Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

27 hasil
Subjek: literasi sains
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa SMP/MTs Di Pulau Sebatik

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan peserta didik dalam memahami konsep sains, menggunakan pengetahuan ilmiah, serta mengambil keputusan berdasarkan bukti ilmiah untuk menyelesaikan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Karena pentingnya literasi sains maka diperlukan penelitian untuk mendeskripsikan kemampuan literasi sains peserta didik kelas VIII SMP/MTs di Pulau Sebatik. Pada penelitian ini kemampuan literasi sains siswa diukur pada dimensi kompetensi sains. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Terdapat 480 peserta didik kelas VIII yang berasal dari enam SMP/MTs di Pulau Sebatik yang dipilih secara random. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen literasi yang memiliki 25 butir soal. Soal ini mengacu pada kerangka Programme for International Student Assesment (PISA) dan meliputi tiga indikator kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena secara ilmiah, mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah, serta menafsirkan data dan bukti secara ilmia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata peserta didik hanya mampu menjawab kurang dari 50% jumlah soal literasi sains yang diberikan. Ditinjau dari indikator kompetensi sains, kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena secara ilmiah menunjukkan capaian yang lebih baik dibandingkan dengan kemampuan mengevaluasi dan merancang penyelidikan ilmiah serta menafsirkan data dan bukti ilmiah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains peserta didik masih perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang kontekstual, berbasis penyelidikan, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI LITERASI SAINS MAHASISWA PGSD PADA MATA KULIAH PILIHAN IPA

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains mahasiswa PGSD pada mata kuliah pilihan IPA dengan menggunakan indikator yang dikembangkan oleh Gormally, meliputi kemampuan mengidentifikasi argumen ilmiah, mengevaluasi validitas sumber, mengevaluasi penggunaan dan penyalahgunaan informasi ilmiah, membuat representasi grafis dari data, membaca dan menafsirkan representasi grafis, memahami serta menafsirkan statistik dasar, dan memberikan justifikasi kesimpulan berdasarkan data kuantitatif. Penelitian ini menggunakan penelitian campuran (mixed method) dengan desain explanatory sequential design. Subjek penelitian terdiri atas enam mahasiswa yang dikategorikan ke dalam tiga kelompok kemampuan, yaitu tinggi (MT 1 dan MT 2), sedang (MS 1 dan MS 2), dan rendah (MR 1 dan MR 2). Data kuantitatif diperoleh melalui tes literasi sains dan data kualitatif diperoleh dengan wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan kecenderungan kemampuan masing-masing kategori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa kategori tinggi konsisten menunjukkan keterampilan literasi sains yang baik, berpikir berbasis bukti, serta mampu menghubungkan data dengan teori ilmiah. Mahasiswa kategori sedang memiliki pemahaman dasar yang cukup, tetapi masih belum konsisten dalam menerapkan prinsip ilmiah secara menyeluruh. Sementara itu, mahasiswa kategori rendah cenderung menerima informasi tanpa melakukan verifikasi, kurang memahami prinsip ilmiah, dan memiliki keterbatasan dalam keterampilan kuantitatif. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa masih beragam dan dipengaruhi oleh tingkat konsistensi mereka dalam menerapkan prinsip ilmiah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, ANSWER, DISCUSS, EXPLAIN, CREATE (RADEC) TERHADAP LITERASI SAINS SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) terhadap literasi sains siswa di SMA Negeri 2 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI-A dan XI-C yang berjumlah 63 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian ini terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil uji Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terhadap literasi sains siswa, dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 taraf signifikasi α= 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC) berpengaruh terhadap literasi sains siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Literasi Sains Pada Materi Sistem Gerak Manusia Kelas XI IPA SMA Swasta Frater Don Bosco Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis literasi sains pada materi sistem gerak yang bersifat layak dan menarik berdasarkan penilaian para ahli, praktisi pendidik serta respon ketertarikan peserta didik terhadap Lembar kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis literasi sains. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan desain model pengembangan 4-D (Define, Design, Development, Disseminate), namun pada penelitian ini dibatasi hanya pada tahap Development. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Subjek uji coba dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI IPA SMAS Frater Don Bosco Tarakan yang berjumlah 30 peserta didik dan pendidik sebagai praktisi. Kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dinilai berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa dan ahli media yang memperoleh nilai dengan kategori “sangat layak”. Praktisi pendidik memperoleh nilai dengan kategori “sangat praktis”. Respon kemenarikan peserta didik diperoleh dari rata-rata penilaian respon peserta didik uji skala besar yang memperoleh nilai dengan kategori “sangat menarik”. Berdasarkan hasil dari nilai yang diperoleh Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis literasi sains pada materi sistem gerak manusia disimpulkan layak untuk digunakan sebagai media ajar dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA KELAS XI IPA SMA/MA DI PULAU SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains telah menjadi istilah yang digunakan secara luas sebagai karakteristik penting yang harus dimiliki oleh setiap warga negara dalam masyarakat modern. Literasi sains merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi tantangan global, namun data PISA menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil kemampuan literasi sains siswa kelas XI IPA SMA/MA di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dengan menggunakan metode dan pengumpulan data menggunakan soal tes literasi sains. Soal ini terdiri dari soal pilihan ganda dan uraian. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA di beberapa sekolah di Pulau Sebatik yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kemampuan literasi sains yang rendah, baik pada aspek konten maupun konteks. Selain itu, sebagian besar siswa memiliki kemampuan literasi sains yang termasuk dalam kategori "sangat kurang". Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi guru untuk dapat menerapkan metode pengajaran kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa untuk mendukung peningkatan kemampuan literasi sains.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) Terhadap Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan literasi sains siswa di SMA Hang Tuah Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya tingkat literasi sains siswa yang disebabkan oleh kurangnya pengalaman dalam mengerjakan soal-soal yang menuntut penalaran mendalam. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode quasi eskperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design dengan pretest-posttest. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Hang Tuah tarakan. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah peserta didik kelas X-A dan X-C yang berjumlah 52 orang. Pengumpulan data literasi sains menggunakan instrumen tes berupa pilihan ganda. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji prasyarat, uji N-Gain, dan uji hipotesis. Uji prasyarat penelitian terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, sedangkan untuk uji hipotesis menggunakan uji Independent Sampel T-Test. Hasil ujii Independent Sampel T-Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam kemampuan literasi sains antara kedua kelompok, dengan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,020 taraf signifikansi a = 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan model PjBL berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan literasi sains siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN LITERASI SAINS TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH PADA PEMBELAJARAN IPA

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS LITERASI SAINS PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN UNTUK KELAS VIII MTsN TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja siswa berbasis literasi sains pada materi struktur dan fungsi tumbuhan untuk kelas VIII MTsN Tarakan yang layak berdasarkan penilaian para ahli dan mengetahui respons siswa terhadap lembar kerja siswa berbasis literasi sains. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan desain penelitian model Borg and Gall. Adapun langkah-langkah model Borg and Gall yang digunakan pada penelitian ini yaitu dimulai dari penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba produk awal dan revisi produk. Analisis data menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengembangan produk lembar kerja siswa berbasis literasi sains mendapatkan hasil validasi dari ahli media memperoleh presentase sebesar 84% dengan kriteria sangat layak, ahli materi memperoleh presentase sebesar 85% dengan kriteria sangat layak dan praktisi memperoleh presentase sebesar 87% dengan kriteria sangat layak. Penelitian uji coba produk dilakukan dengan uji coba terbatas dan jumlah sampel sebanyak 10 siswa kelas VIII MTsN Tarakan, Hasil respons siswa yang diperoleh rata-rata sebesar 91% dengan kriteria siswa sangat tertarik terhadap lembar kerja siswa berbasis literasi sains yang dikembangkan. Dari hasil yang diperoleh lembar kerja siswa berbasis literasi sains pada materi struktur dan fungsi tumbuhan sangat layak digunakan sebagai sumber belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Literasi Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa kelas VII dan bagaimana profil kemampuan lierasi sains siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan dan sampel penelitian ini berjumlah 31 siswa dengan penentuan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes literasi sains dan tes kognitif dalam bentuk pilihan ganda, untuk profil kemampuan literasi sains data dianalisis menggunakan teknik persentase sedangkan untuk mencari hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Profil kemampuan literasi sains siswa masih rendah pada aspek kompetensi dengan interpretasi pencapaian antara lain 49% untuk indikator mengidentifikasi pertanyaan atau isu-isu ilmiah, 51% untuk indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 54% untuk indikator menggunakan bukti ilmiah. Hasil belajar siswa berada pada level sedang dengan rata-rata nilai 65 dan kemampuan literas sains berada pada level nominal dengan rata-rata nilai 51. 2. Terdapat hubungan yang positif antara kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa. Artinya jika kemampuan literasi sains meningkat maka hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. THE RELATIONSHIP BETWEEN SCIENCE LITERACY SKILLS AND LEARNING OUTCOMES OF SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstract This study aimed to measure the relationship between science literacy skills and the learning outcomes of seventh-grade students, as well as to profile the science literacy skills of these students at SMP Negeri 7 Tarakan. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The population consists of all seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan, and the sample comprises 31 students selected using purposive sampling techniques. Data were obtained from science literacy tests and cognitive tests in multiple-choice format. The profile analysis of science literacy skills was conducted using percentage techniques, while the relationship between science literacy skills and learning outcomes was analyzed using the Pearson Correlation Test. The results indicated: 1. The profile of students' science literacy skills is still low in competence, with achievement interpretations of 49% for identifying scientific questions or issues, 51% for explaining phenomena scientifically, and 54% for using scientific evidence. Students' learning outcomes are at a moderate level with an average score of 65, and their science literacy skills are at a nominal level with an average score of 51. 2. There is a positive relationship between science literacy skills and students' learning outcomes, meaning that an increase in science literacy skills leads to an improvement in students' cognitive learning outcomes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kebiasaan Membaca Dengan Kemampuan Literasi Sains Pada Siswa SMA Negeri 2 Tarakan

2024•

Kebiasaan membaca merupakan perilaku atau perbuatan membaca yang telah memola, bersifat terus-menerus dari waktu ke waktu. Kemampuan literasi merupakan kemampuan seseorang untuk memahami sains, mengkomunikasikan sains, serta menerapkan pengetahuan sains untuk memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan membaca dengan literasi sains pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, penelitian korelasional adalah penelitian yang bermaksud untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel tanpa melakukan suatu perubahan apapun terhadap data yang diperoleh. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan sample yang digunakan siswa kelas XI dengan jumlah sebanyak dua kelas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan angket. Tes yang digunakan berupa soal dalam bentuk uraian untuk mengetahui kemampuan literasi sain siswa sedangkan angket untuk mengetahui kebiasaan membaca siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pada kelas XI – F (Sains) nilai rata rata Literasi Sains 50 sedangkan nilai rata - rata kebiasaan membaca 38,4 dan pada kelas XI-A (Kesehatan) nilai rata - rata Literasi Sains 62,5 sedangkan nilai rata rata kebiasaan membaca 48,15. Berdasarkan uji korelasi spearman rank diketahui nilai signifikansi 0,00 0,05 dan nilai koefesien korelasi 0,614 artinya tingkat hubungan cukup kuat maka hubungan kedua variabel tersebut signifikan atau berkorelasi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kebiasaan membaca siswa maka semakin tinggi pula kemampuan literasi sains siswa. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kebiasaan membaca, sehingga diharapkan sekolah dapat mulai melengkapi koleksi perpustakaan sebagai bentuk memfasilitasi siswa dalam membaca.Implikasi yang diharapakan dari penelitian ini adalah pentingnya menciptakan kebiasaan membaca pada siswa dengan cara memulai melakukan kegiatan membaca yang dilakukan secara rutin.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS LITERASI SAINS OLEH GURU SMA NEGERI DI KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembelajaran literasi sains sangat penting bagi peserta didik untuk dapat mengaplikasikan sains dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini penting untuk dilakukan mengingat pentingnya peran guru dalam meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berbasis literasi sains yang dilakukan oleh guru SMA Negeri di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu tujuh guru Biologi SMA Negeri di Kota Tarakan dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil angket dan wawancara. Hasil penelitian pada aspek pengetahuan ilmiah menunjukkan bahwa semua guru dapat membedakan istilah dalam pembelajaran literasi sains dan pada aspek keterampilan proses intelektual dalam indikator menghasilkan prinsip melalui induksi menunjukkan semua guru dapat menjelaskan fenomena hasil pengamatan, dalam indikator mengidentifikasi dan mengontrol variabel menunjukkan bahwa dua orang guru mengalami kendala dalam mengidentifikasi dan mengontrol variabel dan lima guru lainnya dapat mengidentifikasi dan mengontrol variabel, dalam indikator mengkontruksi grafik dan menemukan hubungan menunjukkan bahwa semua dapat mentransformasikan data ke dalam bentuk tabel/grafik, dalam indikator mendesain dan memimpin investigasi menunjukan bahwa tiga orang guru tidak mendesain sendiri, tiga guru lainnya mendesain sendiri dan satu guru lainnya kadang mendesain sendiri dan kadang tidak mendesain sendiri langkah-langkah praktikum, pada indikator menggunakan teknologi dan kepastian dalam investigasi menunjukkan bahwa satu orang guru tidak memanfaatkan peralatan laboratorium dan teknologi dan enam guru lainnya memanfaatkan peralatan dan teknologi dalam melakukan pengamatan serta dalam indikator penarikan kesimpulan dari fakta-fakta menunjukkan bahwa semua guru membuat kesimpulan berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS BERDASARKAN IQ (Intelligence Quotient) DAN JAM BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA DI SMA NEGERI 2 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan pengaruh kecerdasan intelektual (IQ) dan pemanfaatan jam belajar siswa di luar jadwal pelajaran terhadap kemampuan literasi sains siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di SMA Negeri 2 Tarakan. Sampel penelitiannya adalah siswa kelas XI MIPA B yang ditentukan dengan metode pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi Jaspen’s (M) dan di uji lanjutan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IQ dan kemampuan literasi sains memiliki korelasi yang dibuktikan dengan nilai rhitung sebesar 0,366 > nilai rtabel sebesar 0,349, artinya Ho diterima dan H1 ditolak. Selain itu, pemanfaatan jam belajar siswa di luar jadwal pelajaran memiliki korelasi dengan kemampuan literasi sains siswa yang dibuktikan dengan nilai rhitung 0,779 > nilai rtabel 0,349, yang berati bahwa Ho diterima dan H1 ditolak. Namun, uji lanjutan regresi linear berganda menunjukkan bahwa IQ dan pemanfaatan jadwal pelajaran di luar jadwal pelajaran secara simultan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan literasi sains siswa. Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi 0,124 > 0,05 dan nilai thitung sebesar 2,22 nilai ttabel sebesar 3,28, yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 MALINAU

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Literasi sains adalah kemampuan menggunakan pengetahuan sains, mengidentifikasi permasalahan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti-bukti dalam rangka memahami serta membuat keputusan berkenaan dengan alam dan perubahan yang dilakukan terhadap alam melalui aktivitas manusia. Literasi sains penting untuk dikuasai oleh siswa agar dapat memahami lingkungan hidup, kesehatan, ekonomi dan masalah-masalah lain yang dihadapi oleh masyarakat modern yang sangat bergantung pada teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian suvey dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa pada kelas X MIPA di SMA Negeri 1 Malinau ditinjau dari aspek konteks, konten dan kompetensi. Sampel yang diperoleh dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Adapun nilai rata-rata pada aspek konteks adalah 55,51 termasuk dalam klasifikasi sedang, nilai rata-rata pada aspek konten adalah 53,76 termasuk dalam klasifikasi sedang, dan nilai rata-rata pada aspek kompetensi adalah 46,59 termasuk dalam klasifikasi rendah

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LITERASI SAINS KELAS V BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada Penelitian ini terdapat permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya sumber belajar siswa dikelas sehingga guru harus mencari referensi tambahan melalui internet mengenai materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pembelajaran literasi sains berbasis Project Based Learning untuk menambah sumber belajar dan referensi guru dalam proses pembelajaran pembelajaran ekosistem kelas V. Kelayakan media pembelajaran dan respon siswa terhadap media yang dikembangkan menjadi tujuan utama dalam mengembangkan model pembelajaran ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan menghasilkan sebuah produk dengan model 4-D yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli praktisi menunjukkan kategori yang sangat layak dengan persentase masing-masing yaitu 96%, 90% dan 93,7% Adapun hasil validasi ahli media sebesar 78% dengan kategori layak. Selanjutnya hasil respon siswa ditinjau dari penggunaan modul pembelajaran menunjukkan respon siswa dengan kategori sangat tertarik dengan persentase uji coba terbatas 89,2% dan uji coba penuh 93,5% sehingga membuat siswa tertarik untuk belajar dan memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa maka modul pembelajaran dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran ekosistem.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

analisis keterampilan literasi sains siswa kelas XI pada mata pelajaran biologi menggunakan instrumen TOSLS

2023•

Literasi sains merupakan pemahaman konsep dan prinsip sains, menggunakan keterampilan, sikap dan pengetahuan serta mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan literasi sains siswa SMA Muhammadiyah Tarakan menggunakan instrumen TOSLS. Penelitian menggunakan metode penelitian deskritif kuantitatif. Instrumen dalam penelitian ini adalah TOSLS (Test Of Scientific Literacy Skills) berupa tes pilihan ganda. Populasi/sampel yaitu seluruh siswa kelas XI MIA SMA Muhammdiyah Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan pada aspek keterampilan memahami metode penyelidikan yang mengarah pada pengetahuan ilmiah sebesar 51,54% kategori sangat kurang. Aspek keterampilan mengatur, menganalisis dan menginterpretasikan data kuantitatif dan informasi ilmiah sebesar 71,50% kategori cukup. Nilai rerata dari kedua aspek sebesar 61,47% kategori cukup. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa siswa lebih cenderung memiliki keterampilan dalam mengelola data kuantitatif dibandingkan dengan memahami metode saintifik dikarenakan keterampilan mengelola data kuantitatif lebih sering digunakan dalam pembelajaran dari pada pemahaman mengenai langkah-langkah ilmiah, hal ini ditandai dari hasil persentase pada aspek kedua lebih tinggi dibandingkan pada aspek pertama. Rekomendasi yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah proses pembelajaran diharapkan lebih menekankan aspek keterampilan memahami metode penyelidikan dan pengetahuan ilmiah. Saran penulis adalah lebih menekankan pada aspek keterampilan memahami metode penyelidikan yang mengarah pada pengetahuan ilmiah dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PROFIL KEMAMPUAN LITERASI SAINS PADA ASPEK KOMPETENSI MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI DI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa Pendidikan Biologi di Universitas Borneo Tarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif angkatan 2019, 2020, 2021 dan 2022. Teknik pengampilan sampel menggunakan startified propotional random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 165 mahasiswa. Kemampuan literasi sains yang diukur menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 14 soal aspek kompetensi yang terdiri dari 7 indikator. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains pada aspek kompetensi mahasiswa masih tergolong sangat rendah dengan rata-rata nilai persentase sebesar 38,74% dalam kategori sangat kurang. Hasil penelitian pada tiap-tiap indikator sebagai berikut: (1) mengidentifikasi pendapat ilmiah yang valid sebesar 40%, (2) melakukan penelusuran literatur yang efektif sebesar 30,90%, (3) memahami elemen-elemen dalam desain penelitian sebesar 42,24%, (4) membuat grafik secara tepat dari data sebesar 31,57%, (5) memecahkan masalah menggunakan keterampilan kuantitatif termasuk statistik dasar sebesar 36,24%, (6) memahami dan menginterpretasikan statistik dasar sebesar 37,57% dan (7) melakukan infrensi, prediksi dan penarikan kesimpulan berdasarkan data kuantitatif sebesar 40,51% dengan kategori semua indikator sangat kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TERBIMBING TERHADAP HASIL LITERASI SAINS DI SMP NEGERI 3 KOTA TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains di SMP Negeri 3 Kota Tarakan pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan metode Eksperimen semu (Quasi Eksperiment) dengan desain penelitian time series (Time Series Design). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3 Kota Tarakan Tahun Ajaran 2022/2023, dan sampel yang digunakan adalah kelas VII-6 sebagai kelas eksperimen. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji Paired Sample T Test dan diperoleh nilai Sig (2-tailed) sebesar 0.000 dari taraf signifikan 0.05 sehingga diputuskan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Sehingga keputusan yang diperoleh disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran inquiry terbimbing terhadap hasil literasi sains siswa di SMP Negeri 3 Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING DAN LURING TERHADAP LITERASI SAINS (STUDI KASUS LEARNING LOSS) SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS DAMPAK PEMBELAJARAN DARING DAN LURING TERHADAP LITERASI SAINS (STUDI KASUS LEARING LOSS) SISWA KELAS X MIPA DI SMA NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains studi kasus learning loss siswa SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan pengukuran Nature of Science Literacy Test (NOSLiT) dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA dan guru mata pelajaran biologi kelas X dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan nilai persentase kemampuan literasi sains pada indikator penamaan ilmiah sebesar 41,12%, pada indikator kemampuan keterampilan proses sebesar 30,17%, pada indikator kaidah bukti saintifik sebesar 59,95%, pada indikator postulat sains sebesar 54,92%, pada indikator disposisi ilmiah sebesar 47,87% dan pada indikator miskonsepsi utama tentang sains sebesar 34,59%. Nilai rata-rata persentase kemampuan literasi sains siswa sebesar 44,77% dari 132 siswa dikategorikan rendah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan menujukkan bahwa terdapat dampak pembelajaran daring dan luring terhadap literasi sains, berpotensi terjadinya learning loss. Hal ini ditandai dengan menurunnya keterampilan literasi sains siswa, penurunan prestasi belajar akibat proses pembelajaran yang tidak efektif, kurangnya interaksi siswa dengan guru, siswa kesulitan memahami materi karena tidak fokus saat pembelajaran dan siswa merasa cepat bosan saat pembelajaran daring.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA NEGERI KELAS XI MIA DI KABUPATEN NUNUKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS CAPAIAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA SMA NEGERI KELAS XI MIA DI KABUPATEN NUNUKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis Capaian Kemampuan Literasi Sains Siswa SMA Negeri Kelas XI MIA di Kabupaten Nunukan menggunakan instrumen Scientific Literacy Assessment (SLA). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian siswa SMA Negeri kelas XI MIA di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari 4 sekolah yaitu SMA Negeri 1 Nunukan, SMA Negeri 2 Nunukan, SMA Negeri 1 Nunukan Selatan dan SMA Negeri 2 Nunukan Selatan. Penentuan sampel menggunakan teknik proportionate sampling. Data peroleh berdasarkan hasil tes soal Scientific Literacy Assessment (SLA) dalam bentuk soal pilihan ganda sebanyak 20 soal dengan alternatif pilihan jawaban a,b,c,d,dan e, yang terbagi ke dalam empat aspek. Aspek tersebut meliputi aspek peran sains, aspek berpikir dan bekerja secara ilmiah, aspek sains dan masyrakat aspek matematika dan sains. Rerata capaian kemampuan keempat sekolah sebesar 43,53 dengan kategori rendah. Rata-rata capaian cemampuan literasi sains siswa SMA Negeri 1 Nunukan sebesar 40,94. SMA Negeri 2 Nunukan sebesar 42,59. SMA Negeri 1 Nunukan Selatan sebesar 45,24 dan SMA Negeri 2 Nunukan Selatan 45,34.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Kemampuan Literasi Sains Siswa Kelas X SMAN 1 Di Kota Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan literasi sains siswa kelas X SMAN 1 di Kota Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah 112 murid kelas X MIPA, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 1 di Kota Tarakan masih kurang dengan rata-rata nilai persentase 51% dari 112 orang siswa. Kemampuan literasi sains yang di ukur dengan 4 aspek yaitu aspek konten, kompetensi, konteks dan sikap. Berdasarkan data diketahui aspek konteks memiliki nilai persentase 48% dengan kategori kurang, aspek kompetensi memiliki nilai persentasi 43% dengan kategori kurang, aspek konten memiliki nilai persentasi 46% dengan kategori kurang, dan aspek sikap memiliki nilai persentasi 66% dengan kategori baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail