ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan pada masyarakat di Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis sosial. Sumber data penelitian ini adalah sumber data primer yang datanya diberikan langsung oleh informan, yaitu masyarakat suku Bulungan yang tinggal di Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, simak bebas libat cakap, merekam, menyimak, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 41 data yang telah diklasifikasikan sesuai dengan lima jenis deiksis dalam percakapan bahasa Bulungan di Tanjung Palas. Adapun jenis deiksis tersebut yaitu, deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis sosial. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tuturan yang menggunakan bahasa Bulungan terdapat beberapa deiksis yang di dalamnya sesuai dengan konteks tuturan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ragam Bahasa Indonesia yang muncul serta mendeskripsikan karakteristik dari ragam Bahasa Indonesia yang digunakan oleh siswa terhadap guru pada proses pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan dengan Kajian Sosiolinguistik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang di peroleh dari penelitian ini berupa tuturan siswa terhadap guru dalaam proses pembelajaran bahasa Indonesia kelas VIII SMP Nasional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nsional Plus Indo Tionghoa Tarakan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu metode simak dan teknik lanjutannya yaitu teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik sadap, teknik rekam dan teknik catat. Hasil penelitian ini berupa tuturan yang termasuk dalam ragam resmi, ragam santai, ragam akrab serta karakteristik dalam ragam resmi, ragam santai dan ragam akrab. Data dalam penelitian ini berjumlah 41 data, diantaranya yaitu: ragam resmi terdiri dari 3 data, ragam santai terdiri dari 37 data dan ragam akrab terdiri dari 1 data. Pemahaman dan kesadaran siswa dalam menggunakan ragam resmi dalam proses pembelajaran masih sangat kurang. Ragam santai paling sering digunakan karena ragam ini dapat membangun suasana percakapan yang santai sehingga proses komunikasi tidak berlangsung kaku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Titis Angreini, 2022 skripsi berjudul “Deiksis Dalam Percakapan Bahasa Tidung Pada Masyarakat Suku Tidung Di Kota Tarakan dengan menggunakan Kajian Pragmatik. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana bentuk-bentuk deiksis dalam percakapan iBahasa iTidung pada imasyarakat Tidung di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk Deiksis dalam percakapan bahasa tidung pada masyarakat Tidung di kota Tarakan dan juga ingin memberikan pengetahuan bahwa dalam bahasa-bahasa daerah khusunya bahasa tidung terdapat ilmu linguistik dalam kajian pragmatik salah satunya yaitu deiksis. Pada skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalaah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat yang dituturkan oleh masyarakat asli suku tidung yang merupakan laporan hasil wawancaya yang dilakukan antara peneliti dan narasumber. Sumber data dari penelitian ini adalah informan yang bisa dan mengerti Bahasa Tidung. Dalam penelitian ini ada Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti wawancara, merekam suara, menyimak serta mencatat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 30 data yang dimana data tersebut telah di klasifikasikan sesuai dengan 5 jenis deiksis yang ada diantaranya deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis social. Dalam peneltian ini bisa disimpulkan bahwa peristiwa tutur yang menggunakan bahasa tidung atau Bahasa daerah terdapat beberapa deiksis yang terkandung di dalam tuturan yang sesuai dengan konteks tuturan tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KESANTUNAN BERBAHASA PADA VIDEO DEBAT CAGUB DAN CAWAGUB KALTARA TAHUN 2020 (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini adalah mendeskripsiskan kesantunan berbahasa pada video debat calon Gubernur dan calon wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara tahap 1 tahun 2020. Objek penelitian ini adalah video debat calon gubernur dan wakil gubernur kaltara tahun 2020. Penulis mengambil objek kajian berupa perdebatan antara calon-calon yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bentuk kesantunan berbahasa dalam debat cagub dan cawagub adapun sumber data dalam penelitian ini berbentuk video debat cagub dan cawagub Kalimantan utara tahun 2020 dan sumber data pendukung yaitu video rekaman dan transkip debat cagub dan cawagub Kalimantan Utara diakses melalui situs portal Youtube. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan teknik simak dan teknik catat. Data tersebut dianlisi melalui teori kesantunan berbahasa Lakoff dan Geoffrey Leech, antara lain 25 tuturan yang ada pada debat cagub dan cawagub dengan rincian 11 tuturan yang tidak santun dan 14 tuturan yang santun. Tuturan yang santun adalah tuturan yang mematuhi kesantunan berbahasa, yakni 2 tuturan pada kaidah formalitas Lakoff, 3 tuturan pada kaidah persamaan atau kesekawanan, 2 tuturan maksim kemurahan hati Geoffrey Leech, 3 tuturan maksim kesetujuan Geoffrey Leech, dan 4 tuturan maksim kebijkasanaan Geoffrey Leech. Tuturan yang tidak santun adalah tuturan yang melanggar prinsip kesantunan, dengan rincian 3 tuturan kaidah formalitas Lakoff, 1 tuturan kaidah persmaan Lakoff, 4 tuturan maksim kebijaksanaan Geoffrey Leech, 2 tuturan maksim kemurahan hati Geoffrey Leech, dan 1 tuturan maksim kesetujuan hati Geoffrey Leech. Dari tuturan yang telah dianalisis, peneliti menemukan bentuk-bentuk tuturan yang santun dan tidak santun dalam debat cagub dan cawagub Kalimantan Utara tahun 2020. 14 tuturan itu dikatakan santun karena mematuhi kaidah dan maksim yang sesuai dengan penelitian ini.