Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Ketuban Pecah Dini
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. R Di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pelayanan yang diberikan secara berkesinambungan mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi serta mendeteksi komplikasi secara dini. Laporan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R usia 25 tahun G1P0A0 di Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan dengan pendekatan Continuity of Care (COC). Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan Continuity of Care. Asuhan dilakukan secara berkesinambungan sejak kehamilan usia 37 minggu 5 hari, persalinan, masa nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pengumpulan data dilakukan melalui anamnesis, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi literatur yang didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil asuhan menunjukkan bahwa selama masa kehamilan kondisi ibu dan janin dalam keadaan baik. Pada proses persalinan ditemukan ketuban pecah dini sehingga dilakukan rujukan ke rumah sakit dan persalinan berlangsung secara sectio caesarea. Bayi lahir hidup berjenis kelamin perempuan dengan berat badan 2.900 gram dan panjang badan 47 cm. Masa nifas berlangsung normal tanpa komplikasi, proses involusi uterus berjalan baik, dan pemberian ASI berlangsung lancar. Bayi baru lahir dalam kondisi sehat dengan pertumbuhan dan perkembangan sesuai usia. Pada pelayanan keluarga berencana, Ny. R memilih kontrasepsi implant sebagai metode KB pascasalin. Kesimpulan dari asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. R menunjukkan bahwa pelayanan Continuity of Care dapat terlaksana dengan baik mulai dari kehamilan hingga keluarga berencana. Pelayanan yang berkesinambungan membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara optimal serta mendukung deteksi dini komplikasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

ABSTRAK Menurut WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2021, jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea di Indonesia sebesar 17,6%. Indikasi dilakukannya persalinan secara Sectio Caesarea disebabkan oleh beberapa komplikasi dengan persentase sebesar 23,2% dengan posisi janin melintang/sungsang (3,1%), perdarahan (2,4%,) eklamsi (0,2%), ketuban pecah dini (5,6%), partus lama (4,3%), lilitan tali pusat (2,9%), plasenta previa (0,7%), plasenta tertinggal (0,8%), hipertensi (2,7%), dan lainnya (4,6%) (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor maternal yang mempengaruhi persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan pada Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan model pendekatan yang digunakan adalah Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan persalinan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sebanyak 749. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 749. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Tidak ada pengaruh faktor umur kehamilan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,021) , ada pengaruh faktor paritas terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000), ada pengaruh faktor cephalopelvik disproportion terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,089) , ada pengaruh faktor riwayat persalinan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000) , tidak ada pengaruh faktor usia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,929), tidak ada pengaruh faktor preeklampsia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,587), ada pengaruh faktor partus lama terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,012), ada pengaruh faktor ketuban pecah dini terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,013). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap pentingnya pengetahuan ibu hamil maupun bersalin tentang tanda bahaya persalinan guna mencegah terjadinya sectio caesarea saat persalinan terutama informasi tentang faktor-faktor yang dapat, mempengaruhi terjadinya sectio caesarea termasuk umur kehamilan, paritas, cephalopelvik disproportion, riwayat persalinan, usia, preeklampsia, partus lama, dan ketuban pecah dini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan Tahun 2020.

2020•

Ega Sundari, 1740701055, Fakultas Ilmu kesehatan, Jurusan Kebidanan, Univeritas Borneo Tarakan “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan”. Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat Kesehatan ibu dan bayi, karena merupakan cerminan dari status Kesehatan ibu dan bayi saat ini. Berdasarkan pengamatan Survei Penduduk Antara Sensus (SUPAS) tahun 2015, angka kematian ibu adalah sebesar 305/100.000 jiwa dan angka kematian bayi sebesar 15/1000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.I Dengan Ketuban Pecah Dini Di Puskesmas Juata Kota Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif tipe studi kasus dengan kasus tunggal. Pengelolaan kasus menggunakan metode asuhan kebidanan berdasarkan 7 langkah “varney”. Hasil asuhan kebidanan yang dilakukan pendampingan secara komprehensif dari 10 November 2019 sampai 06 Januari 2020. K1 10 November 2019 jam 08.00 WITA Ny.I G2 P1 A0 umur 19 tahun hamil 34 minggu. K2 Ny.I G2 P1 A0 hamil 34-35 minggu. K3 Ny.I G2 P1 A0 hamil 35-36 minggu. Pada tanggal 23 Desember 2019 Ny.I G2 P1 A0 hamil 39 minggu keluhan keluar air sejak jam 12.45 WITA. Kala II berlangsung dengan normal keadaan ibu dan bayi baik. Bayi lahir tanggal 24 desember 2019 jam 06.36 WITA bayi lahir spontan berat badan 3.100 gram, PB 48 cm. Kala III berlangsung baik plasenta lahir jam 06.45 WITA, kala IV berlangsung baik keadaan ibu dan bayi baik. Tanggal 31 desember 2019 jam 16.00 WITA KN dan KNF 1 NY. I P2 A0 nifas hari ke 7, 03 januari 2020 dilakukan kunjungan KN dan KNF 2 dan pada tanggal 06 Januari 2020 dilakukan KN dan KNF. Kesimpulan penelitian ini bidan dapat menerapkan ASuhan Kebidanan Komprehensif dengan menggunakan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Verney dan Pendokumentasian. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Persalinan, Kehamilan, Nifas, Ketuban Pecah Dini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T dengan Sectio Caesaria Di wilayah Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tingginya AKI dan AKB masih menjadi masalah besar bagi Indonesia, karena dapat memberi gambaran perkembangan derajat kesehatan dan juga digunakan sebagai indicator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan. Tujuannyan untuk melakukan Asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. T dan bayinya sejak masa kehamilan, persalinan, nifas adan bayi baru lahir. Mulai dari mengidentifikasi, mendiagnosa, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi setiap kunjungan dan pemeriksaan sehingga dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi. Asuhan kebidanan dari masa kehamilan selama 4 kali kunjungan meliputi, I kali pada kunjungan trimester I, I kali kunjungan di trimester II dan 2 kali kunjungan di trimester III, dengan standar petolongan persalinan menggunakan 60 langkah APN, nifas dilakukan 3 kali kunjungan yang meliputi 6 Jam, 14 hari dan 28 hari post partum, bayi baru lahir dilakukan 3 kali kunjungan bayi baru lahir 6 jam, 14 hari dan 28 hari. Asuhan kebidanan masa kehamilan teridentifikasi adanya masalah dimana HB ibu adalah 10 gr/dl sampai menjelang persalinan. Pada asuhan persalinan pada tanggal 29 November 2019 Ny. T G1P0A0 umur 23 tahun jam 08.40 Wita Ny. T dirujuk ke RSUD Tarakan karena Ketuban Pecah Dini (KPD) , setelah dilakukan pemeriksaan pembukaan 2 cm Ny. T di bawah naik keruangan Bougenvill jam 12.30 Wita dan dilakukan pemeriksaan pembukaan maju menjadi 4 cm porsio lunak, ketuban pecah, penurunan hodge I. Selanjutnya 4 jam kemudian dilakukan pemeriksaan kembali jam 16.40 Wita pembukaan maju 6 cm djj 130 x/m, porsio lunak, ketuban pecah, penurunan hodge II. Jam 21.45 pembukaan lengkap, setelah dipimpin meneran selama 30 menit tidak ada kemajuan persalinan , sehingga dokter memutuskan untuk melakukan tindakan Seksio Cesaria (SC) . Tanggal 29 November 2017 Jam 22.10 Wita Persiapan pasien untuk operasi mencukur rambut kemaluan, melepaskan semua perhiasan yang ada di tubuh pasien, memakaikan baju operasi, memasang kateter, infus terpasang cairan RL 20 tetes permenit 500 ml, setelah itu pasien diantar keruang operasi. Jam 00. 45 Wita Ny T selesai operasi kemudian dipindahkan ke ruang perawatan, hasil pemeriksaan post SC 2 jam keadaan Ny. T tekanan darah 110/80 mmHg, Nadi 84 x/menit, Pernafasan 20 x/menit. Bayi lahir pukul 23.36 Wita, berat badan : 2700 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala: 30 cm, lingkar dada : 29 cm, lingkar perut : 30 cm, A/S : 8/9, anus berlubang, tidak ada kelainan pada tubuh bayi. Tanggal 30 November 2019. Pada Persiapan KB ibu telah diberikan penjelasan tentang jenis-jenis KB dan apa saja keuntungan dan kekurangan dari KB, kemudian menyakinkan ibu tentang KB yang akan digunakan dan ibu memutuskan untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail