Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

9 hasil
Subjek: MODUL PEMBELAJARAN
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN PADA MATERI TEKS EKSPLANASI SISWA KELAS V DI SD NEGERI 029 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL "DEMA" BARISAN DERET KELAS X DKV SMK NEGERI 4 TARAKAN BERBASIS BATIK KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran "Deep of Math" yang berbasis etnomatematika dengan memanfaatkan motif batik Kalimantan Utara. Pengembangan ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya relevansi bahan ajar matematika terhadap konteks kejuruan dan budaya lokal, yang menjadi tantangan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli serta angket respons guru dan peserta didik yang menggunakan skala Likert 4 poin. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi ahli menunjukkan tingkat validitas materi sebesar 75% dan validitas media sebesar 66%, dengan rata-rata keseluruhan sebesar 71% yang termasuk dalam kategori cukup valid. Penilaian guru terhadap modul memperoleh persentase sebesar 71,25%. Selanjutnya, uji coba terbatas yang melibatkan 15 peserta didik menghasilkan tingkat respons sebesar 79,83%. Berdasarkan gabungan respons guru dan peserta didik, modul memperoleh rata-rata tingkat kepraktisan sebesar 75,54% yang termasuk dalam kategori praktis. Modul ini mengintegrasikan materi barisan aritmetika dan geometri dengan motif batik Kalimantan Utara sehingga mampu menghadirkan konteks pembelajaran yang lebih sesuai dengan karakteristik dan minat peserta didik pada Program Keahlian Desain Komunikasi Visual. Dengan demikian, modul “Deep of Math” dinyatakan valid dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar mandiri. Meskipun demikian, pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat aktivitas pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS). This research aims to develop a learning module titled "Deep of Math," grounded in ethnomathematic principles and utilizing North Kalimantan batik motifs, because the limited relevance of mathematical instructional materials to vocational and local cultural contexts constitutes a substantive challenge in vocational secondary education within the Visual Communication Design specialization program. The research and development methodology utilized expert validation instruments and teacher and student response questionnaires employing a 4-point Likert scale. Data were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. Expert validation results demonstrated content validity of 75% and media validity of 66%, yielding an average of 71%, which is categorized as adequate. Teacher evaluation of the module yielded a rating of 71.25%. Subsequent limited trials involving 15 students produced a response rate of 79.83%. Based on aggregate responses from educators and learners, the module achieved an average practical utility rating of 75.54%, which is categorized as practically applicable. The module integrates arithmetic and geometric sequence content with North Kalimantan batik motifs, thereby establishing learning contexts more aligned with the characteristics and interests of students in the Visual Communication Design program. Consequently, the Deep of Math module is deemed both valid and practically functional as independent instructional material, although further development is necessary to strengthen learning activities that promote higher-order thinking skills.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN POHON KAPUR PADA KELAS IV SDN 003 MALINAU SELATAN HILIR PADA KELAS IV SDN 003 MALINAU SELATAN HILIR

2025•

Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis kearifan lokal dengan mengangkat pohon kapur sebagai materi pembelajaran pada BAB V “Ini Khas Daerahku” untuk siswa kelas IV SDN 003 Malinau Selatan Hilir. Modul dikembangkan sebagai solusi atas kurangnya bahan ajar kontekstual yang memuat potensi lokal di lingkungan sekolah, khususnya di Desa Setarap, Malinau Selatan Hilir. Dengan metode Research & Development (R&D) menggunakan model ADDIE, tahapan ini mencakup Analysis, Design, Development, Implementation, Dan Evaluation. Berdasarkan hasil validasi modul yang dihasilkan masuk dalam kategori sangat layak, dengan rata-rata kevalidan memperoleh presentase skor sebesar 90,96%, berdasarkan penilaian dari ahli media, ahli materi, ahli bahasa dan praktisi. Selain itu hasil angket respon peserta didik untuk kemenarikan modul memperoleh skor 88,13% yang juga termasuk dalam kategori sangat menarik. Modul ini mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam bentuk teks, gambar, ilustrasi, serta kegiatan belajar kontekstual, dan dapat digunakan secara mandiri oleh siswa. Dengan demikian, modul ini dinyatakan layak dan menarik untuk dimanfaatkan pada kegiatan pembelajaran IPAS.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEMATIK BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK SISWA KELAS IV SD

