Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: Debat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Program Mata Najwa Berjudul Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam program Mata Najwa berjudul “Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang” dengan kajian pragmatik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama berdasarkan empat maksim Grice, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, cara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskritif dengan data berupa tuturan antara penutur dan mitra tutur dalam tayangan video debat RKUHAP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, transkrip, dan catat. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Padan pragmatis adalah metode analisis yang menjadikan respons mitra tutur sebagai alat penentu makna dan fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat maksim prinsip kerja sama ditemukan dalam tuturan debat, baik dalam bentuk pematuhan maupun pelanggaran. Pematuhan ditunjukkan melalui tuturan yang memberikan informasi secara cukup, benar, relevan, serta jelas dan teratur. Sementara itu, pelanggaran ditunjukkan melalui informasi yang berlebihan atau kurang, kebenaran yang diragukan, tuturan yang tidak relevan dengan topik, serta penyampaian yang berbelit-belit dan ambigu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kerja sama dalam debat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dipengaruhi oleh tujuan penutur dalam menyampaikan, mempertahankan, dan menanggapi argumen dalam pembahasan RKUHAP.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DEBAT KETIGA CALON PRESIDEN PEMILU TAHUN 2024 (KAJIAN PRAGMATIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA DEBAT KETIGA CALON PRESIDEN PEMILU TAHUN 2024 (KAJIAN PRAGMATIK)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden. Kata Kunci: Debat, Ilokusi, Pragmatik, Presiden ABSTRAK AMALIA SUCI RAMADHANI 2026. Tindak Tutur Ilokusi Pada Debat Ketiga Calon Presiden Pemilu Tahun 2024 (Kajian Pragmatik). Skripsi, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Dosen Pembimbing Utama Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. Dosen Pembimbing Anggota Dr. Asih Riyanti, M.Pd. Isu utama yang dianalisis dalam penelitian ini adalah tindak tutur ilokusi selama debat presiden ketiga pemilihan umum 2024. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan fungsi dan maksud di balik tindak tutur tersebut dalam konteks debat. Penelitian ini mengadopsi pendekatan pragmatis, sehingga diklasifikasikan sebagai penelitian kualitatif dengan karakter deskriptif. Data dikumpulkan dari rekaman video debat calon presiden ketiga dalam pemilihan umum 2024. Dipublikasikan di saluran YouTube resmi Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, teknik transkip data, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 46 data tindak tutur ilokusi. Dari hasil klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur ilokusi yaitu ; asertif, direktif, ekspresif, komisif. Data tindak tutur asertif berjumlah 9 data, direktif 23 data, ekspresif 7 data, komisif 7 data. Dari banyak jumlah data jenis tindak tutur ilokusi di atas, Dapat diketahui bahwa jenis tindak tutur direktif yang paling dominan. Disimpulkan bahwa penggunaan tindak tutur ilokusi pada debat ketiga calon Presiden tahun 2024 sangat beragam serta memiliki peran penting dalam penyampaian gagasan, adu pendapat dan argumen serta sikap para calon Presiden.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Fungsi Tindak Tutur dalam Catatan Demokrasi Debat Juru Bicara Cawapres pada Kanal YouTube Tv One (Kajian Pragmatik).

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One. Penelitian ini memberikan informasi mengenai fungsi tindak tutur dalam catatan demokrasi debat juru bicara cawapres pada kanal YouTube Tv One dengan menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan data berupa kalimat atau ujaran. Sumber data pada penelitian ini adalah video debat juru bicara cawapres tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik penggumpulan data yaitu teknik simak, teknik transkrip, dan teknik catat. Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk ketahap analisis data. Dengan analisis data menunjukan sebanyak 62 data. Hasil dari klasifikasi data ditemukan 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu (1) tindak tutur representatif berjumlah 41 data dengan fungsi menyatakan 20 data, menunjukan 14 data, menjelaskan 7 data. (2) tindak tutur direktif berjumlah 11 data dengan fungsi memerintah 9 data, menantang 1 data, mendesak 1 data. (3) tindak tutur ekspresif berjumlah 7 data dengan fungsi menyalahkan 4 data, mengkritik 2 data, meminta maaf 1 data. (4) tindak tutur komisif berjumlah 3 data dengan fungsi berjanji 2 data, penolakan 1 data.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tindak Tutur Pada Debat Pertama Capres Republik Indonesia Tahun 2024 (Kajian Pragmatik)

2024•

Pada penelitian ini permasalahan yang dibahas adalah: Bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada debat capres Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis makna tindak tutur pada tuturan yang terdapat pada debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik, dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pada penelitian ini sumber datanya berasal dari video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik transkrip data, dan teknik catat. Berdasarkan penelitian pada video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa penutur dan mitra tutur pada video tersebut termasuk dalam ketiga tindak tutur yang dianalisis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pertama, tindak tutur lokusi, tuturan yang disampaikan dengan jelas oleh penutur dan mudah dipahami oleh mitra tuturnya. Kedua, tindak tutur ilokusi, memiliki maksud dan tujuan dari apa yang telah disampaikan oleh penutur. Ketiga, tindak tutur perlokusi, penyampaian tuturannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tuturnya, dan memberi efek dengan cara sengaja maupun tidak sengaja direspon oleh mitra tutur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat 41 data tindak tutur. Hasil klasifikasi data tindak tutur lokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur lokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur ilokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur ilokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur perlokusi menunjukan sebanyak 11 data. Hasil analisis data menunjukan bahwa para calon presiden menggunakan berbagai jenis tindak tutur dengan tujuan untuk menyampaikan argumen, membujuk, menyerang lawan, dan membangun citra diri. Tindak tutur lokusi pada debat tersebut merupakan suatu tindak mengucap sesuatu dengan kalimat yang sesuai dengan maknannya. Tindak tutur ilokusi juga mendominasi dalam debat ini, terutama dalam bentuk pernyataan asertif dan direktif. Tindak tutur perlokusi juga ditemukan dalam respons dari mitra tutur terhadap argumen yang disampaikan oleh para calon presiden. Penelitian ini dominan dengan data tindak tutur lokusi dan ilokusi karena dari hasil pengamatan tuturan yang disampaikan lebih kepada menyatakan sebuah keinginan untuk negara Indonesia, dan mengharapkan dukungan kepada seluruh warga negara Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA PADA DEBAT KETIGA CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR KALIMANTAN UTARA PADA TAHUN 2020-2025

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesantunan bahasa dalam beꭇkomunikasi sangat mempengaꭇuhi laԝan tutuꭇ. Penelitian ini beꭇtuϳuan untuk mendefinisikan dan mendeskꭇipsikan kesantunan beꭇbahasa dalam debat ketiga calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa Pada Tahun 2020-2025. Sumbeꭇ data dalam penelitian ini peꭇistiԝa debat yang beꭇbentuk video debat cagub dan caԝagub 2020 dan sumbeꭇ data pendukung, yaitu video ꭇekaman dan tꭇanskip debat cagub Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa diakses melalui situs poꭇtal Youtube. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang beꭇsifat deskꭇiptif dan dalam menganalisis menggunakan metode padan pragmatis. Kesantunan Berbahasa dalam acaꭇa debat ketiga calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa Pada Tahun 2020-2025 menggunakan dua jenis kesantunan berbahasa, yaitu jenis kesantunan beꭇbahasa negatif dan positif. Jenis kesantunan beꭇbahasa negatif ditemukan hasil bahwa masing-masing calon menggunakan kedelapan bentuk jenis kesantunan berbahasa negatif, kemudian jenis kesantunan beꭇbahasa positif di dominasi oleh pasangan calon tiga dalam mengujarkan kelima belas jenis kesantunan beꭇbahasa positif selebihnya di ujarkan oleh masing-masing pasangan calon satu dan dua dalam debta ketiga Calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA REKAMAN VIDEO DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES TAHAP 1, 2 DAN 3 TAHUN 2019 (KAJIAN PRAGMATIK)

2019•

SISI RAHAYU, 2019. Skripsi penggunaan tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019 (kajian pragmatik). Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dab Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Pertama Rita Kumalasari, M.Pd. dan Anggota Pembimbing Siti Fathona, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan yang ada dalam video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat, berupa kalimat tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berasal dari sumber lisan debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat empat jenis tindak tutur ekspresif dan dua jenis implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak tutur ekspresif mengkritik yang berupa kritikan yang disampaikan oleh penutur kepada lawan tuturnya melalui ujaran biasanya bersifat langsung, ekspresif menyalahkan berupa ujaran yang menyalahkan seseorang dalam tindakan, ekspresif memuji berupa pujian yang disampaikan penutur terhadap lawannya serta implikatur percakapan umum berupa percakapan yang tidak memerlukan konteks khusus dan implikatur percakapan khusus yang memerlukan konteks untuk menjelaskan percakapan yang sedang terjadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINDAK TUTUR KOMISIF DALAM DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES 2019 (KAJIAN PRAGMATIK)

2019•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur komisif dalam debat capres dan cawapres 2019. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan September 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif merupakan data penelitian yang dikumpulkan tersaji menggunakan huruf, tidak menyajikan laporan data berupa angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak bebas libat cakap, dan teknik catat.Berdasarkan hasil penelitian berupa teori tindak tutur komisif yang terbagi menjadi empat bagian yang pertama tindak tutur komisif berjanji, yang kedua tindak tutur komisif mengancam, yang ketiga tindak tutur komisif penolakan, dan yang terakhir tindak tutur komisif ikrar. Tindak tutur komisif berjanji, janji yaitu menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu. Data berjanji yang ditemukan sebanyak lima puluh enam data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa mengancam, mengancam yaitu menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan pihak lain. Data mengancam yang ditemukan sebanyak tiga data yang dituturkan oleh paslon 02 (Prabowo Subianto). Tindak tutur komisif berupa penolakan, penolakan merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan ketidak setujuan atau penolakan terhadap sesuatu ide, gagasan, keputusan, atau pendapat orang lain. Data penolakan yang ditemukan sebanyak delapan data yang masing-masing dituturkan oleh pasangan paslon. Tindak tutur komisif berupa ikrar, ikrar merupakan janji yang sungguh-sungguh yang akan ia bacakan di depan pemimpinnya. Data ikrar tidak ada di temukan dalam penelitian ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail