Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

39 hasil
Subjek: persediaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI RAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PERMASALAHAN YANG CUKUP PENTING BAGI INDUSTRI RUMAH TANGGA ADALAH PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU. DALAM HAL INI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BISA SAJA MENGALAMI KEKURANGAN BAHAN BAKU KHUSUSNYA UNTUK BAHAN BAKU UTAMA YAITU CABAI. SEHINGGA DIBUTUHKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN YANG OPTIMAL UNTUK MEMINIMALISIR RESIKO TERHAMBATNYA KEGIATAN PRODUKSI. OLEH KARENA ITU RESIKO-RESIKO DALAM USAHA PERLU DITANGANI/DICEGAH SEDINI MUNGKIN. TUJUAN PENELITIAN: (1) MENGETAHUI KARAKTERISTIK USAHA DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (2) MENGETAHUI PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY; (3) MENGANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN CABAI SEBAGAI BAHAN BAKU SAMBAL BANJAR MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT, DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. PENELITIAN INI MERUPAKAN PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE PURPOSIVE SAMPLING DENGAN INFORMAN KUNCI, METODE ANALISIS MENGGUNAKAN ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY, SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM. HASIL PENELITIAN: (1) INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY ADALAH USAHA RUMAHAN YANG MEMPRODUKSI SERTA MEMASARKAN ANEKA PRODUK MAKANAN, SALAH SATUNYA ADALAH SAMBAL BANJAR. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY BELUM MENERAPKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KARENA CABAI RAWIT YANG DIBELI LANGSUNG DIOLAH HABIS DALAM SEKALI PRODUKSI; (2) PENGENDALIAN PERSEDIAAN DI INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY MEMBUTUHKAN CABAI RAWIT SEBANYAK 448 KG SELAMA SETAHUN DENGAN KUANTITAS SEKALI PESAN SEBANYAK 4 KG, DAN BIAYA PEMESANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 1.378.048, BIAYA PENYIMPANAN SELAMA SETAHUN SEBESAR RP 350.000 SEHINGGA TOTAL BIAYA PERSEDIAAN SEBESAR RP 1.728.048 DALAM SETAHUN, DENGAN LEAD TIME SELAMA 3 HARI; (3) ANALISIS ECONOMIC ORDER QUANTITY DIDAPATKAN PEMESANAN YANG OPTIMUM SEBESAR 7,9 KG, SAFETY STOCK SEBESAR 1,4 KG, REORDER POINT SEBESAR 5,162 KG DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM SEBESAR 9,4 KG. INDUSTRI RUMAH TANGGA LIZY SEBAIKNYA MENGGUNAKAN SAFETY STOCK, REORDER POINT DAN PERSEDIAAN MAKSIMUM UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KEKURANGAN BAHAN BAKU CABAI RAWIT SEHINGGA PROSES PRODUKSI TETAP BERJALAN LANCAR.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (Coffea sp.) Bius Coffee DI TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS PENERAPAN METODE JIT DAN EOQ DALAM MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU BIJI KOPI (COFFEA SP.) BIUS COFFEE DI TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan dan pengendalian persediaan bahan baku biji kopi serta menganalisis penerapan metode Just In Time (JIT) dan Economic Order Quantity (EOQ) dalam manajemen persediaan bahan baku biji kopi pada Bius Coffee di Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, serta dokumen perusahaan berupa data pembelian dan persediaan bahan baku. Analisis dilakukan menggunakan metode EOQ, JIT, Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku biji kopi Bius Coffee sebesar 4.800 kg per tahun dengan rata-rata 400 kg per bulan. Pemesanan aktual dilakukan sebanyak 24 kali per tahun dengan jumlah rata-rata 200 kg setiap pemesanan. Berdasarkan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal sebesar 4.633,36 kg dengan frekuensi sekitar 1 kali per tahun. Sementara itu, metode JIT menghasilkan jumlah pemesanan sebesar 969,64 kg per siklus, dengan 6 kali pengiriman masing-masing sekitar 161,61 kg dan frekuensi pemesanan 5 kali per tahun. Hasil perhitungan menunjukkan total biaya persediaan metode JIT sebesar Rp247.514,31 per tahun, sedangkan metode EOQ sebesar Rp41.406.316 per tahun. Penerapan JIT pada Bius Coffee dapat menjadi alternatif pengendalian persediaan, namun perlu didukung ketepatan waktu pengiriman dan koordinasi yang baik dengan pemasok

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

evaluasi efektivitas pengendalian persediaan bahan baku pisang sale berbasis shelf life pada umkm sarifa food di desa panca agung

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengendalian persediaan bahan baku pisang pada UMKM Sarifa Food di Desa Panca Agung melalui pendekatan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), dan EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, serta menentukan metode pengendalian persediaan yang paling sesuai berdasarkan karakteristik bahan baku yang mudah rusak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Analisis ABC, Economic Order Quantity (EOQ), Period Order Quantity (POQ), EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis ABC mengidentifikasi bahan baku pisang ambon sebagai kategori prioritas dalam pengendalian persediaan. Metode EOQ dan POQ memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan metode yang diterapkan UMKM, namun metode POQ kurang sesuai diterapkan karena menghasilkan jumlah pemesanan yang relatif besar sehingga meningkatkan risiko kerusakan bahan baku yang memiliki masa simpan terbatas. Sementara itu, EOQ Modifikasi berbasis Shelf Life merupakan metode yang paling sesuai karena mempertimbangkan umur simpan bahan baku pada UMKM Sarifa Food.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Ayam Menggunakan Metode EOQ Pada UMKM Ayam Geprek Nona Fried Chicken di Kabupaten Bulungan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan persediaan bahan baku ayam pada UMKM Ayam Geprek Nona Fried Chicken di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan periode 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 225 kg pada tahun 2023 dan 232 kg pada tahun 2024 dengan frekuensi 13 kali pemesanan per tahun. Penerapan Safety Stock dan ROP mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan serta mencegah kekurangan bahan baku. Selain itu, metode EOQ menghasilkan Total Inventory Cost terendah, yaitu Rp747.975 pada tahun 2023 dan Rp747.989 pada tahun 2024, sehingga lebih efisien dibandingkan metode POQ maupun kebijakan konvensional perusahaan. Dengan demikian, EOQ direkomendasikan sebagai strategi pengendalian persediaan yang efektif dan efisien.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persediaan Bahan Baku Minuman Kopi Pada Usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan Di Kota Terakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Persediaan bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi dan efisiensi biaya operasional suatu usaha. Kelebihan persediaan dapat meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan bahan baku, sedangkan kekurangan persediaan dapat menghambat proses produksi dan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen pengendalian persediaan bahan baku minuman kopi menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) serta mengetahui strategi keberlanjutan usaha Kopi Sepeda Keliling Pahlawan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Sampel penelitian ditentukan dengan metode sensus yang melibatkan 11 responden. Analisis data menggunakan metode EOQ, Safety Stock, Reorder Point (ROP), Maximum Inventory, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode EOQ mampu mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku kopi, susu kental manis, gula aren, dan kayu manis sehingga biaya persediaan lebih efisien dibandingkan kondisi aktual. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp 2.391.970 per tahun, sedangkan kondisi aktual mencapai Rp 2.225.000 per tahun, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp 166.970 per tahun. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha berada pada Kuadran II, sehingga strategi yang tepat adalah strategi diversifikasi untuk memanfaatkan kekuatan internal dalam menghadapi ancaman eksternal. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan bahan baku dan mendukung penyusunan strategi keberlanjutan usaha yang tepat bagi Kopi Sepeda Keliling Pahlawan di Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Persediaan Barang Dagang Berbasis COSO (Studi Kasus My Shop Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pada My Shop Kota Tarakan berdasarkan kerangka COSO (2013). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal yang diterapkan belum efektif, ditinjau dari lima komponen COSO yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Kelemahan utama terletak pada tidak adanya sistem pencatatan persediaan, belum dilaksanakannya penilaian risiko secara formal, serta lemahnya aktivitas pemantauan. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan perancangan sistem pencatatan persediaan sebagai upaya perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN MODAL KERJA TERHADAP PROFITABILITAS (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2024. Manajemen modal kerja diukur menggunakan empat indikator, yaitu periode konversi persediaan, periode penerimaan piutang, periode penangguhan utang, dan siklus konversi kas, sedangkan profitabilitas diproksikan dengan Return on Assets (ROA). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel dipilih menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sebanyak 77 perusahaan manufaktur selama periode 2021–2024. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periode konversi persediaan berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Periode penerimaan piutang berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas. Periode penangguhan utang berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Siklus konversi kas berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas. Secara simultan, keempat variabel manajemen modal kerja berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kewenangan Pengelolaan Barang Persediaan Habis Pakai di Kabupaten Malinau (Studi pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Malinau)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Barang milik daerah merupakan rangkaian kegiatan dan tindakan terhadap Barang Milik Daerah yang ditetapkan sesuai dengan berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Barang Milik Daerah merupakan salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat Pengelolaan aset daerah harus ditangani dengan baik agar aset tersebut dapat menjadi modal awal bagi pemerintah daerah untuk melakukan pengembangan maupun pertimbangan kemampuan keuangannya. Aset yang berada dalam pengelolaan pemerintah daerah harus didasari dengan pengelolaan yang baik agar aset yang tercatat menjadi bahan pertimbangan. Permasalahan adalah sebagai berikut: Kewenangan Pemerintah Daerah Terhadap Pengelolaan Barang Persediaan Habis Pakai di Kabupaten Malinau (Studi Pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Malinau) dan Tanggung jawab Pemerintah Daerah Terhadap Pengelolaan Barang Persediaan Habis Pakai di Kabupaten Malinau (Studi Pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Malinau). Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah tipe penelitian hukum normatif. Pendekatan penulisan penelitian yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Untuk memecahkan isu hukum dan sekaligus memberikan preskripsi mengenai hal yang semestinya diperlukan sumber penelitian dapat dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan bahan hukum yang digunakan adalah studi dokumen kepustakaan dan dianalisis secara preskriptif dengan metode deduktif. Bahwa kewenangan Pemerintah Daerah terhadap pengelolaan barang persediaan habis pakai di Kabupaten Malinau (studi pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Malinau) adalah perwujudan dari pelaksanaan kewenangan desentralisasi di bidang pengelolaan keuangan dan aset daerah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kewenangan tersebut mencakup perencanaan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, serta penghapusan barang persediaan habis pakai yang dilaksanakan berdasarkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Bahwa tanggung jawab Pemerintah Daerah terhadap pengelolaan barang persediaan habis pakai di Kabupaten Malinau (studi pada Bagian Umum Sekretariat Kabupaten Malinau) adalah bentuk pelaksanaan kewajiban hukum dan administrasi dalam pengelolaan aset daerah yang mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan. Tanggung jawab tersebut mencakup aspek perencanaan kebutuhan, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, penggunaan, serta pengawasan terhadap barang persediaan habis pakai agar sesuai dengan prinsip efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DALAM PROSES PRODUKSI LEMARI (STUDI CV. SULTAN KHINARA JAYA DI KECAMATAN TANJUNG PALAS UTARA KABUPATEN BULUNGAN)

2026•

Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan, yang pada akhirnya berdampak pada penundaan proses produksi, terjadinya kekurangan persediaan, serta hilangnya peluang bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku dalam proses produksi lemari dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ) pada CV Sultan Khinara Jaya yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara terstruktur kepada pihak terkait di CV Sultan Khinara Jaya. Tahapan analisis data meliputi analisis ABC, perhitungan EOQ, penentuan safety stock, serta perhitungan reorder point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis ABC, papan dan balok kayu jati termasuk dalam kategori A karena menyerap nilai persediaan terbesar sehingga memerlukan pengendalian yang ketat, papan kayu mahoni berada pada kategori B, dan balok kayu mahoni termasuk kategori C dengan nilai persediaan relatif kecil. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah dan frekuensi pemesanan optimal yang berbeda untuk setiap jenis bahan baku, di mana kayu jati memerlukan frekuensi pemesanan yang lebih tinggi dibandingkan kayu mahoni serta membutuhkan safety stock dan reorder point yang lebih besar akibat tingginya tingkat kebutuhan dan waktu tunggu pengadaan. Selain itu, perbandingan total biaya persediaan menunjukkan bahwa metode EOQ mampu menghasilkan biaya persediaan yang lebih rendah dibandingkan metode konvensional pada seluruh jenis bahan baku, sehingga layak diterapkan sebagai dasar dalam pengambilan kebijakan pengendalian persediaan bahan baku di CV Sultan Khinara Jaya. The imbalance between demand and supply, which ultimately affects production delays, inventory shortages, and lost business opportunities. This study aimed to analyze the raw material inventory control in the cabinet production process using the Economic Order Quantity (EOQ) method at CV Sultan Khinara Jaya, located in Tanjung palas Utara District, Bulungan Regency. This study employed a quantitative descriptive design with data collection techniques in the form of structured interviews with relevant parties at CV Sultan Khinara Jaym The data analysis stages include ABC analysis, EOQ calculation, determination of safety stock, and calculation of the reorder point. The study results indicated that based on the ABC analysis, teak boards and beams fall into category A as they absorb the largest inventory value, thus requiring strict control; Mahogany boards are in category B, and Mahogany beams are in category C with relatively small inventory value. The EOQ calculation produces different optimal order quantities and frequencies for each type of raw material, where teak requires a higher Ordering frequency compared to mahogany, as well as a larger safety stock and reorder point due to the high demand level and procurement lead time. Furthermore, the comparison Of total inventory costs indicated that the EOQ method can generate lower inventory costs compared to the conventional method across all types of raw materials, making it suitable as a basis for formulating raw material inventory control policies at CV Sultan Khinara Jaya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tingkat Optimalisasi Persediaan Bahan Baku Pada Usaha Pembuatan Roti Brilliant Bakery Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agar bisnis yang dijalankan tetap berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan dan tetap mampu bersaing dengan perusahaan lain diperlukan pengendalian bahan baku yang tepat. Penelitian ini dilakukan pada usaha pembuatan roti Brilliant Bakery Tarakan yang mana perusahaan ini tidak memiliki metode khusus dalam mengelola persediaan bahan baku. Beberapa metode yang dilakukan untuk pengendalian bahan baku dua di antaranya adalah Economic Order Quantity (EOQ) dan Just In Time (JIT). Penelitian ini bertujuan supaya perusahaan dapat mengetahui pengendalian bahan baku yang optimal sehingga tidak menyebabkan kerugian dari segi materi dan juga kehabisan barang pada saat ingin melakukan produksi. Dari hasil penelitian didapatkan membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih banyak dengan frekuensi yang lebih sedikit dibandingkan metode konvensional, selain itu metode EOQ juga menyediakan data tambahan seperti Safety Stock dan juga Reorder Point yang tidak dimiliki oleh perusahaan sehingga bahan baku yang dibutuhkan akan selalu tersedia untuk produksi namun tidak akan terjadi pemborosan ataupun kekurangan bahan. Metode JIT membuat jumlah bahan baku yang dipesan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih banyak dibandingkan metode konvensional hal ini menyebabkan tidak akan terjadinya kekurangan ataupun bahan baku yang dibuang percuma ataupun boros dengan memberikan data yang lebih akurat.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMPARATIF SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA INDUSTRI KERIPIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem akuntansi persediaan tradisional dan modern dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM, dengan studi kasus pada UMKM Kenko yang bergerak di industri keripik pisang di Kota Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan komparatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem akuntansi persediaan tradisional (berbasis catatan manual) yang diterapkan UMKM Kenko tidak efektif dalam mendukung pengendalian internal. Kelemahan utama terletak pada rendahnya keakuratan data akibat ketergantungan pada ingatan, inefisiensi waktu pencatatan, serta lemahnya mekanisme pencegahan kehilangan barang dan kecurangan. Analisis dengan kerangka COSO menunjukkan ketidakterpenuhan hampir semua komponen pengendalian internal. Sebaliknya, sistem akuntansi modern (berbasis teknologi) dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Sistem ini menjanjikan peningkatan keandalan informasi, efisiensi operasional melalui otomatisasi, dan penguatan mekanisme pencegahan fraud. Namun, adopsinya terkendala oleh faktor biaya investasi dan kebutuhan akan pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi persediaan modern lebih efektif dibandingkan sistem tradisional dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM Kenko. Penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem modern secara bertahap yang didukung oleh pelatihan, penyusunan SOP, serta program subsidi dan pendampingan dari pemerintah untuk memfasilitasi transisi digital UMKM. Implikasi penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pengendalian internal (COSO Framework) dalam konteks UMKM dan menjadi rujukan bagi pelaku usaha sejenis untuk melakukan modernisasi sistem akuntansi. Kata Kunci: Akuntansi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Serbuk Gergaji Pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku serbuk gergaji pada UMKM Jamur Tiram Putih Aki Babu Tarakan dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah ketidakefisienan dalam pembelian bahan baku tanpa perhitungan kuantitatif yang tepat, seperti pembelian berlebihan pada Maret 2025 yang menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan. Metode penelitian menggunakan mixed method dengan pendekatan kuantitatif untuk menghitung EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point (ROP), serta pendekatan kualitatif melalui wawancara dan observasi. Data meliputi pembelian, penggunaan, biaya pemesanan, biaya penyimpanan dan waktu tunggu selama periode Juni 2024-Mei 2025. Berdasarkan hasil perhitungan, diperoleh jumlah pemesanan optimal (EOQ) adalah 6.108 kg dengan biaya persediaan sebesar Rp476.412. Namun, karena keterbatasan kapasitas pengiriman pemasok hanya 1.020 kg, pola pemesanan praktis sebesar 1.020 kg menghasilkan total biaya lebih efisien, yaitu Rp1.466.251. Persediaan pengaman (Safety Stock) ditetapkan sebesar 18 kg, dan titik pemesanan ulang (Reorder Point) sebesar 99 kg. Penerapan ketiga metode tersebut dapat membantu UMKM menekan biaya persediaan dan menjaga kelancaran produksi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PERBANDINGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DAN JUST IN TIME (JIT) DALAM MENGOPTIMALKAN MANAJEMEN PERSEDIAAN (STUDI KASUS PADA BIUS COFFEE)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan pengelolaan persediaan bahan baku pada Bius Coffee yang masih dilakukan secara manual tanpa perhitungan biaya persediaan yang sistematis, sehingga menimbulkan keterlambatan pasokan, penumpukan stock dan penurunan kualitas. Berdasarkan kajian pustaka, metode Economic Order Quantity (EOQu) dan Just In Time (JIT) merupakan pendekatan manajemen persediaan yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), dengan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta data kuantitatif berupa perhitungan kebutuhan bahan baku, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan. Analisis dilakukan dengan membandingkan metode aktual perusahaan, EOQ, dan JIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ merupakan pendekatan paling efisien, dengan total biaya persediaan sebesar Rp1.358.500 per tahun, sehingga menghasilkan penghematan Rp9.057.500 dibandingkan sistem aktual, serta Rp1.268.264 dibandingkan JIT. Penerapan EOQ juga mempertimbangkan safety stock 5 kg dan reorder point 42 kg untuk menjaga kelancaran produksi. Metode JIT terbukti menekan biaya hingga Rp2.626.764 per tahun, namun tidak sepenuhnya efektif untuk bahan baku utama karena keterbatasan pasokan luar daerah. Dengan demikian, EOQ direkomendasikan sebagai sistem pengendalian utama, sementara JIT dapat dipertimbangkan untuk bahan baku penolong.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang (Studi Kasus Pada Konter Sigma Cell Kota Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Menganalisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang (Studi Kasus Pada Konter Sigma Cell Kota Tarakan). Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dengan menggunakan metode internal control questionnaires/Metode Kontrol Survei internal atas unsur-unsur pengendalian internal yang terdiri dari: 1) struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, 2) sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, 3) praktik yang sehat, 4) karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal persediaan yang diterapkan Konter Sigma Cell Kota Tarakan cukup baik. Namun ada beberapa yang tidak sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal menurut teori karena kurangnya pemisahan tanggung jawab fungsional yang kurang serta beberapa dokumen tidak memiliki informasi yang jelas. Kata Kunci: Sistem pengendalian internal, Persediaan Barang, Internal Control Questionnaires.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Persediaan Bahan Baku Dengan Metode Economic Order Quantity (EOQ) Untuk Mengoptimalkan Manajemen Persediaan (Studi Kasus Pada Coffee Shop Bekawan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku green bean robusta di Coffee Shop Bekawan serta mengevaluasi efektivitas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi internal perusahaan selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan persediaan aktual belum sepenuhnya efisien karena dilakukan tanpa dasar perhitungan optimal dan masih bersifat manual. Melalui perhitungan EOQ, ditetapkan jumlah pemesanan optimal sebesar 515.771 gram per transaksi dengan frekuensi pemesanan 10 kali per tahun. Total biaya persediaan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp 2.038.451 per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan sistem aktual sebesar Rp 22.000.000. Selain itu, ditetapkan pula reorder point sebesar 195.337 gram dan safety stock sebesar 20.944 gram. Untuk mempermudah implementasi di lapangan, peneliti menyusun model Excel EOQ sederhana yang mampu menghitung sisa stok secara otomatis, memberikan peringatan pemesanan ulang, serta menyesuaikan dengan kondisi operasional harian. Model ini diuji melalui simulasi selama bulan Januari 2024 dan terbukti efektif dalam membantu perencanaan. pengadaan dan menghindari kekosongan stok. Dengan demikian, metode EOQ dan model Excel yang dikembangkan dapat meningkatkan efisiensi biaya, akurasi pemesanan, dan kestabilan operasional di Coffee Shop Bekawan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Manajemen Pengendalian Persediaan Pupuk di FAP Agri. Tbk PT. Bhumi Simanggaris Indah

2025•

Kegiatan operasional perusahaan perkebunan kelapa sawit sangat bergantung pada ketersediaan pupuk yang memadai dan tepat waktu. Namun, manajemen persediaan pupuk sering menghadapi tantangan seperti fluktuasi permintaan, keterlambatan pasokan, serta potensi kelebihan stok yang dapat menyebabkan pemborosan biaya penyimpanan. Penelitian ini dilakukan di FAP Agri Tbk. PT. Bhumi Simanggaris Indah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang hingga saat ini belum menerapkan metode pengendalian persediaan berbasis perhitungan kuantitatif seperti Economic Order Quantity (EOQ). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem manajemen persediaan pupuk serta mengevaluasi efektivitas pengendalian persediaan menggunakan pendekatan metode EOQ. Metode yang digunakan meliputi pendekatan deskriptif dan analisis kuantitatif EOQ dengan data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persediaan pupuk selama tahun 2024 tergolong aman dan mencukupi untuk mendukung operasional kebun. Namun, terdapat ketidakefisienan, seperti overstock pada jenis pupuk tertentu (misalnya NPK dan CuSO₄), yang menyebabkan biaya penyimpanan tinggi serta pemanfaatan stok yang rendah. Perhitungan EOQ menghasilkan jumlah pemesanan optimum yang lebih efisien dibanding sistem aktual perusahaan, disertai dengan estimasi frekuensi pemesanan, safety stock, dan reorder point yang dapat dijadikan acuan dalam pengelolaan stok. Dari hasil tersebut, disimpulkan bahwa penerapan metode EOQ secara berkala dapat membantu perusahaan dalam mengendalikan persediaan secara lebih efisien, menekan biaya penyimpanan, dan mengurangi risiko terjadinya overstock maupun kekurangan stok (stock-out). Oleh karena itu, disarankan agar perusahaan mempertimbangkan penggunaan EOQ sebagai bagian dari sistem manajemen persediaan pupuk secara menyeluruh. The operational activities of palm oil plantation companies heavily rely on the adequate and timely availability of fertilizers However, fertilizer inventory management often faces challenges such as demand fluctuations, supply delays, and the potential for excess stock which can lead to wasteful storage costs. This research was conducted at FAP Agri Tbk PT Bhumi Simanggaris Indah, Nunukan Regency, North Kalimantan, which until now has not implemented the Inventory control methods based on quantitative calculations such as Economic Order Quantity (EOQ) The aim of this research was to analyse the fertilizer inventory management system and evaluate the effectiveness of inventory control using the EOQ method approach. The methods used include descriptive approaches and quantitative analysis of EDQ with primary and secondary data, obtained through direct observation, interviews, questionnaires, and documentation The results of the study indicated that the fertilizer inventory during the year 2024 is considered safe and sufficient to support the operational needs of the farm However, there are inefficiencies, such as overstocking of certain types of fertilizers (eg, NPK and CuSO4), which cause to high storage costs and low utilization of stock. The EOQ calculation yields an optimal ordering amount that is more efficient compared to the company's actual system, accompanied by estimates of ordering frequency, safety stock, and reorder points that can serve as a reference in stock management From these results, it can be concluded that the periodic application of FOQ methods can assist the company in managing inventory more efficiently, reduce storage costs, and minimize the risk of overstocking and stock outs Therefore it is recommended that companies need to consider the use of FOQ as part of a comprehensive fertilizer inventory management system Keywords Inventory Management, Fertilizers, Economic Order Quantity (EOQ), Inventory Control PT Bhumi Simanggaris Indah

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada UMKM The Sambals Di Kota Tarakan

2025•

UMKM The Sambals adalah usaha mikro di Kelurahan Kampung Satu, Kecamatan Tarakan Tengah, yang memproduksi berbagai jenis sambal dengan bahan baku utama cabai rawit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengendalian persediaan bahan baku menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Maximum Inventory, dan Reorder Point.Metode yang digunakan yaitu: (1) Analisis deskriptif untuk mendeskripsikan sistem pengendalian persediaan yang ada; (2) Perhitungan EOQ untuk menentukan jumlah pemesanan optimal dan frekuensi pembelian; (3) Perhitungan Safety Stock, Reorder Point, dan persediaan maksimum untuk menjamin kelancaran produksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan cabai rawit per tahun sebesar 480 kg, dengan kebiasaan pemesanan 5 kg per pesanan, biaya pesan Rp15.000, dan biaya simpan Rp52.000. Total biaya persediaan saat ini adalah Rp1.572.000 per tahun. Dengan metode EOQ, jumlah pemesanan optimal menjadi 17 kg dengan frekuensi pembelian 29 kali per tahun. Total biaya persediaan naik menjadi Rp1.875.982, terdiri dari biaya pesan Rp1.440.000 dan biaya simpan Rp 435.982. Namun, metode EOQ memungkinkan penghematan biaya sebesar Rp303.982 per tahun. Safety Stock yang disarankan adalah 10 kg, Reorder Point 20 kg, dan Maximum Inventory 27 kg. Kesimpulan (1) UMKM belum mengelola persediaan secara optimal karena tidak menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point, yang menyebabkan seringnya kekurangan bahan baku. (2) Metode EOQ terbukti membantu efisiensi biaya dan menjamin ketersediaan bahan baku. Saran UMKM disarankan menerapkan metode EOQ serta menetapkan Safety Stock dan Reorder Point. Peneliti selanjutnya dapat membandingkan metode EOQ dengan metode lain seperti MRP, SIC, atau JIT untuk pengendalian yang lebih optimal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimalisasi Pengendalian Persediaan Bahan Baku Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Tambak Udang (Studi Pada Tambak Udang Pak Sulaeman Di Pulau Baru Bulungan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku guna meningkatkan efisiensi operasional tambak udang Pak Sulaeman yang berada di Pulau Baru, Bulungan, Kalimantan Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data diolah menggunakan alat analisis POM QM for Windows V4. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan metode EOQ, safety stock dan ROP dalam pengendalian persediaan bahan baku, Pak Sulaeman selaku pemilik tambak dapat mengetahui jumlah pemesanan optimal, frekuensi pemesanan, total inventory cost, persediaan pengaman, dan waktu pemesanan ulang bahan baku. Pada metode peramalan, exponential smoothing merupakan metode yang memiliki pengukuran kesalahan peramalan paling rendah. Hasil peramalan persediaan periode berikutnya menggunakan metode exponential smoothing adalah benur 198.480 ekor, pakan 78 kg, dan pupuk 65 kg. Kata Kunci: Pengendalian Persediaan, Economic Order Quantity, Safety Stock, Reorder Point, Exponential Smooothing, Tambak Udang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODAL KERJA ,PERPUTARAN PERSEDIAAN DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN DENGAN PERPUTARAN PIUTANG SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Pada Perusahaan Sektor Energi Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2021-2023)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung modal kerja,perputaran persediaan,dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas serta pengaruh tidak langsung melalui peran moderasi perputaran piutang perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 - 2023. Jumlah populasi 88 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling diperoleh 31 sampel perusahaan sehingga jumlah observasinya sebanyak 93 data. Data yang digunakan adalah jenis data skunder yaitu laporan keuangan perusahaan sektor energi yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) selama periode 2021 - 2023. Teknik analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan alat analisis aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial (uji t) modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas, sementara perputaran persediaan dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas,Peran perputaran piutang sebagai variabel moderasi terbukti memoderasi dan memperkuat hubungan antara modal kerja dan ukuran perusahaan terhadap profitabilitas.Sementara peran perputaran piutang tidak terbukti memoderasi hubungan perputaran persediaan terhadap profitabilitas.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN PISANG KEPOK (Musa paradisiaca linn) SEBAGAI BAHAN BAKU KERIPIK PISANG MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) DI UMKM KENKOKP

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengendalian persediaan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi sebuah UMKM. Hal ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan baku guna mendukung proses produksi di masa mendatang. (1) Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sistem pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku untuk keripik pisang di UMKM KenkoKP, (2) Menganalisis pengelolaan stok pisang sebagai bahan baku dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), yang mencakup analisis frekuensi pembelian, stok keamanan, titik pembelian kembali, dan persediaan maksimum. Metode penentuan sampel menggunakan key informan. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis pengendalian persediaan bahan baku. Sistem pengendalian persediaan bahan pisang di UMKM kenkoKP dengan kebutuhan bahan baku pisang sebanyak 14.784 kg selama setahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp 7.969.286 dalam setahun. Pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP belum optimal, hal ini dikarenakan tidak adanya safety stock, dan reorder point . Sehingga dalam proses produksi terkadang masih mengalami kekurangan bahan baku pisang, setelah malakukan analisis pengendalian persediaan bahan baku pisang di UMKM kenkoKP menggunakan metode (EOQ) dapat diketahui total biaya persediaan minimum sebesar Rp 2.981.083 dalam setahun. Sehingga memperoleh penghematan biaya persediaan sebesar Rp 4.988.203. Serta jarak siklus atau waktu antar pesanan selama 15 hari dengan frekuensi pembelian 19 kali dalam setahun, UMKM kenkoKP memiliki persediaan maksimum sebanyak 1.392 kg dan UMKM kenkoKP harus mengadakan safety stock sebanyak 320 kg. Pada saat persediaan bahan baku pisang tersisa 423 kg maka UMKM harus melakukan pemesanan dengan kuantitas pemesanan optimum sebanyak 793 kg dengan masa tunggu atau lead time selama 2 hari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail