ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya pemertahanan Bahasa Bulungan dalam ranah rumah tangga, pendidikan dan masyarakat serta faktor yang memengaruhi penggunaannya di Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan perspektif sosiolinguistik yang menempatkan keluarga sebagai ruang utama pewarisan bahasa antargenerasi. Data diperoleh melalui metode cakap dengan teknik pancing dan dokumentasi dari 14 informan yang terdiri atas orang tua, remaja dari keluarga bersuku Bulungan, serta pihak Dinas Pendidikan. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemertahanan Bahasa Bulungan sangat bergantung pada konsistensi penggunaannya dalam keluarga dan keberlanjutan pewarisan kepada generasi muda. Penggunaannya dipengaruhi oleh kebiasaan berbahasa dalam keluarga, lingkungan sosial, serta kecenderungan generasi muda menggunakan Bahasa Indonesia. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan penggunaan Bahasa Bulungan dalam keluarga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan bahasa daerah antargenerasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Dinawati.2026. Relasi oblik dalam Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan ( Rita Kumalasari,M.Pd dan Dr. Asih Riyanti,M. Pd). Penelitian ini membahas mengenai bentuk dan makna relasi oblik dalam Bahasa Bulungan. Relasi oblik merupakan hubungan gramatikal non inti yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap predikat, seperti keterangan tempat,waktu,alat,tujuan, dan pihak penerima manfaat,namun tidak berperan sebagai subjek atau objek utama dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian sintaksis. Data penelitian berupa tuturan lisan dan data tertulis bahasa Bulungan yang mengandung relasi oblik yang diperoleh dari penutur asli melalui teknik simak, rekam, catat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk-bentuk relasi oblik serta mengkaji makna semantis yang terkandung dalamnya. Dari hasil penelitian diperoleh relasi oblik dalam berbagai jenis, antara lain relasi oblik lokatif, relasi oblik instrumental, data relasi oblik benefaktif, data relasi oblik tujuan, data relasi oblik temporal, dan data relasi oblik komitatif, dan relasi oblik keadaan. Dari beberapa jenis relasi oblik tersebut umumnya ditandai oleh frasa preposisional dan memiliki peran penting dalam membentuk kejelasan makna kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi oblik memiliki fungsi sintaksis dan semantis yang signifikan dalam struktur kalimat bahasa Bulungan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sintaksis bahasa daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian bahasa Bulungan pada komunitas penutur Bulungan di luar wilayah asal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna idiom dalam bahasa Bulungan serta mengklasifikasikannya berdasarkan unsur pembentuknya. Kajian ini dianggap penting karena idiom-idiom dalam bahasa Bulungan mencerminkan pola pikir, kebiasaan, serta nilai-nilai budaya masyarakat Bulungan yang kini mulai jarang digunakan oleh generasi muda. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data berupa idiom, penelitian ini diperoleh melalui berbagai teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, penyimakan, perekaman, dan pendokumentasian, terhadap penutur asli bahasa Bulungan. Analisis data dilakukan dengan menafsirkan makna leksikal dan makna idiomatis, serta menguraikan konteks penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Bulungan. Hasil penelitian, ditemukan sebanyak 40 data idiom dalam bahasa Bulungan, yang terdiri atas 13 idiom penuh dan 27 idiom sebagian. Selanjutnya, idiom-idiom tersebut diklasifikasikan berdasarkan unsur pembentuknya. Unsur bagian tubuh merupakan kategori yang paling banyak ditemukan, yaitu sebanyak 17 idiom. Selain itu, terdapat 3 idiom yang menggunakan unsur pancaindra, 2 idiom yang menggunakan unsur benda-benda alam, 2 idiom yang menggunakan nama-nama binatang, dan 5 idiom yang menggunakan nama bagian tumbuh-tumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini membahas proses morfofonemik dalam Bahasa Bulungan dengan menggunakan pendekatan Fonologi Generatif. Bahasa Bulungan, yang merupakan salah satu bahasa daerah di Kalimantan Utara, memiliki kekayaan bentuk Morfologis yang menarik untuk dikaji secara Fonologis, terutama dalam proses perubahan bunyi akibat pertemuan Morfem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses morfofonemik yang terjadi, serta menganalisisnya berdasarkan prinsip-prinsip fonologi generatif, yang diperkenalkan oleh Chomsky dan Halle (1968). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui teknik simak, teknik rekam, dokumentasi pada tuturan penutur asli Bahasa Bulungan. Data dianalisis dengan mengidentifikasi bentuk dasar dan bentuk turunan, kemudian dirumuskan aturan fonologis yang menggambarkan proses morfofonemik-nya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat proses morfofonemik dalam bahasa Bulungan seperti pembagian transformasi generatif dan ciri distingtif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa perilaku sintaksis verba pada naskah cerita pendek berbahasa Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kalimat verba yang mengandung ketransitifan. Sumber data penelitian ini adalah sumber data yang datanya diperoleh melalui analisis yang dilakukan pada naskah cerita pendek berbahasa Bulungan. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, rekam, dan catat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 37 (tiga puluh tujuh) data yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu ditemukan sebanyak 19 (Sembilan belas) data verba transitif yang masuk ke dalam ekatransitif karena menunjukan verba tersebut diikuti oleh objek di belakangnya dan data tersebut bisa dipasifkan, kemudian sebanyak 2 (dua) data verba transitif yang masuk ke dalam dwitransitif karena menunjukan verba tersebut menggunakan dua nomina dibelakangnya (satu sebagai objek dan satu lagi sebagai pelengkap) dan sebanyak 16 (enam belas) data untuk verba taktransitif yang datanya menunjukan bahwa tidak ada penggunaan objek dibelakangnya, adapun nomina yang terdapat di belakangnya tidak tergolong sebagai objek melainkan sebagai pelengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan pada masyarakat di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer yang datanya diberikan langsung oleh informan, yaitu masyarakat suku Bulungan yang tinggal di Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, simak bebas libat cakap, merekam, menyimak, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 41 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan lima jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan di Tanjung Palas. Adapun jenis deiksis tersebut yaitu, deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tuturan yang menggunakan bahasa Bulungan terdapat beberapa deiksis yang di dalamnya sesuai dengan konteks tuturan tersebut.