Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

63 hasil
Subjek: Kompetensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP/MTs Di Pulau Sebatik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT KEPUASAN PETANI PADA PENYULUHAN DI DESA TANJUNG ARU KECAMATAN SEBATIK TIMUR

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pelaksanaan penyuluhan pertanian yang ditandai dengan rendahnya intensitas kunjungan penyuluh, kurangnya komunikasi, dan materi penyuluhan yang belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan petani. Kondisi tersebut diduga memengaruhi tingkat kepuasan petani terhadap layanan penyuluhan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui penyuluhan pertanian di Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur (2) Menganalisis tingkat kepuasan petani serta (3) Menganalisis pengaruh motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan terhadap tingkat kepuasan petani. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 63 petani yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan quota sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Penyuluhan pertanian dilaksanakan oleh BPP Sebatik dengan 10 orang PPL, menggunakan metode demplot dan sekolah lapang. Kelembagaan berupa Gapoktan dan poktan (2) Tingkat kepuasan petani terhadap penyuluhan pertanian berada pada kategori cukup puas, dengan 65,08% (3)Secara simultan, motivasi penyuluh, kompetensi penyuluh, kinerja penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani dengan nilai Fhitung sebesar 13,805 > Ftabel 2,530 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, kompetensi penyuluh (sig. = 0,000), kinerja penyuluh (sig. = 0,005), dan dukungan kelembagaan (sig. = 0,019) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan petani, sedangkan motivasi penyuluh tidak berpengaruh signifikan (sig. = 0,519). Variabel yang paling dominan memengaruhi kepuasan petani adalah kompetensi penyuluh dengan nilai sig 0,000.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, KOMUNIKASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA ASN KEMENTERIAN AGAMA KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KEPUASAN SEBAGAI MEDIASI: HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI DAN SYSTEM REWARD TERHADAP LOYALITAS ATLIT KORMI DI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan system reward terhadap loyalitas atlet Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tarakan serta menguji peran kepuasan sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian berjumlah 230 atlet KORMI Kota Tarakan, dengan sampel sebanyak 150 responden yang ditentukan melalui teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. System reward juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,019. Sementara itu, kepuasan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap loyalitas atlet dengan nilai signifikansi sebesar 0,550. Temuan ini menunjukkan bahwa loyalitas atlet lebih dominan dipengaruhi oleh faktor kompetensi individu dan sistem penghargaan organisasi. Selanjutnya, kepuasan tidak terbukti mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan system reward terhadap loyalitas atlet. Dengan demikian, pengaruh kompetensi dan system reward terhadap loyalitas bersifat langsung tanpa melalui kepuasan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas atlet dan penerapan sistem penghargaan yang adil, transparan, dan berkelanjutan sebagai strategi utama dalam memperkuat loyalitas atlet pada organisasi olahraga masyarakat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KEPEMIMPINAN DIGITAL, INOVASI ORGANISASI, DAN KOMPETENSI DIGITAL TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi pada Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil Kalimantan Utara)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital terhadap kinerja pegawai di Disdukcapil Provinsi Kalimantan Utara dalam konteks transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan, khususnya melalui IKD dan SIPELANDUKILAT. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan metode sensus terhadap 150 pegawai, pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert lima poin, serta analisis menggunakan SEM-PLS untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan digital, inovasi organisasi, dan kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang visioner dalam pemanfaatan teknologi, organisasi yang adaptif dan inovatif, serta pegawai dengan kompetensi digital yang memadai merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan publik berbasis digital. Selain itu, sinergi antara ketiga faktor tersebut memperkuat efektivitas implementasi layanan digital dan mendorong peningkatan kepuasan masyarakat. Penelitian ini juga memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian manajemen publik, khususnya terkait strategi peningkatan kinerja aparatur dalam mendukung keberhasilan transformasi digital birokrasi di daerah perbatasan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA DI KABUPATEN BULUNGAN PERAN MODERASI DUKUNGAN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai dalam tata kelola desa di Kabupaten Bulungan, dengan dukungan organisasi dan lingkungan kerja sebagai variabel moderating. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan langsung dan moderasi di antara variabel-variabel ini. Pendekatan kuantitatif diterapkan pada data survei dari 196 anggota Badan Permusyawaratan Desa, dan data dianalisis menggunakan SmartPLS dengan SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, dukungan organisasi, dan lingkungan kerja berdampak positif pada kinerja. Dukungan organisasi secara signifikan memoderasi hubungan secara negatif, sementara moderasi lingkungan kerja tidak signifikan. Temuan tersebut menyiratkan bahwa peningkatan kinerja tata kelola desa membutuhkan penguatan kompetensi individu dan sistem dukungan kelembagaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENYETARAAN JABATAN DAN KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP KINERJA PEGAWAI MELALUI PENYEDERHANAAN BIROKRASI PADA INSTANSI PEMERINTAH KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Riset ini memiliki maksud guna menelaah imbas penyetaraan jabatan serta kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai, baik secara lugas maupun tidak lugas lewat perantara penyederhanaan birokrasi pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Kajian ini didasari oleh penerapan regulasi transformasi birokrasi yang menitikberatkan pada perampingan susunan lembaga serta pengembangan mutu personil demi menggapai kinerja aparatur yang prima. Penyelidikan ini mengadopsi pola angka quantitative approach memakai prosedur survey method. Keterangan diperoleh lewat angket yang dialokasikan bagi pegawai pada instansi Pemerintah Kabupaten Bulungan. Skema pemrosesan data yang diaplikasikan ialah Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) memakai sokongan peranti lunak SmartPLS. Eksaminasi asumsi dilaksanakan lewat tahapan bootstrapping guna memahami efek lugas serta tidak lugas antarvariabel. Output riset membuktikan bahwa penyetaraan jabatan tidak memberikan andil berarti bagi kinerja pegawai, sementara kompetensi pegawai menyumbang dampak baik serta esensial bagi kinerja pegawai. Di samping itu, penyetaraan jabatan beserta kompetensi pegawai terkonfirmasi memicu efek krusial bagi penyederhanaan birokrasi. Walaupun begitu, penyederhanaan birokrasi tidak menyumbang impak bermakna bagi kinerja pegawai. Temuan tes perantara turut memperlihatkan bahwa penyederhanaan birokrasi tidak sanggup menjadi jembatan bagi imbas penyetaraan jabatan maupun kompetensi pegawai bagi kinerja pegawai. Simpulan kajian ini memberikan sinyal bahwa eskalasi kinerja pegawai pada instansi pemerintah lebih didominasi oleh unsur kompetensi personal daripada pergeseran susunan organisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN KOMPETENSI TERHADAP PENINGKATAN KINERJA ASN DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BULUNGAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, pelatihan dan kompetensi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN dengan nilai signifikansi sebesar 0,844, pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN, kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN serta merupakan variable yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja ASN dan secara simultan pendidikan, pelatihan dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bulungan. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variable penelitian memiliki nilai Cronbach’s Alpa diatas 0,60, sehingga seluruh instrument dinyatakan reliabel. Berdasarkan temuan tersebut, penelian menyimpulkan bahwa upaya peningkatan kinerja ASN tidak hanya ditentukan oleh tingkat pendidikan formal semata, tetapi lebih dipengaruhi oleh efektivitas pelatihan yang berkelanjutan serta penguatan kompetensi yang sesuai dengan tugas dan fungsi jabatan. Oleh karena itu,disarankan agar instansi terkait lebih memprioritaskan pengembangan kompetensi dan program pelatihan yang terarah sebagai strategi peningkatan kinerja ASN.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN EFEKTIVITAS PELATIHAN DARING TERHADAP KOMPETENSI APARATUR SIPIL NEGARA MELALUI MOTIVASI BELAJAR (Studi : Peserta Latsar CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara)

2026•

Studi ini memiliki maksud guna menelaah pengaruh efektivitas pelatihan daring terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi pada peserta Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Utara. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kompetensi ASN di era digital serta meningkatnya penggunaan metode pelatihan daring yang menuntut efektivitas dalam pelaksanaannya. Namun, keberhasilan pelatihan daring tak sekadar ditentukan melalui dimensi teknis, melainkan pula unsur kejiwaan subjek, utamanya motivasi belajar. Riset ini menerapkan metodologi numerik berlandaskan klasifikasi explanatory research. Totalitas subjek riset mencakup segenap anggota Latsar CPNS periode 2025 pada Wilayah Kalimantan Utara berjumlah 300 individu, lewat kuantitas representasi terendah 169 informan yang ditetapkan lewat formulasi Krejcie serta Morgan. Prosedur perolehan informasi dilaksanakan memakai angkutan instrumen bergradasi Likert scale, sementara pemrosesan data mengoperasikan teknik Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) memanfaatkan perangkat lunak SmartPLS. Temuan riset diharap memaparkan bahwasanya efektivitas pelatihan daring memberikan dampak searah bagi kompetensi ASN, secara lurus ataupun sirkular melewati motivasi belajar. Di samping itu, efektivitas pelatihan daring pun diproyeksikan berkontribusi selaras atas motivasi belajar, serta motivasi belajar berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kompetensi ASN. Peran motivasi belajar selaku variabel perantara mengokohkan keterkaitan antara efektivitas pelatihan daring serta kompetensi ASN. Karya ilmiah ini menyumbangkan nilai konseptual dalam evolusi pola edukasi daring lewat penyertaan motivasi belajar selaku variabel penengah, serta manfaat aplikatif bagi penyelenggara pelatihan ASN dalam mengonsep skema pelatihan yang semakin berdaya guna, fleksibel, dan menitikberatkan pada peningkatan kompetensi ASN di era digital.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN MELALUI TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara empiris pengaruh kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi terhadap kinerja penyuluh pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui peran mediasi kepemimpinan transformasional. Fokus utama penelitian diarahkan pada upaya memahami mekanisme bagaimana faktor individu dan organisasi berinteraksi dalam meningkatkan kinerja penyuluh pertanian pada konteks kelembagaan pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Objek penelitian adalah penyuluh pertanian yang bertugas pada wilayah penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 67 responden yang ditentukan menggunakan teknik sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur, sedangkan analisis data meliputi pengujian outer model, inner model, serta pengujian pengaruh langsung, tidak langsung, dan efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja penyuluh pertanian. Selain itu, kepemimpinan transformasional juga terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja. Temuan lebih lanjut mengungkapkan bahwa kepemimpinan transformasional berperan sebagai variabel mediasi parsial dalam hubungan antara kompetensi dan kinerja, motivasi dan kinerja, serta budaya organisasi dan kinerja penyuluh pertanian. Seluruh jalur hubungan yang diuji dalam model struktural menunjukkan signifikansi, yang mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja penyuluh pertanian memerlukan pendekatan yang terintegrasi antara penguatan kapasitas individu, pembentukan budaya organisas

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH DIGITAL KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN DIGITAL KNOWLEDGE SHARING TERHADAP KOMPETENSI ASN MELALUI LEARNING ORGANIZATION CULTURE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Malinau dengan Learning Organization Culture sebagai variabel mediasi. Perkembangan teknologi digital menuntut ASN untuk mampu mengelola pengetahuan secara efektif melalui pemanfaatan sistem digital serta melakukan berbagi pengetahuan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kompetensi dan kinerja. Selain faktor individu, peningkatan kompetensi ASN juga dipengaruhi oleh budaya organisasi pembelajar yang mendorong proses pembelajaran berkelanjutan di dalam organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Learning Organization Culture serta kompetensi ASN. Selain itu, Learning Organization Culture terbukti mampu memediasi hubungan antara Digital Knowledge Management dan Digital Knowledge Sharing terhadap kompetensi ASN. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan pengetahuan digital dan praktik berbagi pengetahuan yang didukung oleh budaya organisasi pembelajar dapat meningkatkan kompetensi aparatur secara berkelanjutan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen pengetahuan digital dalam organisasi publik, serta memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan kompetensi ASN melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dan penguatan budaya organisasi pembelajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPENSASI DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA DENGAN MOTIVASI KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA PENYULUH PERTANIAN DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini meneliti pengaruh kompensasi dan kompetensi terhadap kinerja dengan motivasi kerja sebagai mediator pada penyuluh pertanian di Kabupaten Malinau. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan survei dan kuesioner. Sampel diambil secara sensus, melibatkan 67 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square. Hasil menunjukkan kompensasi tidak langsung memengaruhi kinerja, sementara kompetensi berkontribusi positif. Kompensasi dan kompetensi sama-sama meningkatkan motivasi kerja, yang kemudian memediasi hubungan dengan kinerja. Motivasi kerja sendiri juga berdampak positif pada kinerja. Temuan ini memperkaya teori mengenai kompensasi dan kompetensi di pelayanan publik serta memberi panduan praktis bagi pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan kinerja penyuluh melalui optimalisasi kompensasi, peningkatan kompetensi, dan motivasi pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KOMPETENSI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai BKPP. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Kompetensi kerja merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling kuat dalam meningkatkan kinerja pegawai, sementara motivasi dan disiplin kerja berperan sebagai faktor pendukung yang mendorong konsistensi dan efektivitas kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publikmemerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melalui penguatan motivasi dan disiplin kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan aparatur yang berorientasi pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN BUDAYA ORGANISASI DALAM MEMPERKUAT HUBUNGAN ANTARA INTEGRITAS DAN KOMPETENSI TERHADAP KINERJA PEGAWAI INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas dan kompetensi terhadap kinerja pegawai Inspektorat Kabupaten Malinau serta menguji peran budaya organisasi dalam memoderasi hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh pegawai Inspektorat yang berjumlah 60 orang menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Kompetensi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Budaya organisasi memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap kinerja. Namun demikian, budaya organisasi tidak terbukti memoderasi pengaruh integritas maupun kompetensi terhadap kinerja pegawai. Nilai R-square sebesar 0,834 menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya jelaskan yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai Inspektorat lebih efektif dicapai melalui penguatan integritas individu dan peningkatan kompetensi profesional, sementara budaya organisasi berperan seba

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MODEL MEDIASI KOMITMEN DALAM HUBUNGAN KOMPETENSI GURU DAN PEMBELAJARAN ORGANISASI TERHADAP KINERJA GURU SMP DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menelusuri peran mediasi komitmen guru dalam hubungan antara kompetensi guru dan pembelajaran organisasi terhadap kinerja guru SMP di Kabupaten Malinau. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori digunakan untuk menelaah hubungan sebab-akibat antar variabel melalui pengujian hipotesis berbasis survei. Populasi terdiri dari 481 guru SMP negeri, dengan 471 guru aktif menjadi responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner online skala Likert lima poin, yang mengukur kompetensi guru, pembelajaran organisasi, komitmen guru, dan kinerja guru. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dan praktik pembelajaran organisasi berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru dan komitmen guru. Komitmen guru terbukti menjadi mediator parsial antara kompetensi guru maupun pembelajaran organisasi dengan kinerja guru. Temuan ini menegaskan bahwa kinerja guru dipengaruhi tidak hanya oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan profesional dan keterikatan guru. Secara praktis, hasil penelitian ini relevan bagi pembuat kebijakan, kepala sekolah, dan pengelola pendidikan dalam merancang program pengembangan guru, membangun budaya kolaboratif, dan menciptakan iklim sekolah yang mendorong motivasi dan loyalitas guru, khususnya di daerah non-perkotaan seperti Kabupaten Malinau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI, PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KECERDASAN EMOSIONAL PERANGKAT DESA DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL, LINGKUNGAN KERJA DAN TUNJANGAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN KOMPETENSI KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA INSPEKTORAT KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DI SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan budaya organisasi sebagai variabel mediasi pada Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih ditemukannya permasalahan kinerja pegawai, yang ditandai dengan rendahnya inisiatif, kedisiplinan, serta kemampuan adaptasi terhadap dinamika organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Malinau. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, budaya organisasi terbukti mampu memediasi pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penguatan kompetensi, penerapan disiplin kerja yang konsisten, serta pengembangan budaya organisasi yang kondusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta menjadi referensi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan peningkatan kinerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA DAN KOMPETENSI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BADAN KEPEGAWAIAN, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja terhadap kinerja pegawai di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Malinau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pegawai BKPP. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja, disiplin kerja, dan kompetensi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan. Kompetensi kerja merupakan faktor yang memiliki pengaruh paling kuat dalam meningkatkan kinerja pegawai, sementara motivasi dan disiplin kerja berperan sebagai faktor pendukung yang mendorong konsistensi dan efektivitas kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publikmemerlukan pengelolaan sumber daya manusia yang terintegrasi, tidak hanya melalui peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga melalui penguatan motivasi dan disiplin kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi instansi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengelolaan aparatur yang berorientasi pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH KOMPETENSI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA ASN DENGAN VARIABEL MEDIASI MOTIVASI KERJA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di Pemerintah Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih belum optimalnya kinerja ASN meskipun berbagai kebijakan reformasi birokrasi telah diterapkan. Permasalahan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor individu seperti kompetensi, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Populasi penelitian berjumlah 4.436 ASN, dengan sampel sebanyak 360 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja ASN. Selain itu, kompetensi dan disiplin kerja juga berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN serta mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam memperkuat pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja ASN.Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja ASN tidak hanya bergantung pada kompetensi dan disiplin kerja, tetapi juga memerlukan penguatan motivasi kerja melalui kebijakan organisasi yang mendukung. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau disarankan untuk meningkatkan program pengembangan kompetensi, penegakan disiplin, serta sistem penghargaan dan insentif guna mendorong motivasi kerja ASN secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail