BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan terhadap kinerja pegawai dengan kompetensi kerja sebagai variabel moderasi pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 61 pegawai, sehingga teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan transformasional, lingkungan kerja, dan tunjangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, kompetensi kerja terbukti mampu memoderasi pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pegawai. Namun, kompetensi kerja tidak mampu memoderasi pengaruh lingkungan kerja dan tunjangan terhadap kinerja pegawai. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang kuat dalam menjelaskan variasi kinerja pegawai. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kepemimpinan transformasional sebagai faktor dominan dalam meningkatkan kinerja pegawai, didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan sistem tunjangan yang memadai. Di sisi lain, kompetensi kerja berfungsi sebagai penguat pada hubungan tertentu, khususnya dalam meningkatkan efektivitas kepemimpinan.