Abstrak
Tesis ini meneliti pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kinerja dengan motivasi kerja sebagai mediator pada penyuluh pertanian di Kabupaten Malinau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan survei dan kuesioner. Sampel diambil secara sensus, melibatkan 67 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square. Hasil menunjukkan kompensasi tidak langsung memengaruhi kinerja, sementara kompetensi berkontribusi positif. Kompensasi dan kompetensi sama-sama meningkatkan motivasi kerja, yang kemudian memediasi hubungan dengan kinerja. Motivasi kerja sendiri juga berdampak positif pada kinerja. Temuan ini memperkaya teori mengenai kompensasi dan kompetensi di pelayanan publik serta memberi panduan praktis bagi pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kinerja penyuluh melalui optimalisasi kompensasi, peningkatan kompetensi, dan motivasi pegawai.