Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: dan Perlokusi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINDAK TUTUR SANTRI PONDOK PESANTREN MUTIARA BANGSA SEBATIK (KAJIAN PRAGMATIK)

2025•

ABSTRAK SURIANA.2024. Analisis Tindak Tutur Santri pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik (Kajian Pragmatik). (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd dan Rita Kumala Sari, M.Pd) ​Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Pragmatik. Data penelitian yaitu tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Dalam penelitian ditemukan 33 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 14 tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 17 tuturan dimana tuturan tersebut merupakan tindak tutur ilokusi direktif, sedangkan tindak tutur perlokusi sebanyak 2 tuturan. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dan ilokusi dengan jumlah 32 data karena pada tindak tutur guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi dan ilokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur. Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tindak Tutur Ferdy Sambo dalam Persidangan Obstrucion Of Justice (Kajian Pragmatik)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada tindak tutur Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal Youtube KOMPAS.TV dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai tindak tutur, gerakan, dan ekspresi Ferdy Sambo di dalam persidangan Obtrucion of Justice. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dipakai oleh penulis adalah teknik simak, teknik transkip data dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik, dengan data yang bersumber dari tuturan Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal youtube KOMPAS.TV. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data. Dengan hasil data menunjukkan sebanyak 49 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 1 jenis tindak tutur pada tindak tutur lokusi; deklaratif dengan fungsi menyatakan, 3 Jenis tindak tutur ilokusi; ekspresif, direktif, asertif dengan fungsi emosi dan marah, minta maaf, merasa terpukul, memerintah, menyatakan, berbohong, dan marah, 2 jenis tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi memerintah, mengancam, dan mengintimidasi. Peneliti menemukan ada 34 data jenis tindak tutur lokusi deklaratif dengan fungsi menyatakan. 10 data ilokusi ekspresif, direktif, dan asertif dengan fungsi (1 data), emosi dan marah(1 data), minta maaf (1 data), merasa terpukul (3 data), memerintah (2 data) menyatakan (1 data), berbohong (1 data), marah. Jenis yang selanjutnya yaitu tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi (1 data), memerintah (1 data), mengancam (3 data), mengintimidasi. Penelitian ini lebih dominan dengan data lokusi karena hakim ingin mencari informasi sebanyak-banyaknya kepada terdakwa agar dapat memecahkan sebuah kasus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINDAK TUTUR GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 3 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini yaitu pertama, untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Tujuan kedua, yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan dari guru dan peserta didik SMP Negeri 3 Tarakan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik rekam, simak dan catat. Penentuan data dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajar di SMP Negeri 3 Tarakan berdasarkan pada konteks tuturan dan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian ditemukan 44 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 16 data, tindak tutur ilokusi berjumlah 14 data dan di antaranya 2 tindak tutur ilokusi asertif: fungsi menyatakan, 10 tindak tutur ilokusi direktif: fungsi meminta, dan 3 tindak tutur ilokusi ekspresif: fungsi memberikan ucapan terima kasih dan memberi pujian, sedangkan tindak tutur perlokusi berjumlah 13 data. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dengan jumlah 16 data karena pada tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur (peserta didik). Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail