Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

269 hasil
Subjek: Perawat
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Pada Tn. I dengan Diagnosis Hipoglikemia Di Ruang Anggrek A Rumah Sakit Umum Daerah dr. H Jusuf SK

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK “ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. I DENGAN HIPOGLIKEMIA DI RUANG ANGGREK A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN DR. H JUSUF SK Menurut (Rudi,2013) Hipoglikemi adalah suatu keadaan dimana kondisi seseorang mengalami penurunan pada kadar gula dalam darah dibawah normal. Dapat dikatakan jumlah gula dalam darah mengalami penurunan saat dilakukannya cek GDS dimana didapatkan jumlah dibawah 60 mg/dl atau dibawah 80 mg/dl dengan gejala klinis. Saat tubuh mengalami penurunan gula darah, tubuh akan merespon yang dimana ditandai dengan gejala klinis diantaranya klien akan merasakan pusing, tubuh lemas dan gemetaran, pandangan menjadi kabur dan gelap, berkeringat dingin, detak jantung meningkat dan terkadang klien bisa sampai hilang kesadaran. Metode penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H JUSUF SK Pengumpulan data menggunakan format Asuhan Keperawatan yang meliputi Pengkajian, Diagnosa, Intervensi, Implementasi, Evaluasi Keperawatan. Berdasarkan analisa data diperoleh pengkajian membutuhkan keterampilan komunikasi yang efektif dan observasi, diagnosa keperawatan disesuaikan dengan kondisi klien dan didapatkan diagnosa ketidakstabilan kadar glukosa darah, gangguan pola tidur, defisit pengetahuan, defisit perawatan diri, dan risiko jatuh. Perencanaan dan pelaksanaan ditunjang dengan fasilitas dan sarana yang mendukung, evaluasi dilakukan secara langsung baik formatif maupun sumatif. Masalah yang belum teratasi yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Dukungan Sosial Dengan Strategi Koping Perawat di Ruang Intensif

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat di ruang intensif menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan dan kondisi pasien yang kompleks sehingga membutuhkan strategi koping yang sesuai. Strategi koping merupakan upaya yang dilakukan perawat untuk menghadapi dan mengelola berbagai tekanan serta permasalahan yang muncul selama bekerja. Penggunaan strategi koping yang sesuai dapat membantu perawat dalam menghadapi tuntutan pekerjaan di ruang intensif. Dukungan sosial dapat membantu perawat dalam menghadapi berbagai tuntutan dan permasalahan selama bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik korelasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 79 perawat yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk mengukur dukungan sosial dan Brief COPE untuk mengukur strategi koping. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif dengan nilai p-value = 0,017 (p 0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,269 dengan arah hubungan positif dan kekuatan hubungan dalam kategori lemah. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan strategi koping perawat di ruang intensif. Semakin tinggi skor dukungan sosial yang diterima perawat, maka cenderung semakin tinggi skor strategi koping yang digunakan dalam menghadapi berbagai situasi selama bekerja di ruang intensif. Disarankan bagi rumah sakit untuk meningkatkan dukungan sosial bagi perawat melalui penciptaan lingkungan kerja yang suportif, penguatan kerja sama antarperawat, serta dukungan dari atasan guna membantu perawat dalam menghadapi berbagai tekanan dan tuntutan pekerjaan di ruang intensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Resiliensi dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan kerja perawat masih menjadi permasalahan penting karena dapat memengaruhi kinerja, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan keperawatan. Di tengah tingginya beban kerja dan tekanan emosional, perawat membutuhkan resiliensi agar mampu beradaptasi dan mempertahankan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 perawat yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi adaptasi dari Resilience Quotient Test (Reivich & Shatté) dan Job Satisfaction Survey (Spector), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 100 orang (43,5%) dan tingkat kepuasan kerja pada kategori puas sebanyak 135 orang (58,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kepuasan kerja perawat (0,001 (p 0,005)) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini, semakin tinggi tingkat resiliensi perawat maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Diperlukan upaya penguatan resiliensi perawat melalui program pelatihan dan dukungan institusi agar dapat meningkatkan resiliensi perawat yang masih rendah sehingga tingkat kepuasan juga dapat meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN SLEEP HYGIENE DENGAN KUALITAS TIDUR PADA PERAWAT INSTALASI PERAWATAN INTENSIF DI RUMAH SAKIT “X”

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perawat Instalasi Perawatan Intensif memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan secara terus-menerus kepada pasien kritis dengan pemantauan khusus, sehingga tuntutan pekerjaan seperti sistem kerja shift dapat memengaruhi kualitas tidur perawat. Salah satu faktor yang berkaitan dengan kualitas tidur adalah sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif di Rumah Sakit X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 perawat. Instrumen yang digunakan adalah Sleep hygiene Index (SHI) untuk mengukur sleep hygiene dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki sleep hygiene kategori baik sebanyak 79 responden (98,8%), dan kualitas tidur buruk sebanyak 66 responden (82,5). Hasil analisis bivariat dengan uji Gamma didapatkan nilai p = 0,322 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi r = 1.000, artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara sleep hygiene dengan kualitas tidur pada perawat Instalasi Perawatan Intensif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi perawat mengenai sleep hygiene dan kualitas tidur, serta menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit dalam mengelola beban kerja guna mendukung kualitas tidur dan keselamatan kerja perawat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POTENSI LINGKUNGAN DAN PERILAKU TIDAK AMAN TERHADAP KEJADIAN TERTUSUK JARUM DAN BENDA TAJAM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN POTENSI LINGKUNGAN DAN PERILAKU TIDAK AMAN TERHADAP KEJADIAN TERTUSUK JARUM DAN BENDA TAJAM PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT ABSTRAK Kejadian tertusuk jarum dan benda tajam merupakan salah satu kecelakaan kerja yang sering dialami perawat. Kejadian ini dapat dipengaruhi oleh potensi lingkungan kerja yang tidak aman maupun perilaku tidak aman dalam menangani jarum suntik dan benda tajam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan potensi lingkungan kerja tidak aman dan perilaku tidak aman terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat di salah satu rumah sakit di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain crosssectional. Sampel berjumlah 319 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kejadian tertusuk jarum dan benda tajam, kuesioner potensi lingkungan tidak aman, serta kuesioner perilaku tidak aman, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 98 perawat (30,7%) pernah mengalami kejadian tertusuk jarum dan benda tajam dalam lima tahun terakhir. Penyebab tersering adalah jarum suntik (48,9%), lokasi cedera paling banyak pada jari tangan (93,9%), dan kegiatan yang paling sering menimbulkan cedera adalah mematahkan ampul (31,7%). Sebanyak 74 perawat (23,2%) menyatakan lingkungan kerjanya tidak aman, sedangkan 287 perawat (90%) masih melakukan perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara potensi lingkungan kerja tidak aman dengan kejadian tertusuk jarum dan benda tajam (p = 0,716). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku tidak aman dengan kejadian tersebut (p = 0,018) dengan arah korelasi positif, yaitu semakin tinggi perilaku tidak aman maka semakin tinggi peluang terjadinya kejadian tertusuk jarum dan benda tajam. Kesimpulan penelitian ini adalah perilaku tidak aman berperan sebagai faktor risiko yang berkontribusi terhadap kejadian tertusuk jarum dan benda tajam pada perawat, sedangkan potensi lingkungan kerja tidak aman belum terbukti menjadi faktor penentu utama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KEPUASAN PERAWAT TERHADAP PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT DI RSUD KABUPATEN NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kesehatan yang beralih dari sistem manual ke sistem berbasis digital. Pelayanan kesehatan yang bermanfaat bagi klien, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Meskipun Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) memberikan berbagai dampak terhadap kepuasan perawat, penelitian yang menggambarkan tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS masih terbatas. Implementasi sistem yang relatif baru serta adanya kendala, seperti gangguan jaringan, memerlukan evaluasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kepuasan perawat terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 172 perawat di RSUD Kabupaten Nunukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, berusia 36–45 tahun, berpendidikan D3/D4, dan memiliki masa kerja sebagai perawat lebih dari 6 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat kepuasan yang sangat puas terhadap penggunaan SIMRS, serta tidak terdapat responden yang menyatakan sangat tidak puas. Disimpulkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap penggunaan SIMRS. Penelitian selanjutnya diharapkan melibatkan sampel yang lebih besar, menggunakan metode yang berbeda, serta mengkaji faktor-faktor lain yang memengaruhi keberhasilan penggunaan SIMRS MORBIS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Faktor Lingkungan Kerja Dengan Kepuasan Kerja Perawat RS Pratama Di Perbatasan Negara Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT RS PRATAMA DI PERBATASAN NEGARA INDONESIA-MALAYSIA PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Rumah Sakit Pratama di wilayah perbatasan menghadapi berbagai keterbatasan yang dapat memengaruhi lingkungan kerja dan kepuasan kerja perawat. Lingkungan kerja yang kurang kondusif berpotensi menurunkan kepuasan kerja serta berdampak pada mutu pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat di RS Pratama Perbatasan Indonesia–Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan hubungan faktor lingkungan kerja dengan kepuasan kerja perawat RS Pratama di Perbatasan Indonesia-Malaysia Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan total responden sebanyak 70 orang. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antaraactoror lingkungan dengan kepuasan kerja perawat dengan nilai orelasi sedang dan positif, yang artinya yang berarti semakin baik faktor lingkungan, maka kepuasan kerja cenderung semakin tinggi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi manajemen rumah sakit dalam meningkatkan kualitas lingkungan kerja guna meningkatkan kepuasan kerja perawat dan mutu pelayanan keperawatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN TEKNIK PERNAPASAN BUTEYKO TERHADAP PENURUNAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RT 04 KELURAHAN PANTAI AMAL TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang ditandai oleh penyempitan jalan napas yang bersifat reversibel, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, mengi, batuk, dan rasa berat pada dada. Sesak napas merupakan keluhan yang paling sering dialami pasien dan dapat menghambat aktivitas sehari-hari serta menurunkan kualitas hidup. Selain terapi farmakologis, diperlukan terapi komplementer berupa intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengendalikan gejala asma. Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah teknik pernapasan Buteyko, yaitu latihan pernapasan yang bertujuan mengurangi hiperventilasi, meningkatkan efisiensi ventilasi paru, dan memperbaiki pola pernapasan.Tujuan: Menganalisis penerapan teknik pernapasan Buteyko dalam menurunkan tingkat sesak napas pada pasien asma di RT 04 Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas dan keluarga terhadap dua pasien yang didiagnosis menderita asma. Pelaksanaan asuhan keperawatan meliputi tahap pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Teknik pernapasan Buteyko diberikan sebagai intervensi utama dalam proses keperawatan. Evaluasi: Keberhasilan intervensi dievaluasi dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah pemberian teknik pernapasan Buteyko berdasarkan tingkat sesak napas, frekuensi pernapasan, saturasi oksigen (SpO₂), serta kenyamanan pasien saat bernapas. Hasil: Penerapan teknik pernapasan Buteyko menunjukkan adanya penurunan keluhan sesak napas pada kedua pasien, disertai perbaikan frekuensi pernapasan, peningkatan nilai saturasi oksigen, dan meningkatnya kenyamanan saat bernapas. Selain itu, pasien dan keluarga mengalami peningkatan pengetahuan mengenai pengelolaan penyakit asma serta penerapan latihan pernapasan sebagai terapi pendukung. Temuan tersebut menunjukkan bahwa teknik pernapasan Buteyko dapat digunakan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang efektif dalam membantu mengurangi sesak napas pada pasien asma.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan dan afirmasi positif pada pasien dengan harga diri rendah kronik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Harga diri rendah kronik merupakan masalah keperawatan yang sering dialami pasien gangguan jiwa, ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri, rendahnya kepercayaan diri, dan kecenderungan menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini dapat dipicu oleh pengalaman kegagalan, kehilangan peran, serta tekanan sosial ekonomi, terutama pada masyarakat pesisir. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan menganalisis penerapan asuhan keperawatan melalui tindakan keperawatan ners dan terapi afirmasi positif sebagai intervensi inovasi pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua klien Harga diri rendah kronik dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi. Tindakan keperawatan ners diberikan selama tiga hari, kemudian dilanjutkan dengan terapi afirmasi positif sebanyak tiga sesi yang disusun secara individual berdasarkan sumber stresor dan pengalaman hidup masing-masing klien. Tingkat harga diri diukur menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan skor RSES pada kedua klien, yaitu dari kategori rendah menjadi sedang setelah tindakan keperawatan ners dan meningkat menjadi kategori tinggi setelah terapi afirmasi positif. Selain itu, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan mengenali potensi diri, kepercayaan diri, interaksi sosial, serta mekanisme koping yang lebih adaptif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penyusunan afirmasi yang disesuaikan dengan pengalaman hidup dan sumber stresor klien mendukung perubahan persepsi diri ke arah yang lebih positif. Terapi afirmasi positif berpotensi menjadi intervensi pendamping dalam praktik keperawatan jiwa berbasis komunitas untuk meningkatkan harga diri dan mendukung pemulihan psikososial pasien dengan harga diri rendah kronik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN FOOT MASSAGE DAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN EDEMA FISIOLOGIS EKSTREMITAS BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER III

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Edema ekstremitas bawah merupakan salah satu keluhan fisiologis yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan sirkulasi dan peningkatan tekanan vena. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa berat, pegal, ketidaknyamanan saat beraktivitas, serta menurunkan kualitas hidup ibu hamil. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi edema adalah kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan maternitas melalui kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III. Metode: Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) ini menggunakan metode studi kasus pada dua ibu hamil trimester III yang mengalami edema ekstremitas bawah fisiologis di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut berupa foot massage selama 20 menit, dilanjutkan rendam kaki air hangat selama 15–20 menit. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan SOAP dan penilaian derajat edema. Hasil: Setelah pemberian intervensi selama tiga hari, kedua pasien mengalami penurunan derajat edema dari grade 2 menjadi grade 1. Selain itu, pasien melaporkan kaki terasa lebih ringan, pegal berkurang, lebih nyaman saat berjalan, serta lebih rileks. Hasil observasi menunjukkan pembengkakan berkurang tanpa ditemukan gangguan sirkulasi maupun tanda inflamasi. Kesimpulan: Kombinasi foot massage dan rendam kaki air hangat efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan edema ekstremitas bawah pada ibu hamil trimester III dan dapat dijadikan tindakan keperawatan komplementer dalam pelayanan asuhan keperawatan maternitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

optimalisasi alat inventaris kesehatan diruang tindak rawat inap anak di rumah sakit

2026•

Inventaris alat kesehatan merupakan bagian dari fungsi pengorganisasian dalam manajemen keperawatan yang menjamin ketersediaan, kerapian, dan kesiapan alat. Pengkajian di ruang tindak rawat inap anak menemukan penyimpanan alat yang belum tertib karena tidak tersedianya stiker label lokasi, denah ruangan, dan Standar Prosedur Operasional (SPO) penyimpanan, sehingga perawat kesulitan menemukan alat saat dibutuhkan dan pelayanan menjadi kurang efisien. Studi kasus ini bertujuan mengembangkan fungsi pengorganisasian melalui optimalisasi inventaris alat kesehatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Pengkajian menggunakan pendekatan enam unsur manajemen, sedangkan penetapan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon. Intervensi yang dilakukan meliputi pembuatan stiker label, penyusunan denah ruangan, pengelompokan alat berdasarkan fungsi, serta penyusunan SPO penyimpanan nebulizer dan termometer. Hasil menunjukkan seluruh kegiatan terlaksana sesuai rencana. Stiker label tertempel pada seluruh tempat penyimpanan, denah ruangan terpasang di ruang tindakan, dan draf SPO diserahkan kepada kepala ruangan. Respons perawat positif dan seluruh indikator tercapai. Temuan baru studi ini menunjukkan bahwa kombinasi identifikasi visual dan panduan prosedural yang sederhana dan berbiaya rendah mampu mendukung kerapian penyimpanan serta meningkatkan efisiensi kerja perawat. Intervensi ini berpotensi meningkatkan kepatuhan perawat, mutu pelayanan, dan keselamatan pasien anak. Manajemen keperawatan perlu memelihara sistem inventaris sebagai bagian integral dari fungsi pengorganisasian di setiap unit pelayanan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN WORKPLACE INCIVILITY PADA PERAWAT RUMAH SAKIT X DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Workplace incivilty atau ketidaksopanan di tempat kerja pada perawat dapat mengganggu hubungan kerja, komunikasi tim, dan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ketidaksopanan di tempat kerja pada perawat Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diperoleh menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 98 perawat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Workplace Incivility Scale (WIS) yang mencakup tiga dimensi, yaitu ketidaksopanan atasan, rekan kerja, dan provokasi. Hasil: Workplace Incivility pada perawat secara umum berada pada kategori rendah (83%), dan sedang (17%). Berdasarkan faktor dimensi Workplace Incivility, seluruh dimensi didominasi kategori rendah, yaitu ketidaksopanan rekan kerja (85%), ketidaksopanan atasan (83%), dan ketidaksopanan provokasi (70%). Hasil yang lain, dimensi ketidaksopanan provokasi merupakan dimensi dengan kategori sedang (29%) terbanyak, dan satu-satunya dimensi yang masih ditemukan pada kategori tinggi (1%). Berdasarkan karakteristik perawat, kategori rendah ditemukan pada seluruh kelompok karakteristik. Meskipun demikian, kategori sedang ditemukan pada perawat usia 26–35 tahun (21%), perempuan (18,5%), berpendidikan Sarjana dan Profesi, perawat pelaksana (16,5%), serta memiliki lama bekerja 5 tahun. Kesimpulan: Workplace Incivility pada perawat Rumah Sakit X secara umum rendah atau jarang terjadi, sehingga ketidaksopanan di tempat kerja belum menjadi masalah yang dominan. Namun, dimensi ketidaksopanan provokasi tetap perlu mendapat perhatian karena lebih sering ditemukan dibandingkan dimensi lainnya. Saran: penelitian selanjutnya diharapkan dapat menganalisis hubungan faktor lain seperti budaya kerja, lingkungan kerja dengan dimensi Workplace Incivility, terutama dimensi ketidaksopanan Provokasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN PEREMPUAN DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Isolasi sosial merupakan kondisi ketika individu mengalami penurunan kemampuan berinteraksi dan menjalin hubungan sosial sehingga cenderung menarik diri dari lingkungan. Kondisi ini sering ditemukan pada klien dengan gangguan jiwa dan dapat memengaruhi kualitas hidup serta proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada klien perempuan dengan diagnosis keperawatan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua klien perempuan yang mengalami isolasi sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan kedua klien mengalami perilaku menarik diri, lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, afek tumpul, kesulitan memulai percakapan, serta tidak mengikuti aktivitas kelompok. Diagnosis keperawatan utama yang ditegakkan adalah isolasi sosial. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, membantu klien mengenali manfaat interaksi sosial, melatih kemampuan berkenalan dan bercakap-cakap, serta mendorong keterlibatan dalam aktivitas sosial secara bertahap. Setelah implementasi, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi, mampu berkomunikasi sederhana, dan lebih kooperatif saat diajak berbicara. Penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan isolasi sosial dapat meningkatkan kemampuan interaksi sosial secara bertahap. Dukungan keluarga dan tenaga kesehatan secara berkelanjutan diperlukan untuk mempertahankan perkembangan kemampuan sosial klien.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS PERAWATAN PASIEN POST SECTIO CAESAREA INDIKASI PERSALINAN RISIKO TINGGI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cephalopelvic Disproportion (CPD) dan partus lama menjadi kondisi persalinan risiko tinggi yang dapat menimbulkan komplikasi serius pada ibu dan janin, seperti ruptur uteri, fetal distress, infeksi, hingga kematian, sehingga memerlukan penanganan yang tepat melalui tindakan Sectio Caesarea. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang dilaksanakan pada tanggal 27 April–02 Mei 2026 di Ruang Perawatan Persalinan Rumah Sakit X. Subjek studi yang digunakan adalah 2 pasien post operasi Sectio Caesarea dengan indikasi CPD dan partus lama. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi rekam medis. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada kedua pasien. Hasil studi kasus menunjukkan kedua pasien mengalami persamaan masalah keperawatan berupa nyeri akut dan menyusui tidak efektif, serta ditemukan perbedaan masalah keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif pada Ny. Y, dan kesiapan peningkatan menjadi orang tua serta risiko perdarahan pada Ny. S. Rencana, luaran, implementasi, dan evaluasi keperawatan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Rencana keperawatan yang diberikan meliputi perawatan pasca seksio sesaria, edukasi menyusui, latihan batuk efektif, edukasi orang tua fase bayi, dan pencegahan perdarahan. Setelah pemberian asuhan keperawatan selama tiga hari, seluruh diagnosis keperawatan teratasi yang ditandai dengan penurunan nyeri, peningkatan mobilisasi, perbaikan proses menyusui, kemampuan batuk efektif, peningkatan kesiapan menjadi orang tua, dan berkurangnya tanda risiko perdarahan. Hasil studi kasus ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penulis dalam mempersiapkan rencana dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik ke depannya guna mempercepat pemulihan pasien post operasi Sectio Caesarea serta mencegah komplikasi lebih lanjut akibat CPD dan partus lama.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Maternitas Pada Ibu Post Sectio Caesarea dengan indikasi Cephalopelvic Disproportion di Rumah Sakit Umum Daerah dr.H.Jusuf SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cephalopelvic Disproportion (CPD) merupakan salah satu penyebab distosia persalinan yang sering memerlukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Secara global, sekitar 21% persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea dan angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 29% pada tahun 2030. Peningkatan angka Sectio Caesarea menyebabkan semakin banyak ibu nifas yang memerlukan perawatan untuk mengatasi berbagai masalah selama masa pemulihan. Studi kasus ini bertujuan memperoleh gambaran asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien yang menjalani perawatan selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami nyeri akut, menyusui tidak efektif, dan risiko infeksi, sedangkan pada salah satu pasien juga ditemukan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Asuhan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, perawatan pasca Sectio Caesarea, pencegahan infeksi, pijat laktasi, edukasi menyusui, serta edukasi perawatan bayi. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, peningkatan proses menyusui, serta peningkatan kesiapan menjalankan peran sebagai orang tua. Disimpulkan bahwa asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara sistematis dapat mendukung proses pemulihan ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian secara komprehensif, manajemen nyeri, pemantauan dan pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi dan pelibatan keluarga untuk mendukung pemulihan ibu selama masa nifas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS TUMOR TIROID

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tumor tiroid merupakan salah satu gangguan pada kelenjar tiroid yang ditandai dengan adanya pembesaran atau benjolan pada leher dan dapat menimbulkan gangguan pernapasan, kesulitan menelan, nyeri, serta penurunan asupan nutrisi. Kondisi ini memerlukan penanganan yang tepat melalui asuhan keperawatan yang komprehensif agar kebutuhan pasien dapat terpenuhi secara optimal. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan diagnosis medis tumor tiroid di ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan yaitu laporan kasus pada dua pasien dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan adanya masalah keperawatan berupa pola napas tidak efektif, gangguan menelan, gangguan pola tidur, ketidakseimbangan kadar glukosa darah, dan nausea. Tindakan keperawatan dilakukan sesuai kondisi pasien berdasarkan standar SDKI, SIKI, dan SLKI. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, kondisi pasien menunjukkan perkembangan berupa berkurangnya keluhan sesak napas, hambatan tidur, nausea, dan kadar gula darah membaik, serta meningkatnya kemampuan pasien dalam menelan makanan. Asuhan keperawatan yang diberikan secara tepat dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kenyamanan dan kondisi kesehatan pasien dengan tumor tiroid.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN LAKI-LAKI DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN ISOLASI SOSIAL

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Isolasi sosial masih menjadi salah satu masalah keperawatan yang sering ditemukan pada klien skizofrenia di rumah sakit jiwa maupun ruang perawatan psikiatri. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan klien dalam menjalin hubungan interpersonal, berkomunikasi, serta berpartisipasi dalam lingkungan sosial. Apabila tidak ditangani dengan baik, isolasi sosial dapat menghambat proses pemulihan dan menurunkan kualitas hidup klien. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan pada dua klien laki-laki dengan isolasi sosial di RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dalam studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kedua klien mengalami isolasi sosial dengan tanda seperti lebih suka menyendiri, kontak mata kurang, menolak berinteraksi, dan tidak mengikuti terapi aktivitas kelompok. Intervensi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya, melatih berkenalan, bercakap-cakap, dan melakukan kegiatan sosial secara bertahap. Setelah dilakukan implementasi keperawatan, kedua klien menunjukkan peningkatan kemampuan berinteraksi dan lebih kooperatif dalam kegiatan sosial. