Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: Semantik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Idiom dalam Bahasa Bulungan (Kajian Semantik)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiom dalam bahasa Bulungan serta mengklasifikasikannya berdasarkan unsur pembentuknya. Kajian ini dianggap penting karena idiom-idiom dalam bahasa Bulungan mencerminkan pola pikir, kebiasaan, serta nilai-nilai budaya masyarakat Bulungan yang kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa idiom, penelitian ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, dan pendokumentasian, terhadap penutur asli bahasa Bulungan. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan makna leksikal dan makna idiomatis, serta menguraikan konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bulungan. Hasil penelitian, ditemukan sebanyak 40 data idiom dalam bahasa Bulungan, yang terdiri atas 13 idiom penuh dan 27 idiom sebagian. Selanjutnya, idiom-idiom tersebut diklasifikasikan berdasarkan unsur pembentuknya. Unsur bagian tubuh merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 17 idiom. Selain itu, terdapat 3 idiom yang menggunakan unsur pancaindra, 2 idiom yang menggunakan unsur benda-benda alam, 2 idiom yang menggunakan nama-nama binatang, dan 5 idiom yang menggunakan nama bagian tumbuh-tumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA NGENTAU PADA PROSESI NEMALO’ SUKU DAYAK KENYAH LEPO’ TAU DESA MARA SATU KECAMATAN TANJUNG PALAS BARAT KABUPATEN BULUNGAN (KAJIAN SEMANTIK)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam tuturan ngentau pada prosesi nemalo’ suku Dayak kenyah lepo’ tau di desa Mara Satu kecamatan Tanjung Palas Barat kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada 11 Februari 2025 s/d 22 Februari 2025 di desa Mara satu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah Bahasa Dayak kenyah, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam Teknik analisis, yang meliputi pengumpulan data yang berkaitan dengan kalimat tuturan pada ngentau suku Dayak kenyah lepo’ tau, data yang telah teridentifikasi akan diartikan atau diterjemahkan langsung kedalam Bahasa Indonesia, kemudian data yang telah diartikan kedalam Bahasa Indonesia tersebut diinterpretasikan dengan cara mengungkapkan makna yang terkandung dalam makna ngentau pada prosesi nemalo’ suku Dayak kenyah lepo’ tau. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 27 data ngentau. Kalimat Ngentau dalam bentuk kiasan tentang ajaran maupun nasehat terdapat 8 data. Terdapat 19 data dalam bentuk kalimat dasar (denotatif).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MAKNA SIMBOL PADA IKLAN PRODUK MINUMAN SUSU DI APLIKASI YOUTUBE (KAJIAN SEMANTIK)

2024•

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisiskan makna simbol dalam iklan produk minuman susu di Youtube menggunakan kajian semantik, sementara itu metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data dengan cara mengamati secara cermat video iklan pada aplikasi youtube. Data pada penelitian ini berupa iklan-iklan susu yang terdapat di Youtube. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode menyimak dan mengamati, tangkapan layar, menganalisis dan pencatatan. Penyajian hasil analisis data dengan teknik mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan. Hasil dari penelitian ini terdapat dua puluh makna simbol susu yang terdapat pada iklan yang diteliti dengan pemilihan iklan susu tersebut dapat meningkatkan popularitas beberapa produk susu sehingga dari penanyangan iklan tersebut membuat para masyarakat tertarik memilih beberapa produk susu sebagai minuman terbaik untuk buah hati mereka.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

AMBIGUITAS DALAM KOMIK STRIP DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM (KAJIAN SEMANTIK)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan jenis-jenis ambiguitas gramatikal dan leksikal dalam komik strip yang terdapat dalam media sosial instagram serta menganalisis makna yang terkandung dalam kata dan frasa yang bersifat ambigu dengan penekanan pada kajian semantik. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Data primer dalam penelitian ini melibatkan analisis terhadap bahasa tertulis dalam dialog komik strip yang mengandung ambiguitas yang berasal dari media sosial Instagram, khususnya di postingan mulai tahun 2019 hingga 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak bebas libat cakap (SBLC) yang mencakup pengamatan langsung serta pencatatan data. Metode analisis data yang diterapkan adalah metode agih. Berdasarkan analisis data, dari total 20 data komik di media sosial instagram, jenis ambiguitas yang paling banyak ditemukan adalah ambiguitas tingkat leksikal dengan jumlah 15 data terbagi menjadi polisemi sebanyak 13 data komik strip dan homofoni 2 data komik strip. Sedangkan urutan kedua adalah ambiguitas gramatikal dengan jumlah 5 data yang terbagi lagi menjadi frasa yang mirip hanya 1 data komik strip dan konteks yang minim sebanyak 4 data komik strip. Hal ini menunjukkan bahwa ambiguitas leksikal akibat polisemi memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan ambiguitas tersebut. Ambiguitas dalam komik strip di media sosial instagram memunculkan humor atau cerita lucu. Kelucuan ini timbul karena perbedaan interpretasi yang menciptakan alur cerita yang tak terduga bagi pembaca. Ambiguitas ini sengaja diciptakan oleh kreator komik untuk menarik minat pembaca terhadap karya mereka.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Makna Leksikal Pada Kumpulan Lagu Suku Bugis Barru Karya Ansar. S (Kajian Semantik)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui makna leksikal yang terkadung dalam lirik lagu Suku Bugis Barru Karya Ansar. S dengan menggunakan kajian semantik. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah makna leksikal, dalam kumpulan lagu Bugis Barru Karya Ansar. S. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian ini berdasarkan data dari analisis penelitian, bahwa dalam kumpulan lagu suku Bugis Barru terdapat makna-makna yang terkandung di dalamnya, dan dapat peneliti terdapat bermacam-macam makna leksikal sebagai berikut : Siddi juta tellu ratu terdapat 6 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Balo lipa terdapat 5 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Pangate ade terdapat 5 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Sibali Cinna terdapat 4 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Wae mata walapassolo terdapat 6 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Botting tengelona terdapat 6 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut, Tattongkoni atikku terdapat 8 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut dan Siddi lasa riduai terdapat 7 data makna yang ada di dalam lirik lagu tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Penamaan Coffee Shop Di Kota Tarakan (Kajian Semantik)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis makna dan sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan coffee shop di Kota Tarakan menggunakan kajian semantik. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama-nama coffee shop yang ada di kota Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari pemilik coffee shop yang ada di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik wawancara tak berstruktur diikuti dengan teknik rekam, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 50 data penamaan coffee shop dengan makna dan sebab yang melatarbelakangi penamaan di dalamnya. Ditinjau dari jenis maknanya terdapat 4 klasifikasi jenis makna yaitu terdapat 31 data mengandung makna konseptual, 16 data mengandung makna konotatif, 2 data mengandung makna istilah, dan 1 data mengandung makna gramatikal. Di tinjau dari sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan terdapat 5 klasifikasi yaitu 4 data tergolong sebab penamaan berdasarkan pembuat, 1 data tergolong tempat asal, 9 data tergolong pemendekan, 2 data tergolong penyebutan bahan, 31 data tergolong keserupaan, dan 3 data tergolong penggunaan bahasa daerah. Secara umum, jenis makna yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan ialah makna konseptual, sebab-sebab yang melatarbelakangi penamaan yang paling banyak digunakan pada penamaan coffee shop di kota tarakan yaitu berdasarkan keserupaan. Dalam penelitian ini juga ditemukan temuan penamaan baru yang tidak ada pada teori sebelumnya. Penamaan tersebut yaitu sebab penamaan yang tergolong bahasa daerah meliputi bahasa daerah Tidung dan Bugis yang di mana bahasa tersebut termaksud dalam mayoritas suku yang ada di Kota Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Makna Dalam Peribahasa Dayak Punan di Desa Harapan Maju Kecamatan Mentarang Kabupaten Malinau (Kajian Semantik)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam peribahasa Dayak Punan menggunakan kajian semantik. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat asli Dayak Punan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik observasi, wawancara, catat dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data yang telah dicatat dan yang telah didokumentasikan, kemudian mendeskripsikan makna yang terdapat dalam peribahasa Dayak Punan, dan membuat kesimpulan dari data yang di dapat. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 52 data peribahasa Dayak Punan yang terdiri dari 15 peribahasa jenis pepatah yang berisikan tentang ajaran ataupun nasihat, 15 peribahasa jenis ungkapan yang berisikan tentang kelompok kata atau gabungan kata mengandung makna kias, 13 peribahasa jenis perumpamaan yang berupa perbandingan dan 9 peribahasa jenis bidal yang berarti peribahasa mengandung sindiran.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN DISFEMIA DALAM KOMENTAR NETIZEN DI AKUN INSTAGRAM "NARASINEWSROOM" (KAJIAN SEMANTIK)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini memberikan informasi mengenai penggunaan makna dan nilai rasa disfemisme yang bersumber dari postingan Instagram “NarasiNewsRoom” yang diunggah dari waktu antara januari hingga februari 2023 dengan menggunakan kajian semantik dan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan merupakan peneltitian kebahasaan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian terdiri dari tiga tahap yakni, baca, simak, dan catat yang mana Teknik ini merupakan Teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil data yang didapatkan dari penelititan ini sebanyak 35 data berdasarkan nilai rasa. Hasil dari klasifikasi data menunjukkan bahwa ditemukan 18 data jenis nilai rasa mencaci, 8 data jenis nilai rasa mengerikan, 7 data jenis nilai rasa menakutkan, dan 2 data jenis nilai menjijikan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA SINDIRAN DI MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA UNGGAHAN AKUN "LAMBE TURAH" (KAJIAN SEMANTIK)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menggunakan kajian semantik dan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan merupakan penelitian kebahasaan. Data yang digunakan berupa kata, ungkapan, istilah atau kalimat yang diambil dari kolom komentar akun “lambe turah” yang diunggah dalam rentan waktu tanggal 1 desember hingga 30 desember 2022 dan ditemukan 39 data. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian terdiri dari tiga tahap yaitu baca, simak dan catat dan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Hurberman. Berdasarkan hasil temuan penggunaan jenis sindiran yang paling banyak digunakan berbentuk sinisme dan bentuk sindiran yang jarang digunakan yaitu berbentuk Antifrasis. klasifikasi data temuan menunjukkan bahwa ditemukan 6 jenis sindiran dengan tujuan dan cara penyampaian yang berbeda yaitu terdapat 5 data jenis sindiran ironi, terdapat 13 data jenis sinisme, terdapat 7 data jenis sarkasme, terdapat 8 data jenis satire, terdapat 4 data jenis innuendo, dan 2 data jenis antifrasis

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA PADA LIRIK LAGU ROHANI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterprestasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 data lagu Rohani yang di klasifikasikan kedalam empat aspek makna yaitu pengertian, perasaan, nada dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang hubungan seseorang dengan Tuhan sebanyak 5 data dan hubungan sekelompok orang dengan Tuhan sebanyak 5 data. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan sedih sebanyak 22 data, senang sebanyak 19 data. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada tinggi sebanyak 20 data dan rendah sebanyak 19 data. Aspek tujuan terdiri dari tiga unsur yaitu memberikan kesadaran sebanyak 3 data, memberikan ketenangan sebanyak 4 data dan kedamaian hidup sebanyak 3 data. Dari hasil keseluruhan data yang di peroleh yaitu sebanyak 100 data.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA KUKUI DALAM AMAKAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN SEMANTIK) (KAJIAN SEMANTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makna Kukui Dalam Amakan Suku Dayak Agabag Di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan (Kajian Semantik) Abstrak Tujuan penelitian ini merupakan penelitian untuk memperoleh dan mendeskripsikan makna kukui dalam Amakan Suku Dayak Agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa Lagu daerah (kukui) yang terdapat dalam Amakan (Upacara Adat Kematian) Suku Dayak Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah upacara adat kematian (amakan) dalam suku dayak agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Amakan (Upacara Adat Kematian) sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesorang yang meninggal dunia, yang dilaksanakan oleh keluarga yang berduka dengan mengundang seluruh keluarga, masyarakat adat desa terdekat, dan upacara adat amakan ini dilaksanakan dengan upacara adat lumulu, sumaluang, dan tarian gong sebagai tanda penghormatan atau melepas secara ikhlas orang yang sudah meninggal dunia untuk terakhir kalinya bahwa fisiknya sudah tidak lagi hidup bersama dengan keluarga di tengah masyarakat adat desa tersebut. Kukui (lagu daerah) merupakan seni suara yang sifatnya berupa hiasan kata-kata yang memiliki kesan sejarah atau cerita untuk mengenang orang yang telah meninggal sewaktu masih hidup.Hasil penelitian diperoleh sebanyak sembilan lagu daerah Suku Dayak Agabag yaitu: Lumulu, layung, lumbis, pagun suang, manuk solok, bangkudu, yangkawanan, mamantis dan linsugut. Fungsi dari kukui (lagu daerah) yaitu sebagai pengiring dalam amakan (upacara adat kematian), sebagai pelipur hati, sebagai penguat rasa persatuan masyarakat suku Dayak Agabag dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya suku Dayak Agabag. Kata Kunci: Makna, Kukui, Amakan (upacara adat kematian), Kajian Semantik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA PADA LIRIK LAGU DAERAH SUKU KENYAH UMA’LUNG DI KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMANTIK)

2020•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Kenyah Uma’Lung yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterpretasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 15 data. Data tersebut merupakan lagu daerah jenis religi (rohani) suku Kenyah Uma’Lung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat empat aspek makna yang ditemukan pada lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung, yaitu meliputi aspek pengertian, perasaan, nada, dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang kebesaran Tuhan, pertolongan Tuhan, kesetiaan, harapan, pengampunan, pengorbanan, dan permohonan kepada Tuhan. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan cinta, sedih, terharu, senang, takut, malu, dan peduli. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada rendah, sedang, dan tinggi dengan tempo yang lambat, sedang, dan cepat. Aspek tujuan terdiri dari memberikan kesadaran, memberikan ketenangan dan kedamaian hidup. Kata Kunci: Makna, Lirik Lagu, Suku Kenyah, Kajian Semantik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

JENIS DAN MAKNA PERIBAHASA DALAM BAHASA TORAJA DI KOTA TARAKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung di dalam Peribahasa Toraja yang ada di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, penelitian ini menggunakan kajian semantik. Penelitain ini dilaksanakan pada tanggal 29 Juli s/d 29 Agustus 2019 di kota Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah peribahasa Toraja, sumber data pada penelitin ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan peribahasa yang terdapat pada suku toraja. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia, dan (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian diinterpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam peribahasa suku Toraja. Hasil penelitian menunjukan bahwa peribahasa Toraja terdapat 45 data peribahasa. Peribahasa dalam bentuk pepatah yang berisi tentang ajaran maupun nasihat terdapat 9 data peribahasa, terdapat 14 data peribahasa dalam bentuk ungkapan berisi peribahasa berisi tentang kelompok kata atau gabungan kata yang megandung makna kias, terdapat 9 data peribahasa dalam bentuk perumpamaan yang berarti peribahasa yang berupa perbandingan yang biasanya menggunakan kata seperti, dan terdapat 13 data peribahasa dalam bentuk bidal yang berarti peribahasa mengandung sindiran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

JENIS DAN MAKNA PADA UNGKAPAN TRADISIONAL (PERIBAHASA) SUKU BUGIS BONE DI NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis dan makna yang terdapat pada ungkapan tradisional (peribahasa) suku Bugis Bone di Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berwujud tuturan lisan atau data lisan yang diperoleh dari informan yang berupa ungkapan tradisional (peribahasa) masyarakat suku Bugis Bone di Desa Sedadap Kelurahan Nunukan Selatan Kecamatan Nunukan Selatan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan 50 (lima puluh) peribahasa suku bugis bone dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Kemudian terdapat 3 (tiga) klasifikasi jenis peribahasa yaitu terdapat 19 (Sembilan belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk pepatah. Peribahasa jenis pepatah tersebut mengandung pesan berupa nasehat dan ajaran orang tua kepada anak, cucunya maupun terhadap orang lain. Selanjutnya terdapat 19 (sembilam belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk perumpamaan. Peribahasa jenis perumpamaan tersebut mengandung perbandingan antara manusia dengan alam sekitar yang dominan mengunakan kata ‘seperti’, kemudian terdapat 12 (dua belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk ungkapan. Peribahasa jenis ungkapan tersebut menggambarkan perilaku seseorang atau keadaan alam dengan beberapa kata untuk menyatakan suatu maksud dengan arti kiasan. Secara umum, makna yang terkandung di dalam peribahasa tersebut dapat ditemukan sifat maupun adat istiadat masyarakat pemiliknya dan berisikan tentang pesan dalam tatanan kehidupan sosial maupun agama yang berisikan nilai moral.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA RITUAL ADAT PERNIKAHAN SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2019•

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari ritual adat pernikahan suku Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan juli 2019 di Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peneilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Bulungan, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan ritual adat pernikahan suku Bulungan. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian di diklasifikasikan berdasarkan makna denotatif dan konotatif kemudian di interpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam rangkaian ritual adat pernikahan suku Bulungan.Hasil dari penelitian ini menunjukan ritual adat pernikahan suku Bulungan syarat akan makna, dimulai dari alat dan bahan yang digunakan hingga pakaian dan aksesoris yang digunakan pada saat ritual adat pernikahan suku Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian ritual adat pernikahan suku Bulungan dimulai dari prosesi awal hingga prosesi akhir mengandung makna denotatif yang berarti makna ritual adat suku Bulungan mengandung makna sebenarnya pada setiap prosesinya. Ritual adat pernikahan suku Bulungan juga mengandung makna konotatif yaitu makna kiasan atau makna lain yang terdapat pada ritual adat suku Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail