ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme di kolom komentar media sosial Tiktok Unggahan akun @LollyUnyuofficial20 dalam kajian pragmatik. Jenis penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode simak, catat, dan dokumentasi. Metode simak digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak penggunaan bahasa. Selanjutnya, teknik catat dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan 3 gaya bahasa sindiran yang ditunjukan kepada Lolly Unyu lewat kolom komentar akun @LollyUnyuofficial20, yaitu (1) gaya bahasa sindiran ironi berjumlah 9 data, (2) gaya bahasa sindiran sinisme berjumlah 12 data, dan (3) gaya bahasa sindiran sarkasme berjumlah 14 data. Kata kunci: Gaya Bahasa Sindiran, Lolly Unyu, tiktok, kajian Pragmatik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One. Penelitian ini memberikan informasi mengenai fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One dengan menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan data berupa kalimat atau ujaran. Sumber data pada penelitian ini adalah video debat juru bicara cawapres tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data yaitu teknik simak, teknik transkrip, dan teknik catat. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk ketahap analisis data. Dengan analisis data menunjukan sebanyak 62 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu (1) tindak tutur representatif berjumlah 41 data dengan fungsi menyatakan 20 data, menunjukan 14 data, menjelaskan 7 data. (2) tindak tutur direktif berjumlah 11 data dengan fungsi memerintah 9 data, menantang 1 data, mendesak 1 data. (3) tindak tutur ekspresif berjumlah 7 data dengan fungsi menyalahkan 4 data, mengkritik 2 data, meminta maaf 1 data. (4) tindak tutur komisif berjumlah 3 data dengan fungsi berjanji 2 data, penolakan 1 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy (kajian pragmatik). Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui fungsi implikatur percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy dengan menggunakan kajian pragmatik. Analisis dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung percakapan lapor pak channel youtube 7 comedy. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik simak, teknik transkrip data, teknik klasifikasi data, dan teknik interpretasi. Peneliti menggunakan empat fungsi implatur percakapan yaitu respresentatif yang bertujuan untuk memberi pernyataan secara apa adanya, direktif yang bertujuan untuk menyuruh lawan tutur melakukan sesuatu, ekspresif bertujuan untuk mengekspresikan perasaan penutur kepada lawan tutur, dan komisif dilakukan penutur untuk melakukan sesuatu yang akan datang. Berdasarkan hasil analisis data, penulis menemukan 34 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan empat fungsi implikatur percakapan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini memiliki tujuan untuk meneliti lebih dalam tuturan pada online shop di akun Facebook berdasarkan dari setiap jenis tindak tutur lokusi dan ilokusi sebagai penanda dari data yang di peroleh oleh peneliti melalui kajian Pragmatik. Metode di gunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kualitatif dengan deskriptif. Data dalam penelitian yang diperoleh peneliti berupa kalimat yang di tuturkan antara penjul dan pembeli. Sumber data penelitian ialah tuturan yang berasal dari sumber tidak lisan dengan memanfaatkan akun Facebook. Berdasarkan data penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa, tuturan kedua mitra tutur antara penjual dan pembeli memuat data tindak tutur lokusi dan ilokusi berdasarkan pengklasifikasiannya masing-masing yang di analisis peneliti berdasarkan data tersebut. Hasil yang di peroleh disimpulkan bahwa tuturan yang disampaikan dari penutur kepada lawan tutur berdasarkan konteks dapat mempengaruhi adanya untuk melakukan berkomunikasi dan menghasilkan efek yang dilakukan. Maka dari data yang diperoleh oleh peneliti lebih dominan kepada tindak tutur lokusi interogatif sebanyak 11 data dibandingkan dengan data lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan bahasa sarkasme dimedia sosial khususnya facebook dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai teori tindak tutur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah bahasa sarkasme yang terdapat pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan cara melakukan observasi, kemudian dokumentasi dan selanjutnya pencatatan. Berdasarkan hasil penelitian peneliti menemukan 54 data pada kolom komentar facebook fanpage radar tarakan. Data-data tersebut terdapat 39 data jenis tindak tutur ilokusi ekspresif dengan fungsi mengeluh dan mengkritik. Kemudian terdapat 10 data jenis tindak tutur ilokusi direktif dengan fungsi menuntut, menyarankan dan menantang. Selanjutnya terdapat 3 data jenis tindak tutur ilokusi komisif dengan fungsi mengancam. Terakhir terdapat 2 data jenis tindak tutur ilokusi refresentatif dengan fungsi menyatakan. Salah satu tindak tutur ilokusi ekspresif terdapat pada kalimat “Ini bukan mencerdaskan bangsa, tapi memperbodohkon. makin hari makin ngawur aturan nya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengkritik. Kemudian pada tindak tutur ilokusi direktif terdapat pada kalimat “jangan bilang karna dibawah umur lagi, trus anak seperti itu dibebaskan, beri pelajaran biar kapok, anak begitu gak ada pendidikan, gak punya otak penjarakan aja biar jera” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menuntut. Selanjutnya pada tindak tutur ilokusi komisif terdapat pada kalimat “kalau dapat kasih patah kakinya dulu, baru serahkan ke yang berwajib, biar ada efek jeranya” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan mengancam. Terakhir pada tindak tutur ilokusi refresentatif terdapat pada kalimat “sangat bodoh” kalimat tersebut diutarakan dengan tujuan menyatakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan Tindak Tutur Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi pada tindak tutur Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal Youtube KOMPAS.TV dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai tindak tutur, gerakan, dan ekspresi Ferdy Sambo di dalam persidangan Obtrucion of Justice. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dipakai oleh penulis adalah teknik simak, teknik transkip data dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik, dengan data yang bersumber dari tuturan Ferdy Sambo dalam persidangan obstrucion of justice pada Kanal youtube KOMPAS.TV. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data. Dengan hasil data menunjukkan sebanyak 49 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 1 jenis tindak tutur pada tindak tutur lokusi; deklaratif dengan fungsi menyatakan, 3 Jenis tindak tutur ilokusi; ekspresif, direktif, asertif dengan fungsi emosi dan marah, minta maaf, merasa terpukul, memerintah, menyatakan, berbohong, dan marah, 2 jenis tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi memerintah, mengancam, dan mengintimidasi. Peneliti menemukan ada 34 data jenis tindak tutur lokusi deklaratif dengan fungsi menyatakan. 10 data ilokusi ekspresif, direktif, dan asertif dengan fungsi (1 data), emosi dan marah(1 data), minta maaf (1 data), merasa terpukul (3 data), memerintah (2 data) menyatakan (1 data), berbohong (1 data), marah. Jenis yang selanjutnya yaitu tindak tutur perlokusi; direktif, dan komisif dengan fungsi (1 data), memerintah (1 data), mengancam (3 data), mengintimidasi. Penelitian ini lebih dominan dengan data lokusi karena hakim ingin mencari informasi sebanyak-banyaknya kepada terdakwa agar dapat memecahkan sebuah kasus.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kesantunan berbahasa pada komunikasi pegawai unit pelaksana teknis daerah kesatuan pengelola hutan (UPTD KPH) di Kota Tarakan (Kajian Pragmatik). Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Eva Apriani dan Siti Fathonah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tuturan pegawai sebagai realisasi tindak tutur yakni kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech yang terdapat dalam kegiatan yang dilakukan UPTD KPH Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah keterangan yang dijadikan objek kajian, yaitu setiap percakapan yang dilakukan pegawai UPTD KPH Tarakan sebagai bentuk kesantunan berbahasa. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian pada komunikasi pegawai UPTD KPH Tarakan menunjukkan bahwa jumlah tuturan yang mematuhi maksim kesantunan Leech berjumlah 36 tuturan terdiri dari pematuhan terhadap maksim kebijaksanaan (tact maxim), maksim penghargaan (approbation maxim), maksim kesederhanaan (modesty maxim), maksim pemufakatan (agreement maxim), dan maksim kesimpatisan (sympathy maxim). Sedangkan pelanggaran terhadap maksim kesantunan Leech berjumlah 4 yaitu tuturan maksim kebijaksanaan (tact maxim) dan maksim penghargaan (approbation maxim).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Secara umum, penelitian ini memberikan informasi mengenai data dan keterangan Tindak Tutur Ilokusi pada Serial Cerita Dalam Jeda dalam Kanal youtube Kemkominfo TV dengan menggunakan kajian pragmatik dan secara khusus menganalisis mengenai jenis dan fungsi tindak tutur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan yaitu teknik analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Metode dan teknik pengumpulan data dengan metode SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), transkipi data, dan teknik catat. Teori yang digunakan adalah pragmatik, dengan data yang bersumber dari tuturan Serial Cerita Dalam Jeda dalam Kanal youtube Kemkominfo TV. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data. Dengan hasil data menunjukkan sebanyak 94 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 5 jenis tindak tutur dengan fungsi masing-masing. Jenis pertama yaitu tindak tutur representatif berjumlah 31 data dengan fungsi menyatakan 12 data, melaporkan 5 data, menegaskan 4 data, mengeluh 4 data, menduga 1 data dan mendeskripsikan 5 data. Jenis yang kedua yaitu tindak tutur direktif berjumlah 29 data dengan fungsi memerintah 10 data, meminta 11 data, menasehati 3 data, menyarankan 4 data dan memohon 1 data. Jenis ketiga yaitu tindak tutur ekspresif berjumlah 22 data dengan fungsi pernyataan kesedihan 4 data, meminta maaf 7 data, menyalahkan 3 data dan berterima kasih 8 data. Jenis keempat yaitu tindak tutur komisif berjumlah 4 data dengan fungsi penolakan 3 data dan fungsi menawarkan 1 data. Jenis kelima yaitu tindak tutur deklarasi berjumlah 8 data dengan fungsi melarang 6 data dan memutuskan 2 data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna tuturan imperatif menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa tuturan imperatif yang terdapat dalam serial animasi Si Aa. Sumber data dari penelitian ini adalah video serial animasi Si Aa di channel youtube Rans Entertaiment. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, transkripsi data dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengidentifikasi data, mengklasifikasi data dan menganalisis data. Indikator perintah –lah, berintonasi keras. Indikator suruhan kata coba. indikator permintaan tolong, minta. Indikator permohonan mohon. Indikator desakan harap, harus. Indikator bujukan ayo, tolong. Indikator imbauan harap. Indikator persilaan silakan. Indikator ajakan ayo. Indikator permintaan izin bolehkah?. Indikator mengizinkan boleh. Indikator larangan jangan. Indikator harapan semoga, Indikator pemberian ucapan selamat selamat. Indikator anjuran sebaiknya. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah 83 data. Dari hasil analisis Animasi Si Aa layak untuk ditonton anak-anak. Tuturan yang digunakan dalam berkomunikasi kepada orang tua atau yang lebih tua terbilang sopan dan santun begitupun dengan teman sebaya. Animasi Si Aa juga mengajarkan nilai moral untuk anak anak dengan cara menyenangkan. Animasi Si Aa mengajarkan arti bersyukur, suportif, solidaritas, serta tanggungjawab.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR DALAM DIALOG MATA NAJWA BELAJAR DARI PANDEMI PADA YOUTUBE NAJWA SHIHAB (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Mardaliah. 2022. Skripsi ini berjudul Fungsi Tindak Tutur dalam Dialog Belajar dari Pandemi pada YouTube Najwa Shihab (Kajian Pragmatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur yang terkandung di dalam percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sumber data pada penelitian ini ialah bersumber dari tuturan para peserta diskusi yang bertema Belajar dari Pandemi di YouTube Najwa Shihab. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik dasar yakni, teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode pada pragmatis dengan alat penentu yakni peserta diskusi dalam program berita Mata Najwa. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data dengan menerapkan teori Yule. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu; (1) tindak tutur Asertif/Representatif sebanyak 20 data terdiri dari data dengan fungsi menyatakan fakta, fungsi penegasan, dan fungsi kesimpulan. (2) Tindak tutur Direktif sebanyak 8 data terdiri dari data dengan fungsi perintah, fungsi pemberian saran, fungsi permohonan. (3) Tindak tutur Komisif sebanyak 2 data terdiri dari data dengan fungsi berjanji, fungsi ancaman. (4) Tindak tutur Ekspresif sebanyak 7 terdiri dari data dengan fungsi bahagia, fungsi kesulitan/kesengsaraan, dan dengan fungsi kebencian. Pada penelitian ini yang paling mendominasi yaitu fungsi tindak tutur Asertif/Representatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Bahasa merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran di sekolah. Dalam pembelajaran digunakan beberapa tindak tutur khususnya tindak tutur direktif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan, khususnya tindak tutur direktif. Sumber data penelitian ini adalah semua percakapan yang terdapat pada interaksi belajar mengajar di kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik observasi, teknik simak, rekam, dan teknik catat merupakan teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian ini. Teknik padan pragmatis merupakan teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis reaksi tindakan dari mitra tutur. Langkah-langkah analisis data penelitian, yaitu pengumpulan data, klasifikasi data dan analisis data. Hasil analisis penelitian yang diperoleh sebanyak 102 data dari 6 jenis tindak tutur direktif. Sebanyak 58 data tindak tutur jenis pertanyaan, 20 data tindak tutur jenis perintah, 6 data tindak tutur jenis permintaan, 9 data tindak tutur jenis larangan, 7 data tindak tutur jenis pemberian izin, dan 2 data tindak tutur jenis nasihat. Tindak tutur direktif jenis pertanyaan lebih dominan diperoleh dalam proses pembelajaran karena sebagai bentuk rangsangan terhadap pengetahuan siswa dan interaksi antara siswa dengan siswa. Fungsi tindak tutur direktif lainnya yang ditemukan pada penelitian ini yakni memberikan perintah, berdoa, bertanya, memberikan izin, menasehati, melarang, dan meminta.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Skripsi ini berjudul Fungsi Tindak Tutur dan Implikatur di Channel YouTube CNN Indonesia Bertema Covid-19 (Kajian Pragmatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dan jenis implikatur yang terkandung di dalam percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sumber data pada penelitian ini ialah bersumber dari tuturan para peserta diskusi yang bertema tentang Covid-19 melalui channel YouTube CNN Indonesia. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik dasar yakni teknik sadap, Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan alat penentu yakni peserta diskusi dalam program berita CNN Indonesia, tahap selanjutnya menggunakan Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data dengan menerapkan teori Levinson dan Yule. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu; (1) tindak tutur Asertif/Representatif terdiri dari 32 data dengan fungsi menyatakan, 4 data dengan fungsi mengakui, 9 data dengan fungsi melaporkan, 9 data dengan fungsi menyebutkan, 3 data dengan fungsi memberikan kesaksian, 3 data dengan fungsi berspekulasi. (2) Tindak tutur Direktif terdiri dari 5 data dengan fungsi mengajak, 25 data dengan fungsi meminta, 4 data dengan fungsi menyarankan, 5 data dengan fungsi memberikan aba-aba. (3) Tindak tutur Komisif dengan fungsi berjanji terdiri dari 4 data. (4) Tindak tutur Ekspresif terdiri dari 2 dengan fungsi mengeluh, 7 data dengan fungsi mengkritik, 3 data dengan fungsi mengucapkan terima kasih, dan 1 data dengan fungsi menyanjung. Adapun jenis implikatur yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) implikatur percakapan umum, (2) implikatur beskala, (3) implikatur percakapan khusus. Implikatur-implikatur tersebut timbul dalam sebuah percakapan disebabkan adanya pelanggaran maksim. ABSTRACT This study was entitled “Functions of Speech Acts and Implicatures on the CNN Indonesia YouTube Channel with the Covid-19 Themed (Pragmatic Study)”. The purpose of this study was to describe the function of speech act and the resource person. It was expected to be useful for the readers. This descriptive qualitative research collected the data from the speeches of the discussion participants on the theme of Covid-19 through the CNN Indonesia YouTube channel. The data were collected through listening method using tapping, listening-free-participating-speaking technique, recording, and note-taking. The data were analysed using a pragmatic matching method with a determining tool of discussion participants in the CNN Indonesia news program and the determinant element sorting technique. The data that were classified was analyzed using Levinson and Yule’s theory. The results of data analysis showed that there were 4 types of speech acts based on their function. First, the assertive/representative speech acts that consisted of 32 data with the function of stating, 4 data with the function of admitting, 9 data with the function of reporting, 9 data with the function of mentioning, 3 data with the function of giving testimony, 3 data with the function of speculating. Second, the directive speech acts that consisted of 5 data with the function of inviting, 25 data with the function of giving cues. Third, the commissive speech acts with the promise function that consisted of 4 data. Fourth, the expressive speech acts that consisted of 2 data with complaining function, 7 data with critizing function, 3 data with thanking function, and 1 data with flattering function. The type of implicatures found in this study were: (1) general conversational implicature, (2) scale implicature, and (3) special conversational implicature. These implicature arouse in a conversation due to the violation of maxims.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur komisif dalam debat capres dan cawapres 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan September 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif merupakan data penelitian yang dikumpulkan tersaji menggunakan huruf, tidak menyajikan laporan data berupa angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat.Berdasarkan hasil penelitian berupa teori tindak tutur komisif yang terbagi menjadi empat bagian yang pertama tindak tutur komisif berjanji, yang kedua tindak tutur komisif mengancam, yang ketiga tindak tutur komisif penolakan, dan yang terakhir tindak tutur komisif ikrar. Tindak tutur komisif berjanji, janji yaitu menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu. Data berjanji yang ditemukan sebanyak lima puluh enam data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa mengancam, mengancam yaitu menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain. Data mengancam yang ditemukan sebanyak tiga data yang dituturkan oleh paslon 02 (Prabowo Subianto). Tindak tutur komisif berupa penolakan, penolakan merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan ketidak setujuan atau penolakan terhadap sesuatu ide, gagasan, keputusan, atau pendapat orang lain. Data penolakan yang ditemukan sebanyak delapan data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa ikrar, ikrar merupakan janji yang sungguh-sungguh yang akan ia bacakan di depan pemimpinnya. Data ikrar tidak ada di temukan dalam penelitian ini.