Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: pragmatics
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Bertanya Najwa Shihab dalam Program Mata Najwa Episode Narasi Eksklusif "Prabowo Subianto Bicara" (Kajian Pragmatik)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

STRATEGI BERTANYA NAJWA SHIHAB DALAM PROGRAM MATA NAJWA EPISODE NARASI EKSKLUSIF “PRABOWO SUBIANTO BICARA” (KAJIAN PRAGMATIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk strategi bertanya yang digunakan Najwa Shihab dalam wawancara Narasi Eksklusif: Prabowo Subianto Bicara pada program Mata Najwa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan pertanyaan Najwa Shihab kepada Prabowo Subianto. Pengumpulan data dilakukan melalui metode simak bebas cakap dan teknik catat dengan sumber data berupa tayangan wawancara pada kanal YouTube Najwa Shihab. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif, kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan strategi bertanya serta memperhatikan konteks penggunaannya. Hasil penelitian terhadap 64 tuturan pertanyaan menunjukkan adanya lima strategi bertanya, yaitu Open Question sebanyak 17 data, Closed Question sebanyak 20 data, Probing Question sebanyak 6 data, Clarification Question sebanyak 11 data, dan Leading Question sebanyak 10 data. Open Question merupakan strategi yang paling banyak digunakan, sedangkan Probing Question paling sedikit ditemukan. Kelima strategi tersebut digunakan secara kontekstual untuk memperoleh, menggali, memperjelas, dan mengarahkan informasi selama proses wawancara. Dengan demikian, penggunaan strategi bertanya Najwa Shihab menunjukkan variasi tuturan pertanyaan sebagai tindak tutur direktif dalam mendukung proses penggalian dan pengembangan informasi dalam wawancara.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMAKAIAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO (KAJIAN PRAGMATIK)

2021•

PEMAKAIAN TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ANIMASI ADIT DAN SOPO JARWO (KAJIAN PRAGMATIK) Abstrak Tujuan skripsi ini yaitu pertama, untuk mengetahui jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Tujuan kedua, mendeskripsikan fungsi dari masing-masing jenis tindak tutur direktif dalam dialog film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian ini yaitu tuturan film animasi Adit dan Sopo Jarwo. Data diperoleh dengan menggunakan teknik SBLC (Simak Bebas Libat Cakap), teknik transkripsi data, dan teknik catat. Analisis data menggunakan model interaktif dari teori Miles dan Huberman. Penentuan data dalam film animasi Adit dan Sopo Jarwo didasarkan pada konteks tuturan dan indikator jenis tindak tutur direktif. Indikator permintaan menggunakan kata tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, dan dimohon dengan sangat. Indikator perintah menggunakan kata biar, ayo, coba. Indikator larangan menggunakan kata jangan. Indikator nasihat menggunakan kata sebaiknya dan hendaknya. Indikator pertanyaan menggunakan kata apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indikator pemberian izin menggunakan penanda kata silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, dan diizinkan. Hasil penelitian ini ditemukan 6 jenis tindak tutur direktif, yaitu permintaan berjumlah 14 data, perintah berjumlah 16 data, pertanyaan berjumlah 11 data, larangan 10 data, nasihat berjumlah 3 data, dan pemberian izin berjumlah 4 data. Jenis tindak tutur permintaan memiliki fungsi meminta 7 data dan memohon 7 data. Jenis perintah memiliki fungsi menghendaki 1 data, memerintah 13 data, dan mengarahkan 2 data. Jenis tindak tutur direktif pertanyaan memiliki fungsi bertanya 10 data dan menginterogasi 1 data. Jenis tindak tutur direktif larangan memiliki fungsi melarang 9 data dan membatasi 1 data. Jenis tuturan nasihat memiliki fungsi menasehati 2 data dan menyarankan 1 data. Jenis tindak tutur direktif pemberian izin memiliki fungsi mengizinkan 3 data dan membolehkan 1 data. Kata Kunci: Direktif, Pragmatik, Tindak Tutur. THE USE OF DIRECTIVE SPEAKING ACTIONS IN THE DIALOGUE OF ADIT DAN SOPO JARWO ANIMATION FILM (PRAGMATIC STUDY) Abstract The purpose of this research was to discover the types of directive speech acts in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. The second objective was to describe the function of each type of directive speech act in the dialogue of the animated film Adit dan Sopo Jarwo. This research was a descriptive qualitative research. The data of the research were the speeches in the Adit dan Sopo Jarwo animated film. The data were obtained using the Simak Bebas Libat Cakap technique (observation non-participatory method), data transcription techniques, and note-taking techniques. Analysis of the data used an interactive model from Miles and Hurberman. Determining the data of the research was based on the context of speech and indicators of directive speech act types. The request indicator used the words tolong, minta, mohon, harap, dapatkah seandainya, diminta dengan hormat, and dimohon dengan sangat. The imperative indicator used the word biar, ayo, coba. The prohibition indicator used the word jangan. The indicator of advice used the words sebaiknya and hendaknya. Question indicators used the words apa, siapa, kenapa, dimana, kapan, dan bagaimana. Indicators of grating permission used the word markers silakan, biarlah, boleh, diperkenankan, dipersilakan, and diizinkan. The result found 6 types of directive speech acts, i.e. requests totaling 14 data, imperatives totaling 16 data, questions totaling 11 data, prohibitions 10 data, advices totaling 3 data, and granting permission totaling 4 data. The type of request speech act has the function of asking in 7 data and 7 data for begging. The imperative type has the function of requiring in 1 data, commanding 13 data, and directing in 2 data. The type of question directive speech act has the function of asking found in 10 data and interrogating in 1 datum. The type of prohibitive directive speech act has the function of prohibiting in 9 data and limiting in 1 datum. The type of advice speech has the function of advising in 2 data and suggesting in 1 data. The type of directive speech act of granting permission has the function of allowing in 3 data and granting in 1 datum. Keywords: Directive, Pragmatics, Speech Act.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FUNGSI TINDAK TUTUR DAN IMPLIKATUR DI CHANNEL YOUTUBE CNN INDONESIA BERTEMA COVID-19 (KAJIAN PRAGMATIK)

2021•

ABSTRAK Skripsi ini berjudul Fungsi Tindak Tutur dan Implikatur di Channel YouTube CNN Indonesia Bertema Covid-19 (Kajian Pragmatik). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan fungsi tindak tutur dan jenis implikatur yang terkandung di dalam percakapan antara pembawa acara dan narasumber. Dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, sumber data pada penelitian ini ialah bersumber dari tuturan para peserta diskusi yang bertema tentang Covid-19 melalui channel YouTube CNN Indonesia. Teknik pengumpulan pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik dasar yakni teknik sadap, Teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC), teknik rekam, dan teknik catat. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan pragmatis dengan alat penentu yakni peserta diskusi dalam program berita CNN Indonesia, tahap selanjutnya menggunakan Teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Berdasarkan teknik-teknik yang digunakan dalam penelitian ini maka data-data yang telah diklasifikasikan berdasarkan kelompoknya akan masuk tahap analisis data dengan menerapkan teori Levinson dan Yule. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat 4 jenis tindak tutur berdasarkan fungsinya yaitu; (1) tindak tutur Asertif/Representatif terdiri dari 32 data dengan fungsi menyatakan, 4 data dengan fungsi mengakui, 9 data dengan fungsi melaporkan, 9 data dengan fungsi menyebutkan, 3 data dengan fungsi memberikan kesaksian, 3 data dengan fungsi berspekulasi. (2) Tindak tutur Direktif terdiri dari 5 data dengan fungsi mengajak, 25 data dengan fungsi meminta, 4 data dengan fungsi menyarankan, 5 data dengan fungsi memberikan aba-aba. (3) Tindak tutur Komisif dengan fungsi berjanji terdiri dari 4 data. (4) Tindak tutur Ekspresif terdiri dari 2 dengan fungsi mengeluh, 7 data dengan fungsi mengkritik, 3 data dengan fungsi mengucapkan terima kasih, dan 1 data dengan fungsi menyanjung. Adapun jenis implikatur yang ditemukan dalam penelitian ini yaitu; (1) implikatur percakapan umum, (2) implikatur beskala, (3) implikatur percakapan khusus. Implikatur-implikatur tersebut timbul dalam sebuah percakapan disebabkan adanya pelanggaran maksim. ABSTRACT This study was entitled “Functions of Speech Acts and Implicatures on the CNN Indonesia YouTube Channel with the Covid-19 Themed (Pragmatic Study)”. The purpose of this study was to describe the function of speech act and the resource person. It was expected to be useful for the readers. This descriptive qualitative research collected the data from the speeches of the discussion participants on the theme of Covid-19 through the CNN Indonesia YouTube channel. The data were collected through listening method using tapping, listening-free-participating-speaking technique, recording, and note-taking. The data were analysed using a pragmatic matching method with a determining tool of discussion participants in the CNN Indonesia news program and the determinant element sorting technique. The data that were classified was analyzed using Levinson and Yule’s theory. The results of data analysis showed that there were 4 types of speech acts based on their function. First, the assertive/representative speech acts that consisted of 32 data with the function of stating, 4 data with the function of admitting, 9 data with the function of reporting, 9 data with the function of mentioning, 3 data with the function of giving testimony, 3 data with the function of speculating. Second, the directive speech acts that consisted of 5 data with the function of inviting, 25 data with the function of giving cues. Third, the commissive speech acts with the promise function that consisted of 4 data. Fourth, the expressive speech acts that consisted of 2 data with complaining function, 7 data with critizing function, 3 data with thanking function, and 1 data with flattering function. The type of implicatures found in this study were: (1) general conversational implicature, (2) scale implicature, and (3) special conversational implicature. These implicature arouse in a conversation due to the violation of maxims.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail