ThesisOpen AccessMetadata saja
•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang pada akhirnya berdampak pada penundaan proses produksi, terjadinya kekurangan persediaan, serta hilangnya peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam proses produksi lemari dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada CV Sultan Khinara Jaya yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur kepada pihak terkait di CV Sultan Khinara Jaya. Tahapan analisis data meliputi analisis ABC, perhitungan EOQ, penentuan safety stock, serta perhitungan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ABC, papan dan balok kayu jati termasuk dalam kategori A karena menyerap nilai persediaan terbesar sehingga memerlukan pengendalian yang ketat, papan kayu mahoni berada pada kategori B, dan balok kayu mahoni termasuk kategori C dengan nilai persediaan relatif kecil. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah dan frekuensi pemesanan optimal yang berbeda untuk setiap jenis bahan baku, di mana kayu jati memerlukan frekuensi pemesanan yang lebih tinggi dibandingkan kayu mahoni serta membutuhkan safety stock dan reorder point yang lebih besar akibat tingginya tingkat kebutuhan dan waktu tunggu pengadaan. Selain itu, perbandingan total biaya persediaan menunjukkan bahwa metode EOQ mampu menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional pada seluruh jenis bahan baku, sehingga layak diterapkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku di CV Sultan Khinara Jaya. The imbalance between demand and supply, which ultimately affects production delays, inventory shortages, and lost business opportunities. This study aimed to analyze the raw material inventory control in the cabinet production process using the Economic Order Quantity (EOQ) method at CV Sultan Khinara Jaya, located in Tanjung palas Utara District, Bulungan Regency. This study employed a quantitative descriptive design with data collection techniques in the form of structured interviews with relevant parties at CV Sultan Khinara Jaym The data analysis stages include ABC analysis, EOQ calculation, determination of safety stock, and calculation of the reorder point. The study results indicated that based on the ABC analysis, teak boards and beams fall into category A as they absorb the largest inventory value, thus requiring strict control; Mahogany boards are in category B, and Mahogany beams are in category C with relatively small inventory value. The EOQ calculation produces different optimal order quantities and frequencies for each type of raw material, where teak requires a higher Ordering frequency compared to mahogany, as well as a larger safety stock and reorder point due to the high demand level and procurement lead time. Furthermore, the comparison Of total inventory costs indicated that the EOQ method can generate lower inventory costs compared to the conventional method across all types of raw materials, making it suitable as a basis for formulating raw material inventory control policies at CV Sultan Khinara Jaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Agar bisnis yang dijalankan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain diperlukan pengendalian bahan baku yang tepat. Penelitian ini dilakukan pada usaha pembuatan roti Brilliant Bakery Tarakan yang mana perusahaan ini tidak memiliki metode khusus dalam mengelola persediaan bahan baku. Beberapa metode yang dilakukan untuk pengendalian bahan baku dua di antaranya adalah Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Penelitian ini bertujuan supaya perusahaan dapat mengetahui pengendalian bahan baku yang optimal sehingga tidak menyebabkan kerugian dari segi materi dan juga kehabisan barang pada saat ingin melakukan produksi. Dari hasil penelitian didapatkan membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional, selain itu metode EOQ juga menyediakan data tambahan seperti Safety Stock dan juga Reorder Point yang tidak dimiliki oleh perusahaan sehingga bahan baku yang dibutuhkan akan selalu tersedia untuk produksi namun tidak akan terjadi pemborosan ataupun kekurangan bahan. Metode JIT membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional hal ini menyebabkan tidak akan terjadinya kekurangan ataupun bahan baku yang dibuang percuma ataupun boros dengan memberikan data yang lebih akurat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku serbuk gergaji pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah ketidakefisienan dalam pembelian bahan baku tanpa perhitungan kuantitatif yang tepat, seperti pembelian berlebihan pada Maret 2025 yang menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kuantitatif untuk menghitung EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi. Data meliputi pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan waktu tunggu selama periode Juni 2024-Mei 2025. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh jumlah pemesanan optimal (EOQ) adalah 6.108 kg dengan biaya persediaan sebesar Rp476.412. Namun, karena keterbatasan kapasitas pengiriman pemasok hanya 1.020 kg, pola pemesanan praktis sebesar 1.020 kg menghasilkan total biaya lebih efisien, yaitu Rp1.466.251. Persediaan pengaman (Safety Stock) ditetapkan sebesar 18 kg, dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) sebesar 99 kg. Penerapan ketiga metode tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya persediaan dan menjaga kelancaran produksi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kegiatan operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada ketersediaan pupuk yang memadai dan tepat waktu. Namun, manajemen persediaan pupuk sering menghadapi tantangan seperti fluktuasi permintaan, keterlambatan pasokan, serta potensi kelebihan stok yang dapat menyebabkan pemborosan biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di FAP Agri Tbk. PT. Bhumi Simanggaris Indah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang hingga saat ini belum menerapkan metode pengendalian persediaan berbasis perhitungan kuantitatif seperti Economic Order Quantity (EOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem manajemen persediaan pupuk serta mengevaluasi efektivitas pengendalian persediaan menggunakan pendekatan metode EOQ. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif EOQ dengan data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persediaan pupuk selama tahun 2024 tergolong aman dan mencukupi untuk mendukung operasional kebun. Namun, terdapat ketidakefisienan, seperti overstock pada jenis pupuk tertentu (misalnya NPK dan CuSO₄), yang menyebabkan biaya penyimpanan tinggi serta pemanfaatan stok yang rendah. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimum yang lebih efisien dibanding sistem aktual perusahaan, disertai dengan estimasi frekuensi pemesanan, safety stock, dan reorder point yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan stok. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ secara berkala dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan persediaan secara lebih efisien, menekan biaya penyimpanan, dan mengurangi risiko terjadinya overstock maupun kekurangan stok (stock-out). Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan EOQ sebagai bagian dari sistem manajemen persediaan pupuk secara menyeluruh. The operational activities of palm oil plantation companies heavily rely on the adequate and timely availability of fertilizers However, fertilizer inventory management often faces challenges such as demand fluctuations, supply delays, and the potential for excess stock which can lead to wasteful storage costs. This research was conducted at FAP Agri Tbk PT Bhumi Simanggaris Indah, Nunukan Regency, North Kalimantan, which until now has not implemented the Inventory control methods based on quantitative calculations such as Economic Order Quantity (EOQ) The aim of this research was to analyse the fertilizer inventory management system and evaluate the effectiveness of inventory control using the EOQ method approach. The methods used include descriptive approaches and quantitative analysis of EDQ with primary and secondary data, obtained through direct observation, interviews, questionnaires, and documentation The results of the study indicated that the fertilizer inventory during the year 2024 is considered safe and sufficient to support the operational needs of the farm However, there are inefficiencies, such as overstocking of certain types of fertilizers (eg, NPK and CuSO4), which cause to high storage costs and low utilization of stock. The EOQ calculation yields an optimal ordering amount that is more efficient compared to the company's actual system, accompanied by estimates of ordering frequency, safety stock, and reorder points that can serve as a reference in stock management From these results, it can be concluded that the periodic application of FOQ methods can assist the company in managing inventory more efficiently, reduce storage costs, and minimize the risk of overstocking and stock outs Therefore it is recommended that companies need to consider the use of FOQ as part of a comprehensive fertilizer inventory management system Keywords Inventory Management, Fertilizers, Economic Order Quantity (EOQ), Inventory Control PT Bhumi Simanggaris Indah
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku guna meningkatkan efisiensi operasional tambak udang Pak Sulaeman yang berada di Pulau Baru, Bulungan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data diolah menggunakan alat analisis POM QM for Windows V4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode EOQ, safety stock dan ROP dalam pengendalian persediaan bahan baku, Pak Sulaeman selaku pemilik tambak dapat mengetahui jumlah pemesanan optimal, frekuensi pemesanan, total inventory cost, persediaan pengaman, dan waktu pemesanan ulang bahan baku. Pada metode peramalan, exponential smoothing merupakan metode yang memiliki pengukuran kesalahan peramalan paling rendah. Hasil peramalan persediaan periode berikutnya menggunakan metode exponential smoothing adalah benur 198.480 ekor, pakan 78 kg, dan pupuk 65 kg. Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, Exponential Smooothing, Tambak Udang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui optimalisasi pengendalian persediaan bahan baku udang dalam peningkatan efisiensi operasional pada CV. My Lega di Kota Tarakan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan POM QM for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode analisis activity based costing (ABC), perusahaan dapat mengklasifikasikan jenis udang tertentu yang harus mendapat perhatian lebih intensif atau serius dibandingkan jenis udang yang lain berdasarkan nilai penggunaannya. Hasil pengelompokkan persediaan yaitu kelas A memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 79,84% dari total persediaan produk, yang terdiri dari 5 item produk (65%). Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah 12,08% dari total persediaan produk, yang terdiri dari 2 item produk (23%). Kelas C memiliki nilai volume tahunan rupiah 8,08% dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item produk (12%).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persediaan merupakan hal yang penting dalam perusahaan atau dunia usaha yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya pemyimpanan yang tinnggi. Namun sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan metode Economic Order Quantity (EOQ) pengendalian persediaan bahan baku dapat diterapkan dengan efektif dan efisien di kedai kopi Terrace Social Space untuk menjamin kelancaran produksi biji kopi. Jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) sangat efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku serta biaya yang dikeluarkan. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan 3 (tiga) teknik yaitu metode actual perusahaan, Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ), kemudian dapat membandingkan mana yang menghasilkan biaya persediaan yang paling rendah. Pemilik kedai kopi Terrace Social Space sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam hal persediaan bahan baku sehinggu kedai kopi tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Bahan baku merupakan salah satu faktor penentu dalam kelancaran proses produksi, sehingga setiap perusahaan harus mempunyai persediaan bahan baku yang mencukupi serta memadai dalam menunjang kegiatan produksi. Apabila pasokan bahan baku tersendat maka kegiatan proses produksi akan terhambat. Terhambatnya proses produksi akan berpengaruh terhadap tingkat output yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskripsikan bagaimana kegiatan perencanaan pengendalian yang ada pada UMKM Borneo Tiram dan kemudian menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif dimana perencanaan pengendalian persediaan dideskripsikan sesuai dengan apa yang UMKM Borneo Tiram lakukan kemudian menganalisis kuantitas pesanan ekonomis dengan metode EOQ (Economic Order Quantity), perhitungan persediaan pengaman (Safety Stock), dan penentuan kapan melakukan pemesanan bahan baku kembali ROP (Reorder Point). Hasil penelitian ini menunjukkan, UMKM Borneo Tiram selama ini melakukan pemesanan sebanyak 12 kali dengan total pemesanan sebanyak 7.800 kg, rata-rata pemesanan 650kg. Total biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh pemilik UMKM Borneo Tiram dalam setahun sebesar Rp 660.000 dan total biaya persediannya sebesar Rp. 759.999,25 bila menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) dihasilkan total biaya pemesanan sebesar Rp 256.903,7, total biaya penyimpanan Rp 256.903,7 dan total biaya persediaan sebesar Rp 503.807, waktu pemesanan kembali ketika persediaan mencapai 514,11 kg dengan waktu tunggu 3 hari dan persediaan pengaman sebanyak 450 kg perhitungan EOQ (Economic Order Quantity), yang demikian dapat dijadikan alternatif bagi UMKM Borneo Tiram dalam mengendalikan persediaan bahan baku. Penggunaan metode EOQ (Economic Order Quantity) tersebut dapat menghemat biaya persediaan di UMKM Borneo Tiram sebesar Rp 256.191,85 selama setahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Misnawati. 1940202023. 2023 “ Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM Najwa Bakery Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara”. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Permasalahan pada UMKM Najwa Bakery adalah bahan baku yang dapat sewaktu-waktu kosong pada supplier sehingga menggunakan bahan baku pengganti yaitu mencari merk bahan baku yang berbeda tetapi memiliki kandungan yang sama ke supplier lain dan memiliki harga yang mahal. Tujuan penelitian: (1) Mengetahui pengendalian persediaan bahan baku (tepung terigu, gula pasir dan telur) yang optimal; (2) Mengetahui besar (safety stock), reorder point, dan biaya total persediaan bahan baku; (3) Mengetahui jumlah biaya persediaan dengan menggunakan metode konvensional dibandingakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity. Metode penentuan responden dengan menggunakan purposive sampling dengan memilih informan kunci yaitu pemilik usaha dan informan lainnya yaitu keryawan, metode analisis menggunakan analisis Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, dan persediaan maksimum Hasil penelitian : (1) Kuantitas pemesanan bahan baku UMKM Najwa Bakery yang optimum tepung terigu sebesar 7.189,97 Kg, gula pasir sebesar 1.824,27 Kg, dan telur sebesar 1.356,98; (2) Persediaan bahan baku pada UMKM Najwa Bakery membutuhakan safety stock tepung terigu sebesar 516 Kg, gula sebesar 216 Kg dan telur sebesar 38 Kg. Besar reorder point untuk tepung terigu sebesar 1.419,84 Kg, gula pasir sebesar 332,02 Kg dan telur sebesar 78 Kg. Total biaya persediaan tepung terigu sebesar Rp. 156.880, gula pasir sebesar Rp. 79.361 dan telur sebesar Rp. 73.521; (3) Besar biaya total persediaan bahan baku tepung terigu, gula pasir dan telur dengan menggunakan metode EOQ terdapat selisih perbedaan biaya yang cukup besar pada TIC artinya dengan menggunakan metode EOQ jauh lebih hemat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
UMKM Aqsha merupakan UMKM yang memproduksi jamur tiram di Kota Tarakan. Pada proses pelaksanaan persediaannya belum menggunakan metode perhitungan analisis EOQ. Dalam hal ini bisa saja mengalami kekurangan bahan baku media tanam. Tujuan penelitian: (1) Mendeskripsikan sistem pengendalian persediaan bahan baku media tanam jamur tiram berdasarkan kondisi aktual di UMKM Aqsha, (2) Menganalisis sistem pengendalian persediaan bahan baku media tanam jamur tiram menggunakan analisis Economic Order Quantity, Frekuensi Pembelian, Safety Stock, Reorder Point dan Persediaan Maksimum. Teknik pengambilan informan dilakukan dengan cara memilih informan kunci, yaitu pemilik usaha dan pekerja yang mengetahui informasi yang dibutuhkan didalam penelitian. Metode analisis menggunakan analisis Economic Order Quantity, Frekuensi Pembelian, Safety Stock, Reorder Point dan Persediaan Maksimum. Hasil penelitian: Pengendalian persediaan UMKM Aqsha membutuhkan ketiga bahan baku dengan jumlah sebesar 3345 kg dalam setahun, dengan kuantitas sekali pesan untuk ketiga bahan baku dengan jumlah sebesar 1115 kg. Pengendalian persediaan yang diterapkan oleh UMKM Aqsha belum optimal dan juga belum menerapkan reorder point. Sehingga belum dapat mencegah jika terjadi kekurangan dari ketiga bahan baku tersebut pada saat proses produksi. (3) analisis EOQ didapatkan pemesanan yang optimum untuk ketiga bahan baku dengan jumlah sebesar 1.655,9 kg, tidak perlu menggunakan safety stock untuk ketiga bahan baku, reorder point untuk ketiga bahan baku dengan jumlah sebesar 526,17 kg, dan untuk persediaan maksimum pada ketiga bahan baku dengan jumlah sebesar 1655,9 kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bahan baku merupakan salah satu faktor penentu dalam kelancaran proses produksi, sehingga setiap perusahaan harus mempunyai persediaan bahan baku yang mencukupi serta memadai dalam menunjang kegiatan produksi. Apabila pasokan bahan baku tersendat maka kegiatan proses produksi akan terhambat. Terhambatnya proses produksi akan berpengaruh terhadap tingkat output yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskripsikan bagaimana kegiatan manajemen pengendalian yang ada pada kedai kopi Tarakan Brewing House dan kemudian menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode EOQ (Economi Order Quantity). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif dimana manajemen pengendalian persediaan dideskripsikan sesuai dengan apa yang kedai Tarakan Brewing House lakukan kemudian menganalisis kuantitas pesanan ekonomis dengan metode EOQ (Economi Order Quantity), perhitungan persediaan pengaman (Safety Stock), dan penentuan kapan melakukan pemesanan bahan baku kembali ROP (Reorder Point). Hasil penelitian ini menunjukkan, kedai kopi Tarakan Brewing House selama ini melakukan pemesanan sebanyak 26 kali dengan total pemesanan sebanyak 130 kg, rata-rata pemesanan 10,833 kg. Total biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh pemilik kedai kopi Tarakan Brewing House dalam setahun sebesar Rp. 9.750.000 dan total biaya persediannya sebesar Rp. 10.710.000 bila menggunakan metode EOQ (Economi Order Quantity) dihasilkan total biaya pemesanan sebesar Rp. 3.059.412, total biaya penyimpanan Rp. 3.059.412 dan total biaya persediaan sebesar Rp. 6.118.823. Metode EOQ (Economi Order Quantity) juga menyebabkan frekuensi pembelian lebih sedikit yaitu 4 kali, kuantitas pesan optimum sebesar 31,87 kg waktu pemesanan kembali ketika persediaan mencapai 2,333 kg dengan waktu tunggu 3 hari dan persediaan pengaman sebanyak 13 kg perhitungan EOQ (Economi Order Quantity), yang demikian dapat dijadikan alternatif bagi kedai kopi Tarakan Brewing House dalam mengendalikan persediaan bahan baku. Penggunaan metode EOQ (Economi Order Quantity) tersebut dapat menghemat biaya persediaan di kedai kopi Tarakan Brewing House sebesar Rp. 4.591.177 selama setahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA UMKM DI KOTA TARAKAN ( STUDI KASUS PADA ORGANIK CAFE) Sarina Nurul Hidayat, SE.,M.Sc.,Ph.D ABSTRAK Pengendalian persediaan adalah hal yang sangat penting, karena jumlah persediaan akan mempengaruhi kelancaran proses produksi pada suatu perusahaan. Pengendalian persediaan menggunakan beberapa metode, salah satunya adalah metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Analysis Based Costing (ABC), yang memiliki tingkat ketepatan yang lebih tingi dibanding dengan metode tradisional/konvensional. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sedangkan alat analisis yang digunakan dalam penelitian menggunakan aplikasi POM (Production Operation Management) dengan tujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai metode Economic Order Quantity (EOQ) dan Analisys Based Costing (ABC) dalam mengatur persediaan bahan baku di Organik Cafe. Hasil penelitian menggunakan metode EOQ untuk persediaan bahan baku mie adalah 6.982 bungkus dengan frekuensi pembelian sebanyak 7 kali. Total Inventory Cost sebesar Rp. 9.699.455. sedangkan ROP dilakukan apabila persediaan sisa 533 bungkus. Adapun dengan menggunakan metode ABC persentase penyerapan dana tertinggi termasuk dalam kategori A dengan persentase 62,16%, kategori B sebesar 23,68% dan kategori C sebesar 14,15%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolahan persediaan produk Kripik Singkong. Permasalahan penelitian adalah (1) Bagaimanakah pengendalian persediaan produk keripik singkong (2) Bagaimanakah pengelompokan pengendalian persediaan produk keripik singkong. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data adalah dengan metode wawancara dan oservasi. Subjek penelitian ini adalah UKM Qobidh Cracker. Dengan metode analisis ABC.Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Perhitungan bulan Juni kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 48,19 % dari total persediaan yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan produk, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 19,68 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 32,13 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item (50%). Pada bulan Juli kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 43,39 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 17,46 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 27,72 % dari total persediaan yang terdiri dari 4 item (50%) dan Pada bulan Agutus kelas A memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 41,33 % dari total persediaan yang terdiri dari 1 item (20%) persediaan, kelas B memliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 24,49 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 1 item (30%) persediaan, kelas C memliki nilai volume tahunan dollar sebesar 29,59 % dari total persediaan produk yang terdiri dari 4 item (50%) persediaan produk. Hasil penelitian ini diharapakan dapat memberikan input bagi para pemilik perusahaan atau pemimpinan khususnya mengenai pererapan analisis ABC dalam pengendalian persediaan dalam manajemen operasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MANAJEMEN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU MEDIA TANAM DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI CV TUNAS MUDA JAYA KOTA TARAKAN ABSTRAK Fawuzzi Wiranata. 1640202089. 2020. “Manajemen Pengendalian Persediaan Bahan Baku Media tanam dengan Menggunakan Metode Analisis Economic Order Quantity (EOQ) di CV Tunas Muda Jaya Kota Tarakan”.. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Permasalahan pada CV Tunas Muda Jaya adalah pengendalian persediaan bahan baku media tanam, sehingga dibutuhkan manajemen persediaan dalam meminimalisir resiko produksi. Tujuan penelitian: (1) mengetahui pengendalian persediaan bahan baku media tanam yang dilakukan oleh CV Tunas Muda Jaya, (2) Mengetahui jumlah pemesanan yang ekonomis, safety stock, Reorder Point, Maximum Inventory untuk CV Tunas Muda Jaya dalam melakukan persediaan bahan baku media tanam. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode purposive sampling dengan informan kunci, metode analisis menggunakan analisis Economic Order Quantity. Hasil penelitian: (1) CV Tunas Muda Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang suplayer, distributor, dan kontraktor agribisnis pertanian dan tanaman hias di Kota Tarakan; (2) Pengendalian persediaan CV Tunas Muda Jaya membutuhkan keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 21.7761,43 kg dalam setahun, dengan kuantitas sekali pesan untuk keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 11.340,51 kg. Pengendalian persediaan yang diterapkan oleh CV Tunas Muda Jaya belum optimal dan juga belum menerapkan safety stock, reorder point dan persediaan maksimum. Sehingga belum dapat mencegah jika terjadi kekurangan dari keempat bahan baku tersebut pada saat proses produksi.(3) analisis EOQ didapatkan pemesanan yang optimum untuk keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 485,98 kg, safety stock untuk keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 233.786.48 kg , reorder point untuk keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 251.685.01 kg, dan untuk persediaan maksimum pada keempat bahan baku dengan jumlah sebesar 234302.45 kg.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING WINTER’S DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA BAROKAH BAKERY DI KOTA TARAKAN Secondly Yon Pabisa Ahmad Juliana, S.E., M.M., Ph.D Persediaan merupakan kunci dalam sebuah produksi, karena sangat mempengaruhi kelancaran proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian bahan baku pada industry rumahan seperti Barokah Bakery. Dalam penelitian ini,digunakan dua metode analisis yaitu, Exponential Smoothing Winter’s dan Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Exponential Smoothing Winter’s dan Economic Order Quantity (EOQ) menunjukkan bahwa, kedua metode ini dapat menghemat pemakaian persediaan bahan baku, dibandingkan metode sebelumnya. Exponential Smoothing Winter’s memiliki tingkat kesalahan lebih kecil dalam peramalan dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan dapat melakukan manajemen proaktif. Artinya perusahaan harus bisa mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada di dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menganani persediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar efisiensi yang diperoleh dengan penerapan metode EOQ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian bahan baku udang selama ini dilakukan oleh perusahaan sebanyak 12 kali dalam satu tahun dengan kuantitas pembelian bahan baku sebesar 100 – 190 kg kg setiap kali pembelian bahan baku. menurut EOQ perusahaan dapat membeli 3 kali dala satu tahun dengan jumlah 483,45 kg setiap kali pembelian bahan baku. selanjutnya dari perhitungan menggunakan metode perusahaan dengan menggunakan metode EOQ, dapat kita lihat bahwa dengan menggunakan metode EOQ lebih menghemat biaya, dengan total biaya persediaan menurut EOQ sebesar Rp. 39.943.400.