2024•

ABSTRAK Pembelajaran berbasis kontekstual merupakan konsep belajar yang dapat membantu guru dalam mengaitkan antara materi pelajaran dengan konsep kehidupan nyata siswa. Melalui pembelajaran berbasis kontekstual peserta didik dapat mendorong pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. . Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran tematik berbasis kontekstual pada materi teks prosedur, manfaat energy dan sumber daya alam yang layak serta efektif, ditinjau dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, ahli praktisi, dan soal, serta hasil tes soal yang dikerjakan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model 4- D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 80%, termasuk kategori layak, ahli media diperoleh sebesar 84%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 87%, termasuk kategori sangat layak, ahli praktisi diperoleh sebesar 95%, termasuk kategori sangat layak, sertates soal diperoleh sebesar 84 % termasuk kategori sangat layak. Hasil tes soal yang dikerjakan peserta didik pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 78%, termasuk kategori efektif, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 91,15%, termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil uji validasi serta uji keefektifan, maka modul pembelajaran tematik berbasis kontekstual dinyatakanlayak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Padaw Tuju Dulung di Kelas 2 SDN Utama 1 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung yang ditinjau dari validitas media, materi, dan praktisi serta untuk mengetahui ketertarikan siswa terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Adapun prosedur pengembangan yang digunakan pada penelitian ini ialah model 4G yang terdiri dari 4 tahapan yakni define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Kelayakan modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung ditinjau berdasarkan hasil validasi ahli diantaranya meliputi validasi ahli materi dengan persentase sebesar 82,35% validasi ahli media dengan persentase sebesar 96% dan validasi ahli praktisi dengan persentase sebesar 100%. Berdasarkan hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika pada materi bangun datar dan bangun ruang tema 4 di kelas 2. Adapun uji coba yang dilakukan meliputi uji coba terbatas dengan memperoleh hasil persentase sebesar 96% dan uji coba secara luas dengan perentase sebesar 99,5%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung. Adapun hasil disseminate yang diperoleh ialah modul pembelajaran matematika berbasis etnomatematika padaw tuju dulung menarik, kreatif dan mudah dimengerti.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN TEKS INFORMASI BERBASIS PROJECT BASED LEARNING (PjBL) PADA PESERTA DIDIK KELAS III SDN 037 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) yang layak ditinjau dari validitas ahli materi, validitas ahli desain, dan validitas praktisi, serta mengetahui keefektifan modul pembelajaran dalam proses pembelajaran peserta didik kelas III. Jenis penelitian adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri atas lima tahapan penelitian yaitu; Analyze (analisis), Design (desain), Development (pengembangan), Implement (penerapan), dan Evaluate (evaluasi). Kelayakan modul pembelajaran dari hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 84,5%, ahli desain sebesar 82%, dan ahli praktisi sebesar 88%. Keefektifan modul pembelajaran dari hasil uji coba terbatas sebesar 81,66% dan uji coba lapangan sebesar 95,57%. Disimpulkan bahwa dari hasil validasi ahli materi, ahli desain, dan ahli praktisi menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III sangat layak, dan hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan menunjukkan modul pembelajaran teks informasi berbasis project based learning (PjBL) pada peserta didik kelas III berada pada kategori sangat efektif untuk digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN LITERASI SAINS KELAS V BERBASIS PROJECT BASED LEARNING

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada Penelitian ini terdapat permasalahan yang ditemukan oleh peneliti yaitu kurangnya sumber belajar siswa dikelas sehingga guru harus mencari referensi tambahan melalui internet mengenai materi pembelajaran. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan modul pembelajaran literasi sains berbasis Project Based Learning untuk menambah sumber belajar dan referensi guru dalam proses pembelajaran pembelajaran ekosistem kelas V. Kelayakan media pembelajaran dan respon siswa terhadap media yang dikembangkan menjadi tujuan utama dalam mengembangkan model pembelajaran ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang bertujuan menghasilkan sebuah produk dengan model 4-D yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar angket validasi dan lembar angket respon siswa. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi, ahli bahasa, dan ahli praktisi menunjukkan kategori yang sangat layak dengan persentase masing-masing yaitu 96%, 90% dan 93,7% Adapun hasil validasi ahli media sebesar 78% dengan kategori layak. Selanjutnya hasil respon siswa ditinjau dari penggunaan modul pembelajaran menunjukkan respon siswa dengan kategori sangat tertarik dengan persentase uji coba terbatas 89,2% dan uji coba penuh 93,5% sehingga membuat siswa tertarik untuk belajar dan memahami materi pembelajaran. Berdasarkan hasil validasi ahli media, materi, bahasa dan respon siswa maka modul pembelajaran dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran ekosistem.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA MATERI TEKS EKSPLANASI BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS V DI SDN 018 TARAKAN

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul bahasa Indonesia materi teks eksplanasi berbasis kontekstual untuk kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(R&D) yang bertujuan menghasilkan produk dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar validasi, lembar tes soal dan dokumentasi. Hasil validasi untuk mengukur tingkat kelayakan yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78,66%, ahli desain sebesar 84%, ahli bahasa sebesar 88,33%, ahli praktisi sebesar 93,75%. Hasil analisis tes soal pada saat uji coba terbatas memperoleh presentase keefektifan sebesar 71,42% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 90,90%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil validasi materi, desain, bahasa, dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 85,54% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapat skor rata-rata sebesar 81,16% termasuk kategori sangat efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengembangan Modul Pembelajaran Materi Pecahan Kelas IV-D SDN 029 Tarakan

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media modul pembelajaran matematika materi mengubah pecahan biasa ke bentuk desimal yang ditinjau dari validitas media dan validitas materi serta untuk mengetahui ketertarikan siswa SDN 029 Tarakan kelas IV-D terhadap media modul pembelajaran. Penelitian ini merupahan penelitian dan pengembangan (Research and Development). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan yaitu, analisis, desain, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi. Penilaian kelayakan media modul pembelajaran terdiri dari ahli media dan ahli materi. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli media sebesar 84% masuk pada kategori sangat layak dan ahli materi 95% masuk pada kategori sangat layak. Hasil validasi ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa media modul pembelajaran sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran. hasil ketertarikan siswa pada uji coba terbatas sebesar 87,5% dan uji coba penuh sebesar 97,5%. Hasil angket ketertarikan siswa pada uji coba terbatas dan uji coba penuh menunjukkan bahwa siswa sangat tertarik terhadap media modul pembelajaran matematika materi mengubah pecahan biasa ke bentuk desimal, sesuai dengan hasil angket minat siswa uji coba terbatas dan uji coba penuh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail