Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Penulis: DEDY
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PASAL 53 DALAM UNDANG UNDANG RI NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG PENETAPAN PERPPU CIPTA KERJA MENJADI UNDANG UNDANG, KHUSUSNYA PADA SEKTOR MIGAS

2024•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan Mengkaji dan menganalisis perubahan ketentuan sektor hilir minyak dan gas bumi pasca Undang-Undang Cipta Kerja yang berkaitan dengan penegakan hukum pidana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, sifat penelitian preskriptif yakni menguji kembali menurut teori hukum terhadap norma yang dianggap masih kabur. Hasil penelitian ini menunjukkan sejatinya Penegakan hukum sektor hilir migas terjadi perubahan yang cukup siknifikan pasca UU Cipta Kerja. Pasal 53 UU Migas ada ancaman pidana terhadap pelanggaran ketentuan administratif hilir migas dengan rincian sesuai bidang usahanya, sedangkan dalam UU Cipta Kerja tidak lagi merinci bidang usaha, ancaman pidana terhadap elanggaran ketentuan administratif mensyaratkan timbulnya korban/kerusakan terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan. Ketentuan administratif usaha hilir migas terkendala atau tidak dapat dilaksanakan sebab belum ada peraturan pemerintahnya, disisi lain ketentuan pidana administrative telah dibatasi dengan persyaratan sesuai Pasal 53 UU Cipta Kerja yang artinya tidak semua pelanggaran perizinan hilir migas dapat dipidanakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PASAL 53 DALAM UNDANG UNDANG RI NOMOR 6 TAHUN 2023 TENTANG PENETAPAN PERPPU CIPTA KERJA MENJADI UNDANG UNDANG, KHUSUSNYA PADA SEKTOR MIGAS

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan Mengkaji dan menganalisis perubahan ketentuan sektor hilir minyak dan gas bumi pasca Undang-Undang Cipta Kerja yang berkaitan dengan penegakan hukum pidana. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, sifat penelitian preskriptif yakni menguji kembali menurut teori hukum terhadap norma yang dianggap masih kabur. Hasil penelitian ini menunjukkan sejatinya Penegakan hukum sektor hilir migas terjadi perubahan yang cukup siknifikan pasca UU Cipta Kerja. Pasal 53 UU Migas ada ancaman pidana terhadap pelanggaran ketentuan administratif hilir migas dengan rincian sesuai bidang usahanya, sedangkan dalam UU Cipta Kerja tidak lagi merinci bidang usaha, ancaman pidana terhadap elanggaran ketentuan administratif mensyaratkan timbulnya korban/kerusakan terhadap kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan. Ketentuan administratif usaha hilir migas terkendala atau tidak dapat dilaksanakan sebab belum ada peraturan pemerintahnya, disisi lain ketentuan pidana administrative telah dibatasi dengan persyaratan sesuai Pasal 53 UU Cipta Kerja yang artinya tidak semua pelanggaran perizinan hilir migas dapat dipidanakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol Tarian Busak Baku Suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara (Kajian Semiotika)

2023•Koleksi Perpustakaan

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol budaya pada tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam tarian busak baku suku Dayak Lundayeh. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 24 data, diantaranya yaitu Fata, Abe, Bane, Lekusulau, Beret, Bakad dan Tekip, Kering, Tawak, Sape, Tayen, Agung, uwan, Telingut, Rongbasung, Keratung, Apar, abet ulu Deley, Bakad Delei, gerakan proses tumbuhnya tumbuhan busak baku, gerakan proses bercocok tanam, gerakan gotong royong, gerakan mekarnya busak baku. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sandres Pierce.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Makna Simbol Tarian Busak Baku Suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara (Kajian Semiotika)

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna simbol budaya pada tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data pada penelitian ini berupa simbol-simbol tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh di Desa Pelita Kabupaten Malinau Kalimantan Utara. Sumber data dalam penelitian ini adalah tarian Busak Baku suku Dayak Lundayeh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya adalah observasi, dokumentasi, wawancara, dan menulis/mencatat. Kemudian analisis data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah, mengumpulkan data, identifikasi data atau menafsirkan data, dan mendeskripsikan atau menafsirkan data dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini adalah data simbol budaya dalam tarian busak baku suku Dayak Lundayeh. Jumlah data dalam penelitian ini adalah 24 data, diantaranya yaitu Fata, Abe, Bane, Lekusulau, Beret, Bakad dan Tekip, Kering, Tawak, Sape, Tayen, Agung, uwan, Telingut, Rongbasung, Keratung, Apar, abet ulu Deley, Bakad Delei, gerakan proses tumbuhnya tumbuhan busak baku, gerakan proses bercocok tanam, gerakan gotong royong, gerakan mekarnya busak baku. Seluruh data ini akan dianalisis oleh peneliti dengan menggunakan teori segitiga makna dari Charles Sandres Pierce.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2023•Koleksi Perpustakaan

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Pendahuluan, stress kerja merupakan kondisi yang dihadapi seseorang termasuk perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Jika tuntutan itu tidak berbanding dengan kesiapan diri perawat maka menimbulkan stres kerja. Stres Kerja dapat disebabkan faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stress kerja pada perawat di kamar operasi RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.,Metode penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu sementara variabel depedennya adalah stress kerja perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau seluruh perawat kamar bedah yang berjumlah 62 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Hasil, uji analisis yang digunakan adalah Kendalls tau dan didapatkan hasil pvalue beban kerja: 0,021, rutinitas pekerjaan:,0,023, lingkungan pekerjaan: 0,024, jam kerja: 0,178, hubungan interpersonal: 0,000, peran organisasi: 0,130, pengembangan karir: 0,023, peran pimpinan: 0,024, masalah ekonomi: 0,235, masalah pribadi: 0,043 dan tipe kepribadian: 0,946. Pada penelitian sebelumnya ada yang sesuai dengan hasil penelitian ini namun adapula yang berbeda hasilnya dan umumnya penelitian sebelumnya tersebut, variabel yang diteliti terdiri dari dua sampai lima variabel dan tidak melihat secara keseluruhan dari faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Kesimpulan, terdapat beberapa faktor yang berhubungan stres kerja pada perawat seperti beban kerja, rutinitas pekerjaan, lingkungan pekerjaan, hubungan interpersonal, pengembangan karir, peran pemimpin serta masalah pribadi. Kedepannya pihak manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK perlu mengeluarkan kebijakan mengenai upaya pencegahan dan intervensi stress kerja pada perawat untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT STRESS KERJA PERAWAT DI KAMAR OPERASI RSUD DR. H. JUSUF SK PROVINSI KALIMANTAN UTARA Abstrak Pendahuluan, stress kerja merupakan kondisi yang dihadapi seseorang termasuk perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. Jika tuntutan itu tidak berbanding dengan kesiapan diri perawat maka menimbulkan stres kerja. Stres Kerja dapat disebabkan faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stress kerja pada perawat di kamar operasi RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara.,Metode penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan cross sectional dengan variabel independennya adalah faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu sementara variabel depedennya adalah stress kerja perawat. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling atau seluruh perawat kamar bedah yang berjumlah 62 perawat. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengukur kedua variabel. Hasil, uji analisis yang digunakan adalah Kendalls tau dan didapatkan hasil pvalue beban kerja: 0,021, rutinitas pekerjaan:,0,023, lingkungan pekerjaan: 0,024, jam kerja: 0,178, hubungan interpersonal: 0,000, peran organisasi: 0,130, pengembangan karir: 0,023, peran pimpinan: 0,024, masalah ekonomi: 0,235, masalah pribadi: 0,043 dan tipe kepribadian: 0,946. Pada penelitian sebelumnya ada yang sesuai dengan hasil penelitian ini namun adapula yang berbeda hasilnya dan umumnya penelitian sebelumnya tersebut, variabel yang diteliti terdiri dari dua sampai lima variabel dan tidak melihat secara keseluruhan dari faktor intrisik, ekstrisik dan faktor individu. Kesimpulan, terdapat beberapa faktor yang berhubungan stres kerja pada perawat seperti beban kerja, rutinitas pekerjaan, lingkungan pekerjaan, hubungan interpersonal, pengembangan karir, peran pemimpin serta masalah pribadi. Kedepannya pihak manajemen RSUD dr. H. Jusuf SK perlu mengeluarkan kebijakan mengenai upaya pencegahan dan intervensi stress kerja pada perawat untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ESTIMASI NILAI KERUGIAN EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT BANJIR DI KECAMATAN SEMBAKUNG

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ESTIMASI NILAI KERUGIAN EKONOMI MASYARAKAT AKIBAT BANJIR DI KECAMATAN SEMBAKUNG Dedy Mansyur Sulistya Rini Pratiwi,S.E.,M.Sc Tujuan dari penelitian ini adalah mengestimasi nilai kerugian ekonomi di Kecamatan Sembakung terhadap akibat bencana banjir sungai dan menginterpretasikan persepsi di Kecamatan Sembakung terhadap risiko banjir. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode analaisis deskriptif untuk melihat persepsi masyarakat akibat adanya banjir dan menggunakan pendekatan harga pasar sebenarnya, cost of time , Human Capital Approach untuk mengukur seberapa besar estimasi nilai kerugian akibat banjir di wilayah Kecamatan Sembakung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Kerugian langsung (direct) yang dialami masyarakat pasca banjir banjir pada bulan Januari 2021 sebesar Rp. 48.685.514,97 Kerugian tidak langsung (indirect) yang dialami masyarakat pasca banjir banjir pada bulan Januari 2021 sebesar Rp 125.717.000 Kerugian ekonomi masyarakat dihitung berdasarkan kerugian langsung (direct) dan kerugian tidak langsung (indirect). Total estimasi kerugian yang dialami masyarakat rumah tangga sebesar Rp 174.402.514,97 Masyarakat mengetahui bawah rumah yang mereka tinggali merupakan daerah yang rawan banjir, akibat banjir sebagian rumah masayrakat menjadi kotor dengan adanya endapan lumpur dan sampah yang terbawa oleh banjir. Banyak pekerjaan masyarakat yang terganggu pasca banjir dan masyarakat juga merasa tidak nyaman dengan kondisi rumah pasca banjir, akibatnya banyak masyaraakat yang merasa stress akibat banjir yang bertahap dan banjir juga menimbulkan ke khawatiran kriminalitas terhadap harta benda.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (DRY HEAT TREATMENT) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NACLO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH PENERAPAN TEKNOLOGI DHT (Dry Heat Treatment) DAN KOMBINASI PERENDAMAN BENIH DENGAN VARIASI KONSENTRASI NaClO DALAM UPAYA MENJAGA KUALITAS DAN DAYA SIMPAN BENIH CABAI Abstrak Cabai (Capsicum annum L) merupakan salah satu produk hortikultura yang sangat penting di Indonesia. Produksi cabai di kota Tarakan pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan dibandingkan tahun 2015. Namun, kurangnya pengetahuan petani dalam upaya menjaga kualitas dan daya simpan benih cabai mandiri membuat petani harus mengeluarkan biaya lebih dalam memenuhi kebutuhan bercocok tanam. Penerapan Dry Heat Treatment (DHT) dan Penggunaan Natrium Hipoklorit NaClO dapat meningkatkan vigor dan viabilitas benih sehingga memperkecil laju kemunduran mutu benih. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi perlakuan NaClO dan DHT yang dapat menghasilkan benih yang terlindungi mutu dan kualitasnya selama masa simpan. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2020 sampai dengan juli 2020 di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan, metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 64 unit percobaan dan setiap unit terdiri dari 10 sampel. Hasil penelitian menunjukkan pada parameter perkecambahan perlakuan NaClO control (N0), 1% (N1) tidak berbeda nyata dibandingkan perlakuan NaClO 1% (N1), 3% (N2), dan 5% (N3). Pareameter vegetatif benih menunjukan bahwa kombinasi perlakuan NaClO dan DHT menunjukan data tertinggi panjang akar yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter tinggi batang yaitu N1D1 (kombinasi 1% NaClO dan 50�C selama 72 jam), pada parameter jumlah daun yaitu N2D1 (kombinasi 1% NaClO dan 60�C selama 72 jam). data paling rendah ditunjukan pada kombinasi perlakuan D3 (70�C selama 72 jam) terhadap semua perlakuan NaClO semua taraf, sehingga di dapatkan beberapa kesimpulan yaitu, Perlakuan NaClO semua taraf menujukan tidak berbeda nyata untuk semua sampel, perlakuan DHT terbaik yaitu pada taraf 50�C selama 72 jam (D1), kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter perkecambahan yaitu N0D0 dan N0D1, kombinasi perlakuan terbaik untuk parameter vegetatif panjang akar dan tinggi batang adalah pada perlakuan N1D1, sedangkan untuk Jumlah daun pada kombinasi perlakuan N2D1.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail