Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: EOQ
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

evaluasi efektivitas pengendalian persediaan bahan baku pisang sale berbasis shelf life pada umkm sarifa food di desa panca agung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian persediaan bahan baku pisang pada UMKM Sarifa Food di Desa Panca Agung melalui pendekatan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, serta menentukan metode pengendalian persediaan yang paling sesuai berdasarkan karakteristik bahan baku yang mudah rusak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis ABC mengidentifikasi bahan baku pisang ambon sebagai kategori prioritas dalam pengendalian persediaan. Metode EOQ dan POQ memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan metode yang diterapkan UMKM, namun metode POQ kurang sesuai diterapkan karena menghasilkan jumlah pemesanan yang relatif besar sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku yang memiliki masa simpan terbatas. Sementara itu, EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life merupakan metode yang paling sesuai karena mempertimbangkan umur simpan bahan baku pada UMKM Sarifa Food.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persediaan Bahan Baku Minuman Kopi Pada Usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan Di Kota Terakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persediaan bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan efisiensi biaya operasional suatu usaha. Kelebihan persediaan dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan bahan baku, sedangkan kekurangan persediaan dapat menghambat proses produksi dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengendalian persediaan bahan baku minuman kopi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) serta mengetahui strategi keberlanjutan usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus yang melibatkan 11 responden. Analisis data menggunakan metode EOQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), Maximum Inventory, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku kopi, susu kental manis, gula aren, dan kayu manis sehingga biaya persediaan lebih efisien dibandingkan kondisi aktual. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp 2.391.970 per tahun, sedangkan kondisi aktual mencapai Rp 2.225.000 per tahun, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp 166.970 per tahun. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha berada pada Kuadran II, sehingga strategi yang tepat adalah strategi diversifikasi untuk memanfaatkan kekuatan internal dalam menghadapi ancaman eksternal. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku dan mendukung penyusunan strategi keberlanjutan usaha yang tepat bagi Kopi Sepeda Keliling Pahlawan di Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM PROSES PRODUKSI LEMARI (STUDI CV. SULTAN KHINARA JAYA DI KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN)

2026•

Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang pada akhirnya berdampak pada penundaan proses produksi, terjadinya kekurangan persediaan, serta hilangnya peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam proses produksi lemari dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada CV Sultan Khinara Jaya yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur kepada pihak terkait di CV Sultan Khinara Jaya. Tahapan analisis data meliputi analisis ABC, perhitungan EOQ, penentuan safety stock, serta perhitungan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ABC, papan dan balok kayu jati termasuk dalam kategori A karena menyerap nilai persediaan terbesar sehingga memerlukan pengendalian yang ketat, papan kayu mahoni berada pada kategori B, dan balok kayu mahoni termasuk kategori C dengan nilai persediaan relatif kecil. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah dan frekuensi pemesanan optimal yang berbeda untuk setiap jenis bahan baku, di mana kayu jati memerlukan frekuensi pemesanan yang lebih tinggi dibandingkan kayu mahoni serta membutuhkan safety stock dan reorder point yang lebih besar akibat tingginya tingkat kebutuhan dan waktu tunggu pengadaan. Selain itu, perbandingan total biaya persediaan menunjukkan bahwa metode EOQ mampu menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional pada seluruh jenis bahan baku, sehingga layak diterapkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku di CV Sultan Khinara Jaya. The imbalance between demand and supply, which ultimately affects production delays, inventory shortages, and lost business opportunities. This study aimed to analyze the raw material inventory control in the cabinet production process using the Economic Order Quantity (EOQ) method at CV Sultan Khinara Jaya, located in Tanjung palas Utara District, Bulungan Regency. This study employed a quantitative descriptive design with data collection techniques in the form of structured interviews with relevant parties at CV Sultan Khinara Jaym The data analysis stages include ABC analysis, EOQ calculation, determination of safety stock, and calculation of the reorder point. The study results indicated that based on the ABC analysis, teak boards and beams fall into category A as they absorb the largest inventory value, thus requiring strict control; Mahogany boards are in category B, and Mahogany beams are in category C with relatively small inventory value. The EOQ calculation produces different optimal order quantities and frequencies for each type of raw material, where teak requires a higher Ordering frequency compared to mahogany, as well as a larger safety stock and reorder point due to the high demand level and procurement lead time. Furthermore, the comparison Of total inventory costs indicated that the EOQ method can generate lower inventory costs compared to the conventional method across all types of raw materials, making it suitable as a basis for formulating raw material inventory control policies at CV Sultan Khinara Jaya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Pada Usaha Pembuatan Roti Brilliant Bakery Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agar bisnis yang dijalankan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain diperlukan pengendalian bahan baku yang tepat. Penelitian ini dilakukan pada usaha pembuatan roti Brilliant Bakery Tarakan yang mana perusahaan ini tidak memiliki metode khusus dalam mengelola persediaan bahan baku. Beberapa metode yang dilakukan untuk pengendalian bahan baku dua di antaranya adalah Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Penelitian ini bertujuan supaya perusahaan dapat mengetahui pengendalian bahan baku yang optimal sehingga tidak menyebabkan kerugian dari segi materi dan juga kehabisan barang pada saat ingin melakukan produksi. Dari hasil penelitian didapatkan membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional, selain itu metode EOQ juga menyediakan data tambahan seperti Safety Stock dan juga Reorder Point yang tidak dimiliki oleh perusahaan sehingga bahan baku yang dibutuhkan akan selalu tersedia untuk produksi namun tidak akan terjadi pemborosan ataupun kekurangan bahan. Metode JIT membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional hal ini menyebabkan tidak akan terjadinya kekurangan ataupun bahan baku yang dibuang percuma ataupun boros dengan memberikan data yang lebih akurat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Biji Kopi Dengan Metode EOQ Pada Kedai Kopi Repeat

2025•

this study aimed to analyse the control of coffee bean raw material inventory using the Economic Order Quantity (EOQ) method at Repeat Coffee Shop in Tarakan City. The research method used was quantitative. The quantitative method is a research approach conducted based on weighted calculations as the basis for analysis, where data is processed using manual calculations, Microsoft excel, and POM QM. The study results indicated that the EOQ method is more efficient than conventional calculation method and the POQ. this result is supported by the total cost of Rp 6,096,743, the frequency of order at 5 times, and the order quantity of 37.459 kg of coffee bean raw materials during the month of November 2024. the owner of Repeat Coffee Shop can apply the EOQ method to help manage raw material inventory efficiently.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Manajemen Pengendalian Persediaan Pupuk di FAP Agri. Tbk PT. Bhumi Simanggaris Indah

2025•

Kegiatan operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada ketersediaan pupuk yang memadai dan tepat waktu. Namun, manajemen persediaan pupuk sering menghadapi tantangan seperti fluktuasi permintaan, keterlambatan pasokan, serta potensi kelebihan stok yang dapat menyebabkan pemborosan biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di FAP Agri Tbk. PT. Bhumi Simanggaris Indah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang hingga saat ini belum menerapkan metode pengendalian persediaan berbasis perhitungan kuantitatif seperti Economic Order Quantity (EOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem manajemen persediaan pupuk serta mengevaluasi efektivitas pengendalian persediaan menggunakan pendekatan metode EOQ. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif EOQ dengan data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persediaan pupuk selama tahun 2024 tergolong aman dan mencukupi untuk mendukung operasional kebun. Namun, terdapat ketidakefisienan, seperti overstock pada jenis pupuk tertentu (misalnya NPK dan CuSO₄), yang menyebabkan biaya penyimpanan tinggi serta pemanfaatan stok yang rendah. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimum yang lebih efisien dibanding sistem aktual perusahaan, disertai dengan estimasi frekuensi pemesanan, safety stock, dan reorder point yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan stok. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ secara berkala dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan persediaan secara lebih efisien, menekan biaya penyimpanan, dan mengurangi risiko terjadinya overstock maupun kekurangan stok (stock-out). Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan EOQ sebagai bagian dari sistem manajemen persediaan pupuk secara menyeluruh. The operational activities of palm oil plantation companies heavily rely on the adequate and timely availability of fertilizers However, fertilizer inventory management often faces challenges such as demand fluctuations, supply delays, and the potential for excess stock which can lead to wasteful storage costs. This research was conducted at FAP Agri Tbk PT Bhumi Simanggaris Indah, Nunukan Regency, North Kalimantan, which until now has not implemented the Inventory control methods based on quantitative calculations such as Economic Order Quantity (EOQ) The aim of this research was to analyse the fertilizer inventory management system and evaluate the effectiveness of inventory control using the EOQ method approach. The methods used include descriptive approaches and quantitative analysis of EDQ with primary and secondary data, obtained through direct observation, interviews, questionnaires, and documentation The results of the study indicated that the fertilizer inventory during the year 2024 is considered safe and sufficient to support the operational needs of the farm However, there are inefficiencies, such as overstocking of certain types of fertilizers (eg, NPK and CuSO4), which cause to high storage costs and low utilization of stock. The EOQ calculation yields an optimal ordering amount that is more efficient compared to the company's actual system, accompanied by estimates of ordering frequency, safety stock, and reorder points that can serve as a reference in stock management From these results, it can be concluded that the periodic application of FOQ methods can assist the company in managing inventory more efficiently, reduce storage costs, and minimize the risk of overstocking and stock outs Therefore it is recommended that companies need to consider the use of FOQ as part of a comprehensive fertilizer inventory management system Keywords Inventory Management, Fertilizers, Economic Order Quantity (EOQ), Inventory Control PT Bhumi Simanggaris Indah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM The Sambals Di Kota Tarakan

2025•

UMKM The Sambals adalah usaha mikro di Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, yang memproduksi berbagai jenis sambal dengan bahan baku utama cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Maximum Inventory, dan Reorder Point.Metode yang digunakan yaitu: (1) Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan sistem pengendalian persediaan yang ada; (2) Perhitungan EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pembelian; (3) Perhitungan Safety Stock, Reorder Point, dan persediaan maksimum untuk menjamin kelancaran produksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan cabai rawit per tahun sebesar 480 kg, dengan kebiasaan pemesanan 5 kg per pesanan, biaya pesan Rp15.000, dan biaya simpan Rp52.000. Total biaya persediaan saat ini adalah Rp1.572.000 per tahun. Dengan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal menjadi 17 kg dengan frekuensi pembelian 29 kali per tahun. Total biaya persediaan naik menjadi Rp1.875.982, terdiri dari biaya pesan Rp1.440.000 dan biaya simpan Rp 435.982. Namun, metode EOQ memungkinkan penghematan biaya sebesar Rp303.982 per tahun. Safety Stock yang disarankan adalah 10 kg, Reorder Point 20 kg, dan Maximum Inventory 27 kg. Kesimpulan (1) UMKM belum mengelola persediaan secara optimal karena tidak menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point, yang menyebabkan seringnya kekurangan bahan baku. (2) Metode EOQ terbukti membantu efisiensi biaya dan menjamin ketersediaan bahan baku. Saran UMKM disarankan menerapkan metode EOQ serta menetapkan Safety Stock dan Reorder Point. Peneliti selanjutnya dapat membandingkan metode EOQ dengan metode lain seperti MRP, SIC, atau JIT untuk pengendalian yang lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca linn) SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK PISANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI UMKM KENKOKP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian persediaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi sebuah UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku guna mendukung proses produksi di masa mendatang. (1) Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku untuk keripik pisang di UMKM KenkoKP, (2) Menganalisis pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), yang mencakup analisis frekuensi pembelian, stok keamanan, titik pembelian kembali, dan persediaan maksimum. Metode penentuan sampel menggunakan key informan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis pengendalian persediaan bahan baku. Sistem pengendalian persediaan bahan pisang di UMKM kenkoKP dengan kebutuhan bahan baku pisang sebanyak 14.784 kg selama setahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp 7.969.286 dalam setahun. Pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP belum optimal, hal ini dikarenakan tidak adanya safety stock, dan reorder point . Sehingga dalam proses produksi terkadang masih mengalami kekurangan bahan baku pisang, setelah malakukan analisis pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP menggunakan metode (EOQ) dapat diketahui total biaya persediaan minimum sebesar Rp 2.981.083 dalam setahun. Sehingga memperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 4.988.203. Serta jarak siklus atau waktu antar pesanan selama 15 hari dengan frekuensi pembelian 19 kali dalam setahun, UMKM kenkoKP memiliki persediaan maksimum sebanyak 1.392 kg dan UMKM kenkoKP harus mengadakan safety stock sebanyak 320 kg. Pada saat persediaan bahan baku pisang tersisa 423 kg maka UMKM harus melakukan pemesanan dengan kuantitas pemesanan optimum sebanyak 793 kg dengan masa tunggu atau lead time selama 2 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Dengan Menggunakan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Pada UKM Batik D'erte Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) PADA UKM BATIK D’ERTE KOTA TARAKAN Persediaan merupakan suatu hal yang penting dalam perusahaan yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan mampu menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya penyimpanan yang tinggi. namun, sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Objek penelitian ini dilakukan pada UKM Batik D’erte Kota Tarakan yang beralamat Jl. P. Nias, Kp, Satu Skip, Kec. Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. UKM memproduksi kain batik cap dan menghasilkan baju batik siap pakai. Bahan baku yang diteliti adalah bahan baku persediaan kain. Tujuan dari penelitian ini adalah agar UKM Batik D’erte mampu menentukan pengendalian persediaan bahan baku kain antara perhitungan perusahaan aktual dengan perhitungan metode Economic Order Quantity (EOQ). Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Hasil penelitian ini menunjukan pengendalian persediaan bahan baku kain menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) memiliki safety stock sebesar 3.906 yard, kuantitas pemesanan sebesar 3.018 Yard, dengan ROP sebesar 4.168,92 yard, serta biaya total persediaan sebesar Rp 2.905.967 yang efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku untuk biaya yang dikeluarkan. Pemilik UKM Batik D’erte Kota Tarakan sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam persediaan bahan baku sehingga UKM tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Biji Kopi Dalam Memperlancar Produksi Pada Kedai Kopi Terrace Social Space

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persediaan merupakan hal yang penting dalam perusahaan atau dunia usaha yang harus diperhatikan oleh para pengusaha. Kelebihan persediaan akan menyebabkan perusahaan menanggung risiko kerusakan dan biaya pemyimpanan yang tinnggi. Namun sebaliknya jika terjadi kekurangan persediaan akan mengganggu kelancaran proses penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memastikan metode Economic Order Quantity (EOQ) pengendalian persediaan bahan baku dapat diterapkan dengan efektif dan efisien di kedai kopi Terrace Social Space untuk menjamin kelancaran produksi biji kopi. Jenis penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) sangat efektif dan efisien dalam menentukan persediaan bahan baku serta biaya yang dikeluarkan. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan 3 (tiga) teknik yaitu metode actual perusahaan, Economic Order Quantity (EOQ) dan Period Order Quantity (POQ), kemudian dapat membandingkan mana yang menghasilkan biaya persediaan yang paling rendah. Pemilik kedai kopi Terrace Social Space sebaiknya menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam hal persediaan bahan baku sehinggu kedai kopi tersebut dapat lebih meminimumkan biaya persediaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DAGING AYAM DI CAFE GALILEO KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua permasalahan yang terkait dengan bahan baku di cafe Galileo Kota Tarakan. Pertama, bagaimana sistem pengendalian persediaan bahan baku di Cafe Galileo Kota Tarakan ?, Kedua, Bagaimana persediaan bahan baku pada Cafe Galileo Kota Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) ?. Penelitian ini bertempatan di Cafe Galileo Kota Tarakan. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini ditentukkan dengan non probability sampling, sedangkan metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Deskriptif di Cafe Galileo dan analisis pengendalian persediaan bahan baku dengan Economic Order Quantity (EOQ). Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa :Pertama, sistem pengendalian persediaan daging ayam di Cafe Galileo membutuhkan daging ayam sebesar 6.130 kg selama setahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 6.192.432 dalam setahun. Pemesanan daging ayam di Cafe Galileo dilakukan setiap hari dengan biaya transportasi sebesar Rp.10.000 setiap kali pesan. Penyimpanan daging menggunakan 1 freezer. kedua sistem pengendalian persediaan daging ayam setelah dianalisis menggunakan metode EOQ memperoleh biaya persediaan minimum sebesar Rp.6.108.010 dalam setahun. Sehingga memperoleh penghematan biaya sebesar Rp.84.472. Serta jarak siklus atau waktu antar pesanan selama 1-2 hari dengan frekuensi pembelian sebesar 305 kali dalam setahun, Caf� harus mengadakan safety stock sebanyak 107 kg setiap tahun dengan 3,6 kg perhari. Pada saat persediaan daging ayam tersisa 124 kg atau 4,1 kg perhari Cafe Galileo harus melakukan pemesanan kembali.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERSEDIAAN BERAS OLEH PERUM BULOG DAN RELEVANSINYA TERHADAP KESTABILAN HARGA PASAR DI KOTA TARAKAN

2021•

Dalam mengatur masalah pangan di Indonesia pemerintah membentuk perusahaaan umum badan urusan logistik (Perum Bulog). Dalam menjalankan fungsinya untuk menjaga ketersediaan beras, keterjangkauan harga perum bulog melakukan penyimpanan beras selama jangka waktu yang tertentu. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu : a) Untuk mengetahui bagaimana sistem persediaan beras oleh perum bulog di kota Tarakan. b) relevansiantara persediaan beras dengan kestabilan harga pasar dikota tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini :(1) Analysis deskriptif guna mendeskripsikam sistem pengendalian persediaan beras yang ada di perum bulog, (2) Analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini yaitu Manajemen persediaan merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam mengatur dan mengelola setiap kebutuhan barang baik barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi agar selalu tersedia baik dalam kondisi pasar yang stabil dan berfluktuasi. Dalam perum bulog melakukan manajemen persediaan dengan melakukan a) Perencanaan b) Pengorganisasian c) Pengawasan dan d) Pelaksanaan . Sedangkan menggunakan metode EOQ pembelian rata-rata 32.300,83 Kg dengan biaya pemesanan ekonomis sebesar 568,34 Ton/Bulan dengan frekuensi pembelian 628 kali selama setahun.Kemudian penyaluran per bulan sebesar 32.300,33 /Bulan dapat dihitung nilai safety stock sebesar 96.902,50 Ton . Maka persediaan maksimum adalah 97.470,67 Ton. Relevansi Bulog terhadap harga beras lainnya yang beredar di kota tarakan antara beras bulog dengan beras batu permata, naga mas dan beras dua hati hubungan hubungannya sangat kuat. Dilihat dari nilainya positif yang artinya hubungan searah jika harga pasar turun maka harga beras bulog akan turun begitupun sebaliknya apabila harga pasar itu naik maka beras bulog juga akan naik .

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING WINTER’S DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA BAROKAH BAKERY DI KOTA TARAKAN

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK PENERAPAN METODE EXPONENTIAL SMOOTHING WINTER’S DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY SEBAGAI UPAYA PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA BAROKAH BAKERY DI KOTA TARAKAN Secondly Yon Pabisa Ahmad Juliana, S.E., M.M., Ph.D Persediaan merupakan kunci dalam sebuah produksi, karena sangat mempengaruhi kelancaran proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian bahan baku pada industry rumahan seperti Barokah Bakery. Dalam penelitian ini,digunakan dua metode analisis yaitu, Exponential Smoothing Winter’s dan Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan metode Exponential Smoothing Winter’s dan Economic Order Quantity (EOQ) menunjukkan bahwa, kedua metode ini dapat menghemat pemakaian persediaan bahan baku, dibandingkan metode sebelumnya. Exponential Smoothing Winter’s memiliki tingkat kesalahan lebih kecil dalam peramalan dibandingkan dengan metode Economic Order Quantity (EOQ).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA POS PEMBELIAN DI CV. BERKAH 88

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persediaan merupakan kekayaan perusahaan yang memiliki peranan penting dalam operasi bisnis, sehingga perusahaan dapat melakukan manajemen proaktif. Artinya perusahaan harus bisa mengantisipasi keadaan maupun tantangan yang ada di dalam manajemen persediaan untuk mencapai sasaran akhir, yaitu untuk meminimalisasi total biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menganani persediaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar efisiensi yang diperoleh dengan penerapan metode EOQ. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelian bahan baku udang selama ini dilakukan oleh perusahaan sebanyak 12 kali dalam satu tahun dengan kuantitas pembelian bahan baku sebesar 100 – 190 kg kg setiap kali pembelian bahan baku. menurut EOQ perusahaan dapat membeli 3 kali dala satu tahun dengan jumlah 483,45 kg setiap kali pembelian bahan baku. selanjutnya dari perhitungan menggunakan metode perusahaan dengan menggunakan metode EOQ, dapat kita lihat bahwa dengan menggunakan metode EOQ lebih menghemat biaya, dengan total biaya persediaan menurut EOQ sebesar Rp. 39.943.400.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail