STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM PROSES PRODUKSI LEMARI (STUDI CV. SULTAN KHINARA JAYA DI KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN)
Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang pada akhirnya berdampak pada penundaan proses produksi, terjadinya kekurangan persediaan, serta hilangnya peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam proses produksi lemari dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada CV Sultan Khinara Jaya yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur kepada pihak terkait di CV Sultan Khinara Jaya. Tahapan analisis data meliputi analisis ABC, perhitungan EOQ, penentuan safety stock, serta perhitungan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ABC, papan dan balok kayu jati termasuk dalam kategori A karena menyerap nilai persediaan terbesar sehingga memerlukan pengendalian yang ketat, papan kayu mahoni berada pada kategori B, dan balok kayu mahoni termasuk kategori C dengan nilai persediaan relatif kecil. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah dan frekuensi pemesanan optimal yang berbeda untuk setiap jenis bahan baku, di mana kayu jati memerlukan frekuensi pemesanan yang lebih tinggi dibandingkan kayu mahoni serta membutuhkan safety stock dan reorder point yang lebih besar akibat tingginya tingkat kebutuhan dan waktu tunggu pengadaan. Selain itu, perbandingan total biaya persediaan menunjukkan bahwa metode EOQ mampu menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional pada seluruh jenis bahan baku, sehingga layak diterapkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku di CV Sultan Khinara Jaya. The imbalance between demand and supply, which ultimately affects production delays, inventory shortages, and lost business opportunities. This study aimed to analyze the raw material inventory control in the cabinet production process using the Economic Order Quantity (EOQ) method at CV Sultan Khinara Jaya, located in Tanjung palas Utara District, Bulungan Regency. This study employed a quantitative descriptive design with data collection techniques in the form of structured interviews with relevant parties at CV Sultan Khinara Jaym The data analysis stages include ABC analysis, EOQ calculation, determination of safety stock, and calculation of the reorder point. The study results indicated that based on the ABC analysis, teak boards and beams fall into category A as they absorb the largest inventory value, thus requiring strict control; Mahogany boards are in category B, and Mahogany beams are in category C with relatively small inventory value. The EOQ calculation produces different optimal order quantities and frequencies for each type of raw material, where teak requires a higher Ordering frequency compared to mahogany, as well as a larger safety stock and reorder point due to the high demand level and procurement lead time. Furthermore, the comparison Of total inventory costs indicated that the EOQ method can generate lower inventory costs compared to the conventional method across all types of raw materials, making it suitable as a basis for formulating raw material inventory control policies at CV Sultan Khinara Jaya.