Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Rumah Sakit
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Resiliensi dengan Kepuasan Kerja Perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan kerja perawat masih menjadi permasalahan penting karena dapat memengaruhi kinerja, keselamatan pasien, dan kualitas pelayanan keperawatan. Di tengah tingginya beban kerja dan tekanan emosional, perawat membutuhkan resiliensi agar mampu beradaptasi dan mempertahankan kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan resiliensi dengan kepuasan kerja perawat di Rumah Sakit X Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 230 perawat yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner resiliensi adaptasi dari Resilience Quotient Test (Reivich & Shatté) dan Job Satisfaction Survey (Spector), kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 100 orang (43,5%) dan tingkat kepuasan kerja pada kategori puas sebanyak 135 orang (58,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara resiliensi dengan kepuasan kerja perawat (0,001 (p 0,005)) dengan koefisien korelasi sebesar 0,716 yang berarti kekuatan hubungan kuat dan arah positif. Kesimpulan penelitian ini, semakin tinggi tingkat resiliensi perawat maka semakin tinggi pula kepuasan kerjanya. Diperlukan upaya penguatan resiliensi perawat melalui program pelatihan dan dukungan institusi agar dapat meningkatkan resiliensi perawat yang masih rendah sehingga tingkat kepuasan juga dapat meningkat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Mutu Pelayanan Bidan Dengan Tingkat Kepuasan Ibu Bersalin DiRumah Sakit Pertamina Tarakan

2026•

Mutu pelayanan kesehatan merupakan indikator utama kinerja rumah sakit yang turut menentukan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan yang diterima. Kepuasan ibu bersalin terhadap pelayanan yang diterima menjadi salah satu tolok ukur penting keberhasilan rumah sakit dalam memberikan layanan yang berorientasi pada pasien, sekaligus mencerminkan sejauh mana standar mutu pelayanan kebidanan telah dijalankan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin di RS Pertamina Tarakan. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan sampel 55 ibu bersalin yang diambil melalui teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil analisis univariat menunjukkan 52,7% responden menilai mutu pelayanan bidan dalam kategori "Kurang Baik", sedangkan 47,3% menilai "Baik". Tingkat kepuasan ibu bersalin menunjukkan 89,1% responden merasa "Puas" dan 10,9% merasa "Tidak Puas". Hasil analisis bivariat menghasilkan nilai p-value sebesar 0,887 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mutu pelayanan bidan dengan tingkat kepuasan ibu bersalin. Meskipun penilaian ibu bersalin terhadap mutu pelayanan bidan hampir berimbang antara baik dan kurang baik, sebagian besar ibu tetap merasa puas. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pasien di RS Pertamina Tarakan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis bidan semata, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kenyamanan ruangan dan fasilitas rumah sakit, maupun harapan awal pasien sebelum mendapatkan pelayanan. Manajemen rumah sakit disarankan tetap melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap standar prosedur pelayanan untuk memastikan kualitas yang optimal, guna mempertahankan tingkat kepuasan pasien yang sudah baik. Kata Kunci: Mutu Pelayanan, Pelayanan Kebidanan, Kepuasan Ibu Bersalin, asuhan persalinan, Rumah Sakit

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH REMUNERASI BERBASIS KINERJA DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MEDIASI MOTIVASI KERJA PADA RSUD KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh remunerasi berbasis kinerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada RSUD Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai RSUD Kabupaten Malinau sebagai responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remunerasi berbasis kinerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Disiplin kerja dan motivasi kerja juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai, sedangkan remunerasi berbasis kinerja tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai. Namun demikian, motivasi kerja mampu memediasi pengaruh remunerasi berbasis kinerja terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam menjembatani hubungan antara kebijakan organisasi dan peningkatan kinerja pegawai. Oleh karena itu, pengelolaan sistem remunerasi dan penerapan disiplin kerja yang baik perlu diiringi dengan upaya peningkatan motivasi kerja pegawai guna mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Malinau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pertanggungjawabqan Pidana Dokter Residen Atas Tindak Pidana Kekerasan Seksual Terhadap Keluarga Pasien

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dokter residen yang terbukti melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap keluarga pasien dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual, yang berfungsi sebagai lex specialis karena secara khusus mengatur berbagai jenis kekerasan seksual beserta sanksi hukum bagi pelakunya. Selain itu, ketentuan terkait profesi tenaga medis juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, yang menekankan kewajiban bagi tenaga medis untuk menjunjung tinggi etika profesi, memenuhi standar pelayanan kesehatan, serta memberikan perlindungan kepada pasien beserta keluarganya. Adapun perlindungan hukum terhadap korban dalam kasus kekerasan seksual di lingkungan rumah sakit diberikan melalui mekanisme perlindungan saksi dan korban, pemberian layanan pemulihan secara medis, psikologis, dan sosial, serta pemberian restitusi yang ditetapkan melalui putusan pengadilan guna menjamin terpenuhinya hak-hak korban.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PUBLIK DI RUMAH SAKIT PRATAMA SEBATIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kesehatan merupakan bagian dari pelayanan publik yang memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang menghadapi keterbatasan akses dan fasilitas. Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengukur Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik, (ii) mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik, dan (iii) merumuskan strategi kebijakan untuk peningkatan IKM. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melalui penyebaran kuesioner kepada 98 responden. Analisis data dilakukan berdasarkan perhitungan IKM sesuai dengan PermenPAN-RB Nomor 14 Tahun 2017 tentang Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik berada dalam kategori “Baik”. Penilaian tersebut didasarkan pada sembilan unsur pelayanan, antara lain: (i) persyaratan layanan yang jelas dan mudah dipahami, (ii) prosedur yang cukup sistematis namun perlu disederhanakan bagi lansia dan penyandang disabilitas, (iii) waktu pelayanan yang relatif cepat meskipun mengalami perlambatan pada jam-jam sibuk, (iv) biaya yang terjangkau terutama bagi peserta BPJS, (v) jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, (vi) kompetensi tenaga pelaksana yang baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (vii) sikap petugas yang ramah dan empatik, (viii) sarana dan prasarana yang cukup memadai meskipun masih membutuhkan penambahan alat medis, serta (ix) mekanisme pengaduan yang dinilai baik meskipun partisipasi masyarakat masih rendah. Secara umum, pelayanan di Rumah Sakit Pratama Sebatik telah memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan ekspetasi masyarakat. Namun, diperlukan peningkatan pada aspek prosedural, kelengkapan sarana medis, dan sistem pengaduan untuk mengoptimalkan kualitas pelayanan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat di wilayah perbatasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN TURNOVER INTENTION PADA PERAWAT HONORER DI RUMAH SAKIT X KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Turnover intention merupakan fenomena yang terjadi pada pekerja termasuk perawat yang memiliki keinginan keluar membuat image dan stigma negatif bagi rumah sakit, masyarakat akan beranggapan bahwa rumah sakit tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan karyawannya. Fenomena ini mencerminkan adanya ketidakpuasan atau ketidakcocokan antara perawat dengan lingkungan kerjanya, yang jika tidak ditangani dengan baik akan berdampak buruk pada persepsi rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk melihat gambaran turnover intention pada perawat honorer di rumah sakit X kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian survey deskriptif. Responden penelitian sebanyak 114 sampel dan pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner turnover intention yang telah teruji validitasnya pada penelitian sebelumnya dengan skor 0,405 – 0,696. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa turnover intention perawat honorer menunjukan kategori sedang 75,4% dengan indikator Job search 67,43% mendominasi, hal ini menunjukan sebagian besar perawat honorer beresiko untuk keluar dari pekerjaan jika menemukan pekerjaan sesuai ekspektasi. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa responden menunjukan adanya keinginan keluar namun masih dalam fase mencari pekerjaan yang sesuai oleh karena itu rumah sakit X kota Tarakan perlu segera memperkuat strategi retensi karyawan, khususnya melalui peningkatan kepuasan kerja dan pengembangan karier, karena kecenderungan aktifnya pencarian kerja oleh tenaga kesehatan menjadi sinyal awal potensi kehilangan SDM yang bisa mengganggu kontinuitas pelayanan dan stabilitas organisasi.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Kepuasan Kerja Perawat Rumah Sakit X di Wilayah Pesisir Kalimantan Utara

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kepuasan kerja perawat merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas pelayanan kesehatan, kesejahteraan perawat, serta niat untuk tetap bekerja. Kepuasan kerja yang rendah dapat meningkatkan risiko turnover dan menurunkan kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan kerja perawat Rumah Sakit X di wilayah pesisir Kalimantan Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain survei deskriptif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 139 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Delapan komponen kepuasan kerja dianalisis, dengan tingkat kepuasan tertinggi pada aspek hubungan dengan rekan kerja, jadwal dinas, dan kesempatan berinteraksi. Sebaliknya, penghargaan eksternal menjadi sumber ketidakpuasan tertinggi (51,8%), terutama dialami oleh perawat non-ASN, lulusan D3, dan berpenghasilan dibawah UMR. Komitmen kerja juga ditemukan tinggi, dengan 76,3% responden menyatakan ingin tetap bekerja di rumah sakit. Implikasi dari hasil ini menekankan pentingnya peningkatan sistem penghargaan dan insentif berbasis kinerja untuk mempertahankan motivasi dan stabilitas tenaga keperawatan, serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa meskipun tingkat kepuasan kerja tergolong sedang, perawat tetap menunjukkan komitmen tinggi, sehingga perlu ada perbaikan pada aspek penghargaan agar kesejahteraan tenaga kesehatan perawat dapat ditingkatkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN BUDAYA ORGANISASI YANG DIMEDIASI OLEH VARIABEL MOTIVASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KINERJA PEGAWAI PELAYANAN NON MEDIS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya organisasi yang dimediasi oleh variabel motivasi dalam upaya peningkatan kinerja pegawai pelayanan non medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Malinau. Budaya organisasi yang kuat diyakini dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan kepuasan kerja, serta memotivasi pegawai untuk bekerja lebih baik. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk link google formulir sebanyak 115 responden. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis kuantitatif dengan metode Partial Least Squares (PLS) untuk menguji hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata responden berpendapat budaya organisasi yang positif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, motivasi berpengaruh langsung terhadap kinerja pegawai, budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap motivasi kerja pegawai, yang pada akhirnya berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja pegawai, variabel motivasi terbukti mampu memediasi hubungan antara budaya organisasi dan kinerja pegawai. Walaupun sudah ada penelitian sebelumnya yang mengkaji model hubungan dari empat variabel tersebut yang dimaksudkan untuk mengetahui hubungan yang lebih luas antara variabel- variabel tersebut. Implikasi teoritis dalam penelitian ini memberikan dukungan empiris terhadap penelitian Paais & Pattiruhu (2015), yang mengindikasikan yakni dorongan kerja memiliki peran besar dalam meningkatkan produktivitas pekerja melalui dorongan material maupun non-material. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar manajemen RSUD Malinau lebih memperkuat budaya organisasi yang positif dan menciptakan program-program motivasi yang dapat mendorong pegawai untuk bekerja lebih optimal, demi tercapainya pelayanan kesehatan yang berkualitas.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS METODE ANTRIAN PADA LOKET PENDAFTARAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN (Studi Kasus : Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan)

2023•

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model antrian yang diterapkan pada sistem pelayanan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan serta menganalisis penerapan model antrian pada Rumah Sakit Umum Kota Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Sistem antrian yang diterapkan Rumah Sakit Umum Kota Tarakan yaitu dengan menggunakan sistem antrian Multychannel Single Phase (M/M/S) yakni adanya dua fasilitas pelayanan yang dapat dilakukan pelayanan secara bersama pada saat yang sama dengan satu stasiun pelayanan. Berdasarkan hasil perhitungan sistem antrian yang berlangsung untuk 2 karyawan di loket pendaftaran pada Rumah Sakit Umum Kota Tarakan diketahui bahwa kemungkinan tidak adanya pasien dalam system adalah sebesar 0,102%, jumlah pasien rata-rata dalam system adalah sekitar 485,5 orang, waktu rata-rata yang dihabiskan seorang pasien dalam antrian atau sedang dilayani (dalam system) adalah 1,00103093 jam, jumlah orang/pasien yang menunggu dalam antrian sebesar 483,5 orang dan waktu rata-rata yang dihabiskan oleh seorang pasien untuk menunggu dalam antrian adalah 0,9990721 jam.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGAWASAN OMBUDSMAN REPUBLIK INDONESIA PERWAKILAN KALIMANTAN UTARA TERHADAP PENYELENGGARAAN PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT dr. H. JUSUF SK

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Pengawasan Ombdusman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan Di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Pertama, Bagaimana Pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dan Kedua, Kendala pengawasan Ombudsman Republik Indonesia perwakilan Kalimantan Utara terhadap penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK. Skripsi ini merupakan penelitian normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait peraturan perundang-undangan. Data yang digunakan dalam Skripsi ini terdiri dari Data Primer ialah data yang diperoleh dengan analisis peraturan perundang-undangan. Data Sekunder ialah data yang diperoleh dari buku, jurnal, artikel, wawancara, data-data internet, dan kamus. Selain itu, wawancara juga merupakan salah satu dari teknik bahan hukum yang menunjang teknik dokumenter dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK dilakukan dengan 2 (dua) metode, metode pertama, mencakup pengawasan ketika adanya pengaduan/laporan dari masyarakat itu sendiri karena adanya suatu praktek maladministrasi, dan metode kedua, pengawasan dari inisiatif sendiri pihak Ombudsman. Kedua, Kendala Pengawasan Ombudsman Terhadap Penyelenggaraaan Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit dr. H. Jusuf SK terbagi dalam dua kendala yaitu kendala internal dan kendala eksternal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGUJIAN KUALITAS AIR LIMBAH DI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) RUMAH SAKIT ANGKATAN LAUT ILYAS TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Rumah sakit sebagai suatu bentuk industri jasa yang memberikan pelayanan kesehatan terdiri dari berbagai unit operasional yang bekerja selama 24 jam perhari untuk memberikan pelayanan kesehatan meliputi pencegahan dan penyembuhan penyakit kepada masyarakat. Proses pengolahan air limbah di sistem IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Ilyas Tarakan dilakukan dengan cara fisika, kimia dan biologi. Tujuan dari penelitian ini, mengetahui sistem kerja dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL), mengetahui kualitas air limbah pada IPAL RS Ilyas Tarakan, dan juga untuk mengetahui tingkat efektifitas sistem IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Tarakan. Tahap yang dilakukan pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dan juga pengujian kualias air limbah. Parameter yang diuji pada penelitian meliputi parameter biologi, parameter kimia, dan parameter fisika. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai dari beberapa parameter yang telah diukur, pH 7,19, BOD 1,1 mg/L, COD 32 mg/L, Minyak & Lemak 10 mg/L, Amoniak 0,856 mg/L, TSS 5 mg/L, dan E-Coli 1.600 mL, yang hasilnya sudah memenuhi standar baku mutu air limbah domestik berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 6 Tahun 2016. IPAL Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Tarakan sudah efektif digunakan untuk pengolahan air limbah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail