ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada kondisi awal, terlihat bahwa pembelajaran IPA masih kurang optimal karena peserta didik kesulitan memahami konsep gaya magnet. Pembelajaran cenderung berpusat pada guru sehingga peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya hasil belajar peserta didik.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada peserta didik kelas IVA SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengussmpulan data menggunakan tes dan observasi yang meliputi hasil belajar kognitif, afektif, psikomotorik, aktivitas siswa, dan aktivitas guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan hasil belajar kognitif meningkat dari 39,29% pada pretest, menjadi 75% pada Siklus I, dan mencapai 92,86% pada Siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan belajar pada Siklus II telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 70%. Pada Siklus I, rata-rata aspek afektif mencapai 71%, psikomotorik 70%, aktivitas siswa 75%, dan aktivitas guru 85%, yang seluruhnya telah mencapai indikator keberhasilan. Perbaikan pada Siklus II dilakukan melalui pembentukan kelompok yang lebih kecil, pembagian tugas yang lebih merata, pemberian bimbingan selama percobaan, serta pengaturan waktu evaluasi. Penerapan CTL melalui kegiatan percobaan, diskusi, pengamatan, dan penerapan konsep gaya magnet dalam kehidupan sehari-hari membantu siswa memahami materi secara bermakna dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, penerapan pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar IPA materi gaya magnet dan mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor masih tergolong rendah. Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru sehingga keterlibatan siswa dalam pembelajaran relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Biologi kelas XI SMA Negeri 1 Tanjungselor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain Non Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 72 siswa kelas XI BIO 3 dan XI BIO 4 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI BIO 3 sebagai kelas eksperimen diberikan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, sedangkan kelas XI BIO 4 sebagai kelas kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kognitif berupa pretest dan posttest. Data dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 34,56 dan kelas kontrol sebesar 33,40, sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 85,26 dan kelas kontrol sebesar 78,36. Hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 0,05, sehingga terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar siswa. Penerapan model pembelajaran tersebut dapat menjadi salah satu alternatif dalam pembelajaran Biologi untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan mendorong keterlibatan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Persepsi siswa tentang cara belajar berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menerapkan cara belajarnya dalam proses pembelajaran. Cara belajar yang baik dan teratur dapat membantu siswa memahami materi dengan lebih baik sehingga mendukung pencapaian hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa tentang cara belajar dan hasil belajar Biologi. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tanjung Palas Timur pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain korelasional non-eksperimental. Sampel berjumlah 26 siswa yang dipilih melalui total sampling. Data persepsi dikumpulkan melalui angket dengan skala Likert, berdasarkan indikator cara belajar, meliputi pembuatan dan pelaksanaan jadwal, membaca dan membuat catatan, mengulangi bahan pelajaran, konsentrasi, dan mengerjakan tugas. Data hasil belajar Biologi ranah kognitif diperoleh dari nilai ulangan harian materi sistem pernapasan manusia. Analisis data menggunakan uji statistik deskriptif dan uji korelasi Kendall’s Tau-b melalui SPSS 22. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persepsi siswa sebesar 107,35 dengan kategori netral, dan rata-rata hasil belajar kognitif siswa sebesar 63,56 dengan kategori cukup. Uji korelasi Kendall’s Tau-b, menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,291 dengan nilai signifikansi 0,043 ( 0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi siswa tentang cara belajar dengan hasil belajar Biologi dengan tingkat keeratan hubungan pada kategori rendah.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Materi Karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup merupakan materi IPA yang memerlukan pemahaman konseptual sekaligus kegiatan pengamatan dan identifikasi terhadap objek makhluk hidup. Kegiatan pembelajaran pada materi ini dapat dilakukan melalui berbagai lingkungan belajar, baik di dalam kelas maupun di laboratorium IPA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan laboratorium IPA terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas VII A sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa dan kelas VII B sebagai kelas kontrol berjumlah 25 siswa di SMP Negeri 5 Tarakan. Kelas eksperimen melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium IPA, sedangkan kelas kontrol melaksanakan kegiatan praktikum di dalam kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, serta lembar observasi keterampilan psikomotorik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 77,40, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 66,84. Selain itu, rata-rata keterampilan psikomotorik kelas eksperimen sebesar 75,40, dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 70,40 dengan kategori baik. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,380 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Dengan demikian, penggunaan laboratorium IPA tidak memberikan pengaruh yang signifikaan terhadap hasil belajar siswa secara statistik pada materi karakteristik dan klasifikasi makhluk hidup. Meskipun demikian, penggunaan laboratorium IPA tetap dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dalam memberikan pengalaman belajar langsung dan mengembangkan keterampilan psikomotorik siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan minat dan hasil belajar siswa dalam penggunaan Game Platform Kahoot dan Baamboozle di SMA Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian komparatif dan desain Posttest Only Two Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelompok, yaitu kelompok Kahoot dan kelompok Baamboozle, dengan masing-masing kelompok berjumlah 36 siswa. Data minat belajar diperoleh melalui angket skala Likert, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui Posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis dengan Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan Kahoot dan Baamboozle dalam kegiatan evaluasi memberikan hasil yang relatif sebanding pada aspek minat dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, kedua Platform dapat digunakan sebagai media evaluasi berbasis permainan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa serta mengetahui tingkat kekuatan hubungan tersebut pada siswa kelas V A SD Negeri 011 Karang Balik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang melibatkan 28 siswa kelas V A sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 56 siswa kelas V. Data peran guru sebagai motivator dikumpulkan melalui angket yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji korelasi Rank Spearman dengan bantuan program SPSS versi 27 karena salah satu variabel penelitian tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi Rank Spearman (ρ) sebesar 0,247 dengan nilai signifikansi 0,206 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan Hₐ ditolak. Artinya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa, meskipun hubungan yang diperoleh bersifat positif dengan tingkat hubungan rendah. Kontribusi peran guru sebagai motivator terhadap hasil belajar siswa sebesar 6,10%, sedangkan 93,90% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh Lembar Kerja Siswa (LKPD) berbasis konteks terhadap prestasi sains siswa kelas VIII mengenai sistem ekskresi di SMP Mutiara Bangsa Sebatik. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental yang melibatkan grup kontrol non-ekuivalen. Sampel penelitian terdiri dari 24 siswa kelas VIII dari Kelas 8A, yang ditetapkan sebagai kelompok eksperimen yang menggunakan Lembar Kerja Siswa berbasis konteks, dan 23 siswa kelas VIII dari Kelas 8B, yang berfungsi sebagai kelompok kontrol yang menggunakan Lembar Kerja Siswa konvensional. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest yang menggunakan soal pilihan ganda pada tingkat kognitif C1–C4. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan ANCOVA Peringkat, dengan ambang batas signifikansi ditetapkan pada 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen adalah 79,17, sedangkan kelompok kontrol mencapai nilai 73,70. Hasil uji Rank ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,797 untuk variabel kelompok, yang melebihi 0,05; oleh karena itu, H₀ diterima dan H₁ ditolak. Akibatnya, penerapan lembar kerja berbasis konteks tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap prestasi belajar sains siswa ketika memperhitungkan kemampuan awal mereka. Nilai prauji, yang berfungsi sebagai kovariat, memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar, yang dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,016, yang lebih kecil dari 0,05.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA POP-UP BOOK PADA MATERI GAYA DI KELAS IV B SDIT IBNU ABBAS TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi gaya dikelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan keterbatasan media pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media pop-up book. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pelaksanaan penelitian dihentikan pada siklus I karena hasil yang diperoleh telah memenuhi indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran materi gaya. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 91,30% dengan 21 siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal ( KKM) dan 2 siswa belum mencapai KKM. Hasil observasi aktivitas siswa pada aspek sikap memperoleh presentase sebesar 84,35% dengan kategori sangat baik, sedangkan aspek keterampilan memperoleh persentase 82,52% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan, yaitu 70% siswa mencapai nilai KKM 67. Dengan demikian, penggunaan media pop-up book dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya di kelas IV B SDIT Ibnu Abbas Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembelajaran saat ini diarahkan pada proses belajar yang tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik memahami konsep secara mendalam dan bermakna. Salah satu pendekatan yang sejalan dengan arah tersebut adalah deep learning, yang menekankan pembelajaran yang penuh kesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan deep learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Sebatik Tahun Ajaran 2025/2026, sedangkan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan pendekatan deep learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data hasil belajar kognitif diperoleh melalui tes pretest dan posttest, sedangkan data afektif dan psikomotorik diperoleh melalui lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji ANCOVA dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif peserta didik (Sig. = 0,000 0,05). Peserta didik pada kelas eksperimen memperoleh hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol setelah mengontrol kemampuan awal. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa peserta didik pada kelas eksperimen memiliki sikap dan keterampilan praktikum yang lebih baik dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan deep learning yang menekankan prinsip mindful, meaningful, dan joyful learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemilihan model pembelajaran yang tepat menjadi salah satu faktor yang berperan dalam meningkatkan pemahaman peserta didik serta pencapaian hasil belajar mereka. Model pembelajaran Discovery Learning dan Inquiry Learning merupakan dua model yang sama-sama berorientasi pada keaktifan peserta didik dalam memperoleh pengetahuan melalui proses pembelajara, namun kedunya memiliki perbedaan pada proses pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar Biologi antara peserta didik yang diajarkan menggunakan model Discovery Learning dan Inquiry Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi eksperimen dan desain Pretest–Posttest Comparison group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas X di SMAN 5 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik Purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Kovariat (ANCOVA) dengan mengendalikan kemampuan awal peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai kelas Discovery Learning meningkat dari 52,43 menjadi 75,71, sedangkan kelas Inquiry Learning meningkat dari 52,14 menjadi 78,14. Namun, hasil uji ANCOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 1,000 yang lebih besar dari taraf signifikansi 0,05, sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kedua model pembelajaran tersebut . Walaupun demikian, model pembelajaran Discovery Learning dan Inquiry Learning sama-sama memberikan pengaruh yang relatif setara terhadap peningkatan hasil belajar Biologi peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di kelas IV-B SDN 032 Tarakan serta seberapa besar kontribusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 24 siswa sebagai subjek penelitian. Data minat belajar dikumpulkan melalui angket yang terdiri dari 15 butir pernyataan valid dan reliabel (α = 0,823), sedangkan data hasil belajar diperoleh dari nilai rapor semester ganjil. Pengujian hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman Rank karena data hasil belajar tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi (rs) sebesar 0,377 dengan signifikansi 0,035 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Artinya, terdapat hubungan positif dan signifikan antara minat belajar dengan hasil belajar, meskipun tergolong kategori rendah. Kontribusi minat belajar terhadap hasil belajar sebesar 14,21%, sedangkan 85,79% dipengaruhi faktor lain.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika murid kelas VIII SMP Negeri 2 Tanjung Palas Tengah. Metode penelitian yang digunakan Adalah metode survei dengan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasi. Data kemandirian belajar dikumpulkan menggunakan instrumen angket/kuesioner dengan skala Likert yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya. Data hasil belajar matematika diperoleh melalui dokumentasi nilai ulangan Penilaian Tengah Semester (PTS) Tahun Ajaran 2026/2027. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi non-parametrik Rank spearman dengan bantuan program SPSS 25.0, hal ini dikarenakan salah satu variable tidak berdistribusi normal. Penelitian menggunakan Teknik sampel jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 murid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan hasil belajar matematika ditunjukan oleh nilai signifikansi (sig. 2-tailed) sebesar 0,130. Implikasi dari penelitian ini secara teoritis menegaskan bahwa variabel kemandirian belajar tidak dapat berdiri dalam memprediksi hasil belajar, melainkan selalu berinteraksi dengan faktor lingkungan atau iklim institusional kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Sampel penelitian ini termasuk sampel jenuh dengan jumlah 64 siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh bahwa kesiapan belajar siswa secara umum berada pada kategori sangat tinggi dengan nilai rata-rata 94,16, sedangkan hasil belajar matematika siswa berada pada kategori baik berdasarkan rata-rata nilai akhir semester sebesar 80,45. Selain itu, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa kesiapan belajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa. Persamaan regresi yang diperoleh Y ̂=21,384+0,628X menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan kesiapan belajar akan meningkatkan hasil belajar matematika sebesar 0,628. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 0,05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan antara kesiapan belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X SMA Muhammadiyah Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh Model Assure berbantuan Quizizz terhadap motivasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan jenis penelitian pre-eksperimental dan dengan desain penelitian one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah observasi, tes, dan dokumentasi. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 siswa. Adapun analisis hipotesis pada penelitian ini menggunakan Paired Sampel t-Test dengan bantuan software SPSS 27.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara selisih hasil nilai pretest dan posttest. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan Model Assure berbatuan Quizizz berpengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Tarakan. Hal ini berdasarkan hasil analisis data melalui uji Paired sampel t-Test diperoleh nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05 yang artinya H_a diterima dan H_0 ditolak. Sehingga Model Assure berbantuan Quizizz berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar IPAS siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan. Rendahnya hasil belajar tersebut disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru melalui metode ceramah serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif. Kondisi ini mengakibatkan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran, kurang termotivasi untuk belajar, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep yang dipelajari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek penelitian sebanyak 26 siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa, lembar penilaian afektif dan psikomotorik, serta tes hasil belajar kognitif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peningkatan proses dan hasil belajar siswa pada setiap siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Aktivitas siswa meningkat dari nilai rata-rata 70 dengan kategori baik pada siklus I menjadi 91 dengan kategori sangat baik pada siklus II. Ketuntasan hasil belajar aspek afektif meningkat dari 35% menjadi 85%, aspek psikomotorik meningkat dari 12% menjadi 88%, dan aspek kognitif meningkat dari 50% menjadi 88%. Seluruh aspek hasil belajar telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan, yaitu ketuntasan klasikal minimal 80%. Dengan demikian, penggunaan media Smart Box dengan model pembelajaran Discovery Learning efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas VI-B SD Negeri 003 Tarakan pada materi energi terbarukan dan tak terbarukan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Materi sistem pencernaan manusia merupakan salah satu materi biologi yang memerlukan pemahaman konseptual karena memuat istilah ilmiah, struktur organ, serta proses fisiologis yang berlangsung di dalam tubuh dan tidak dapat diamati secara langsung oleh murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran berbasis game edukatif menggunakan platform Quizizz terhadap hasil belajar murid pada materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas kelas XI PSP 3 sebagai kelas kontrol berjumlah 25 murid dan kelas XI PSP 5 sebagai kelas eksperimen berjumlah 24 murid di SMAN 1 Sebatik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan pretest. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji linearitas kovariat, dan uji ANCOVA dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 71,00, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 60,12. Namun, hasil uji ANCOVA pada variabel kelas memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,224 > 0,05, sehingga H₀ diterima dan H₁ ditolak. Selain itu, nilai Partial Eta Squared pada variabel kelas sebesar 0,032 menunjukkan bahwa kontribusi penggunaan Quizizz terhadap hasil belajar murid tergolong rendah. Dengan demikian, penggunaan Quizizz tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar murid secara statistik. Meskipun demikian, Quizizz tetap dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran karena mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menarik, dan menyenangkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan kajian ini untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas Pembelajaran pada Hasil Belajar. Kajian ini dilaksanan selama 2 minggu mulai dari tanggal 17 s/d 24 Juli 2024 di SD Negeri 016 Tarakan, kota Tarakan. Sample diambel berlandaskan metode survei kuantitatif. Subjek pada riset ini mencakup semua peserta didik mengenai Dampak Sarana Pendidikan pada Prestasi Akademik Murid Sekolah Dasar Tingkat IV SD Negeri 016 Tarakan periode ajaran 2024/2025 dengan total 54 peserta didik, yaitu kelompok A sebanyak 28 peserta didik serta kelompok B sebanyak 26 peserta didik. Kajian ini memperlihatkan bahwasanya didapatkan persamaan Y = 46,168 + 0,373X, yang mengandung makna bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi dampak positif pada capaian prestasi peserta didik. Berlandaskan hasil hubungan korelasi diperoleh bahwasanya pengaruh sarana belajar tergolong sedang dengan nilai koefisien korelasi 0,553 serta koefisien determinasi 30,5%, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi pengaruh pada pencapaian akademik peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Macromedia Flash 8 Pro merupakan perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran berbentuk animasi. Program ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan perhatian siswa dengan menghadirkan pengalaman belajar yang melibatkan kedua indera, yaitu pendengaran dan penglihatan. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengkaji pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Macromedia Flash 8 Pro terhadap hasil belajar siswa kelas X di SMAS Frater Don Bosco Tarakan. Metode yang di gunakan yaitu quasi eksperimen dengan membagi kelompok eksperimen dan kontrol secara acak. Sehingga peneliti membandingkan hasil antara kelompok yang diberikan perlakuan dan kelompok yang tidak diberikan perlakuan. Desain penelitian pretest-posttest Non Equivalent control group design menggukur variabel sebelum dan setelah intervensi di kelompok yang sama. Berdasarkan asumsi Equal Variances Assumed, diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,043. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,05 (0,043 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Penggunaan media pembelajaran interaktif ini mampu memberikan stimulus yang lebih efektif kepada siswa dalam menerima serta mengolah informasi
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Media Augmented Reality (AR) merupakan bentuk media yang mengintegrasikan elemen-elemen visual seperti gambar dan video, beserta audio serta teks, langsung ke dalam konteks lingkungan fisik yang autentik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media Augmented Reality (AR) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi sistem gerak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain nonequivalent control group. Subjek penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang tidak dipilih secara acak. Kedua kelas diberikan pretest dan posttest. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa penggunaan media AR dengan metode Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media AR tidak berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif siswa, dengan nilai signifikansi sebesar 0,375 (p > 0,05). Analisis dilakukan menggunakan uji non-parametrik karena data tidak berdistribusi normal dan tidak homogen. Tidak signifikannya hasil penelitian dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kurangnya adaptasi siswa terhadap teknologi AR, keterbatasan waktu, serta pembatasan penggunaan smartphone. Meskipun demikian, media AR memiliki potensi dalam meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa. Dengan optimalisasi penggunaan, kesiapan siswa, serta strategi pembelajaran yang tepat, media AR berpeluang menjadi alternatif pembelajaran yang efektif di masa mendatang.