ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Urgensi Pembentukan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru dan Siswa di Kabupaten Malinau dan perlunya pembentukan Peraturan Daerah tentang perlindungan guru dan siswa di Kabupaten Malinau Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Pengaturan perlindungan hukum bagi guru dan siswa di Kabupaten Malinau didasarkan pada peraturan nasional, seperti Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, Undang-Undang No 20 tahun 2023 tentang ASN (Aparatur Sipil Negara), dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Meskipun belum ada peraturan daerah khusus yang mengatur tentang perlindungan guru dan siswa, Pemerintah Kabupaten Malinau mendukung pendidikan melalui program wajib belajar 16 (enam belas) tahun dan pengembangan kompetensi guru. Namun, guru masih menghadapi risiko kriminalisasi saat menegakkan disiplin. Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru dan Siswa di Malinau diperlukan karena meningkatnya kekerasan dan intimidasi terhadap guru dan siswa, belum adanya Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru dan Siswa, serta kebutuhan menciptakan lingkungan belajar aman dan inklusif. Peraturan Daerah tentang Perlindungan Guru dan Siswa ini juga memperkuat kewenangan daerah dan menindaklanjuti aspirasi pemangku kepentingan untuk perlindungan hukum yang efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kesantunan berbahasa berdasarkan teori maksim Leech yang meliputi maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kerendahan hati, kemufakatan, dan kesimpatian dalam interaksi guru dan siswa di kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan lisan guru dan siswa yang diperoleh melalui teknik observasi langsung, perekaman, dan pencatatan selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 tuturan yang mematuhi prinsip kesantunan berbahasa dan sejumlah tuturan negatif yang melanggar keenam jenis maksim tersebut. Pematuhan maksim kebijaksanaan ditandai dengan penggunaan kalimat tidak langsung dan ungkapan empatik yang meminimalkan tekanan terhadap siswa. Pematuhan maksim kedermawanan tampak dalam sikap saling membantu dan berbagi antara guru dan siswa. Maksim pujian direalisasikan melalui apresiasi terhadap jawaban, penampilan, dan keberanian siswa. Maksim kerendahan hati tercermin dalam pengakuan keterbatasan diri dan penggunaan bahasa yang sederhana. Maksim kemufakatan terlihat dalam upaya membangun kesepahaman, sedangkan maksim kesimpatian diwujudkan melalui respons empatik terhadap kondisi pihak lain. Sebaliknya, pelanggaran maksim ditandai oleh tuturan yang bersifat menyudutkan, menolak secara langsung, menonjolkan keunggulan diri, serta kurangnya empati dan penghargaan terhadap mitra tutur. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa kesantunan berbahasa memiliki peran strategis dalam membangun interaksi edukatif yang efektif dan kondusif. Penerapan prinsip kesantunan secara konsisten oleh guru dan siswa dapat meningkatkan kualitas komunikasi serta menciptakan iklim pembelajaran yang positif dan etis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesantunan berbahasa guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kulaitatif deskriptif . Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah Teknik rekam, catat, dan transkip. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu dengan daya pilah pragmatis. Hasil dari penelitian ini terdapat kesantunan bahasa antara guru dan siswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas XII SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 Kabupaten Tanah Tidung. Adapun Prinsip Kesantunan Berbahasa menurut Leech (1993) terdiri dari 6 maksim yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim kesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dari data yang telah ditemukan di lapangan diperoleh 30 data. Terdiri dari 5 data maksim kebijaksanaan, 5 data maksim kedermawanan, 6 data maksim penghargaan, 4 data maksim kesederhanaan, 6 data maksim pemufakatan dan 4 data maksim kebijaksanaan. Berdasarkan hasil analisis data Prinsip Kesantunan Berbahasa yang ditemukan pada tuturan di sekolah SMA Negeri Terpadu Unggulan 1 KTT terdapat 6 maksim yang digunakan dalam interaksi antara guru dan siswa. Semua telah memenuhi prinsip kesantunan berbahasa.