Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Semantik.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Idiom dalam Bahasa Bulungan (Kajian Semantik)

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiom dalam bahasa Bulungan serta mengklasifikasikannya berdasarkan unsur pembentuknya. Kajian ini dianggap penting karena idiom-idiom dalam bahasa Bulungan mencerminkan pola pikir, kebiasaan, serta nilai-nilai budaya masyarakat Bulungan yang kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa idiom, penelitian ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, dan pendokumentasian, terhadap penutur asli bahasa Bulungan. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan makna leksikal dan makna idiomatis, serta menguraikan konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bulungan. Hasil penelitian, ditemukan sebanyak 40 data idiom dalam bahasa Bulungan, yang terdiri atas 13 idiom penuh dan 27 idiom sebagian. Selanjutnya, idiom-idiom tersebut diklasifikasikan berdasarkan unsur pembentuknya. Unsur bagian tubuh merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 17 idiom. Selain itu, terdapat 3 idiom yang menggunakan unsur pancaindra, 2 idiom yang menggunakan unsur benda-benda alam, 2 idiom yang menggunakan nama-nama binatang, dan 5 idiom yang menggunakan nama bagian tumbuh-tumbuhan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA PADA LIRIK LAGU ROHANI SUKU DAYAK LUNDAYEH DI KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Dayak Lundayeh yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu rohani suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterprestasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 10 data lagu Rohani yang di klasifikasikan kedalam empat aspek makna yaitu pengertian, perasaan, nada dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang hubungan seseorang dengan Tuhan sebanyak 5 data dan hubungan sekelompok orang dengan Tuhan sebanyak 5 data. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan sedih sebanyak 22 data, senang sebanyak 19 data. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada tinggi sebanyak 20 data dan rendah sebanyak 19 data. Aspek tujuan terdiri dari tiga unsur yaitu memberikan kesadaran sebanyak 3 data, memberikan ketenangan sebanyak 4 data dan kedamaian hidup sebanyak 3 data. Dari hasil keseluruhan data yang di peroleh yaitu sebanyak 100 data.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA KUKUI DALAM AMAKAN SUKU DAYAK AGABAG DI DESA SAMUNTI KECAMATAN LUMBIS OGONG KABUPATEN NUNUKAN (KAJIAN SEMANTIK) (KAJIAN SEMANTIK)

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Makna Kukui Dalam Amakan Suku Dayak Agabag Di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan (Kajian Semantik) Abstrak Tujuan penelitian ini merupakan penelitian untuk memperoleh dan mendeskripsikan makna kukui dalam Amakan Suku Dayak Agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa Lagu daerah (kukui) yang terdapat dalam Amakan (Upacara Adat Kematian) Suku Dayak Agabag yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah upacara adat kematian (amakan) dalam suku dayak agabag di Desa Samunti Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu data collection (mengumpulkan data), data reduction (reduksi data), dan data display (penyajian data). Amakan (Upacara Adat Kematian) sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sesorang yang meninggal dunia, yang dilaksanakan oleh keluarga yang berduka dengan mengundang seluruh keluarga, masyarakat adat desa terdekat, dan upacara adat amakan ini dilaksanakan dengan upacara adat lumulu, sumaluang, dan tarian gong sebagai tanda penghormatan atau melepas secara ikhlas orang yang sudah meninggal dunia untuk terakhir kalinya bahwa fisiknya sudah tidak lagi hidup bersama dengan keluarga di tengah masyarakat adat desa tersebut. Kukui (lagu daerah) merupakan seni suara yang sifatnya berupa hiasan kata-kata yang memiliki kesan sejarah atau cerita untuk mengenang orang yang telah meninggal sewaktu masih hidup.Hasil penelitian diperoleh sebanyak sembilan lagu daerah Suku Dayak Agabag yaitu: Lumulu, layung, lumbis, pagun suang, manuk solok, bangkudu, yangkawanan, mamantis dan linsugut. Fungsi dari kukui (lagu daerah) yaitu sebagai pengiring dalam amakan (upacara adat kematian), sebagai pelipur hati, sebagai penguat rasa persatuan masyarakat suku Dayak Agabag dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya suku Dayak Agabag. Kata Kunci: Makna, Kukui, Amakan (upacara adat kematian), Kajian Semantik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MAKNA PADA LIRIK LAGU DAERAH SUKU KENYAH UMA’LUNG DI KABUPATEN MALINAU (KAJIAN SEMANTIK)

2020•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat pada lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung yang ada di Kabupaten Malinau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari masyarakat suku Kenyah Uma’Lung yang ada di Kabupaten Malinau. Data dalam penelitian ini adalah lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik rekam, teknik catat, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mengklasifikasi, mengidentifikasi, mengartikan data ke dalam bahasa Indonesia, menginterpretasi, menganalisis, dan menyimpulkan. Adapun jumlah keseluruhan data yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebanyak 15 data. Data tersebut merupakan lagu daerah jenis religi (rohani) suku Kenyah Uma’Lung. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa terdapat empat aspek makna yang ditemukan pada lirik lagu daerah suku Kenyah Uma’Lung, yaitu meliputi aspek pengertian, perasaan, nada, dan tujuan. Aspek pengertian yang ditemukan adalah tentang kebesaran Tuhan, pertolongan Tuhan, kesetiaan, harapan, pengampunan, pengorbanan, dan permohonan kepada Tuhan. Aspek perasaan yang ditemukan terdiri dari perasaan cinta, sedih, terharu, senang, takut, malu, dan peduli. Aspek nada yang ditemukan terdiri dari nada rendah, sedang, dan tinggi dengan tempo yang lambat, sedang, dan cepat. Aspek tujuan terdiri dari memberikan kesadaran, memberikan ketenangan dan kedamaian hidup. Kata Kunci: Makna, Lirik Lagu, Suku Kenyah, Kajian Semantik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

JENIS DAN MAKNA PADA UNGKAPAN TRADISIONAL (PERIBAHASA) SUKU BUGIS BONE DI NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMANTIK)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan jenis dan makna yang terdapat pada ungkapan tradisional (peribahasa) suku Bugis Bone di Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berwujud tuturan lisan atau data lisan yang diperoleh dari informan yang berupa ungkapan tradisional (peribahasa) masyarakat suku Bugis Bone di Desa Sedadap Kelurahan Nunukan Selatan Kecamatan Nunukan Selatan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penulis menemukan 50 (lima puluh) peribahasa suku bugis bone dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya. Kemudian terdapat 3 (tiga) klasifikasi jenis peribahasa yaitu terdapat 19 (Sembilan belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk pepatah. Peribahasa jenis pepatah tersebut mengandung pesan berupa nasehat dan ajaran orang tua kepada anak, cucunya maupun terhadap orang lain. Selanjutnya terdapat 19 (sembilam belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk perumpamaan. Peribahasa jenis perumpamaan tersebut mengandung perbandingan antara manusia dengan alam sekitar yang dominan mengunakan kata ‘seperti’, kemudian terdapat 12 (dua belas) data peribahasa yang ditemukan penulis yang dipaparkan ke dalam jenis peribahasa yang berbentuk ungkapan. Peribahasa jenis ungkapan tersebut menggambarkan perilaku seseorang atau keadaan alam dengan beberapa kata untuk menyatakan suatu maksud dengan arti kiasan. Secara umum, makna yang terkandung di dalam peribahasa tersebut dapat ditemukan sifat maupun adat istiadat masyarakat pemiliknya dan berisikan tentang pesan dalam tatanan kehidupan sosial maupun agama yang berisikan nilai moral.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail