Abstrak
ABSTRAK Menurut WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2021, jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea di Indonesia sebesar 17,6%. Indikasi dilakukannya persalinan secara Sectio Caesarea disebabkan oleh beberapa komplikasi dengan persentase sebesar 23,2% dengan posisi janin melintang/sungsang (3,1%), perdarahan (2,4%,) eklamsi (0,2%), ketuban pecah dini (5,6%), partus lama (4,3%), lilitan tali pusat (2,9%), plasenta previa (0,7%), plasenta tertinggal (0,8%), hipertensi (2,7%), dan lainnya (4,6%) (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor maternal yang mempengaruhi persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan pada Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan model pendekatan yang digunakan adalah Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan persalinan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sebanyak 749. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 749. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Tidak ada pengaruh faktor umur kehamilan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,021) , ada pengaruh faktor paritas terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000), ada pengaruh faktor cephalopelvik disproportion terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,089) , ada pengaruh faktor riwayat persalinan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000) , tidak ada pengaruh faktor usia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,929), tidak ada pengaruh faktor preeklampsia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,587), ada pengaruh faktor partus lama terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,012), ada pengaruh faktor ketuban pecah dini terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,013). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap pentingnya pengetahuan ibu hamil maupun bersalin tentang tanda bahaya persalinan guna mencegah terjadinya sectio caesarea saat persalinan terutama informasi tentang faktor-faktor yang dapat, mempengaruhi terjadinya sectio caesarea termasuk umur kehamilan, paritas, cephalopelvik disproportion, riwayat persalinan, usia, preeklampsia, partus lama, dan ketuban pecah dini.