pemegang hak untuk mengalihkan atau membebani tanahnya, baik melalui jual beli, hibah, tukar-menukar, maupun pembebanan hak tanggungan, menjadi tertahan sementara, sehingga PPAT dan Kantor Pertanahan wajib menolak pembuatan akta maupun pendaftaran atas objek yang diblokir, sementara perjanjian yang telah dibuat tetap sah namun pelaksanaannya tertunda sampai blokir dicabut. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencatatan blokir yang muncul setelah hak tanggungan didaftarkan dapat menghambat pelaksanaan hak preferen kreditor pemegang hak tanggungan, serta bahwa permohonan blokir yang diajukan tanpa dasar hukum yang sah atau dengan itikad buruk dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan berpotensi menimbulkan kewajiban ganti rugi. Penelitian ini merekomendasikan agar Badan Pertanahan Nasional memperketat verifikasi substansi permohonan blokir dan agar pemohon mengajukan permohonan dengan itikad baik serta menindaklanjutinya dengan upaya hukum yang tepat sebelum jangka waktu blokir berakhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AKIBAT HUKUM PERDATA ATAS PENCATATAN BLOKIR TANAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hak atas tanah merupakan hak yang dijamin konstitusi berdasarkan Pasal 28H ayat (4) UUD 1945 dan dilindungi melalui sistem pendaftaran tanah berdasarkan UUPA serta PP No. 24/1997. Namun, dalam praktiknya sengketa kepemilikan tanah kerap terjadi, sehingga hukum pertanahan mengenal mekanisme pencatatan blokir sebagaimana diatur dalam Permen ATR/BPN No. 13 Tahun 2017 sebagai upaya preventif untuk mencegah peralihan hak secara sepihak selama sengketa berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi pencatatan blokir tanah sebagai bentuk perlindungan hukum perdata bagi pihak yang berkepentingan, serta menganalisis akibat hukum perdata yang timbul dari pencatatan blokir tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, historis, dan komparatif, yang dianalisis secara normatif deduktif-preskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan blokir tanah merupakan tindakan administratif yang bersifat sementara dan preventif untuk menjaga status quo atas bidang tanah yang sedang disengketakan, yang hanya dapat diajukan oleh pemilik/kuasanya, instansi pemerintah yang berwenang, atau pengadilan disertai bukti dan alasan yang jelas, sehingga tidak melahirkan hak kebendaan baru maupun menghapus hak milik pemegang sertipikat. Akibat hukumnya, kewenangan pemegang hak untuk mengalihkan atau membebani tanahnya, baik melalui jual beli, hibah, tukar-menukar, maupun pembebanan hak tanggungan, menjadi tertahan sementara, sehingga PPAT dan Kantor Pertanahan wajib menolak pembuatan akta maupun pendaftaran atas objek yang diblokir, sementara perjanjian yang telah dibuat tetap sah namun pelaksanaannya tertunda sampai blokir dicabut. Penelitian ini juga menemukan bahwa pencatatan blokir yang muncul setelah hak tanggungan didaftarkan dapat menghambat pelaksanaan hak preferen kreditor pemegang hak tanggungan, serta bahwa permohonan blokir yang diajukan tanpa dasar hukum yang sah atau dengan itikad buruk dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan berpotensi menimbulkan kewajiban ganti rugi. Penelitian ini merekomendasikan agar Badan Pertanahan Nasional memperketat verifikasi substansi permohonan blokir dan agar pemohon mengajukan permohonan dengan itikad baik serta menindaklanjutinya dengan upaya hukum yang tepat sebelum jangka waktu blokir berakhir.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Berdasarkan Rasio Efektivitas dan Rasio Pertumbuhan Pada Kantor Desa Sekatak Buji Periode 2019-2023

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Kantor Desa Sekatak Buji periode 2019–2023 berdasarkan rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sekatak Buji periode 2019–2023. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa pada tahun 2019 dan 2020 mencapai 100% sehingga dikategorikan efektif. Pada tahun 2021 rasio efektivitas mengalami penurunan menjadi 40% sehingga dikategorikan tidak efektif. Selanjutnya pada tahun 2022 rasio efektivitas meningkat menjadi 100,35% dan pada tahun 2023 sebesar 98,10% sehingga kembali dikategorikan efektif. Sementara itu, rasio pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13,89%, tahun 2021 kembali mengalami penurunan sebesar -58,82%, kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar 527,06%, dan tahun 2023 sebesar 26,31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa mengalami perubahan yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sekatak Buji secara umum tergolong efektif, meskipun pada beberapa periode masih mengalami fluktuasi pertumbuhan dan penurunan efektivitas. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Alokasi Dana Desa, Rasio Efektivitas, Rasio Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Kinerja Keuangan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Berdasarkan Rasio Efektivitas dan Rasio Pertumbuhan Pada Kantor Desa Sekatak Buji Periode 2019-2023

2026•Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada Kantor Desa Sekatak Buji periode 2019–2023 berdasarkan rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Sekatak Buji periode 2019–2023. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis rasio efektivitas dan rasio pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Desa pada tahun 2019 dan 2020 mencapai 100% sehingga dikategorikan efektif. Pada tahun 2021 rasio efektivitas mengalami penurunan menjadi 40% sehingga dikategorikan tidak efektif. Selanjutnya pada tahun 2022 rasio efektivitas meningkat menjadi 100,35% dan pada tahun 2023 sebesar 98,10% sehingga kembali dikategorikan efektif. Sementara itu, rasio pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa menunjukkan kondisi yang fluktuatif. Pada tahun 2020 rasio pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13,89%, tahun 2021 kembali mengalami penurunan sebesar -58,82%, kemudian meningkat pada tahun 2022 sebesar 527,06%, dan tahun 2023 sebesar 26,31%. Hal tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan pengelolaan Alokasi Dana Desa mengalami perubahan yang tidak stabil dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja keuangan pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sekatak Buji secara umum tergolong efektif, meskipun pada beberapa periode masih mengalami fluktuasi pertumbuhan dan penurunan efektivitas. Kata Kunci: Kinerja Keuangan, Alokasi Dana Desa, Rasio Efektivitas, Rasio Pertumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Keadilan Restoratif Terhadap Penyelesaian Delik Kealpaan yang Menyebabkan Matinya Orang Lain (Studi Perbandingan KUHP Lama dan KUHP Nasional)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum dan implementasi keadilan restoratif dalam penyelesaian delik kealpaan yang menyebabkan matinya orang lain, ditinjau secara komparatif berdasarkan KUHP Lama, KUHP Nasional, serta hukum acara pidana yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Lama tidak menyediakan landasan normatif apapun bagi keadilan restoratif, sehingga praktik damai yang terjadi hanya bergantung pada diskresi informal aparat yang tidak seragam antardaerah. Kekosongan ini dipertegas oleh KUHAP Lama, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, yang dalam Pasal 109 ayat (2) dan Pasal 140 ayat (2) tidak mengakui perdamaian sebagai alasan sah penghentian penyidikan maupun penuntutan. KUHP Nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengubah hal ini secara mendasar melalui gradasi kealpaan dalam Pasal 474, kewenangan permaafan hakim dalam Pasal 54 ayat (2), pengakuan hak korban dalam Pasal 67, serta jalur penyelesaian luar pengadilan dalam Pasal 70, yang kini didukung secara prosedural oleh KUHAP Baru, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025, melalui Pasal 79 sampai dengan Pasal 88 tentang mekanisme keadilan restoratif pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan persidangan. Dari sisi implementasi, penyelesaian damai pada era KUHP dan KUHAP Lama berjalan tidak sistematis dan tidak memberi kepastian hukum, sedangkan kerangka hukum baru kini mewajibkan aparat mempertimbangkan jalur damai dengan dasar hukum acara yang jelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan implementasi berupa persepsi masyarakat, keterbatasan lembaga mediasi, peraturan pelaksana yang belum lengkap, serta kapasitas aparat yang masih perlu ditingkatkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS TEKA-TEKI SILANG (TTS) PADA MATERI KONSTITUSI DAN NORMA DI MASYARAKAT KELAS IV DI SDN 017 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dan ketertarikan bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS) pada materi konstitusi dan norma di masyarakat kelas IV di SDN 017 Tarakan ditinjau melalui validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, dan praktisi, serta angket respons siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analys, Design, Develop, Implement, Evaluate). Adapun data pada penelitian ini yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh berupa hasil saran dan komentar dari validator ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS). Data kuantitatif diperoleh dari hasil skor penilaian pada lembar validasi ahli media, ahli materi, ahli bahasa, praktisi, dan angket respons siswa. Hasil penelitian dan pengembangan meliputi hasil validasi media diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 100% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi materi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 93,3% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi bahasa diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 92,5% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil validasi praktisi diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 91,1% dinyatakan dalam kategori sangat layak, hasil angket respons siswa terhadap ketertarikan siswa pada uji coba terbatas diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 83,05% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik, hasil ketertarikan siswa pada uji coba menyeluruh diperoleh nilai persentase (NP) sebesar 90,8% dinyatakan dalam kategori sangat tertarik terhadap bahan ajar berbasis teka-teki silang (TTS).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Orientasi Kritis Siswa dalam Konteks Numerasi melalui Implementasi Realistic Mathematics Education di Sekolah Menengah Pertama

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL STATISTIKA

2026•

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tinjauan Yuridis Keadilan Restoratif Terhadap Penyelesaian Delik Kealpaan yang Menyebabkan Matinya Orang Lain (Studi Perbandingan KUHP Lama dan KUHP Nasional)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan hukum dan implementasi keadilan restoratif dalam penyelesaian delik kealpaan yang menyebabkan matinya orang lain, ditinjau secara komparatif berdasarkan KUHP Lama, KUHP Nasional, serta hukum acara pidana yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan non hukum yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Lama tidak menyediakan landasan normatif apapun bagi keadilan restoratif, sehingga praktik damai yang terjadi hanya bergantung pada diskresi informal aparat yang tidak seragam antardaerah. Kekosongan ini dipertegas oleh KUHAP Lama, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981, yang dalam Pasal 109 ayat (2) dan Pasal 140 ayat (2) tidak mengakui perdamaian sebagai alasan sah penghentian penyidikan maupun penuntutan. KUHP Nasional melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 mengubah hal ini secara mendasar melalui gradasi kealpaan dalam Pasal 474, kewenangan permaafan hakim dalam Pasal 54 ayat (2), pengakuan hak korban dalam Pasal 67, serta jalur penyelesaian luar pengadilan dalam Pasal 70, yang kini didukung secara prosedural oleh KUHAP Baru, yaitu Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025, melalui Pasal 79 sampai dengan Pasal 88 tentang mekanisme keadilan restoratif pada tingkat penyidikan, penuntutan, dan persidangan. Dari sisi implementasi, penyelesaian damai pada era KUHP dan KUHAP Lama berjalan tidak sistematis dan tidak memberi kepastian hukum, sedangkan kerangka hukum baru kini mewajibkan aparat mempertimbangkan jalur damai dengan dasar hukum acara yang jelas. Namun demikian, masih terdapat tantangan implementasi berupa persepsi masyarakat, keterbatasan lembaga mediasi, peraturan pelaksana yang belum lengkap, serta kapasitas aparat yang masih perlu ditingkatkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

INTERAKSI KELAS DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2026•

Interaksi di kelas dalam pembelajaran bahasa Inggris memainkan peran penting dalam proses belajar bahasa Inggris karena mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti interaksi di kelas dan peran bahan ajar dalam mendukung interaksi selama proses pembelajaran bahasa Inggris di Jurusan Akuntansi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang melibatkan 44 mahasiswa akuntansi semester IV. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara, dan analisis dokumen, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa interaksi di kelas berdasarkan FIACS terdiri dari Lecturer Talk, Student Talk, dan Silence atau Confusion. Lecturer Talk muncul lebih sering selama proses belajar-mengajar, terutama dalam mengajukan pertanyaan, memberikan penjelasan, memberikan arahan, serta memberi pujian atau dorongan kepada mahasiswa. Student Talk terjadi melalui tanggapan dan inisiatif siswa selama kegiatan di kelas, sedangkan Silence atau Confusion muncul ketika siswa sedang memproses informasi dan mempersiapkan tanggapan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa bahan ajar yang komunikatif dan kontekstual mendorong partisipasi, interaksi, dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Hal ini menyiratkan bahwa interaksi di kelas yang efektif dan bahan ajar yang tepat mendukung keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris. This study aims to analyze classroom interactions and the influence of teaching materials on facilitating interactions in the English language acquisition process within the Accounting Department at the University of Borneo Tarakan. This research utilized a descriptive qualitative approach with 44 fourth-semester accounting students. The researcher gathered data via classroom observation, interviews, and document analysis, and subsequently analyzed them using the Miles and Huberman framework. The results demonstrate that classroom interactions, as characterized by FIACS, comprise Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. The data show that classroom interactions, as described by FIACS, include Lecturer Talk, Student Talk, Silence, and Confusion. Lecturer Talk is more common throughout the teaching-learning process, especially while asking questions, providing explanations, giving instructions, and praising or encouraging students. Student Talk occurs when students respond to and initiate classroom activities, whereas Silence or Confusion occurs when students analyze information and prepare their responses. The study also found that communicative and contextual teaching materials increase student participation, interaction, and confidence in using English. This shows that effective classroom interaction and appropriate teaching tools help students participate in English-language learning.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Orientasi Kritis Siswa dalam Konteks Numerasi melalui Implementasi Realistic Mathematics Education di Sekolah Menengah Pertama

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail