ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh social media marketing, store atmosphere, dan kualitas produk terhadap loyalitas pelanggan pada Coffee Shop Siasat Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan melibatkan 190 responden melalui teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner berbasis skala Likert yang diolah menggunakan SPSS Versi 31 dan dianalisis dengan regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel terhadap loyalitas pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media marketing, store atmosphere, dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Temuan ini menegaskan bahwa konten media sosial yang menarik, suasana kedai yang nyaman, serta kualitas produk yang konsisten mampu membangun pengalaman positif yang mendorong pembelian ulang. Implikasi penelitian menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk, meningkatkan suasana kedai, serta mengoptimalkan strategi pemasaran berbasis pengalaman untuk mempertahankan pelanggan This study aims to examine the influence of social media marketing, store atmosphere, and product quality on customer loyalty at Siasat Coffee Shop in Tarakan City. Using a quantitative research approach and survey methodology, data were collected from 190 respondents via purposive sampling. A Likert-scale questionnaire was administered, and the data were analyzed using SPSS version 31 with multiple linear regression to determine the effect of each variable on customer loyalty. The results indicate that social media marketing, store atmosphere, and product quality each have a positive and significant impact on customer loyalty. These findings underscore that engaging social media content, a comfortable store environment, and consistent product quality collectively create a positive customer experience that encourages repeat purchases. The study highlights the importance of maintaining product quality consistency, enhancing store atmosphere, and optimizing experience-based marketing strategies to sustain customer loyalty
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha dan tingkat kepuasan pelanggan Coffee Shop di Kota Tarakan. Fenomena meningkatnya jumlah coffee shop menjadikan persaingan usaha semakin ketat, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kinerja usaha dan persepsi pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara langsung terhadap 50 responden pelanggan dan 10 pemilik coffee shop yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel yang diukur meliputi biaya produksi, penerimaan, keuntungan, serta lima indikator kepuasan pelanggan yaitu olahan, pelayanan, harga, tempat, dan cita rasa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, skoring kepuasan pelanggan dengan skala Likert, dan analisis titik impas (Break Even Point) untuk mengukur efisiensi usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan Coffee Shop di Kota Tarakan berada pada kategori “baik” dengan skor rata-rata 82%, yang berarti sebagian besar konsumen merasa puas terhadap produk dan pelayanan. Faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan adalah kualitas cita rasa dan kenyamanan tempat. Dari sisi finansial, hasil analisis titik impas menunjukkan bahwa sebagian besar coffee shop telah mencapai posisi layak usaha, dengan rata-rata nilai BEP penjualan lebih rendah dari total penerimaan aktual setiap bulan. Temuan ini mengindikasikan bahwa Coffee Shop di Kota Tarakan memiliki prospek usaha yang menguntungkan apabila terus meningkatkan kualitas produk dan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam menetapkan strategi pemasaran dan efisiensi biaya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini menganalisis strategi manajemen operasional pada empat coffee shop di Kota Tarakan: Bekawan Coffee, Terace Coffee, Bius Coffee, dan Lain Coffee. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa meskipun industri coffee shop berkembang pesat sebagai bagian dari gaya hidup urban, rata-rata pengunjung mingguan di keempat coffee shop belum mencapai target yang ditetapkan. Penelitian bertujuan mendeskripsikan strategi manajemen operasional yang diterapkan dan mengevaluasi efektivitasnya berdasarkan persepsi pelanggan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed method dengan teknik purposive sampling, melibatkan 30 responden per coffee shop. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Strategi manajemen operasional diukur melalui empat dimensi: komitmen, kondisi perusahaan, proses transformasi, dan kompetensi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen operasional pada keempat coffee shop berada pada kategori baik hingga sangat baik. Lain Coffee memperoleh skor tertinggi pada dimensi komitmen (Mean 4.22) dan kondisi perusahaan (Mean 4.35). Terace Coffee unggul pada dimensi proses transformasi (Mean 4.23), sedangkan Bekawan Coffee memiliki skor tertinggi pada dimensi kompetensi (Mean 4.07). Meskipun strategi operasional sudah diimplementasikan dengan baik, pencapaian target pengunjung belum optimal, mengindikasikan perlunya integrasi dengan strategi pemasaran digital dan komunikasi yang lebih efektif.Penelitian merekomendasikan penambahan tenaga kerja di Bekawan Coffee, penyesuaian strategi harga di Terace Coffee, perluasan lahan parkir di Bius Coffee, dan pengembangan variasi menu di Lain Coffee untuk meningkatkan daya saing dan pencapaian target bisnis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan persediaan bahan baku green bean robusta di Coffee Shop Bekawan serta mengevaluasi efektivitas penerapan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam meningkatkan efisiensi pengadaan bahan baku. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi internal perusahaan selama tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan persediaan aktual belum sepenuhnya efisien karena dilakukan tanpa dasar perhitungan optimal dan masih bersifat manual. Melalui perhitungan EOQ, ditetapkan jumlah pemesanan optimal sebesar 515.771 gram per transaksi dengan frekuensi pemesanan 10 kali per tahun. Total biaya persediaan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp 2.038.451 per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan sistem aktual sebesar Rp 22.000.000. Selain itu, ditetapkan pula reorder point sebesar 195.337 gram dan safety stock sebesar 20.944 gram. Untuk mempermudah implementasi di lapangan, peneliti menyusun model Excel EOQ sederhana yang mampu menghitung sisa stok secara otomatis, memberikan peringatan pemesanan ulang, serta menyesuaikan dengan kondisi operasional harian. Model ini diuji melalui simulasi selama bulan Januari 2024 dan terbukti efektif dalam membantu perencanaan. pengadaan dan menghindari kekosongan stok. Dengan demikian, metode EOQ dan model Excel yang dikembangkan dapat meningkatkan efisiensi biaya, akurasi pemesanan, dan kestabilan operasional di Coffee Shop Bekawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis makna dan sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan coffee shop di Kota Tarakan menggunakan kajian semantik. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama-nama coffee shop yang ada di kota Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pemilik coffee shop yang ada di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara tak berstruktur diikuti dengan teknik rekam, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 50 data penamaan coffee shop dengan makna dan sebab yang melatarbelakangi penamaan di dalamnya. Ditinjau dari jenis maknanya terdapat 4 klasifikasi jenis makna yaitu terdapat 31 data mengandung makna konseptual, 16 data mengandung makna konotatif, 2 data mengandung makna istilah, dan 1 data mengandung makna gramatikal. Di tinjau dari sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan terdapat 5 klasifikasi yaitu 4 data tergolong sebab penamaan berdasarkan pembuat, 1 data tergolong tempat asal, 9 data tergolong pemendekan, 2 data tergolong penyebutan bahan, 31 data tergolong keserupaan, dan 3 data tergolong penggunaan bahasa daerah. Secara umum, jenis makna yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan ialah makna konseptual, sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan yaitu berdasarkan keserupaan. Dalam penelitian ini juga ditemukan temuan penamaan baru yang tidak ada pada teori sebelumnya. Penamaan tersebut yaitu sebab penamaan yang tergolong bahasa daerah meliputi bahasa daerah Tidung dan Bugis yang di mana bahasa tersebut termaksud dalam mayoritas suku yang ada di Kota Tarakan.