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan secara bertahap dan konsisten efektif dalam meningkatkan kemampuan interaksi sosial pada klien dengan isolasi sosial.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RUMAH SAKIT UMUM dr. H. JUSUF SK TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Chronic Kidney Disease (CKD) merupakan gangguan fungsi ginjal yang bersifat progresif dan irreversibel sehingga menyebabkan ketidakseimbangan cairan, elektrolit, dan metabolisme tubuh. Kondisi ini memerlukan penatalaksanaan medis dan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah komplikasi lebih lanjut serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan (CKD) di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien mengalami berbagai masalah kesehatan akibat penurunan fungsi ginjal yang memerlukan penanganan secara holistik. Intervensi keperawatan yang diberikan meliputi pemantauan tanda-tanda vital, manajemen nyeri, manajemen hipertermia, pemantauan status sirkulasi, pengaturan pola istirahat, edukasi kesehatan, serta kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian terapi. Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya keluhan yang dirasakan, membaiknya kondisi umum pasien, serta tercapainya sebagian besar tujuan keperawatan yang telah ditetapkan. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan yang komprehensif dan berkesinambungan dapat membantu meningkatkan kondisi kesehatan pasien (CKD) serta mendukung keberhasilan terapi yang diberikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS ANEMIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan kondisi penurunan kadar hemoglobin dalam darah yang dapat menyebabkan berkurangnya kemampuan darah mengangkut oksigen ke jaringan tubuh. Kondisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi dan dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas, produktivitas, dan kualitas hidup pasien. Laporan tugas akhir ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada du pasien dengan diagnosis medis anemia secara komprehensif di Ruang Dahlia A RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien, yaitu Ny. S dan Ny. E, melalui tahapan pengkajian diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pasien dengan anemia mengalami keluhan lemah, pucat, akral dingin, CRT memanjang, penurunan nafsu makan, serta kadar Hb rendah. Diagnosis keperawatan yang muncul disesuaikan dengan kondisi klinis masing-masing pasien dan dilakukan untervensi keperawatan yang berfokus pada pemantauan kondisi umum, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, nutrisi, aktivitas, serta edukasi kesehatan. Setelah dilakukan asuhan keperawatan, ditemukan adanya perbaikan kondisi pasien sesuai dengan respons terhadap tindakan yang diberikan. Kesimpulan dari studi kasus ini adalah asuhan keperawatan yang komprehensif berperan penting dalam membantu stabilisasi kondisi pasien anemia dan meningkatkan kualitas perawatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN DIAGNOSIS MEDIS ANEMIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Anemia merupakan komplikasi klinis atau kondisi sekunder yang sering menyertai berbagai penyakit kronis pada pasien dewasa. Penurunan kadar hemoglobin dalam darah memerlukan intervensi dan pengelolaan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mencegah perburukan kondisi pasien. Studi kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dewasa dengan masalah kesehatan anemia di ruang perawatan penyakit dalam. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, perumusan diagnosis, penyusunan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua pasien dewasa (Tn. Z dan Tn. H) dengan diagnosis medis anemia yang dirawat di Ruang Anggrek A RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Pelaksanaan asuhan dilakukan selama tiga hari dari tanggal 27 April hingga 29 April 2026. Hasil pengkajian awal menunjukkan kedua pasien mengalami gejala klinis objektif anemia seperti konjungtiva anemis dan bibir pucat. Pemeriksaan penunjang laboratorium mengonfirmasi adanya penurunan kadar hemoglobin di bawah nilai rujukan, yaitu 8,9 g/dL pada Pasien 1 dan 8,6 g/dL pada Pasien 2. Selama masa perawatan, tindakan keperawatan yang diimplementasikan meliputi monitoring tanda-tanda vital, pengelolaan nutrisi, serta tindakan kolaboratif berupa pemberian terapi obat-obatan dan transfusi darah Packed Red Cells (PRC). Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya perbaikan pada kondisi umum pasien, peningkatan selera makan, serta pola istirahat yang lebih rileks. Penerapan asuhan keperawatan yang terencana, sistematis, dan kolaboratif terbukti mendukung proses pemulihan klinis pasien dewasa yang mengalami anemia di ruang perawatan penyakit dalam.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail