Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

4 hasil
Subjek: Suku Bulungan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI IDENTIFIKASI TUMBUHAN PANGAN SUKU BULUNGAN DI DESA SEKATAK BUJI DAN PENERAPANNYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan hayati yang sangat melimpah salah satunya tumbuhan. Salah satu pemanfaatan tumbuhan adalah sebagai sumber bahan pangan bagi manusia yang dimanfaatkan karena mengandung nilai gizi sehingga digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Salah satu suku di Indonesia yang masih menjaga kearifan dalam pemanfaatan tumbuhan lokal adalah Suku Bulungan, di Desa Sekatak Buji, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pangan oleh Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan metode interaktif yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan jenis tumbuhan yang dikonsumsi sebagai bahan pangan oleh masyarakat Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji ditemukan sebanyak 45 famili dari 102 spesies tumbuhan. Bagian tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan terdiri dari buah, daun, rimpang, umbi, batang dan bunga. Adapun pengolahan tumbuhan sebagai bahan pangan terbagi menjadi dua yaitu dapat dimakan langsung dan melalui proses memasak seperti perebusan, ditumis dan dimasak santan. Beragam jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh Suku Bulungan di Desa Sekatak Buji dapat diimplementasikan sebagai modul ajar pada pembelajaran biologi dalam materi keanekaragaman hayati.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA SIMBOLIK TARI JUGIT DEMARING SUKU BULUNGAN (KAJIAN SEMIOTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SOFIE ELGYANA SUNDARI, 2022. Makna Simbolik Tari Jugit Demaring Suku Bulungan (Kajian Semiotik), Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Rita Kumala Sari, M.Pd dan Pembimbing Anggota Dr. Dwi Cahyono Aji, S.S.,M.A Penelitian ini bertujuan untuk lebih memahami dan mampu mendeskripsikan simbol dan makna yang terkandung dalam Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriftif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa jawaban atau pemaparan hasil wawancara yang disampaikan secara lisan oleh informan yang diwawancarai. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan yang memiliki pengetahuan tentang Tari Jugit demaring Suku Bulungan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa simbol dan makna yang terdapat dalam setiap prosesi Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan juga data display (penyajian data). Sumber data dalam penelitian ini adalah Tari Jugit Demaring Suku Bulungan. Hasil penelitian ini berupa simbol dalam Tari Jugit Demaring Suku Bulungan yang berjumlah 31 data, di antaranya yaitu: 21 data berupa benda, dan 10 data berupa gerakan. Data tersebut dikaji menggunakan teori segitiga makna Peirce. Sign merupakan sesuatu yang berbentuk fisik yang mampu ditangkap oleh panca indera manusia dan sesuatu yang merujuk hal lain diluar tanda itu sendiri. Object merupakan acuan dari tanda (sign). Interpretant (interpretasi/penggunaan) merupakan konsep pemikiran dari orang yang menggunakan tanda dan menurunkannya pada makna tertentu tentang objek yang merujuk sebuah tanda.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA RITUAL ADAT PEDIBAI SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

MAKNA RITUAL ADAT PEDIBAI SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam setiap Simbol Budaya pada Prosesi Ritual Adat Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol dalam setiap prosesi Ritual Pedibai yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah Ritual Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 18 data yang ditemukan dan dianalisis. menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna yang dimana didalam segitiga makna tersebut Sign (Tanda), Object (Acuan) dan Interpretant (Interpretasi/penggunaan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol budaya Ritual Pedibai suku bulungan dengan tujuan meminta kepada yang maha kuasa untuk menjaga keselamatan dan kesehatan serta terhindar segala bahaya dan bencana dan tetap sejahtera. Kata Kunci: Makna Simbol Budaya, Ritual Pedibai, Suku Bulungan, Semiotik

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA RITUAL ADAT PERNIKAHAN SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2019•

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dari ritual adat pernikahan suku Bulungan di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, menggunakan kajian semantik. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan juli 2019 di Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Peneilitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Bulungan, sumber data pada penelitian ini bersumber dari informan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini ialah teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Penelitian ini menerapkan beberapa langkah dalam teknik analisis data, yang meliputi (1) Mengumpulkan sejumlah data yang berkaitan dengan ritual adat pernikahan suku Bulungan. (2) Data yang telah teridentifikasi akan diartikan dalam bahasa umum atau bahasa Indonesia (3) Data-data yang telah diartikan dalam bahasa Indonesia kemudian di diklasifikasikan berdasarkan makna denotatif dan konotatif kemudian di interpretasikan dengan cara mengungkap makna yang terkandung dalam rangkaian ritual adat pernikahan suku Bulungan.Hasil dari penelitian ini menunjukan ritual adat pernikahan suku Bulungan syarat akan makna, dimulai dari alat dan bahan yang digunakan hingga pakaian dan aksesoris yang digunakan pada saat ritual adat pernikahan suku Bulungan. Berdasarkan hasil penelitian ritual adat pernikahan suku Bulungan dimulai dari prosesi awal hingga prosesi akhir mengandung makna denotatif yang berarti makna ritual adat suku Bulungan mengandung makna sebenarnya pada setiap prosesinya. Ritual adat pernikahan suku Bulungan juga mengandung makna konotatif yaitu makna kiasan atau makna lain yang terdapat pada ritual adat suku Bulungan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail