ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori maksim Leech yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kemufakatan, dan kesimpatian dalam interaksi guru dan siswa di kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan guru dan siswa yang diperoleh melalui teknik observasi langsung, perekaman, dan pencatatan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa dan sejumlah tuturan negatif yang melanggar keenam jenis maksim tersebut. Pematuhan maksim kebijaksanaan ditandai dengan penggunaan kalimat tidak langsung dan ungkapan empatik yang meminimalkan tekanan terhadap siswa. Pematuhan maksim kedermawanan tampak dalam sikap saling membantu dan berbagi antara guru dan siswa. Maksim pujian direalisasikan melalui apresiasi terhadap jawaban, penampilan, dan keberanian siswa. Maksim kerendahan hati tercermin dalam pengakuan keterbatasan diri dan penggunaan bahasa yang sederhana. Maksim kemufakatan terlihat dalam upaya membangun kesepahaman, sedangkan maksim kesimpatian diwujudkan melalui respons empatik terhadap kondisi pihak lain. Sebaliknya, pelanggaran maksim ditandai oleh tuturan yang bersifat menyudutkan, menolak secara langsung, menonjolkan keunggulan diri, serta kurangnya empati dan penghargaan terhadap mitra tutur. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran strategis dalam membangun interaksi edukatif yang efektif dan kondusif. Penerapan prinsip kesantunan secara konsisten oleh guru dan siswa dapat meningkatkan kualitas komunikasi serta menciptakan iklim pembelajaran yang positif dan etis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kesantunan berbahasa imperatif yang ditemukan dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Metode pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa data tertulis atau kalimat deklaratif imperatif yang menyatakan makna pragmatik imperatif yang terdapat dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data tertulis yang terdapat dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik mengamati, teknik baca diikuti dengan teknik simak, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ini ditemukan sebanyak 115 data imperatif yang diwujudkan dalam bentuk tuturan deklaratif dan interogatif. Ditinjau dari wujud tuturan deklaratif yaitu terdapat 15 data tuturan deklaratif imperatif persilaan, 20 data tuturan deklaratif imperatif suruhan, 11 data tuturan deklaratif imperatif ajakan, 18 data tuturan deklaratif imperatif permohonan, dan 23 data tuturan deklaratif imperatif larangan. Sedangkan ditinjau dari wujud tuturan interogatif nya yaitu terdapat 5 data tuturan interogatif imperatif perintah, 8 data tuturan interogatif imperatif ajakan, 10 data tuturan interogatif imperatif permohonan, 5 data tuturan interogatif imperatif persilaan, dan 5 data tuturan interogatif imperatif larangan. Dapat disimpulkan, bahwa tuturan deklaratif yang mengandung makna pragmatik imperatif larangan lebih banyak ditemukan dalam novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa pada siswa dan guru dalam proses pembelajaran di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Kesantunan berbahasa meliputi lima maksim, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim penerimaan, maksim kemurahan, maksim kerendahan hati, dan maksim kecocokan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa dan guru dalam proses kegiatan pembelajaran di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terdapat 36 data pematuhan maksim dalam kesantunan berbahasa di kelas VIII.1 SMP Negeri 10 Tarakan. Pematuhan maksim tersebut terbagi menjadi 5 (lima) yang terdiri atas, yaitu maksim kebijaksanaan yang terdiri atas 3 (tiga) data, maksim penerimaan yang terdiri atas 2 (dua) data, maksim kemurahan yang terdiri atas 7 (tujuh) data, maksim kerendahan hati yang terdiri atas 6 (enam) data, dan maksim kecocokan yang terdiri atas 18 (delapan belas) data.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran dan pematuhan kesantunan berbahasa pada film pertaruhan the series. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriftif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, teknik simak dan teknik catat. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap penelitian yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa film Pertaruhan The Series yakni berjumlah 28 tuturan dengan mematuhi ke enam maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan dan maksim kesimpatian. Sedangkan tuturan yang melanggar prinsip pematuhan kesantunan tergolong lumayan cukup tidak santun di tandai dengan 24 pelanggaran pematuhan prinsip kesantunan Leech terdiri dari empat maksim yakni, maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, dan maksim pemufakatan. Oleh karena itu hendaknya penutur memperhatikan kaidah-kaidah kesantunan ketika bertutur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulaitatif deskriptif . Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah Teknik rekam, catat, dan transkip. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah pragmatis. Hasil dari penelitian ini terdapat kesantunan bahasa antara guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Adapun Prinsip Kesantunan Berbahasa menurut Leech (1993) terdiri dari 6 maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dari data yang telah ditemukan di lapangan diperoleh 30 data. Terdiri dari 5 data maksim kebijaksanaan, 5 data maksim kedermawanan, 6 data maksim penghargaan, 4 data maksim kesederhanaan, 6 data maksim pemufakatan dan 4 data maksim kebijaksanaan. Berdasarkan hasil analisis data Prinsip Kesantunan Berbahasa yang ditemukan pada tuturan di sekolah SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 KTT terdapat 6 maksim yang digunakan dalam interaksi antara guru dan siswa. Semua telah memenuhi prinsip kesantunan berbahasa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan maksim prinsip kesantunan berbahasa yang berupa pematuhan dan pelanggaran maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, kemufakatan, kesimpatisan. Sumber data penelitian ini adalah berupa seluruh percakapan antara guru dan siswa sebagai penutur bahasa yang terdapat di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan proses kegiatan bertutur antara guru dan siswa yang terdapat di sekolah SMP Negeri 2 Tarakan telah diterapkan dengan baik karena pada saat proses pembelajaran banyak ditemukan data pematuhan dibandingkan data pelanggaran maksim kesantunan berbahasa. Maksim yang banyak dipatuhi ialah maksim kemufakatan karena dalam proses bertutur kata antara guru dan siswa banyak ditemukan tuturan-tuturan bahasa yang menunjukkan adanya kesesuaian atau persetujuan dalam suatu percakapan, sedangkan maksim yang banyak dilanggar ialah maksim kebijaksanaan karena dalam proses bertutur kata antara guru dan siswa banyak ditemukan tuturan-tuturan bahasa siswa yang kurang baik dan menunjukkan adanya sikap yang kurang bijak dalam menyikapi tuturan yang disampaikan oleh guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Kesantunan berbahasa pada komunikasi pegawai unit pelaksana teknis daerah kesatuan pengelola hutan (UPTD KPH) di Kota Tarakan (Kajian Pragmatik). Skripsi, Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Dibimbing oleh Eva Apriani dan Siti Fathonah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk tuturan pegawai sebagai realisasi tindak tutur yakni kesantunan berbahasa menurut Geoffrey Leech yang terdapat dalam kegiatan yang dilakukan UPTD KPH Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah keterangan yang dijadikan objek kajian, yaitu setiap percakapan yang dilakukan pegawai UPTD KPH Tarakan sebagai bentuk kesantunan berbahasa. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian pada komunikasi pegawai UPTD KPH Tarakan menunjukkan bahwa jumlah tuturan yang mematuhi maksim kesantunan Leech berjumlah 36 tuturan terdiri dari pematuhan terhadap maksim kebijaksanaan (tact maxim), maksim penghargaan (approbation maxim), maksim kesederhanaan (modesty maxim), maksim pemufakatan (agreement maxim), dan maksim kesimpatisan (sympathy maxim). Sedangkan pelanggaran terhadap maksim kesantunan Leech berjumlah 4 yaitu tuturan maksim kebijaksanaan (tact maxim) dan maksim penghargaan (approbation maxim).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini yakni pertama, untuk mendeskripsikan bentuk tindakan yang mengancam muka negatif dan positif lawan tutur, kedua untuk mendeskripsikan strategi kesantunan yang digunakan siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitiannya yakni tuturan siswa dengan berbagai lawan tuturnya di SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Data diperoleh dengan menggunakan teknik simak bebas libat cakap, rekam dan catat. Penentuan data dalam tuturan siswa, berdasarkan pada konteks tuturan yang mengancam muka negatif dan muka positif lawan tutur serta strategi kesantunan yang digunakan siswa SMP Muhammadiyah 1 Tarakan. Hasil penelitian ditemukan 40 data keseluruhan tindakan yang mengancam muka. Tindakan mengancam muka negatif lawan tutur terdapat 5 tindakan dan jumlah 23 data dengan rincian tindakan bertanya 10 data, tindakan memerintah 5 data, tindakan pujian 1 data, tindakan mengingatkan 3 data, dan tindakan marah 3 data. Tindakan mengancam muka positif lawan tutur 4 tindakan dan jumlah 17 data dengan rincian, tindakan keluhan 5 data, tindakan merendahkan 5 data, tindakan pertentangan 3 data, dan tindakan menuduh 4 data. Berdasarkan hasil yang ditemukan, tindakan bertanya yang sering dituturkan siswa dengan 10 data, hal tersebut karena siswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, dan dalam lingkungan sekolah interaksi antara siswa dengan guru yang tidak dapat dipisahkan, mengharuskan siswa untuk lebih aktif bertanya kepada guru. Oleh karena itu, siswa mengungkapkan tindakan bertanya lebih banyak dari tindakan lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesantunan berbahasa merupakan hal yang terpenting dalam dunia pendidikan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan Kesantunan Berbahasa Guru dan Siswa Pada Kegiatan Belajar Mengajar di Kelas XII MIPA SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah tuturan kesantunan berbahasa guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran bahasa indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik rekam suara, teknik catat dan teknik transkripsi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data deskriptif kualitatif, yaitu tabulasi data, penyajian data, interpretasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian ini ditemukan 40 data yang terdiri dari 16 data bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi guru ke siswa yang berwujud (1) kalimat deklaratif, menaati maksim kedermawanan; (2) kalimat interogatif, menaati maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan dan maksim penghargaan; (3) kalimat imperatif, menaati maksim kebijaksanaan; (4) kalimat ekslamatif, menaati maksim penghargaan dan maksim kedermawanan dan 24 data bentuk kesantunan berbahasa dalam interaksi siswa ke siswa yang berwujud (1) kalimat deklaratif, menaati dan melanggar maksim penghargaan, maksim kerendahan hati dan maksim pemufakatan; (2) kalimat interogatif, menaati maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan dan maksim pemufakatan; (3) kalimat imperatif, menaati maksim kedermawanan; (4) kalimat ekslamatif, menaati maksim kedermawanan, maksim kerendahan hati dan maksim pemufakatan. Kesantunan berbahasa dalam penelitian ini lebih sering menggunakan bentuk tuturan kalimat interogatif dan deklaratif karena dalam kegiatan belajar mengajar tuturan interogatif sering digunakan untuk menanyakan sesuatu hal terkait materi yang kurang jelas ataupun keingintahuan akan suatu hal, sedangkan tuturan deklaratif sering digunakan untuk menyampaikan suatu informasi atau pernyataan kepada mitra tutur.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesantunan bahasa dalam beꭇkomunikasi sangat mempengaꭇuhi laԝan tutuꭇ. Penelitian ini beꭇtuϳuan untuk mendefinisikan dan mendeskꭇipsikan kesantunan beꭇbahasa dalam debat ketiga calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa Pada Tahun 2020-2025. Sumbeꭇ data dalam penelitian ini peꭇistiԝa debat yang beꭇbentuk video debat cagub dan caԝagub 2020 dan sumbeꭇ data pendukung, yaitu video ꭇekaman dan tꭇanskip debat cagub Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa diakses melalui situs poꭇtal Youtube. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang beꭇsifat deskꭇiptif dan dalam menganalisis menggunakan metode padan pragmatis. Kesantunan Berbahasa dalam acaꭇa debat ketiga calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa Pada Tahun 2020-2025 menggunakan dua jenis kesantunan berbahasa, yaitu jenis kesantunan beꭇbahasa negatif dan positif. Jenis kesantunan beꭇbahasa negatif ditemukan hasil bahwa masing-masing calon menggunakan kedelapan bentuk jenis kesantunan berbahasa negatif, kemudian jenis kesantunan beꭇbahasa positif di dominasi oleh pasangan calon tiga dalam mengujarkan kelima belas jenis kesantunan beꭇbahasa positif selebihnya di ujarkan oleh masing-masing pasangan calon satu dan dua dalam debta ketiga Calon Gubeꭇnuꭇ dan ԝakil Gubeꭇnuꭇ Pꭇovinsi Kalimantan Utaꭇa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KESANTUNAN BERBAHASA PADA VIDEO DEBAT CAGUB DAN CAWAGUB KALTARA TAHUN 2020 (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini adalah mendeskripsiskan kesantunan berbahasa pada video debat calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara tahap 1 tahun 2020. Objek penelitian ini adalah video debat calon gubernur dan wakil gubernur kaltara tahun 2020. Penulis mengambil objek kajian berupa perdebatan antara calon-calon yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk kesantunan berbahasa dalam debat cagub dan cawagub adapun sumber data dalam penelitian ini berbentuk video debat cagub dan cawagub Kalimantan utara tahun 2020 dan sumber data pendukung yaitu video rekaman dan transkip debat cagub dan cawagub Kalimantan Utara diakses melalui situs portal Youtube. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan teknik simak dan teknik catat. Data tersebut dianlisi melalui teori kesantunan berbahasa Lakoff dan Geoffrey Leech, antara lain 25 tuturan yang ada pada debat cagub dan cawagub dengan rincian 11 tuturan yang tidak santun dan 14 tuturan yang santun. Tuturan yang santun adalah tuturan yang mematuhi kesantunan berbahasa, yakni 2 tuturan pada kaidah formalitas Lakoff, 3 tuturan pada kaidah persamaan atau kesekawanan, 2 tuturan maksim kemurahan hati Geoffrey Leech, 3 tuturan maksim kesetujuan Geoffrey Leech, dan 4 tuturan maksim kebijkasanaan Geoffrey Leech. Tuturan yang tidak santun adalah tuturan yang melanggar prinsip kesantunan, dengan rincian 3 tuturan kaidah formalitas Lakoff, 1 tuturan kaidah persmaan Lakoff, 4 tuturan maksim kebijaksanaan Geoffrey Leech, 2 tuturan maksim kemurahan hati Geoffrey Leech, dan 1 tuturan maksim kesetujuan hati Geoffrey Leech. Dari tuturan yang telah dianalisis, peneliti menemukan bentuk-bentuk tuturan yang santun dan tidak santun dalam debat cagub dan cawagub Kalimantan Utara tahun 2020. 14 tuturan itu dikatakan santun karena mematuhi kaidah dan maksim yang sesuai dengan penelitian ini.