ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match pada pembelajaran IPAS dikelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan. Penelitian ini didasari dengan latar belakang rendahnya motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan kurangnya keaktifan, antusiasme, serta ketekunan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV-A SD Negeri 004 Tarakan tahun ajaran 2025/2026 yang berjumlah 26 siswa. Instrumen yang digunakan meliputi angket motivasi belajar, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Pada siklus 1 terdapat 77% siswa yang mencapai motivasi belajar yang tinggi kemudian bertambah menjadi 85% siswa pada siklus 2. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make a Match efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui pengaruh ekstrak bunga senduduk (Melastoma malabathricum L.) dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada jajanan bakso, 2). Mengidentifikasi jajanan bakso yang dijual di lingkungan Sekolah Menengah Pertama di Kota Tarakan yang mengandung boraks, 3). Mengetahui potensi pemanfaatan hasil uji ekstrak bunga senduduk (Melastoma malabathricum L.) sebagai bahan ajar dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan tiga variasi konsentrasi ekstrak bunga senduduk sebagai indikator alami. Analisis data yang digunakan meliputi Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak bunga senduduk pada perlakuan L1, L2 dan L3 efektif untuk mendeteksi kandungan boraks pada kadar 0,1%, 0,5% dan 1%. Uji terhadap sampel jajanan bakso yang diperoleh dari beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Tarakan menunjukkan hasil negatif terhadap kandungan boraks. Berdasarkan temuan ini, hasil penelitian berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP khususnya pada materi Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Boraks merupakan bahan kimia yang masih ditemukan penggunaanya pada makanan sehingga diperlukan metode identifikasi yang sederhana, murah dan ramah lingkungan. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1). Bagaimana hasil uji kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Bagaimana hasil uji kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Bagaimana potensi implementasi dari hasil uji tanaman kulit buah rambutan pada pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan: 1). Menentukan formulasi atau kadar ekstrak kulit buah rambutan dalam mendeteksi kandungan boraks pada pangan ayam potong, 2). Mengidentifikasi kandungan boraks pada pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan dan 3). Mengidentifikasi potensi penerapannya pada pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen dengan memberikan empat perlakuan indikator alami (kadar konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan). Analisis data yang dilakukan berupa deskriptif kualitatif yaitu mendeskripsikan hasil pengamatan perubahan warna ekstrak kulit buah rambutan terhadap kadar boraks pada sampel pangan ayam potong, kemudian data disajikan dalam bentuk tabel dan uraian naratif untuk penarikan kesimpulan. Adapun potensi implementasi pada pembelajaran IPA dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ekstrak kulit buah rambutan yang paling efektif dalam mendeteksi keberadaan boraks adalah pada ekstrak L1 (5 g kulit buah rambutan + 5 ml aquades). Ekstrak ini mampu mendeteksi boraks pada konsentrasi 0,1%, 1% dan 10%, sebagaimana ditunjukan dalam tabel data hasil pengamatan terhadap pemberian ekstrak kulit buah rambutan pada daging ayam potong yang mengandung berbagai kadar boraks. Penerapan ekstrak kulit buah rambutan sebagai indikator deteksi boraks menunjukan bahwa seluruh sampel pangan ayam potong yang dijual di pasar Kota Tarakan tidak mengandung boraks. Berdasarkan analisis pemanfaatan hasil penelitian, temuan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber belajar bagi peserta didik kelas VIII SMP, khususnya pada materi pembelajaran 2.1 “Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan”, subbab 2.1.1 tentang Zat Aditif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan saintifik dengan menilai ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik siswa pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 3 Sei Menggaris. Penelitian ini menggunakan metode kuantitaif, yaitu penelitian pra eksperimental dengan desain penelitian One Shoot Case Study untuk mengukur hasil belajar siswa pada ranah kognitif dengan nilai pembanding 75 yaitu nilai KKM di sekolah tersebut, sedangkan untuk mengukur ranah afektif dan psikomotorik siswa menggunakan analisis deskriptif. Sampel penelitian yaitu kelas IX sebagai kelas kontrol yang berjumlah 23 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa di SMP Negeri 3 Sei Menggaris pada aspek kognitif memiliki nilai rata-rata 79, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria B (Baik). Hasil uji one sample t-test diperoleh nilai t hitung t tabel maka, ho ditolak dan ha diterima. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pada hasil belajar kognitif siswa. Pada aspek afektif menunjukkan bahwa hasil belajar dengan nilai rata-rata 84,68, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria A (baik sekali). Untuk hasil belajar pada aspek psikomotorik siswa dengan nilai rata-rata 73,43, dimana siswa lebih banyak termasuk pada kriteria (B) baik dan cukup (C).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kajian etnofarmakologi merupakan studi yang membahas tentang senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tumbuhan dan pemanfaatannya dalam pengobatan tradisional. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional maka dilakukan penelitian di Desa Setabu mengenai pemanfaatan tumbuhan akar kuning (Arcangelisia flava Merr.) yang menggunakan tumbuhan tersebut sebagai obat penyakit malaria dan penyakit lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan, melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Setabu mengolah batang dan akar tumbuhan akar kuning menjadi ramuan herbal yang direbus dan diminum untuk mengobati penyakit malaria, diare, demam, dan penyakit kuning. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun melalui pengalaman langsung sebagai akibat dari terbatasnya akses ke fasilitas Kesehatan. Data penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pemanfaatan tumbuhan akar kuning memiliki kaitan dengan pembelajaran IPA di SMP, terutama dalam materi ekologi, keanekaragaman hayati, dan pemahaman mengenai zat aditif alami. Temuan ini dapat memperkaya pembelajaran kontekstual berbasis kearifan lokal serta mendukung pelestarian budaya dan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) adalah inovasi pendidikan yang membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Pendekatan ini menghubungkan berbagai disiplin ilmu untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan berbasis pemecahan masalah. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menerapkan pembelajaran interdisipliner dan berbasis proyek. Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap STEAM menjadi faktor kunci dalam keberhasilannya di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) di SMP Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengukur pengetahuan guru tentang STEAM. Hasil penelitian menunjukkan variasi yang signifikan pada setiap aspek kognitif dalam Taksonomi Anderson. Guru menunjukkan pemahaman yang baik dalam aspek mengingat (82%), menilai (78%), dan mencipta (100%), yang mengindikasikan penguasaan konsep dasar STEAM, kemampuan evaluasi pembelajaran, dan kemampuan merancang pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan STEAM. Namun, ditemukan adanya kesulitan pada aspek memahami (46%), menerapkan (47%), dan menganalisis (75%). Skor yang lebih rendah pada ketiga aspek ini mengindikasikan bahwa guru masih memerlukan penguatan dalam memahami prinsip dasar STEAM, mengintegrasikan elemen-elemen STEAM dalam pembelajaran berbasis proyek, serta menerapkan strategi kognitif yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, profil pengetahuan guru IPA terkait pendekatan STEAM di SMP Negeri Kota Tarakan menunjukkan bahwa 3,20% guru berada pada kategori sangat baik, 58% pada kategori baik, dan 29,10% pada kategori cukup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar guru memiliki pengetahuan yang baik, pemahaman dan penerapan konsep STEAM perlu ditingkatkan secara signifikan serta diperlukan pelatihan berkelanjutan, penyediaan sumber daya, dan dukungan intensif untuk mengoptimalkan penerapan STEAM dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA salah satunya dapat disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang tidak melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan tindak lanjut untuk mengatasi rendahnya minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran yang melibatkan siswa yaitu Problem Based Learning. Melalui penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan MC Taggart dalam dua siklus, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada siswa kelas IX-B di SMP Negeri 5 Tarakan. Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dan minat belajar siswa maka digunakan instrumen berupa lembar observasi aktivitas siswa dan lembar angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IX-B SMP Negeri 5 Tarakan dalam dua siklus pembelajaran. Secara keseluruhan berdasarkan indikator dalam instrument penelitian, minat belajar yang mengalami peningkatan paling tinggi, adalah pada indikator tertarik pada guru dan konsentrasi dalam belajar sedangkan indikator dengan peningkatan paling rendah adalah teliti dalam belajar. Hasil observasi terhadap aktivitas belajar siswa juga menunjukkan adanya peningkatan dari pra-siklus ke siklus I dan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I siswa yang aktif sebanyak 60% sedangkan pada siklus II siswa yang aktif sebanyak 77%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada keaktifan siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL efektif dalam menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan relevan, sehingga dapat diterapkan sebagai strategi alternatif dalam meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII terhadap mata pelajaran IPA di SMPN 10 Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini merupakan seluruh siswa kelas VIII SMPN 10 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket pada 112 responden berdasarkan teknik total sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif. Data diperoleh berdasarkan hasil angket minat belajar dalam bentuk pernyataan sebanyak 20 item yang terbagi ke dalam empat aspek yaitu perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII secara umum berada pada kategori "berminat" dengan nilai rerata persentase 75,32%. Adapun hasil minat belajar siswa kelas VIII berdasarkan aspek yang meliputi perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan berada pada kategori "berminat" dengan rentang nilai persentase 73,34%-78,16%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Dalam proses pembelajaran tidak lepas dari adanya hambatan-hambatan dan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa sangat penting bagi guru untuk dijadikan masukan untuk memperbaiki proses mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 di SMPN 14 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study) menggunakan instrumen lembar wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam peneletian ini salah satu guru IPA dan siswa kelas VIII-1 yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasil penelitian ini ditemukan hasil yaitu terdapat gejala kesulitan belajar pada siswa diantaranya hasil belajar rendah, usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan hasil yang dicapai, dan tingkah laku yang lain dari pada temannya. Adapun upaya yang guru lakukan diantaranya memberikan motivasi, menjelaskan kembali materi, remedial, dan melakukan bimbingan individu.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penilaian Ranah afektif merupakan penilaian sikap atas segala hal yang dilakukan selama proses sosial dan interaksi sosial dalam pembelajaran, Penilaian afektif merupakan evaluasi yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Penilaian afektif mencakup karakteristik perilaku seperti perasaan, minat, sikap, perasaan dan nilai. Indikator dalam penelitian yaitu Receiving atau perhatian, Responding atau tanggapan, Valuing atau penilaian, Organisasi dan Karakteristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara guru melakukan penilaian pada ranah afektif dan untuk mengetahui problematika dalam penilaian afektif yang telah dilakukan oleh guru di SMP Negeri 7 tarakan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah seorang guru IPA. Teknik pengumpulan data melalui metode wawancara dan dokumentasi dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah cara guru melakukan penilaian dengan cara yang berbeda yaitu mengamati peserta didik pada saat proses pembelajaran dengan menggunakan format yang sudah disediakan, yaitu berupa lembar pengamatan yang mereka sebut dengan istilah jurnal. Problematika yang sering terjadi pada saat pelaksanaan penilaian afektif salah satunya membuat kisi-kisi pada saat akan melaksankaan penilaian. Guru tidak membuat kisi-kisi penilaian afektif terlebih dahulu sebelum melakukan penilaian afektif, akibatnya indikator yang akan dinilai menjadi tidak jelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pendidikan memiliki peran sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan berpikir kreatif peserta didik. Ada beberapa faktor yang memiliki pengaruh besar yang mengakibatkan rendahnya kemampuan berpikir kreatif yaitu dengan penggunaan model pembelajaran yang tidak sesuai dan tidak menarik, salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik yaitu melalui model pembelajaran. Pembelajaran kreatif model Treffinger ini dapat membantu peserta didik dalam memecahkan masalah, membantu dalam menguasai konsep – konsep materi yang diajarkan, serta memberikan kepada peserta didik untuk menunjukkan potensi – potensi kemampuan yang dimilikinya termasuk kemampuan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen dengan desain penelitian Pretest – Posttest non equivalent control group design. Sampel dalam penelitian ini ialah peserta didik pada kelas VIII 3 dan VIII 4 SMP Negeri 4 Tarakan sebanyak 64 peserta didik dengan teknik purposive sampling. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa Observasi, Tes Soal dan Dokumentasi. Untuk mengukur pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik, data dianalisis menggunakan uji Normalitas, uji Homogenitas, uji N-Gain dan uji Independent Sample T-test. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan berpikir kreatif antara kelas kontrol yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional dan kelas eksperimen yang belajar dengan menggunakan model pembelajaran Treffinger. Berpikir kreatif peserta didik pada kelas eksperimen (model Treffinger) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (model konvensional). Hal ini diketahui dari hasil uji Independet Sample T-Test yang signifikan yaitu sebesar 0,000 ≤ 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pola belajar merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan siswa untuk memahami materi pembelajaran. Apabila Pola tersebut dilakukan oleh siswa maka dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan pola belajar dengan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu korelasional dimana korelasional merupakan Teknik yang digunakan untuk mengukur hubungan antara pola belajar (X) dengan hasil belajar (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana tujuan khusus penelitian ini adalah mengambil siswa yang memiliki nilai Ujian Akhir Sekolah diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sebanyak 35 siswa dari kelas 7.1 dan 7.2. Instrumen yang digunakan merupakan kueisioner sebanyak 35 pernyataan untuk mengetahui bagaimana pola belajar yang dilakukan oleh siswa. Analis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Rank Spearman dengan bantuan softwer SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pola belajar peserta didik dengan hasil belajar dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0.690** yang artinya tingkat kekuatan korelasi antara kedua varibel tergolong dalam ketegori kuat dengan arah hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa pola belajar dan hasil belajar memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Pembelajaran IPA di SMPN 11 Tarakan T.A 2021/2022 Pasca Pandemi Covid-19 sudah dilakukan secara tatap muka, namun masih mengikuti peraturan yang diterapkan oleh pemerintah antara lain, untuk selalu memakai masker, cek suhu tubuh saat masuk kelas, berjaga jarak, menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga kebersihan sekolah agar terhindar dari penyebaran virus Covid-19, yang saat ini belum dikatakan sudah hilang sepenuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran IPA pasca pandemi kelas VIII di SMPN 11 Tarakan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil ini menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran pasca pandemi dalam pembelajaran IPA di SMPN 11 Tarakan efektif. Sebagai bukti bahwa tiga indikator efektivitas pembelajaran yang disimpulkan kriteria efektivitas sudah terlaksana dengan baik, yaitu: (1) kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran IPA dapat dilihat dari kegiatan guru mengajar guru yang dapat terkendali dengan baik setelah adanya pandemi; (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran IPA dapat dilihat dari kesiap guru dan siswa saat memulai proses pembelajaran dan semangat siswa yang besar setelah kembalinya proses pembelajaran tatap muka kembali; (3) hasil belajar siswa tuntas secara klasikal dilihat dari hasil tugas dan ujian akhir siswa saat masa pandemi dan pasca pandemi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Sejak memasuki masa peralihan transisi daring ke luring, diberlakukannya pembelajaran tatap muka terbatas oleh sebagian sekolah yang berada di kota tarakan salah satunya SMPN 10 Tarakan dan dengan diberlakukannya penerapan protokol kesehatan sebagai syarat terlaksananya pembelajaran tatap muka terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hambatan guru IPA dalam proses pembelajaran di masa transisi daring ke luring, serta untuk mengetahui upaya yang guru lakukan untuk menghadapi hambatan. Jenis penelitiaan yang digunakan adalah studi khasus di SMPN 10 Tarakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yaitu guru IPA. Lokasi penelitian di SMPN 10 Tarakan, yang dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober sampai 5 November 2022. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara guru mata pelajaran IPA, serta observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hambatan khusus pada 4 dari 6 indikator, selanjutnya dari 6 indikator di peroleh 2 indikator yang memiliki hambatan yaitu pada indikator pengelolaan siswa seperti: sulitnya mendisiplinkan siswa, siswa susah untuk diatur, kurangnya minat belajar dan minat membaca, kebiasaan santai, kebiasaan menunda-nunda tugas. Selanjutnya pada indikator pengelolaan kegiatan dan waktu yaitu, tidak semua siswa mengenal alat dan bahan praktikum. Adapun upaya yang di lakukan guru untuk menghadapi hambatan adalah senantiasa mengingatkan akan pentingnya penerapan protokol kesehatan terlebih lagi pentingnya menjaga jarak saat bermain, memotivasi siswa serta mengingatkan kembali bahwa kegiatan pembelajaran bukan seperti saat daring, membimbing siswa dalam penggunaan alat praktikum, dan menggunakan metode maupun strategi pembelajaran yang menarik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa dan menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi pada pembelajaran IPA di kelas VII SMP Negeri 1 Sebatik Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kombinasi (mixed methods). Penelitian kombinasi menggunakan jenis desain sequential explanatory designs. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sebatik Utara. Pengambilan sampel pada penelitian dengan menggunakan teknik Sampling Sekuensial. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan dua tahap yaitu teknik analisis data kuantitatid dan analisis data kualitatif, hasil diperoleh dari minat belajar siswa pada pelajaran IPA di kelas VII menunjukkan bahwa nilai keseluruhan dari 4 kategori yaitu 4 siswa yang sangat berminat, 107 siswa yang berminat, 69 siswa yang tidak berminat, dan 0 siswa yang sangat tidak berminat, dan faktor yang mempengaruhi dalam peminatan belajar siswa pada pembelajaran IPA adalah a) Hubungan guru dengan siswa, b) Disiplin sekolah, c) Keadaan gedung sekolah, dan d) Alat pembelajaran. Sementara, faktor yang mempengaruhi ketidak minatan belajar siswa pada pembelajaran IPA adalah a) Metode pembelajaran. Ke-5 faktor tersebut harus dioptimalkan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada pembelajaran IPA.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA secara daring di SMPIT Ulul Albab Tarakan. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif yang di dukung dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas VIII Al-Mu’minun dan An-Nur yang berjumlah 49 siswa. Hasil analisis diperoleh berdasarkan hasil angket dengan rata-rata persentase 64,14% dikategorikan “Baik” terhadap aspek proses pembelajaran yang berarti selama pembelajaran daring responden dapat memahami dan mengerti terkait materi yang dijelaskan oleh guru. Pada aspek media pembelajaran diperoleh rata-rata persentase 61,62% dikategorikan “Baik” yang berarti media yang digunakan guru bervariasi seperti google classroom, google meet dan whatsApp. Pada aspek interaksi pembelajaran diperoleh rata-rata persentase 41,83% dikategorikan “Cukup Baik” yang berarti beberapa siswa aktif dalam bertanya dan mengerjakan tugas yang digunakan oleh guru. Dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi siswa terhadap pembelajaran IPA secara daring pada aspek unsur pembelajaran IPA yang berlangsung dengan baik mulai proses pembelajaran yang berlangsung, media yang digunakan guru membuat siswa tertarik saat pembelajaran dan pada interaksi pembelajaran siswa aktif dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran IPA secara tatap muka terbatas di Kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan model analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Narasumber dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru IPA dan siswa Kelas VIII SMP Negeri 7 Tarakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perencanaan pembelajaran, penyusunan RPP mengacu kepada Kurikulum 2013 yang terdiri dari RPP tatap muka dan RPP daring. Penyediaan video sebagai media pembelajaran yang merupakan bagian dari RPP berisi materi yang dipadatkan dengan cara memilih materi esensial. Pelaksanaan pembelajaran menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang paling banyak dipilih guru pada tatap muka di kelas adalah metode ceramah. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan RPP. Pemberian materi dalam bentuk video pembelajaran dilakukan melalui google classroom, kemudian materi tersebut dibahas pada saat muka di kelas. Penilaian pembelajaran menunjukkan bahwa sikap siswa cenderung pasif. Pengetahuan siswa selama pembelajaran tatap muka terbatas sangat kurang. Keterampilan siswa yang biasanya dinilai melalui praktikum di laboratorium tidak dimasukkan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini bermaksud untuk menjawab rumusan masalah yaitu apakah terdapat pengaruh penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology and Society) terhadap nilai literasi sains siswa pada tes pertama, kedua, ketiga dan keempat sebelum dan setelah pembelajaran serta bagaimana grafik time series dari nilai rata-rata tes sebelum dan setelah pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan pendekatan SETS terhadap literasi sains siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian time series. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 2 Tarakan dan sampel penelitian adalah kelas VII J. Hasil penelitian uji homogenitas dan uji normalitas didapatkan hasil bahwa data homogen dan normal. Analisis uji T sampel berpasangan diperoleh hasil dengan nilai signifikasi 0,000. Jika sig (2-tailed) 0,05 maka Ha diterima, kesimpulannya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pretes dan postes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Pendekatan SETS berpengaruh dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretes pertama hingga keempat dengan postes pertama hingga keempat, 2) Grafik hasil penelitian menunjukkan hasil nilai rata-rata pretes stabil dan konsisten kemudian setelah diberikan perlakuan keadaannya meningkat secara konsisten pula.