ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mengkaji pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam program Mata Najwa berjudul “Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang” dengan kajian pragmatik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama berdasarkan empat maksim Grice, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, cara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskritif dengan data berupa tuturan antara penutur dan mitra tutur dalam tayangan video debat RKUHAP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, transkrip, dan catat. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Padan pragmatis adalah metode analisis yang menjadikan respons mitra tutur sebagai alat penentu makna dan fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat maksim prinsip kerja sama ditemukan dalam tuturan debat, baik dalam bentuk pematuhan maupun pelanggaran. Pematuhan ditunjukkan melalui tuturan yang memberikan informasi secara cukup, benar, relevan, serta jelas dan teratur. Sementara itu, pelanggaran ditunjukkan melalui informasi yang berlebihan atau kurang, kebenaran yang diragukan, tuturan yang tidak relevan dengan topik, serta penyampaian yang berbelit-belit dan ambigu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kerja sama dalam debat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dipengaruhi oleh tujuan penutur dalam menyampaikan, mempertahankan, dan menanggapi argumen dalam pembahasan RKUHAP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo tayang secara eksklusif di platform streaming KlikFilm pada 24 Januari 2025 dengan durasi sekitar 1 jam 23 menit. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 69 data tindak tutur ekspresif yang terdiri atas 14 data berterima kasih, 3 data memberi selamat, 5 data meminta maaf, 33 data menyalahkan, dan 14 data memuji, sedangkan tindak tutur ekspresif belasungkawa tidak ditemukan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan jenis yang paling dominan karena alur cerita film banyak menampilkan konflik, kekecewaan, dan perbedaan pandangan antar tokoh. Makna dan fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan beragam, antara lain untuk mengungkapkan rasa syukur, penghargaan, dukungan, penyesalan, kekecewaan, serta apresiasi. Selain itu, tindak tutur ekspresif berfungsi menjaga hubungan sosial, memperkuat ikatan emosional, menyampaikan sikap penutur, dan membangun dinamika interaksi antartokoh dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh konteks percakapan yang melatarbelakangi tuturan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori maksim Leech yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kemufakatan, dan kesimpatian dalam interaksi guru dan siswa di kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan guru dan siswa yang diperoleh melalui teknik observasi langsung, perekaman, dan pencatatan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa dan sejumlah tuturan negatif yang melanggar keenam jenis maksim tersebut. Pematuhan maksim kebijaksanaan ditandai dengan penggunaan kalimat tidak langsung dan ungkapan empatik yang meminimalkan tekanan terhadap siswa. Pematuhan maksim kedermawanan tampak dalam sikap saling membantu dan berbagi antara guru dan siswa. Maksim pujian direalisasikan melalui apresiasi terhadap jawaban, penampilan, dan keberanian siswa. Maksim kerendahan hati tercermin dalam pengakuan keterbatasan diri dan penggunaan bahasa yang sederhana. Maksim kemufakatan terlihat dalam upaya membangun kesepahaman, sedangkan maksim kesimpatian diwujudkan melalui respons empatik terhadap kondisi pihak lain. Sebaliknya, pelanggaran maksim ditandai oleh tuturan yang bersifat menyudutkan, menolak secara langsung, menonjolkan keunggulan diri, serta kurangnya empati dan penghargaan terhadap mitra tutur. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran strategis dalam membangun interaksi edukatif yang efektif dan kondusif. Penerapan prinsip kesantunan secara konsisten oleh guru dan siswa dapat meningkatkan kualitas komunikasi serta menciptakan iklim pembelajaran yang positif dan etis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK SURIANA.2024. Analisis Tindak Tutur Santri pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik (Kajian Pragmatik). (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd dan Rita Kumala Sari, M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Pragmatik. Data penelitian yaitu tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Dalam penelitian ditemukan 33 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 14 tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 17 tuturan dimana tuturan tersebut merupakan tindak tutur ilokusi direktif, sedangkan tindak tutur perlokusi sebanyak 2 tuturan. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dan ilokusi dengan jumlah 32 data karena pada tindak tutur guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi dan ilokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur. Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme di kolom komentar media sosial Tiktok Unggahan akun @LollyUnyuofficial20 dalam kajian pragmatik. Jenis penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode simak, catat, dan dokumentasi. Metode simak digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak penggunaan bahasa. Selanjutnya, teknik catat dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan 3 gaya bahasa sindiran yang ditunjukan kepada Lolly Unyu lewat kolom komentar akun @LollyUnyuofficial20, yaitu (1) gaya bahasa sindiran ironi berjumlah 9 data, (2) gaya bahasa sindiran sinisme berjumlah 12 data, dan (3) gaya bahasa sindiran sarkasme berjumlah 14 data. Kata kunci: Gaya Bahasa Sindiran, Lolly Unyu, tiktok, kajian Pragmatik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One. Penelitian ini memberikan informasi mengenai fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One dengan menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan data berupa kalimat atau ujaran. Sumber data pada penelitian ini adalah video debat juru bicara cawapres tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data yaitu teknik simak, teknik transkrip, dan teknik catat. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk ketahap analisis data. Dengan analisis data menunjukan sebanyak 62 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu (1) tindak tutur representatif berjumlah 41 data dengan fungsi menyatakan 20 data, menunjukan 14 data, menjelaskan 7 data. (2) tindak tutur direktif berjumlah 11 data dengan fungsi memerintah 9 data, menantang 1 data, mendesak 1 data. (3) tindak tutur ekspresif berjumlah 7 data dengan fungsi menyalahkan 4 data, mengkritik 2 data, meminta maaf 1 data. (4) tindak tutur komisif berjumlah 3 data dengan fungsi berjanji 2 data, penolakan 1 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesantunan berbahasa imperatif yang ditemukan dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis atau kalimat deklaratif imperatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif yang terdapat dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis yang terdapat dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik mengamati, teknik baca diikuti dengan teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 115 data imperatif yang diwujudkan dalam bentuk tuturan deklaratif dan interogatif. Ditinjau dari wujud tuturan deklaratif yaitu terdapat 15 data tuturan deklaratif imperatif persilaan, 20 data tuturan deklaratif imperatif suruhan, 11 data tuturan deklaratif imperatif ajakan, 18 data tuturan deklaratif imperatif permohonan, dan 23 data tuturan deklaratif imperatif larangan. Sedangkan ditinjau dari wujud tuturan interogatif nya yaitu terdapat 5 data tuturan interogatif imperatif perintah, 8 data tuturan interogatif imperatif ajakan, 10 data tuturan interogatif imperatif permohonan, 5 data tuturan interogatif imperatif persilaan, dan 5 data tuturan interogatif imperatif larangan. Dapat disimpulkan, bahwa tuturan deklaratif yang mengandung makna pragmatik imperatif larangan lebih banyak ditemukan dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian untuk mengetahui fungsi tindak tutur pada kolom komentar akun Instagram @tarakanku. Penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan tindak tutur ilokusi pada kolom komentar akun Instagram @Tarakanku dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai fungsi tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu padan pragmatis yang dikemukakan oleh Sudaryanto. Metode dan pengumpulan data dengan metode baca, simak, dokumentasi dan catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik. Dengan data dan sumber data tuturan pada kolom komentar akun Instagram @Tarakanku. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasi berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data menunjukkan sebanyak 84 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis fungsi tindak tutur dengan fungsi masing-masing. Jenis pertama yaitu asertif berjumlah 20 data dengan fungsi melaporkan 9 data, menyatakan 8 data, mengusulkan 2 dan membual 1. Jenis yang kedua yaitu tindak tutur direktif berjumlah 19 data dengan fungsi menyarankan 13 data, permintaan 3 data, mengingatkan 2 data, dan ajakan 1. Jenis tindak tutur yang ketiga adalah ekspresif berjumlah 23 data dengan fungsi pujian 6 data, rasa kesal 5 data, keheranan 2 data, rasa simpati 2 data, prihatin 2 data, keluhan 2 data, rasa syukur 2 data, rasa kagum 1 data dan permintaan maaf 1 data. Jenis keempat yaitu tindak tutur komisif berjumlah 22 data dengan fungsi memanjatkan doa 13 data, komitmen 7, menawarkan 1 data dan menjanjikan 1 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK NINI SURIANI 2024. Tindak Tutur Direktif dalam Dialog Novel Hello Karya Tere Liye (Kajian Pragmatik). (dibimbing oleh Erna Wahyuni dan Asih Riyanti) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tindak tutur direktif dalam novel Hello karya Tere Liye serta mendeskripsikan fungsi dan maksud tindak tutur direktif dalam novel tersebut. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa data tuturan yang diucapkan oleh tokoh dalam novel Hello karya Tere Liye. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Hello karya Tere Liye. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu baca, simak, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah menggunakan model interaktif teori Miles dan Hubermen yaitu pengumpulan data, mereduksi data, penyajian data yang telah ditemukan, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan tindak tutur direktif sebanyak 40 data. Tindak tutur direktif pada novel ini terdiri dari tindak tutur direktif permintaan sejumlah 3 data, tindak tutur direktif pertanyaan sejumlah 18 data, tindah tutur direktif perintah sejumlah 8 data, tindak tutur direktif larangan sejumlah 6 data, tindak tutur direktfi pemberian izin sejumlah 3 data, dan tindak tutur direktif nasihat sejumlah 2 data. Setiap tuturan yang diucapkan oleh tokoh dalam novel tersebut memiliki fungsi dan maksud yang berbeda-beda tergantung pada konteks tuturannya. Hasil penelitian pada novel hello karya Tere Liye tindak tutur direktif yang paling dominan yaitu tindak tutur direktif pertanyaan sebanyak 18 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pada penelitian ini permasalahan yang dibahas adalah: Bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada debat capres Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis makna tindak tutur pada tuturan yang terdapat pada debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik, dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pada penelitian ini sumber datanya berasal dari video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik transkrip data, dan teknik catat. Berdasarkan penelitian pada video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa penutur dan mitra tutur pada video tersebut termasuk dalam ketiga tindak tutur yang dianalisis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pertama, tindak tutur lokusi, tuturan yang disampaikan dengan jelas oleh penutur dan mudah dipahami oleh mitra tuturnya. Kedua, tindak tutur ilokusi, memiliki maksud dan tujuan dari apa yang telah disampaikan oleh penutur. Ketiga, tindak tutur perlokusi, penyampaian tuturannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tuturnya, dan memberi efek dengan cara sengaja maupun tidak sengaja direspon oleh mitra tutur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat 41 data tindak tutur. Hasil klasifikasi data tindak tutur lokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur lokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur ilokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur ilokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur perlokusi menunjukan sebanyak 11 data. Hasil analisis data menunjukan bahwa para calon presiden menggunakan berbagai jenis tindak tutur dengan tujuan untuk menyampaikan argumen, membujuk, menyerang lawan, dan membangun citra diri. Tindak tutur lokusi pada debat tersebut merupakan suatu tindak mengucap sesuatu dengan kalimat yang sesuai dengan maknannya. Tindak tutur ilokusi juga mendominasi dalam debat ini, terutama dalam bentuk pernyataan asertif dan direktif. Tindak tutur perlokusi juga ditemukan dalam respons dari mitra tutur terhadap argumen yang disampaikan oleh para calon presiden. Penelitian ini dominan dengan data tindak tutur lokusi dan ilokusi karena dari hasil pengamatan tuturan yang disampaikan lebih kepada menyatakan sebuah keinginan untuk negara Indonesia, dan mengharapkan dukungan kepada seluruh warga negara Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan pada masyarakat di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer yang datanya diberikan langsung oleh informan, yaitu masyarakat suku Bulungan yang tinggal di Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, simak bebas libat cakap, merekam, menyimak, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 41 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan lima jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan di Tanjung Palas. Adapun jenis deiksis tersebut yaitu, deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tuturan yang menggunakan bahasa Bulungan terdapat beberapa deiksis yang di dalamnya sesuai dengan konteks tuturan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada siswa dan guru dalam proses pembelajaran di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Kesantunan berbahasa meliputi lima maksim, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, dan maksim kecocokan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat 36 data pematuhan maksim dalam kesantunan berbahasa di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Pematuhan maksim tersebut terbagi menjadi 5 (lima) yang terdiri atas, yaitu maksim kebijaksanaan yang terdiri atas 3 (tiga) data, maksim penerimaan yang terdiri atas 2 (dua) data, maksim kemurahan yang terdiri atas 7 (tujuh) data, maksim kerendahan hati yang terdiri atas 6 (enam) data, dan maksim kecocokan yang terdiri atas 18 (delapan belas) data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy (kajian pragmatik). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy dengan menggunakan kajian pragmatik. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik transkrip data, teknik klasifikasi data, dan teknik interpretasi. Peneliti menggunakan empat fungsi implatur percakapan yaitu respresentatif yang bertujuan untuk memberi pernyataan secara apa adanya, direktif yang bertujuan untuk menyuruh lawan tutur melakukan sesuatu, ekspresif bertujuan untuk mengekspresikan perasaan penutur kepada lawan tutur, dan komisif dilakukan penutur untuk melakukan sesuatu yang akan datang. Berdasarkan hasil analisis data, penulis menemukan 34 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan empat fungsi implikatur percakapan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti lebih dalam tuturan pada online shop di akun Facebook berdasarkan dari setiap jenis tindak tutur lokusi dan ilokusi sebagai penanda dari data yang di peroleh oleh peneliti melalui kajian Pragmatik. Metode di gunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kualitatif dengan deskriptif. Data dalam penelitian yang diperoleh peneliti berupa kalimat yang di tuturkan antara penjul dan pembeli. Sumber data penelitian ialah tuturan yang berasal dari sumber tidak lisan dengan memanfaatkan akun Facebook. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, tuturan kedua mitra tutur antara penjual dan pembeli memuat data tindak tutur lokusi dan ilokusi berdasarkan pengklasifikasiannya masing-masing yang di analisis peneliti berdasarkan data tersebut. Hasil yang di peroleh disimpulkan bahwa tuturan yang disampaikan dari penutur kepada lawan tutur berdasarkan konteks dapat mempengaruhi adanya untuk melakukan berkomunikasi dan menghasilkan efek yang dilakukan. Maka dari data yang diperoleh oleh peneliti lebih dominan kepada tindak tutur lokusi interogatif sebanyak 11 data dibandingkan dengan data lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum penelitian ini dapat memberikan berbagai informasi dan pengetahuan dibidang pragmatik. yang pertama adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif. dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan pada saat proses praktik pembelajaran penjas berlangsung di lapangan. Sekaligus yaitu untuk Mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan, Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif deskriptif, data penelitian ini adalah bentuk tuturan dari guru kepada peserta didik siswa kelas X.A SMA Hangtuah, adapun Data yang diperoleh yaitu, menggunakan beberapa teknik antara lain teknik rekam, teknik menyimak, dan catat. penentuan data dalam tindak tutur ini adalah berdasarkan pada kontekstuturan, bentuk tindak tutur ilokusi direktif,ekspresif, dan asertif. hasil dari penelitian ini ditemukan 111 data tindak tutur direktif, asertif, dan eskpresif. Guru dengan siswa saat kegiatan praktik pembelajaran berlangsung cenderung lebih banyak menggunakan tuturan yang memiliki tujuan untuk memberi informasi, pengarahan dan pernyataan kepada Mitra tutur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
UJARAN KEBENCIAN DI KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PUTRI DELINA (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk dari ujaran kebencian terhadap artis Putri Delina di media sosial khususnya Instagram. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pada penelitian ini menggunakan metode analisis data. Data pada penelitian ini yaitu bahasa yang mengandung ujaran kebencian. Sumber data sekunder adalah jurnal, buku referensi dan artikel sedangkan primer adalah bahasa berupa tulisan di media sosial Instagram. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dari penelitian ini ditemukan ada 4 bentuk ujaran kebencian kepada artis Putri Delina khususnya media sosial Instagram. Bentuk ujaran kebencian yang palimg banyak diperoleh yaitu pragmatik ilokusi ekspresif kategori menghina yaitu untuk mempermalukan, menjelekkan nama baik atau menyinggung perasaan mitra tutur. Ditemukan 38 data ujaran kebencian yang terdapat pada kolom komentar media sosial Instagram Putri Delina dimana yang paling dominan terdapat pada pencemaran nama baik yaitu 19 data. Kata Kunci: Ujaran Kebencian, Pragmatik, Instagram
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa sarkasme dimedia sosial khususnya facebook dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai teori tindak tutur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa sarkasme yang terdapat pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara melakukan observasi, kemudian dokumentasi dan selanjutnya pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menemukan 54 data pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Data-data tersebut terdapat 39 data jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi mengeluh dan mengkritik. Kemudian terdapat 10 data jenis tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi menuntut, menyarankan dan menantang. Selanjutnya terdapat 3 data jenis tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi mengancam. Terakhir terdapat 2 data jenis tindak tutur ilokusi refresentatif dengan fungsi menyatakan. Salah satu tindak tutur ilokusi ekspresif terdapat pada kalimat “Ini bukan mencerdaskan bangsa, tapi memperbodohkon. makin hari makin ngawur aturan nya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengkritik. Kemudian pada tindak tutur ilokusi direktif terdapat pada kalimat “jangan bilang karna dibawah umur lagi, trus anak seperti itu dibebaskan, beri pelajaran biar kapok, anak begitu gak ada pendidikan, gak punya otak penjarakan aja biar jera” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menuntut. Selanjutnya pada tindak tutur ilokusi komisif terdapat pada kalimat “kalau dapat kasih patah kakinya dulu, baru serahkan ke yang berwajib, biar ada efek jeranya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengancam. Terakhir pada tindak tutur ilokusi refresentatif terdapat pada kalimat “sangat bodoh” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menyatakan.