ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan guna mengkaji sejauh mana disiplin kerja, motivasi kerja, juga budaya kerja memengaruhi kinerja guru di SMA Negeri 3 Malinau. Pendekatan yang dipakai pada penelitian ini merupakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian terdapat dari 32 guru yang berstatuskan pegawai negeri sipil (PNS). Sampel ditentukan menggunakan teknik pengambilan sampel jenuh, yang mana semua populasi dimasukkan selaku sampel penelitian. Proses pengumpulan data dilaksanakan lewat penyebarluasan kuesioner berbasis skala Likert, yang berikutnya dianalisis dengan teknik regresi linear berganda memakai aplikasi SPSS versi 25. Berdasarkan temuan analisis yang diperoleh, ditemukan bahwasanya variabel disiplin kerja, motivasi kerja, serta budaya kerja masing-masing memberikan pengaruh yang positif serta signifikan terhadap kinerja guru.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan. Latar belakang penelitian didasarkan pada fenomena menurunnya tingkat kehadiran pegawai serta meningkatnya absensi tanpa keterangan yang mengindikasikan belum optimalnya kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Disbudporapar Kota Tarakan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 57 orang. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Variabel independen dalam penelitian ini adalah gaya kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja, sedangkan variabel dependen adalah kinerja pegawai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai serta menjadi bahan pertimbangan bagi Disbudporapar Kota Tarakan dalam menyusun kebijakan pengelolaan sumber daya manusia guna meningkatkan kualitas kinerja pegawai dan pelayanan publik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kepuasan kerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan publik pada Perumda Air Minum Apa’ Mening Kabupaten Malinau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Sampel penelitian berjumlah 93 responden, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,156 dan signifikansi 0,002. Disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 4,958 dan signifikansi 0,000. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung 3,799 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,522 menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, disiplin kerja, dan motivasi kerja mampu menjelaskan kepuasan kerja sebesar 52,2 persen, sedangkan 47,8 persen dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat ditingkatkan melalui kepemimpinan yang konsisten, disiplin kerja yang jelas dan adil, serta motivasi kerja melalui apresiasi dan peluang pengembangan diri.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work life balance dan flexible work arrangement terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai lapangan non-ASN di Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 200 orang. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexible work arrangement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dan motivasi kerja. Work life balance juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai serta memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi kerja. Namun demikian, motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian efek tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara flexible work arrangement maupun work life balance terhadap kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pelatihan Berbasis Artificial Intelligence (AI) terhadap Kepuasan Kerja yang di mediasi oleh Motivasi pada Guru di SMK Negeri 2 Kota Tarakan. SMK Negeri 2 Kota Tarakan merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan unggulan di Kota Tarakan yang berfokus pada pengembangan pendidikan vokasi berbasis teknologi dan industri, serta memiliki beberapa program keahlian seperti Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan sampel sebanyak 98 guru. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis AI berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kepuasan kerja dan motivasi kerja. Motivasi kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dan tidak mampu memediasi hubungan tersebut. Nilai R² yang rendah menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan penjelasan yang terbatas. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian Pelatihan Berbasis AI dalam konteks pendidikan vokasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa teknologi tidak secara langsung meningkatkan Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja tanpa dukungan organisasi dan kesiapan individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sumber daya manusia dan beban kerja terhadap kinerja pelayanan kesehatan melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner skala Likert kepada 213 responden yang terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga pendukung di Puskesmas. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan. Selain itu, kualitas sumber daya manusia dan beban kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pelayanan kesehatan serta berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara kualitas sumber daya manusia dan beban kerja dengan kinerja pelayanan kesehatan. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengelolaan beban kerja yang proporsional, serta penguatan motivasi kerja tenaga merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Puskesmas se-Kabupaten Tana Tidung. Kebaruan penelitian ini terletak pada temuan bahwa beban kerja yang dikelola secara proporsional justru berperan sebagai faktor pendorong yang meningkatkan kinerja, serta motivasi kerja lebih dipengaruhi faktor non-finansial dibandingkan faktor finansial seperti gaji, tunjangan, dan fasilitas kerja, yang menunjukkan karakteristik motivasi yang berbeda dalam konteks pelayanan Kesehatan di Kabupaten Tana Tidung
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan kinerja pada Puskesmas di kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan dengan motivasi kerja sebagai mediasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan karakteristik desain cross-sectional survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada seluruh pegawai pada dia Puskesmas yang ada di Kecamatan Tanjung Palas, yaitu UPTD Puskesmas Tanjung Palas dan UPTD Puskesmas Antutan. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja pegawai dan Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap kinerja pegawai. Meskipun arah hubungan bersifat negatif, pengaruh tersebut tidak memenuhi kriteria signifikansi statistik. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Pegawai dengan tingkat motivasi kerja yang tinggi cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik, baik pada aspek kualitas pelayanan, tanggung jawab kerja, maupun pencapaian target organisasi. Temuan ini menegaskan bahwa motivasi kerja merupakan determinan utama kinerja pegawai sektor pelayanan kesehatan. Jadi penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan beban kerja pada Puskesmas tidak dapat dilepaskan dari upaya menjaga dan meningkatkan motivasi kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepuasan kerja dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kinerja pegawai serta mengkaji peran motivasi kerja sebagai variabel intervening pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BPSDM Provinsi Kalimantan Utara yang berjumlah 52 orang dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel dengan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS 4.0). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,276, sedangkan OCB juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,359. Kepuasan kerja dan OCB terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dengan nilai koefisien masing-masing sebesar 0,463 dan 0,384. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai dengan nilai koefisien sebesar 0,441. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa motivasi kerja berperan dalam memediasi hubungan antara kepuasan kerja dan kinerja pegawai secara signifikan, namun tidak memediasi secara signifikan hubungan antara OCB dan kinerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Utara. Studi ini mengaplikasikan quantitative approach lewat teknik survey melalui distribusi questionnaire bagi segenap pegawai yang mencapai kuantitas 93 individu memakai mekanisme census. Informasi yang dihimpun dievaluasi memanfaatkan teknik Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) via dukungan software SmartPLS edisi 4.0. Konklusi riset memaparkan bahwa motivasi kerja berkontribusi nyata pada kinerja pegawai. lingkungan kerja tak memiliki imbas berarti secara langsung bagi kinerja pegawai. motivasi kerja serta lingkungan kerja tervalidasi berdampak esensial pada kepuasan kerja, sementara itu kepuasan kerja memiliki andil substansial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, kepuasan kerja terkonfirmasi menjalankan fungsi partial mediation atas interaksi di lingkup motivasi kerja dan kinerja pegawai, juga menjalankan full mediation atas korelasi di lingkup lingkungan kerja dan kinerja pegawai. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa eskalasi kinerja pegawai di dalam instansi tidak cuma ditentukan oleh aspek motivasi dan lingkungan kerja secara langsung, namun pula lewat penguatan kepuasan kerja pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh remunerasi berbasis kinerja dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada RSUD Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai RSUD Kabupaten Malinau sebagai responden penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remunerasi berbasis kinerja dan disiplin kerja berpengaruh terhadap motivasi kerja pegawai. Disiplin kerja dan motivasi kerja juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai, sedangkan remunerasi berbasis kinerja tidak berpengaruh secara langsung terhadap kinerja pegawai. Namun demikian, motivasi kerja mampu memediasi pengaruh remunerasi berbasis kinerja terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam menjembatani hubungan antara kebijakan organisasi dan peningkatan kinerja pegawai. Oleh karena itu, pengelolaan sistem remunerasi dan penerapan disiplin kerja yang baik perlu diiringi dengan upaya peningkatan motivasi kerja pegawai guna mendukung peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Satpol PP Kabupaten Malinau yang berjumlah 100 orang, dan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Pengujian hipotesis lainnya menemukan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, serta disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Pada uji mediasi, hasil penelitian membuktikan bahwa disiplin kerja tidak memediasi pengaruh antara lingkungan kerja terhadap prestasi kerja. Namun, disiplin kerja terbukti secara signifikan memediasi pengaruh antara motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai. Secara keseluruhan, peningkatan motivasi kerja yang diiringi dengan disiplin kerja akan mendorong pencapaian prestasi kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kedisiplinan dan work-life balance terhadap kinerja pegawai melalui motivasi kerja pada pegawai perempuan berkeluarga di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai perempuan berkeluarga yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Malinau, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan berpengaruh positif terhadap motivasi kerja dan kinerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta mampu memediasi pengaruh kedisiplinan terhadap kinerja pegawai. Sementara itu, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja maupun kinerja pegawai, serta tidak mampu memediasi hubungan antara work-life balance dan kinerja pegawai. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa kedisiplinan dan motivasi kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja pegawai perempuan berkeluarga di lingkungan organisasi pemerintahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kinerja merupakan hasil kerja baik kuantitas maupun kualitas yang dicapai oleh individu dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya dengan melihat kualitas dan kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap prosedur serta kerja sama tim. Tentu saja dalam prosesnya kinerja para aparatur Desa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, Seperti pemberian kompensasi, penghargaan maupun motivasi dari setiap individu. Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menggetahui bagaimana pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada seluruh Aparatur Pemerintahan Desa yang ada di Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau yang terdiri dari 12 Desa. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 96 aparatur pemerintah desa. Teknik sampling yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sampling jenuh (census sampling) dimana, seluruh populasi dijadikan responden penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang terdiri dari 55 butir instrumen pertanyaan yang mencakup variabel Kompensasi (X1), Penghargaan (X2), Motivasi Kerja (Z), dan Kinerja Aparatur (Y). Analisis ini meliputi uji Outer Model, uji Inner Model, serta Hipotesis. Sedangkan pengolahan datanya menggunakan Smarpls. Berdasarkan hasil analisis PLS Algorithm, diperoleh nilai R-Square pada Variabel Kinerja Aparatur (Y) sebesar 0,782 hal ini menunjukan bahwa variabel Kompensasi (X1) dan Penghargaan (X2) dan Motivasi kerja sebagai variabel mediasi secara simultan berkontribusi positif atau berpengaruh positif terhadap kinerja aparatur pemerintah desa di Kecamatan Malinau Utara dengan nilai pengaruh sebesar 78,2%, Sedangkan sisanya 21,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar dari variabel yang di bahas dalam penelitian ini., sehingga semakin baik dan proporsional pemberian kompensasi, penghargaan dan motivasi kerja maka akan meningkatkan kinerja aparatur desa di Kecamatan Malinau Utara. Hasil ini menunjukan hipotesis yang menyatakan terdapat pengaruh kompensasi dan penghargaan terhadap kinerja aparatur pemerintah desa dengan mediasi motivasi kerja di kecamatan malinau utara di terima.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan motivasi kerja terhadap prestasi kerja dengan disiplin kerja sebagai variabel mediasi pada pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Satpol PP Kabupaten Malinau yang berjumlah 100 orang, dan penentuan sampel menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Analisis data yang digunakan adalah metode Partial Least Square (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Pengujian hipotesis lainnya menemukan bahwa lingkungan kerja dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja, serta disiplin kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap prestasi kerja. Pada uji mediasi, hasil penelitian membuktikan bahwa disiplin kerja tidak memediasi pengaruh antara lingkungan kerja terhadap prestasi kerja. Namun, disiplin kerja terbukti secara signifikan memediasi pengaruh antara motivasi kerja terhadap prestasi kerja pegawai. Secara keseluruhan, peningkatan motivasi kerja yang diiringi dengan disiplin kerja akan mendorong pencapaian prestasi kerja yang lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini meneliti pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kinerja dengan motivasi kerja sebagai mediator pada penyuluh pertanian di Kabupaten Malinau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan survei dan kuesioner. Sampel diambil secara sensus, melibatkan 67 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square. Hasil menunjukkan kompensasi tidak langsung memengaruhi kinerja, sementara kompetensi berkontribusi positif. Kompensasi dan kompetensi sama-sama meningkatkan motivasi kerja, yang kemudian memediasi hubungan dengan kinerja. Motivasi kerja sendiri juga berdampak positif pada kinerja. Temuan ini memperkaya teori mengenai kompensasi dan kompetensi di pelayanan publik serta memberi panduan praktis bagi pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kinerja penyuluh melalui optimalisasi kompensasi, peningkatan kompetensi, dan motivasi pegawai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai BKPP. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Kompetensi kerja merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling kuat dalam meningkatkan kinerja pegawai, sementara motivasi dan disiplin kerja berperan sebagai faktor pendukung yang mendorong konsistensi dan efektivitas kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publikmemerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melalui penguatan motivasi dan disiplin kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan aparatur yang berorientasi pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.