PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN MELALUI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DI KABUPATEN MALINAU
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja penyuluh pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi kepemimpinan transformasional. Fokus utama penelitian diarahkan pada upaya memahami mekanisme bagaimana faktor individu dan organisasi berinteraksi dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian pada konteks kelembagaan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Objek penelitian adalah penyuluh pertanian yang bertugas pada wilayah penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan analisis data meliputi pengujian outer model, inner model, serta pengujian pengaruh langsung, tidak langsung, dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara kompetensi dan kinerja, motivasi dan kinerja, serta budaya organisasi dan kinerja penyuluh pertanian. Seluruh jalur hubungan yang diuji dalam model struktural menunjukkan signifikansi, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja penyuluh pertanian memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara penguatan kapasitas individu, pembentukan budaya organisas