Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Kata kunci: Pragmatik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pematuhan dan Pelanggaran Prinsip Kerja Sama dalam Program Mata Najwa Berjudul Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama dalam program Mata Najwa berjudul “Debat RKUHAP: Biar Proses Hukum Gak Sewenang-Wenang” dengan kajian pragmatik. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk pematuhan dan pelanggaran prinsip kerja sama berdasarkan empat maksim Grice, yaitu maksim kuantitas, kualitas, relevansi, cara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif deskritif dengan data berupa tuturan antara penutur dan mitra tutur dalam tayangan video debat RKUHAP. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak, transkrip, dan catat. Analisis data menggunakan teknik padan pragmatis. Padan pragmatis adalah metode analisis yang menjadikan respons mitra tutur sebagai alat penentu makna dan fungsi tuturan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat maksim prinsip kerja sama ditemukan dalam tuturan debat, baik dalam bentuk pematuhan maupun pelanggaran. Pematuhan ditunjukkan melalui tuturan yang memberikan informasi secara cukup, benar, relevan, serta jelas dan teratur. Sementara itu, pelanggaran ditunjukkan melalui informasi yang berlebihan atau kurang, kebenaran yang diragukan, tuturan yang tidak relevan dengan topik, serta penyampaian yang berbelit-belit dan ambigu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan prinsip kerja sama dalam debat tidak hanya berkaitan dengan penyampaian informasi, tetapi juga dipengaruhi oleh tujuan penutur dalam menyampaikan, mempertahankan, dan menanggapi argumen dalam pembahasan RKUHAP.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Tindak Tutur Ekspresif Dalam Film Semusim Setelah Kemarau Sutradara Dyan Sunu Prastowo (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, makna, dan fungsi tindak tutur ekspresif yang terdapat dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo tayang secara eksklusif di platform streaming KlikFilm pada 24 Januari 2025 dengan durasi sekitar 1 jam 23 menit. Data penelitian berupa tuturan para tokoh yang mengandung tindak tutur ekspresif dalam film Semusim Setelah Kemarau sutradara Dyan Sunu Prastowo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak, teknik catat, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 69 data tindak tutur ekspresif yang terdiri atas 14 data berterima kasih, 3 data memberi selamat, 5 data meminta maaf, 33 data menyalahkan, dan 14 data memuji, sedangkan tindak tutur ekspresif belasungkawa tidak ditemukan. Tindak tutur ekspresif menyalahkan merupakan jenis yang paling dominan karena alur cerita film banyak menampilkan konflik, kekecewaan, dan perbedaan pandangan antar tokoh. Makna dan fungsi tindak tutur ekspresif yang ditemukan beragam, antara lain untuk mengungkapkan rasa syukur, penghargaan, dukungan, penyesalan, kekecewaan, serta apresiasi. Selain itu, tindak tutur ekspresif berfungsi menjaga hubungan sosial, memperkuat ikatan emosional, menyampaikan sikap penutur, dan membangun dinamika interaksi antartokoh dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tindak tutur ekspresif sangat dipengaruhi oleh konteks percakapan yang melatarbelakangi tuturan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Tindak Tutur Pada Debat Pertama Capres Republik Indonesia Tahun 2024 (Kajian Pragmatik)

2024•

Pada penelitian ini permasalahan yang dibahas adalah: Bagaimana tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi pada debat capres Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis makna tindak tutur pada tuturan yang terdapat pada debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik, dengan demikian penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Pada penelitian ini sumber datanya berasal dari video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024, dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak, teknik transkrip data, dan teknik catat. Berdasarkan penelitian pada video debat pertama capres Republik Indonesia tahun 2024 menunjukkan bahwa penutur dan mitra tutur pada video tersebut termasuk dalam ketiga tindak tutur yang dianalisis yaitu lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Pertama, tindak tutur lokusi, tuturan yang disampaikan dengan jelas oleh penutur dan mudah dipahami oleh mitra tuturnya. Kedua, tindak tutur ilokusi, memiliki maksud dan tujuan dari apa yang telah disampaikan oleh penutur. Ketiga, tindak tutur perlokusi, penyampaian tuturannya dimaksudkan untuk mempengaruhi mitra tuturnya, dan memberi efek dengan cara sengaja maupun tidak sengaja direspon oleh mitra tutur. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh terdapat 41 data tindak tutur. Hasil klasifikasi data tindak tutur lokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur lokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur ilokusi menunjukan sebanyak 15 data, dan ditemukan 3 jenis tindak tutur ilokusi; asertif, komisif, direktif. Klasifikasi data tindak tutur perlokusi menunjukan sebanyak 11 data. Hasil analisis data menunjukan bahwa para calon presiden menggunakan berbagai jenis tindak tutur dengan tujuan untuk menyampaikan argumen, membujuk, menyerang lawan, dan membangun citra diri. Tindak tutur lokusi pada debat tersebut merupakan suatu tindak mengucap sesuatu dengan kalimat yang sesuai dengan maknannya. Tindak tutur ilokusi juga mendominasi dalam debat ini, terutama dalam bentuk pernyataan asertif dan direktif. Tindak tutur perlokusi juga ditemukan dalam respons dari mitra tutur terhadap argumen yang disampaikan oleh para calon presiden. Penelitian ini dominan dengan data tindak tutur lokusi dan ilokusi karena dari hasil pengamatan tuturan yang disampaikan lebih kepada menyatakan sebuah keinginan untuk negara Indonesia, dan mengharapkan dukungan kepada seluruh warga negara Indonesia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINDAK TUTUR BERBAHASA GURU DENGAN SISWA KELAS X.A DALAM KEGIATAN PRAKTEK PEMBELAJARAN PENJAS DI SMA HANGTUAH TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Secara umum penelitian ini dapat memberikan berbagai informasi dan pengetahuan dibidang pragmatik. yang pertama adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif. dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan pada saat proses praktik pembelajaran penjas berlangsung di lapangan. Sekaligus yaitu untuk Mendeskripsikan fungsi dari masing-masing bentuk tindak tutur ilokusi direktif, ekspresif, dan asertif dari tuturan guru penjas di SMA Hangtuah Tarakan, Penelitian inimerupakan penelitian kualitatif deskriptif, data penelitian ini adalah bentuk tuturan dari guru kepada peserta didik siswa kelas X.A SMA Hangtuah, adapun Data yang diperoleh yaitu, menggunakan beberapa teknik antara lain teknik rekam, teknik menyimak, dan catat. penentuan data dalam tindak tutur ini adalah berdasarkan pada kontekstuturan, bentuk tindak tutur ilokusi direktif,ekspresif, dan asertif. hasil dari penelitian ini ditemukan 111 data tindak tutur direktif, asertif, dan eskpresif. Guru dengan siswa saat kegiatan praktik pembelajaran berlangsung cenderung lebih banyak menggunakan tuturan yang memiliki tujuan untuk memberi informasi, pengarahan dan pernyataan kepada Mitra tutur

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DEIKSIS DALAM PERCAKAPAN BAHASA TIDUNG PADA MASYARAKAT TIDUNG DI KOTA TARAKAN (KAJIAN PRAGMATIK)

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Titis Angreini, 2022 skripsi berjudul “Deiksis Dalam Percakapan Bahasa Tidung Pada Masyarakat Suku Tidung Di Kota Tarakan dengan menggunakan Kajian Pragmatik. Dalam penelitian ini rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana bentuk-bentuk deiksis dalam percakapan iBahasa iTidung pada imasyarakat Tidung di Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk Deiksis dalam percakapan bahasa tidung pada masyarakat Tidung di kota Tarakan dan juga ingin memberikan pengetahuan bahwa dalam bahasa-bahasa daerah khusunya bahasa tidung terdapat ilmu linguistik dalam kajian pragmatik salah satunya yaitu deiksis. Pada skripsi ini jenis penelitian yang digunakan adalaah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat yang dituturkan oleh masyarakat asli suku tidung yang merupakan laporan hasil wawancaya yang dilakukan antara peneliti dan narasumber. Sumber data dari penelitian ini adalah informan yang bisa dan mengerti Bahasa Tidung. Dalam penelitian ini ada Teknik pengumpulan data yang digunakan seperti wawancara, merekam suara, menyimak serta mencatat. Hasil dari penelitian yang dilakukan terdapat 30 data yang dimana data tersebut telah di klasifikasikan sesuai dengan 5 jenis deiksis yang ada diantaranya deiksis persona, deiksis tempat, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis social. Dalam peneltian ini bisa disimpulkan bahwa peristiwa tutur yang menggunakan bahasa tidung atau Bahasa daerah terdapat beberapa deiksis yang terkandung di dalam tuturan yang sesuai dengan konteks tuturan tersebut.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail