Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

36 hasil
Subjek: Budaya Organisasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengembangan Karir terhadap Kinerja Pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderasi

2026•

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA PEGAWAI UPTD SAMSAT KOTA TARAKAN DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh disiplin kerja dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan dengan budaya organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pegawai UPTD Samsat Kota Tarakan yang berjumlah 69 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh, sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, serta pengembangan karir juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi tidak mampu memoderasi hubungan antara disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, serta tidak mampu memoderasi hubungan antara pengembangan karir terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN MALINAU BARAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, MOTIVASI KERJA, LINGKUNGAN KERJA, BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN MALINAU BARAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI STUDI PADA RSUD DR. H. JUSUF SK

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada RSUD dr. H. Jusuf SK Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah pegawai pada beberapa instalasi pelayanan di RSUD dr. H. Jusuf SK, dengan jumlah sampel sebanyak 101 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai. Budaya organisasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dengan pengaruh yang lebih dominan dibandingkan lingkungan kerja. Selain itu, lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Namun, budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Kepuasan kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, hasil pengujian variabel mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja maupun budaya organisasi terhadap kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DENGAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASIONAL DI BAPPEDA DAN LITBANG KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan budaya organisasi terhadap prestasi kerja pegawai dengan komitmen organisasional sebagai variabel mediasi di BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau sebanyak 54 orang, dan sampel diambil menggunakan metode sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) disiplin kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,425); (2) budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,190); (3) disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional (p=0,000); (4) budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional (p=0,383); (5) komitmen organisasional tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja (p=0,166); (6) komitmen organisasional tidak memediasi pengaruh disiplin kerja terhadap prestasi kerja (p=0,190); (7) komitmen organisasional tidak memediasi pengaruh budaya organisasi terhadap prestasi kerja (p=0,528). Kesimpulan: Disiplin kerja terbukti menjadi faktor kunci dalam membangun komitmen organisasional, namun baik disiplin kerja maupun budaya organisasi belum mampu secara langsung maupun tidak langsung (melalui komitmen organisasional) meningkatkan prestasi kerja pegawai secara signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa prestasi kerja di lingkungan BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Malinau lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN MELALUI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja penyuluh pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi kepemimpinan transformasional. Fokus utama penelitian diarahkan pada upaya memahami mekanisme bagaimana faktor individu dan organisasi berinteraksi dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian pada konteks kelembagaan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Objek penelitian adalah penyuluh pertanian yang bertugas pada wilayah penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan analisis data meliputi pengujian outer model, inner model, serta pengujian pengaruh langsung, tidak langsung, dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara kompetensi dan kinerja, motivasi dan kinerja, serta budaya organisasi dan kinerja penyuluh pertanian. Seluruh jalur hubungan yang diuji dalam model struktural menunjukkan signifikansi, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja penyuluh pertanian memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara penguatan kapasitas individu, pembentukan budaya organisas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEMPERKUAT HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Malinau serta menguji peran budaya organisasi dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh pegawai Inspektorat yang berjumlah 60 orang menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun demikian, budaya organisasi tidak terbukti memoderasi pengaruh integritas maupun kompetensi terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,834 menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelaskan yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai Inspektorat lebih efektif dicapai melalui penguatan integritas individu dan peningkatan kompetensi profesional, sementara budaya organisasi berperan seba

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA, DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 3,045; sig. = 0,003), motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 5,169; sig. = 0,000), dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (t = 6,291; sig. = 0,000). Secara simultan, kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (F = 98,848; sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,790 menunjukkan bahwa 79% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut, sedangkan 21% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Dengan demikian, peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan kepala sekolah, peningkatan motivasi kerja, serta pembentukan budaya organisasi sekolah yang positif dan konsisten.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi pada Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya permasalahan kinerja pegawai, yang ditandai dengan rendahnya inisiatif, kedisiplinan, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan kompetensi, penerapan disiplin kerja yang konsisten, serta pengembangan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi referensi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI MEDIASI DALAM PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan “untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai, serta menguji peran kepuasan kerja sebagai variabel mediasi dalam hubungan tersebut.” Penelitian ini dilaksanakan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau dengan melibatkan 84 responden yang terdiri dari pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Honorer. Pendekatan studi yang diterapkan ialah kuantitatif melalui metode survei, sementara analisis data dilangsungkan melalui penerapan PLS-SEM. Temuan yang ada menjabarkan gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Gaya kepemimpinan ialah variabel yang memiliki pengaruh paling besar pada kinerja pegawai. Selain itu, hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa kepuasan kerja tidak memediasi pengaruh gaya kepemimpinan dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memediasi secara parsial pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai, meskipun dengan kontribusi mediasi yang relatif terbatas. Temuan tersebut menjabarkan peningkatan kinerja pegawai lebih efaktif dicapai melalui penguatan kepemimpinan, pembentukan budaya

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MALINAU

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi pada Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya permasalahan kinerja pegawai, yang ditandai dengan rendahnya inisiatif, kedisiplinan, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan kompetensi, penerapan disiplin kerja yang konsisten, serta pengembangan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi referensi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Budaya Organisasi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi kasus: PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei yang menggunakan kuesioner untuk instrumen dalam mengevaluasi datanya. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui metode simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 150 sampel yang berasal dari karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik analisis regresi berganda dan uji t dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Budaya organisasi terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Artinya, jika budaya organisasi yang diterapkan di perusahaan semakin baik, maka kinerja karyawan juga akan meningkat. Selain itu, motivasi bekerja juga terbukti memberikan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap performa karyawan PT. Intracawood Manufacturing Kota Tarakan. Dengan kata lain, semakin tinggi motivasi kerja karyawan, maka hasil kinerja yang diperoleh akan semakin baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan komitmen organisasi terhadap kinerja organisasi.

2026•

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan gaya kepemimpinan, Budaya Organsasi dan komeitmen organisasi terhadap kader organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel Nonprobabiliy Sampling, dengan jumlah responden sebanyak 134 responden organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ekonomi Raya Cabang Tarakan. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, dan komitmen organsisi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata kunci: Kinerja, Gaya Kepemimpinan, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI DAN KECERDASAN EMOSIONAL MELALUI KEPUASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMUNIKASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA HMI CABANG TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan budaya organisasi terhadap kinerja kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tarakan. Latar belakang kajian berangkat dari fenomena penurunan efektivitas program kerja dan partisipasi kader, yang diduga dipengaruhi oleh dinamika komunikasi internal dan kekuatan budaya organisasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, sampel penelitian berjumlah 136 kader HMI yang pernah menjabat sebagai pengurus tingkat Komisariat atau Cabang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berbasis skala likert yang diolah menggunakan SPSS versi 30. Hasil analisis menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja kader, sementara komunikasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa internalisasi nilai, norma dan sistem regenerasi dalam HMI lebih efektif dalam mendorong kinerja dibanding aspek komunikasi struktural. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan literatur organisasi non profit, khususnya dalam konteks gerakan kemahasiswaan berbasis nilai keislaman.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGEMBANGAN KAPASITAS SDM DALAM MODERASI PENGARUH KETERAMPILAN, KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DIKANTOR BPKD KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Malinau. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja pegawai dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan jumlah sampel sebanyak 93 pegawai yang diambil melalui metode sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu kompensasi, motivasi kerja, dan budaya organisasi, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Kompensasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja melalui sistem penghargaan yang adil dan berbasis hasil. Motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik, berperan penting dalam mendorong pegawai untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Budaya organisasi yang kuat juga terbukti memengaruhi kinerja pegawai dengan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI KERJA,KEPEMIMPINAN DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PNS DI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kinerja PNS di Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, baik secara parsial maupun simultan. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan metode survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh 72 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, motivasi kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja PNS, dengan nilai signifikansi sebesar 0,012. Kepemimpinan juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,001. Selanjutnya, budaya organisasi memberikan pengaruh positif yang paling kuat terhadap kinerja, dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja PNS, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji F dengan nilai signifikansi 0,000. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan motivasi kerja, penguatan kepemimpinan yang efektif, dan pengembangan budaya organisasi yang mendukung dalam meningkatkan kinerja PNS

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI, MOTIVASI KERJA DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI KANTOR BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja pegawai di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Malinau. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja pegawai dalam mendukung efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan jumlah sampel sebanyak 93 pegawai yang diambil melalui metode sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen, yaitu kompensasi, motivasi kerja, dan budaya organisasi, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Kompensasi memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kinerja melalui sistem penghargaan yang adil dan berbasis hasil. Motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik, berperan penting dalam mendorong pegawai untuk mencapai produktivitas yang lebih tinggi. Budaya organisasi yang kuat juga terbukti memengaruhi kinerja pegawai dengan menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA UPT. BADAN PENDAPATAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja karyawan, pengaruh budaya organisasi terhadap motivasi, pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan, pengaruh motivasi dalam memediasi hubungann budaya organisasi dengan kinerja karyawan. Penelitian ini menggunakan model analisis SEMPLS. Metode pengambilan sampel yaitu seluruh karyawan yang bekerja pada 5(liima) UPT Bapenda Provinsi Kalimantan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS) dengan bantuan program komputer SmartPLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi berpengaruh positif terhadap motivasi. Motivasi berpengaruih positif terhadap kinerja karyawan. Budaya organisasi yang dimediasi oleh motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kinerja karyawan yang dimediasi oleh motivasi berpengaruh positif terhadap organisasi. Impikasi praktis bagi pengelola organisasi untuk memprioritaskan pembentukan budaya organissi yang mendukung dan program peningkatan motivasi kerja juga membuka peluang untuk eksplorasi guna meningkatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai hubungan kausal antar variabel.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail