ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
ABSTRAK SURIANA.2024. Analisis Tindak Tutur Santri pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik (Kajian Pragmatik). (dibimbing oleh Muhammad Ilham, S.S., M.Pd dan Rita Kumala Sari, M.Pd) Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Pragmatik. Data penelitian yaitu tuturan guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam, simak, catat, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik pilah unsur penentu (PUP). Dalam penelitian ditemukan 33 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 14 tuturan, tindak tutur ilokusi sebanyak 17 tuturan dimana tuturan tersebut merupakan tindak tutur ilokusi direktif, sedangkan tindak tutur perlokusi sebanyak 2 tuturan. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dan ilokusi dengan jumlah 32 data karena pada tindak tutur guru dan siswa kelas 1 Diniyah Pondok Pesantren Mutiara Bangsa Sebatik dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi dan ilokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur. Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti lebih dalam tuturan pada online shop di akun Facebook berdasarkan dari setiap jenis tindak tutur lokusi dan ilokusi sebagai penanda dari data yang di peroleh oleh peneliti melalui kajian Pragmatik. Metode di gunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kualitatif dengan deskriptif. Data dalam penelitian yang diperoleh peneliti berupa kalimat yang di tuturkan antara penjul dan pembeli. Sumber data penelitian ialah tuturan yang berasal dari sumber tidak lisan dengan memanfaatkan akun Facebook. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, tuturan kedua mitra tutur antara penjual dan pembeli memuat data tindak tutur lokusi dan ilokusi berdasarkan pengklasifikasiannya masing-masing yang di analisis peneliti berdasarkan data tersebut. Hasil yang di peroleh disimpulkan bahwa tuturan yang disampaikan dari penutur kepada lawan tutur berdasarkan konteks dapat mempengaruhi adanya untuk melakukan berkomunikasi dan menghasilkan efek yang dilakukan. Maka dari data yang diperoleh oleh peneliti lebih dominan kepada tindak tutur lokusi interogatif sebanyak 11 data dibandingkan dengan data lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum penelitian ini dapat memberikan berbagai informasi dan pengetahuan dibidang pragmatik. yang pertama adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif. dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan pada saat proses praktik pembelajaran penjas berlangsung di lapangan. Sekaligus yaitu untuk Mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan, Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif deskriptif, data penelitian ini adalah bentuk tuturan dari guru kepada peserta didik siswa kelas X.A SMA Hangtuah, adapun Data yang diperoleh yaitu, menggunakan beberapa teknik antara lain teknik rekam, teknik menyimak, dan catat. penentuan data dalam tindak tutur ini adalah berdasarkan pada kontekstuturan, bentuk tindak tutur ilokusi direktif,ekspresif, dan asertif. hasil dari penelitian ini ditemukan 111 data tindak tutur direktif, asertif, dan eskpresif. Guru dengan siswa saat kegiatan praktik pembelajaran berlangsung cenderung lebih banyak menggunakan tuturan yang memiliki tujuan untuk memberi informasi, pengarahan dan pernyataan kepada Mitra tutur
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada tindak tutur Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal Youtube KOMPAS.TV dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai tindak tutur, gerakan, dan ekspresi Ferdy Sambo di dalam persidangan Obtrucion of Justice. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dipakai oleh penulis adalah teknik simak, teknik transkip data dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik, dengan data yang bersumber dari tuturan Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal youtube KOMPAS.TV. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data. Dengan hasil data menunjukkan sebanyak 49 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 1 jenis tindak tutur pada tindak tutur lokusi; deklaratif dengan fungsi menyatakan, 3 Jenis tindak tutur ilokusi; ekspresif, direktif, asertif dengan fungsi emosi dan marah, minta maaf, merasa terpukul, memerintah, menyatakan, berbohong, dan marah, 2 jenis tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi memerintah, mengancam, dan mengintimidasi. Peneliti menemukan ada 34 data jenis tindak tutur lokusi deklaratif dengan fungsi menyatakan. 10 data ilokusi ekspresif, direktif, dan asertif dengan fungsi (1 data), emosi dan marah(1 data), minta maaf (1 data), merasa terpukul (3 data), memerintah (2 data) menyatakan (1 data), berbohong (1 data), marah. Jenis yang selanjutnya yaitu tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi (1 data), memerintah (1 data), mengancam (3 data), mengintimidasi. Penelitian ini lebih dominan dengan data lokusi karena hakim ingin mencari informasi sebanyak-banyaknya kepada terdakwa agar dapat memecahkan sebuah kasus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan Tindak Tutur Ilokusi pada Serial Cerita Dalam Jeda dalam Kanal youtube Kemkominfo TV dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai jenis dan fungsi tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Metode dan teknik pengumpulan data dengan metode SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), transkipi data, dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik, dengan data yang bersumber dari tuturan Serial Cerita Dalam Jeda dalam Kanal youtube Kemkominfo TV. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data. Dengan hasil data menunjukkan sebanyak 94 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 5 jenis tindak tutur dengan fungsi masing-masing. Jenis pertama yaitu tindak tutur representatif berjumlah 31 data dengan fungsi menyatakan 12 data, melaporkan 5 data, menegaskan 4 data, mengeluh 4 data, menduga 1 data dan mendeskripsikan 5 data. Jenis yang kedua yaitu tindak tutur direktif berjumlah 29 data dengan fungsi memerintah 10 data, meminta 11 data, menasehati 3 data, menyarankan 4 data dan memohon 1 data. Jenis ketiga yaitu tindak tutur ekspresif berjumlah 22 data dengan fungsi pernyataan kesedihan 4 data, meminta maaf 7 data, menyalahkan 3 data dan berterima kasih 8 data. Jenis keempat yaitu tindak tutur komisif berjumlah 4 data dengan fungsi penolakan 3 data dan fungsi menawarkan 1 data. Jenis kelima yaitu tindak tutur deklarasi berjumlah 8 data dengan fungsi melarang 6 data dan memutuskan 2 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yaitu pertama, untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Tujuan kedua, yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi dari tuturan guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan dari guru dan peserta didik SMP Negeri 3 Tarakan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik rekam, simak dan catat. Penentuan data dalam tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajar di SMP Negeri 3 Tarakan berdasarkan pada konteks tuturan dan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian ditemukan 44 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 16 data, tindak tutur ilokusi berjumlah 14 data dan di antaranya 2 tindak tutur ilokusi asertif: fungsi menyatakan, 10 tindak tutur ilokusi direktif: fungsi meminta, dan 3 tindak tutur ilokusi ekspresif: fungsi memberikan ucapan terima kasih dan memberi pujian, sedangkan tindak tutur perlokusi berjumlah 13 data. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur lokusi dengan jumlah 16 data karena pada tindak tutur guru bahasa Indonesia dalam proses pembelajaran lebih banyak menggunakan tindak tutur lokusi yang memiliki tujuan memberi informasi dan pertanyaan kepada mitra tutur (peserta didik). Pada penelitian ini ditemukan juga tindak tutur lokusi, ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan lokusi dan ilokusi terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur, maka hal tersebut merupakan perlokusi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan skripsi ini yaitu pertama, untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dialog Presiden Immanuel Guiterez dan Nona Valentina Arraoyo dalam novel Sang Penindas karya Achmad Munif. Tujuan kedua, yaitu mendeskripsikan fungsi dari masing bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dialog Presiden Immanuel Guiterez dan Nona Valentina Arraoyo dalam novel Sang Penindas karya Achmad Munif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan dari Presiden Immanuel Guiterez dan Nona Valentina Arraoyo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat. Analisis data menggunakan model dari teori Miles dan Huberman. Penentuan data dalam novel Sang Penindas karya Achmad Munif berdasarkan pada konteks tuturan dan indikator bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Hasil penelitian ditemukan 439 data tindak tutur. Tindak tutur lokusi berjumlah 16 data; tindak tutur ilokusi yaitu asertif berjumlah 66 data, direktif berjumlah 144 data, komisif berjumlah 11 data, ekspresif berjumlah 43 data, deklarasi berjumlah 1 data; tindak tutur perlokusi berjumlah 158 data. Berdasarkan hasil yang ditemukan tindak tutur yang paling mendominasi adalah tindak tutur ilokusi dengan jumlah 265 data karena pada percakapan Presiden Guiterez dan Nona Valentina dalam novel Sang Penindas karya Achmad Munif lebih banyak menggunakan tindak tutur ilokusi yang memiliki tujuan atau niat untuk mempengaruhi mitra tuturnya. Pada penelitian ini ditemukan juga bahwa tindak tutur ilokusi dan perlokusi saling berkaitan karena ketika penutur menuturkan ilokusi dan terdapat respon verbal maupun nonverbal dari mitra tutur yang sesuai dengan keinginan penutur maka hal tersebut merupakan perlokusi.