TINDAK TUTUR GURU BAHASA INDONESIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 3 TARAKAN
Tujuan penelitian ini yaitu pertama, untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Tujuan kedua, yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan dari guru dan peserta didik SMP Negeri 3 Tarakan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik rekam, simak dan catat. Penentuan data dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajar di SMP Negeri 3 Tarakan berdasarkan pada konteks tuturan dan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian ditemukan 44 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 16 data, tindak tutur ilokusi berjumlah 14 data dan di antaranya 2 tindak tutur ilokusi asertif: fungsi menyatakan, 10 tindak tutur ilokusi direktif: fungsi meminta, dan 3 tindak tutur ilokusi ekspresif: fungsi memberikan ucapan terima kasih dan memberi pujian, sedangkan tindak tutur perlokusi berjumlah 13 data. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dengan jumlah 16 data karena pada tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur (peserta didik). Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.