Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Partus lama
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS PERAWATAN PASIEN POST SECTIO CAESAREA INDIKASI PERSALINAN RISIKO TINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cephalopelvic Disproportion (CPD) dan partus lama menjadi kondisi persalinan risiko tinggi yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada ibu dan janin, seperti ruptur uteri, fetal distress, infeksi, hingga kematian, sehingga memerlukan penanganan yang tepat melalui tindakan Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 27 April–02 Mei 2026 di Ruang Perawatan Persalinan Rumah Sakit X. Subjek studi yang digunakan adalah 2 pasien post operasi Sectio Caesarea dengan indikasi CPD dan partus lama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada kedua pasien. Hasil studi kasus menunjukkan kedua pasien mengalami persamaan masalah keperawatan berupa nyeri akut dan menyusui tidak efektif, serta ditemukan perbedaan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif pada Ny. Y, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua serta risiko perdarahan pada Ny. S. Rencana, luaran, implementasi, dan evaluasi keperawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Rencana keperawatan yang diberikan meliputi perawatan pasca seksio sesaria, edukasi menyusui, latihan batuk efektif, edukasi orang tua fase bayi, dan pencegahan perdarahan. Setelah pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari, seluruh diagnosis keperawatan teratasi yang ditandai dengan penurunan nyeri, peningkatan mobilisasi, perbaikan proses menyusui, kemampuan batuk efektif, peningkatan kesiapan menjadi orang tua, dan berkurangnya tanda risiko perdarahan. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis dalam mempersiapkan rencana dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik ke depannya guna mempercepat pemulihan pasien post operasi Sectio Caesarea serta mencegah komplikasi lebih lanjut akibat CPD dan partus lama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR MATERNAL YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSALINAN SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

ABSTRAK Menurut WHO dalam Global Survey on Maternal and Perinatal Health tahun 2021 menunjukkan sebesar 46,1% dari seluruh kelahiran dilakukan melalui Sectio Caesarea (World Health Organization, 2019). Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2021, jumlah persalinan dengan metode Sectio Caesarea di Indonesia sebesar 17,6%. Indikasi dilakukannya persalinan secara Sectio Caesarea disebabkan oleh beberapa komplikasi dengan persentase sebesar 23,2% dengan posisi janin melintang/sungsang (3,1%), perdarahan (2,4%,) eklamsi (0,2%), ketuban pecah dini (5,6%), partus lama (4,3%), lilitan tali pusat (2,9%), plasenta previa (0,7%), plasenta tertinggal (0,8%), hipertensi (2,7%), dan lainnya (4,6%) (Kementerian Kesehatan RI, 2021). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor maternal yang mempengaruhi persalinan sectio caesarea di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan pada Tahun 2024. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan model pendekatan yang digunakan adalah Cross-Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien yang melakukan persalinan dari bulan Januari hingga bulan Desember 2023 di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan sebanyak 749. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling dengan total sampel sebanyak 749. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Tidak ada pengaruh faktor umur kehamilan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,021) , ada pengaruh faktor paritas terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000), ada pengaruh faktor cephalopelvik disproportion terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,089) , ada pengaruh faktor riwayat persalinan terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,000) , tidak ada pengaruh faktor usia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,929), tidak ada pengaruh faktor preeklampsia terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,587), ada pengaruh faktor partus lama terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,012), ada pengaruh faktor ketuban pecah dini terhadap persalinan Sectio Caesarea (p-value = 0,013). Perlu lebih ditingkatkannya pemberian dukungan terhadap pentingnya pengetahuan ibu hamil maupun bersalin tentang tanda bahaya persalinan guna mencegah terjadinya sectio caesarea saat persalinan terutama informasi tentang faktor-faktor yang dapat, mempengaruhi terjadinya sectio caesarea termasuk umur kehamilan, paritas, cephalopelvik disproportion, riwayat persalinan, usia, preeklampsia, partus lama, dan ketuban pecah dini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail