Abstrak
Bahan baku merupakan salah satu faktor penentu dalam kelancaran proses produksi, sehingga setiap perusahaan harus mempunyai persediaan bahan baku yang mencukupi serta memadai dalam menunjang kegiatan produksi. Apabila pasokan bahan baku tersendat maka kegiatan proses produksi akan terhambat. Terhambatnya proses produksi akan berpengaruh terhadap tingkat output yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sekaligus mendeskripsikan bagaimana kegiatan perencanaan pengendalian yang ada pada UMKM Borneo Tiram dan kemudian menganalisis jumlah pemesanan bahan baku yang optimal dengan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif kuantitatif dimana perencanaan pengendalian persediaan dideskripsikan sesuai dengan apa yang UMKM Borneo Tiram lakukan kemudian menganalisis kuantitas pesanan ekonomis dengan metode EOQ (Economic Order Quantity), perhitungan persediaan pengaman (Safety Stock), dan penentuan kapan melakukan pemesanan bahan baku kembali ROP (Reorder Point). Hasil penelitian ini menunjukkan, UMKM Borneo Tiram selama ini melakukan pemesanan sebanyak 12 kali dengan total pemesanan sebanyak 7.800 kg, rata-rata pemesanan 650kg. Total biaya pemesanan yang dikeluarkan oleh pemilik UMKM Borneo Tiram dalam setahun sebesar Rp 660.000 dan total biaya persediannya sebesar Rp. 759.999,25 bila menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) dihasilkan total biaya pemesanan sebesar Rp 256.903,7, total biaya penyimpanan Rp 256.903,7 dan total biaya persediaan sebesar Rp 503.807, waktu pemesanan kembali ketika persediaan mencapai 514,11 kg dengan waktu tunggu 3 hari dan persediaan pengaman sebanyak 450 kg perhitungan EOQ (Economic Order Quantity), yang demikian dapat dijadikan alternatif bagi UMKM Borneo Tiram dalam mengendalikan persediaan bahan baku. Penggunaan metode EOQ (Economic Order Quantity) tersebut dapat menghemat biaya persediaan di UMKM Borneo Tiram sebesar Rp 256.191,85 selama setahun.