ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aimed to determine the effect of self-instruction technique on the academic resilience of ninth-grade students at SMP Negeri 1 Tarakan. The background of this study is the low academic resilience of students, which is indicated by difficulties in completing assignments, lack of self-confidence, and minimal social support in facing academic pressure. The study used a quantitative experimental method with a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design. The subjects consisted of 11 students selected through simple random sampling. Data were collected using a Likert scale of academic resilience and analyzed with a Paired Sample T-Test. The results of the study showed a significant improvement after providing group counseling services using the self-instruction technique. In the pretest, the majority of students were in the low (72.73%) and medium (27.27%) categories. After the posttest, all students (100%) reached the high category, with the average score increasing from 57.18 to 99.00 (t=-24.012; p = 0.000 0.05). From this result, it can be concluded that the self-instruction technique is effective in improving students' academic resilience and can be used as one of the techniques in counseling services.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kepuasan kerja perawat masih menjadi permasalahan penting karena dapat memengaruhi kinerja, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan keperawatan. Di tengah tingginya beban kerja dan tekanan emosional, perawat membutuhkan resiliensi agar mampu beradaptasi dan mempertahankan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 perawat yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi adaptasi dari Resilience Quotient Test (Reivich & Shatté) dan Job Satisfaction Survey (Spector), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 100 orang (43,5%) dan tingkat kepuasan kerja pada kategori puas sebanyak 135 orang (58,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kepuasan kerja perawat (0,001 (p 0,005)) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini, semakin tinggi tingkat resiliensi perawat maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Diperlukan upaya penguatan resiliensi perawat melalui program pelatihan dan dukungan institusi agar dapat meningkatkan resiliensi perawat yang masih rendah sehingga tingkat kepuasan juga dapat meningkat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived organizational support, tuntutan kerja, dan resiliensi terhadap keterlibatan kerja pada Aparatur Sipil Negara (ASN) kelurahan dan kecamatan di Kota Tarakan. Studi ini dilakukan pada ASN kelurahan dan kecamatan di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 170 responden, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Version 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceived organizational support (POS) memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja ASN kelurahan dan kecamatan di Kota Tarakan. Temuan ini menekankan pentingnya lingkungan kerja yang suportif di tingkat pemerintahan daerah, dimana ASN sering menghadapi beban administratif dan tuntutan pelayanan publik yang intens, sehingga peningkatan POS dapat menjadi strategi efektif untuk memotivasi karyawan agar lebih berdedikasi dan produktif. Tuntutan kerja memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja ASN kelurahan dan kecamatan di Kota Tarakan. Temuan ini menyoroti kerentanan ASN di tingkat kelurahan dan kecamatan terhadap stressor lingkungan kerja yang tinggi, yang jika tidak dikelola dapat mengakibatkan kelelahan emosional dan penurunan motivasi, sehingga menghambat efisiensi organisasi pemerintahan daerah. Resiliensi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan kerja ASN kelurahan dan kecamatan di Kota Tarakan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan aspek psikologis dan kapasitas adaptif ASN menjadi salah satu kunci penting untuk mempertahankan keterlibatan kerja yang tinggi di tengah tuntutan kerja dan perubahan birokrasi yang dinamis di lingkungan pemerintah daerah Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mahasiswa rantau menghadapi berbagai tantangan adaptasi, seperti tekanan akademik, perubahan lingkungan, dan keterbatasan dukungan sosial, yang dapat menurunkan kemampuan penyesuaian diri. Strategi koping yang efektif diperlukan agar mahasiswa mampu mempertahankan resiliensi dalam menghadapi situasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara strategi koping dengan resiliensi pada mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 1.211 responden, dengan sampel berjumlah 300 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dan instrumen berupa kuesioner strategi koping (Brief-COPE) serta kuesioner resiliensi (CD-RISC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa rantau Universitas Borneo Tarakan, mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Sebagian besar menggunakan strategi koping adaptif (80,7%), sementara tingkat resiliensi terbagi merata antara kategori tinggi dan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara strategi koping dan tingkat resiliensi (p = 0,001). Mahasiswa yang menggunakan strategi koping adaptif cenderung memiliki resiliensi tinggi, sedangkan mereka yang menggunakan strategi koping maladaptif lebih banyak menunjukkan resiliensi rendah. Dengan demikian, penggunaan strategi koping adaptif berperan penting dalam meningkatkan resiliensi mahasiswa rantau di Universitas Borneo Tarakan. Kata kunci: Mahasiswa Rantau, Resiliensi, Strategi Koping. Migrant students face various adaptation challenges, including academic pressure, environmental changes, and limited social support, which may reduce their ability to adjust effectively. Effective coping strategies are therefore required to enable students to maintain resilience in dealing with these challenges. This study aimed to examine the relationship between coping strategies and resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. A quantitative study with a cross-sectional design was conducted. The study population consisted of 1,211 respondents, with a sample of 300 respondents selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected using the Brief COPE questionnaire to assess coping strategies and the Connor–Davidson Resilience Scale (CD-RISC) to measure resilience. The results showed that the majority of migrant students at Universitas Borneo Tarakan were female and predominantly enrolled in the Faculty of Teacher Training and Education. Most participants employed adaptive coping strategies (80.7%), while levels of resilience were evenly distributed between high and low categories. The findings demonstrated a significant relationship between coping strategies and resilience levels (p = 0.001). Students who employed adaptive coping strategies tended to exhibit higher resilience, whereas those who relied on maladaptive coping strategies were more likely to demonstrate lower resilience. These findings indicate that the use of adaptive coping strategies plays an important role in enhancing resilience among migrant students at Universitas Borneo Tarakan. Keywords: Migrant Students; Resilience; Coping Strategies
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Ketahanan pasien yang menjalani operasi katarak akan berdampak pada kemampuan pasien untuk pulih dan sembuh setelah menghadapi operasi. Seorang pasien menghadapi operasi yang akan dijalani membutuhkan daya tahan tubuh yang tinggi, kepercayaan diri yang kuat untuk pulih, dan tetap produktif setelah menjalani operasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pasien pre operasi katarak di Instalasi Bedah Sentral RSUD dr. H. Jusuf SK Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden 81 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner Resiliensi. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa resiliensi pasien pra operasi katarak memiliki nilai minimal-maksimum 30-40 yang berarti nilai resiliensi pasien tinggi. Sehingga pasien merasa siap dan nyaman saat menjalani operasi katarak. Pasien menunjukkan nilai resiliensi yang tinggi dengan tidak merasa tertekan sebelum menjalani operasi katarak dan dapat beradaptasi dengan transformasi yang akan terjadi setelah operasi katarak. Mengoptimalkan peran perawat dan memberikan dukungan kepada pasien merupakan salah satu upaya untuk menjaga motivasi perawat dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MENGETAHUI PENGARUH RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIA SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN. JENIS PENELITIAN YANG DIGUNAKAN PADA PENELITIAN INI ADALAH PENELITIAN DESKRIPTIF DENGAN PENDEKATAN KUANTITATIF. PENELITIAN INI DILAKSANAKAN DI SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN PADA SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2021/2022. POPULASI PADA PENELITIAN INI ADALAH SELURUH SISWA KELAS XI MIA SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN. SAMPEL PADA PENELITIAN INI BERJUMLAH 59 SISWA KELAS XI MIA YANG DIAMBIL MENGGUNAKAN TEKNIK SAMPLING JENUH. TEKNIK PENGAMBILAN DATA YANG DIGUNAKAN BERUPA ANGKET. HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA TERDAPAT PENGARUH RESILIENSI MATEMATIS TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN, DENGAN PERSAMAAN REGRESI Y= 24,458+0,732 X. BERDASARKAN HASIL PERHITUNGAN KOEFISIEN DETERMINASI DIKETAHUI BAHWA RESILIENSI MATEMATIS MEMBERIKAN PENGARUH SEBESAR 66,6% TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIA SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Novita Sari. 2022. Hubungan Antara Resiliensi Akademik Dengan Career Readiness Siswa Kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Dibimbing oleh Bapak Hendra Pribadi, S.Pd.,M.Psi selaku pembimbing utama dan Bapak Riski Sovayunanto, S.Psi.,M.Si selaku pembimbing anggota. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan resiliensi akademik dengan career readiness pada siswa kelas XII di SMK Negeri Tarakan. Resiliensi akademik merupakan kemampuan siswa menangani kesulitan yang di alami saat pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan korelasi. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa dari semua jurusan kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif, teknik analisis inferensial, dan uji korelasi product moment dibantu aplikasi IMB SPSS Versi 22. Hasil penelitian diketahui nilai signifikansi sebesar 0,001 atau ≤ 0,05, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi akademik dengan career readiness siswa kelas XII di SMK Negeri 2 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
HUBUNGAN RESILIENSI DENGAN KECERDASAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VIII MTS NEGERI TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kecerdasan interpersonal siswa kelas VIII MTS Negeri Tarakan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan resiliensi dengan kecerdasan interpersonal siswa kelas VIII MTS Negeri Tarakan yang bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi terhadap kecerdasan interpersonal siswa kelas VIII MTS Negeri Tarakan. Subjek dalam penelitian ini adalah 40 siswa di kelas VIII MTS Negeri Tarakan. Metode Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain penelitian korelasi. Skala yang digunakan adalah skala likert. Pada skala resiliensi terdapat 26 item dan skala kecerdasan interpersonal terdapat 26 item. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang linier yang dibuktikan dengan hasil uji linieritas dimana nilai signifikan kurang dari 0,05 yaitu (0,000 0,05). Selanjutnya nilai koefisien korelasi yang diperoleh dalam penelitian yaitu 0,560. Hal ini berarti menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kecerdasan interpersonal. Kata Kunci : Resiliensi, Kecerdasan Interpersonal