Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Kajian Pragmatik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS GAYA BAHASA SINDIRAN IRONI, SINISME DAN SARKASME DALAM KOLOM KOMENTAR MEDIA SOSIAL TIKTOK AKUN @LOLLYUNYUOFFICIAL20 KAJIAN PRAGMATIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa sindiran ironi, sinisme, dan sarkasme di kolom komentar media sosial Tiktok Unggahan akun @LollyUnyuofficial20 dalam kajian pragmatik. Jenis penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Metode penelitian ini menggunakan metode simak, catat, dan dokumentasi. Metode simak digunakan untuk memperoleh data dengan menyimak penggunaan bahasa. Selanjutnya, teknik catat dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ditemukan 3 gaya bahasa sindiran yang ditunjukan kepada Lolly Unyu lewat kolom komentar akun @LollyUnyuofficial20, yaitu (1) gaya bahasa sindiran ironi berjumlah 9 data, (2) gaya bahasa sindiran sinisme berjumlah 12 data, dan (3) gaya bahasa sindiran sarkasme berjumlah 14 data. Kata kunci: Gaya Bahasa Sindiran, Lolly Unyu, tiktok, kajian Pragmatik.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DEIKSIS DALAM NOVEL “CINTA BRONTOSAURUS” KARYA RADITYA DIKA (KAJIAN PRAGMATIK)

2022•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk deiksis persona, ruang, dan waktu yang terdapat pada novel Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu kutipan-kutipan dalam dialog novel Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika yang dimuat dalam kolom sesuai dengan jenis deiksis. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan terdapat tiga jenis deiksis yang ditemukan yaitu bentuk deiksis persona, deiksis ruang/tempat, dan deiksis waktu. Deiksis persona terbagi menjadi tiga yaitu deiksis persona pertama (gue, aku, saya, dan kita), bentuk deiksis persona kedua (lo, kamu, anda, kau, dan kalian) dan Bentuk persona ketiga (dia, beliau, dan mereka). Bentuk deiksis ruang/tempat yaitu bentuk ke sana, itu, ini, di sini, dan di sana. Bentuk deiksis waktu yaitu tadi, setahun yang lalu, kemarin, saat itu, bulan yang lalu, sekarang, enam bulan kemudian, nanti dan besok. novel Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika ditemukan dua puluh enam bentuk deiksis, yang meliputi dua belas bentuk deiksis persona, lima bentuk deiksis ruang/tempat dan sembilan bentuk deiksis waktu. D ari penelitian ini jenis-jenis deiksis yang dominan adalah deiksis persona pertama tunggal bentuk bebas gue/aku dan persona kedua bentuk lo/kau. Deiksis persona pertama tunggal bentuk gue dan persona kedua bentuk lo dominan muncul karena mengacu pada Raditya Dika saja sebagai penulis novel Cinta Brontosaurus.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGGUNAAN TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN PADA REKAMAN VIDEO DEBAT CAPRES DAN CAWAPRES TAHAP 1, 2 DAN 3 TAHUN 2019 (KAJIAN PRAGMATIK)

2019•

SISI RAHAYU, 2019. Skripsi penggunaan tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019 (kajian pragmatik). Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Fakultas Keguruan dab Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Pertama Rita Kumalasari, M.Pd. dan Anggota Pembimbing Siti Fathona, M.Pd. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan yang ada dalam video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah kalimat, berupa kalimat tuturan yang mengandung tindak tutur ekspresif dan implikatur percakapan pada video debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan yang berasal dari sumber lisan debat capres dan cawapres tahap 1, 2 dan 3 tahun 2019. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, terdapat empat jenis tindak tutur ekspresif dan dua jenis implikatur percakapan yang ditemukan dalam penelitian ini, yaitu tindak tutur ekspresif mengkritik yang berupa kritikan yang disampaikan oleh penutur kepada lawan tuturnya melalui ujaran biasanya bersifat langsung, ekspresif menyalahkan berupa ujaran yang menyalahkan seseorang dalam tindakan, ekspresif memuji berupa pujian yang disampaikan penutur terhadap lawannya serta implikatur percakapan umum berupa percakapan yang tidak memerlukan konteks khusus dan implikatur percakapan khusus yang memerlukan konteks untuk menjelaskan percakapan yang sedang terjadi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail