ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tradisi tato Dayak Kenyah Lepo’ Ke di Desa Long Tebulo merupakan warisan budaya yang mengandung nilai filosofis, spiritual, dan sosial, tetapi semakin terancam oleh modernisasi, pengaruh agama, dan melemahnya pewarisan budaya sehingga perlu didokumentasikan melalui kajian folklor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kajian folklor melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap dua informan yang dipilih secara purposive dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengidentifikasi lima motif tato tradisional, yaitu Kalung Ilak, Kalung Tebuku, Kalung Besulan, Kalung Kabuk, dan Kalung Se'. Adapun makna yang terkandung didalam jenis-jenis tato yang telah diteliti, dari kelima jenis makna tato yang telah diteliti terdapat dua jenis makna tato yang digunakan oleh para tetua adat dan bangsawan yaitu, tato kalung ilak dan kalung kabuk yang bermakna sebagai kehormatan puncak tertinggi dalam struktur dan memilliki kekuasaan tertinggi pada suku Dayak lepo’ke, sedangkan untuk tiga makna tato yaitu kalung tebuku, kalung besulan dan kalung se’ tato yang bermakna sebagai bagaimana perjalanan hidup seseorang dan digunakan sebaagai bentuk eksistensi kelas mengah kebawah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS MAKNA SIMBOL TARIAN LALATIP SUKU DAYAK TAHOL DESA MANSALONG KECAMATAN LUMBIS KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK NOVIA PUTRI SARI, 2025 Analisis Makna Simbol Tarian Lalatip Suku Dayak Tahol Desa Mansalong Kecamatan Lumbis Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kajian Semiotik). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan (dibimbing oleh Dr. Erna Wahyuni, S.S., M.A. dan Rita Kumala Sari, M.Pd.). Penelitian ini berutujuan untuk menganalisis makna simbol dalam tarian Lalatip yang merupakan warisan budaya dari Suku Dayak Tahol di Desa Mansalong, Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tarian ini mengandung berbagai tanda simbolik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengungkap makna yang terkandung didalam tarian Lalatip, serta memberikan kontribusi terhadap pemahaman dan pelestarian budaya lokal. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap elemen dalam tarian Lalatip memiliki makna simbolis yang mendalam, seperti simbol yang terdapat pada tarian Lalatip, yaitu alat musik gong dimaknai sebagai kekuatan leluhur, pakaian dengan motif manik-manik dimaknai sebagai persatuan dan estetika tradisional, sedangkan gerakan tari yang lincah dimaknai sebagai ketangkasan prajurit dalam menghadapi ancaman. Jumlah data yang dianalisis pada taria Lalatip, yaitu meliputi alat musik gong besar, gong sedang, gong kecil sebanyak 3 data, pakaian penari pria baju pupulut dan abagh sebanyak 2 data, pakaian penari wanita baju linantian dan rok linantian sebanyak 2 data, aksesoris penari laki-laki memiliki 5 data yaitu tupi susunduk, rarangkol/jangkol, holong sulou, papakol nulongon, papakol nukalayon, aksesoris penari wanita memiliki 7 data, yaitu salupai, inting-inting, Sulampoi, holong sulou, pipirot ringgit, pipirot sungkayon, batik nu popok, properti memiliki 7 data yaitu taut lalatip, perisai, mandau, sapuk, pingulu nu sapuk, papakol nu mato, tuntung nu agung dan gerakan tari memiliki 10 data. Keseluruhan data yang didapatkan pada penelitian ini adalah 36 data, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai pentingnya menjaga dan memahami simbolisme dalam seni tradisional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisiskan Makna Simbol Upacara Ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak (Kajian Semiotik) dari Charles Sanders Pierse. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif menggunakan kajian semiotik dari Charles Sander Pierse yaitu teori semiosis triadic, diantaranya adalah tanda (representament), objek (object), dan interpretasi (interpretant). Data pada penelitian ini makna dari simbol upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu di Desa Pungit Kecamatan Sekatak. Sumber data pada penelitian ini upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu dan tokoh adat suku Dayak Bulusu. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini diantaranya observasi, dokumentasi, wawancara, dan mencatat atau menulis. Analisis data yang dilakukan peneliti dalam penelitian ini mengumpulkan data, identifikasi data, dan menanalisiskan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini terdapat tiga puluh satu simbol yang digunakan pada upacara ngandu’ suku Dayak Bulusu yang dipercayai membawa hal-hal baik untuk membangun rumah tangga mereka dan dijauhkan dari hal buruk yang dapat merusak rumah tangga mereka. Sehingga, setiap simbol memiliki makna dan mempunyai tujuan yang sama yaitu bentuk harapan agar pasangan suami istri memiliki rumah tangga yang damai dan sejahtera.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisiskan makna simbol dalam iklan produk minuman susu di Youtube menggunakan kajian semantik, sementara itu metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pengambilan data dengan cara mengamati secara cermat video iklan pada aplikasi youtube. Data pada penelitian ini berupa iklan-iklan susu yang terdapat di Youtube. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode menyimak dan mengamati, tangkapan layar, menganalisis dan pencatatan. Penyajian hasil analisis data dengan teknik mengumpulkan data, menganalisis dan menyimpulkan. Hasil dari penelitian ini terdapat dua puluh makna simbol susu yang terdapat pada iklan yang diteliti dengan pemilihan iklan susu tersebut dapat meningkatkan popularitas beberapa produk susu sehingga dari penanyangan iklan tersebut membuat para masyarakat tertarik memilih beberapa produk susu sebagai minuman terbaik untuk buah hati mereka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol Tarian Pa’gellu suku Toraja di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian pa’gellu suku Toraja di Kota Tarakan Kalimantan Utara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, wawancara, mencatat/menulis, dan dokumentasi. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat simbol tarian pa’gellu suku Toraja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol budaya pada tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam tarian busak baku suku Dayak Lundayeh. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 24 data, diantaranya yaitu Fata, Abe, Bane, Lekusulau, Beret, Bakad dan Tekip, Kering, Tawak, Sape, Tayen, Agung, uwan, Telingut, Rongbasung, Keratung, Apar, abet ulu Deley, Bakad Delei, gerakan proses tumbuhnya tumbuhan busak baku, gerakan proses bercocok tanam, gerakan gotong royong, gerakan mekarnya busak baku. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sandres Pierce.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAKNA SIMBOL PADA RITUAL AMPID DALAM UPACARA KEMATIAN SUKU DAYAK TINGALAN DI DESA BELAYAN KABUPATEN MALINAU KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbol budaya pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara dengan menggunakan kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan berlandaskan pada kajian semiotik dari Charles Sanders Pierce yaitu, teori segitiga makna. Diantaranya adalah, Tanda (sign), Objek (object), Interpretasi (interpretant). Selanjutnya data pada penelitian ini yaitu makna simbol pada ritual adat kematian suku Dayak Tingalan di Desa Belayan Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah ritual adat kematian suku Dayak Tingalan dan tokoh adat suku Dayak Tingalan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam ritual adat kematian suku Dayak Tingalan. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 26 data, 23 data diantaranya adalah data berupa benda, dan 3 data berupa tindakan. Using semiotic studies from Charles Sanders Pierce, this study aimed to describe the meaning of cultural symbols in the traditional death ritual of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. This study implemented decriptive qualitative research methods, based of the semiotic analysis of Charles Sanders Pierce, namely, the tringle theory of meaning. Among them are Sign, Object, and Interpretation. Furthermore, the data in this study was study was the meaning of symbols in the traditional ritual of death of the Dayak Tingalan tribe in Belayan Village, Malinau, North Kalimantan. The data sources in this study were the death rituals of the Dayak Tingalan tribe an the traditional leaders of the Tingalan Dayak tribe. Data collection techniques included observation, documention, intervews, and writing/recording. Then the data analysis carried out by the researcher was collecting data, identifying data or interpreting data, and describing or interpreting data in Indonesian. The results of this study were data in cultural symbols in the death ritual of the Tingalanb Dayak tribe. The amount of data in this study was 26, 23 of which were data in the form of objects, and 3 in the form actions.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Makna Simbol dalam Pernikahan Adat Suku Tahol di Desa Putat Kecamatan Malinau Utara (Kajian Semiotik). Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Tahol yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah pernikahan Adat Suku Tahol di Desa Putat Kecamatan Malinau Utara. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 14 data yang ditemukan dan dianalisis. Menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna yang dimana didalam segitiga makna tersebut sign (Tanda), Object (Acuan) dan Interpretant (interpretasi/ penggunaan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam prosesi pernikahan Adat Suku Tahol dengan tujuan untuk meminta para leluhur menjadi saksi bagi kedua pengantin dalam pernikahan ini memberi keselamatan dan kesehatan agar terhindar dari segala bahaya dan tetap sejahtera.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terdapat dalam simbol prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah makna dari simbol dalam prosesi pernikahan Adat Bugis Bone yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah prosesi pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan teknik observasi, wawancara, rekam dan catat. Teknik penyajian data dalam penelitian ini berbentuk tabel. Teknik analisis data menggunakan beberapa tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Data yang diperoleh sebanyak 26 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Mappenre Botting terdapat 5 data. Data berupa benda dan makanan pada prosesi Akad Nikah terdapat 13 data. Data berupa benda pada prosesi Mappasikerawa terdapat 1 data. Data berupa benda pada pakaian Adat dan perhiasan terdapat 7 data. Data yang ditemukan akan dianalisis menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna berupa Sign (Tanda), Object (Acuan Tanda), Interpretant (Penggunaan Tanda). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol dalam setiap prosesi pada puncak acara pernikahan Adat Bugis Bone di Kota Tarakan. Dengan tujuan bahwa dalam pernikahan merupakan ibadah yang paling mulia dan menyatukan dua insan dalam membangun rumah tangga dengan menjalankan perintah yang Maha Kuasa serta menyempurnahkan separuh agama.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh dan mendeskripsikan makna, fungsi, dan manfaat yang terkandung di dalam simbol-simbol budaya pada prosesi ritual pernikahan suku Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara dengan menggunakan Kajian Semiotik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan menggunakan semiotik dari Charles Sanders Pierce. Data penelitian ini yaitu makna simbol yang terkandung dalam prosesi ritual pernikahan suku Dayak Bulusu. Kemudian, sumber data dari penelitian ini adalah ritual pernikahan suku Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini di antaranya yaitu obeservasi/pengamatan langsung, dokumentasi dam rekam, wawancara, teknik catat. Adapun teknik analisis data yang dilakukan oleh peneliti yaitu mengumpulkan data-data, menafsirkan kedalam bahasa Indonesia, dan terakhir mendeskripsikan dalam bentuk pemaparan dengan pernyataan yang ada. Hasil dari penelitian ini berupa data simbol budaya dari ritual pernikahan suku Dayak Bulusu yang berjumlah sebanyak 29 data, 23 data berupa benda dan 6 data berupa tindakan. Kemudian data tersebut akan dikaji menggunakan Semiotik segitiga makna dari Charles Sanders Peirce yang meliputi sign (tanda), object (objek), dan interpretant (interpretasi/penggunaan). Semua data-data tersebut akan diketahui maknanya jika dikaji menggunakan teori segitiga makna agar dapat diketahui dengan jelas bahwa setiap data memiliki makna yang terkadung di dalamnya, sehingga akan mudah memahami secara mendalam dan menyeluruh makna simbol yang terkandung dalam Ritual Pernikahan Suku Dayak Bulusu di Kabupaten Tana Tidung Kalimantan Utara. Kata Kunci: Dayak Bulusu, Makna Simbol, Ritual Pernikahan, dan Semiotik
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MAKNA RITUAL ADAT PEDIBAI SUKU BULUNGAN DI TANJUNG PALAS KABUPATEN BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KAJIAN SEMIOTIK) Abstrak Skripsi ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna yang terkandung dalam setiap Simbol Budaya pada Prosesi Ritual Adat Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini adalah makna dari simbol dalam setiap prosesi Ritual Pedibai yang bersumber dari informan/narasumber. Sedangkan sumber data adalah Ritual Pedibai Suku Bulungan di Tanjung Palas. Teknik pengumpulan data di antaranya yaitu observasi, teknik pengamatan, wawancara, teknik rekam, teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap analisis, yaitu koleksi data, reduksi data, penyajian data, verifikasi data. Dengan 18 data yang ditemukan dan dianalisis. menggunakan teori Charles Sanders Peirce yaitu teori segitiga makna yang dimana didalam segitiga makna tersebut Sign (Tanda), Object (Acuan) dan Interpretant (Interpretasi/penggunaan). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat makna pada simbol budaya Ritual Pedibai suku bulungan dengan tujuan meminta kepada yang maha kuasa untuk menjaga keselamatan dan kesehatan serta terhindar segala bahaya dan bencana dan tetap sejahtera. Kata Kunci: Makna Simbol Budaya, Ritual Pedibai, Suku Bulungan, Semiotik