ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan temuan terkait persamaan dan perbedaan pola kalimat kausatif analitik di antara bahasa Tidung dialek Tarakan dan Bahasa Indonesia berdasarkan kajian sintaksis. Penelitian ini berfokus pada penanda kausatif yang diungkapkan serta distribusi argumen dalam struktur klausa yang meliputi predikat kausatif. Kausatif analitik dibangun dengan dua kata kerja berbeda yang menggambarkan hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa. Metode pada penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang diterapkan meliputi simak libat cakap (SLC), perekaman, pencatatan, dan teknik pancing. Fokus penelitian ini adalah untuk menguraikan bentuk dasar klausa dan kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan serta Bahasa Indonesia. Proses analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kedua bahasa memiliki bentuk klausa dasar dalam jenis verbal maupun nonverbal. Kemudian terdapat perbedaan dalam pembentukan kalimat kausatif analitik kedua bahasa tersebut yang terletak pada bentuk verba kausatif dalam konstruksi kausatif analitik masing-masing bahasa. Penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Tidung dialek Tarakan ditandai dengan verba kaustif ‘nyusup’ [menyuruh], ‘malok’ [meminta], ‘penebusu’ [membiarkan], ‘ngentugos’ [membuat], dan ‘maksa’ [memaksa]. Sementara pada Bahasa Indonesia ditandai dengan verba ‘mempersilahkan’, ‘membiarkan’, ‘membuat’, ‘memerintahkan’, ‘menyuruh’, dan ‘meminta’. Temuan lain terkait perbedaan sintaksis kedua bahasa tersebut terletak pada pola klausa runtut kedua bahasa. Bahasa Indonesia dalam pembentukan klausa runtut sudah memiliki konstruksi pola yang bersifat paten yaitu Subjek-Predikat (S-P), sedangkan dalam bahasa Tidung dialek Tarakan pola klausa runtut tersebut selalu berubah jika terdapat pronomina ‘taka’ [kita] yang bertemu dengan verba transitif atau kata keterangan (adverbia) yang muncul sebelum subjek maka pola klausa berubah menjadi Predikat-Subjek-Objek (P-S-O).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan kondisi rendahnya keterampilan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran teks berita, khususnya pada kemampuan mengkaji struktur teks, membedakan fakta dan opini, serta menyusun simpulan secara runtut dan logis. Dominasi metode pembelajaran konvensional menyebabkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran belum berjalan secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran teks berita terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode quasi eksperimen menggunakan desain Pre-Test Post-Test Control Group Design. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas XI Akuntansi SMK Negeri 1 Tarakan yang masing-masing berjumlah 35 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran berbantuan Artificial Intelligence, sedangkan kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda berbasis Google Form. Data penelitian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan uji Mann–Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Artificial Intelligence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, terdapat perbedaan yang bermakna antara keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, penggunaan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada pembelajaran teks berita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks berita, masih menjadi permasalahan yang kerap dijumpai di tingkat SMA. Kondisi ini dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang kurang variatif dan cenderung berpusat pada guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model pembelajaran ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks berita di kelas XI SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diberikan perlakuan melalui penerapan model pembelajaran ARCS dan kelas kontrol yang diajar menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar yang telah melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, serta uji-t. Temuan penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara peserta didik kelas eksperimen dan kelas kontrol, di mana kelas eksperimen memperoleh rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi sehingga dapat disimpulkan model pembeljaran ARCS ini efektif. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ARCS dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran inovatif yang berorientasi pada peningkatan motivasi dan hasil belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks berita.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dirancang untuk menguraikan hubungan antara minat baca dan kemampuan menulis kreatif pada siswa kelas VII saat mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tarakan. Dengan metode kuantitatif yang mengandalkan pendekatan korelasi, penelitian ini berlangsung di SMPN 2 Tarakan pada bulan Agustus 2025, tepat di semester ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Kelompok utama penelitian melibatkan seluruh siswa kelas VII di sekolah tersebut, yang mencapai 352 orang, tapi sampel akhir dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 32 siswa dari kelas VII C. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner untuk mengukur minat membaca serta tes untuk menilai kemampuan menulis kreatif. Untuk memastikan kualitas instrumen, validitas diuji menggunakan korelasi Product Moment Pearson, sementara reliabilitas diperiksa melalui koefisien Alpha Cronbach, dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 30. Dalam analisis data, menerapkan teknik statistik deskriptif dan inferensial, di mana pengujian hipotesis dilakukan lewat uji korelasi Pearson pada tingkat signifikansi 5%. Hasil deskriptif mengungkapkan bahwa skor rata-rata minat membaca siswa mencapai 57,44, dan skor rata-rata kemampuan menulis kreatif adalah 69,31, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Dari analisis inferensial, terlihat adanya korelasi sebesar 0,459 antara minat membaca dan kemampuan menulis kreatif dalam pelajaran Bahasa Indonesia, yang masuk ke tingkat korelasi sedang. Temuan ini menunjukkan hubungan yang signifikan, karena nilai \mathbit{r}_{\mathbit{hitung}} (0,459) lebih besar dibandingkan nilai \mathbit{r}_{\mathbit{tabel}} (0,349) untuk ukuran sampel 32 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, semakin kuat minat membaca siswa, maka semakin meningkat pula kemampuan mereka dalam menulis secara kreatif. Secara praktis, penelitian ini mengidentifikasi bahwa minat baca menyumbangkan pengaruh atau kontribusi yaitu sebesar 21,1%, terhadap peningkatan kemampuan menulis kreatif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan membaca kritis dengan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 349 siswa dan sampel terdiri dari 32 siswa kelas VIII-A yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data kemampuan membaca kritis diperoleh melalui tes esai dan angket sebanyak 20 butir pernyataan, sedangkan data hasil belajar diperoleh melalui dokumentasi nilai rapor. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS versi 30 melalui uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, korelasi, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca kritis siswa secara umum tergolong tinggi, dengan 78,25% siswa berada pada kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,775 menandakan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula hasil belajar bahasa Indonesia yang mereka capai. dengan signifikansi 0,000 0,05 menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif antara kemampuan membaca kritis dan hasil belajar bahasa Indonesia. Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa 57,4% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh kemampuan membaca kritis.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kemampuan membaca kritis siswa, semakin baik pula hasil belajar Bahasa Indonesia yang mereka peroleh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penguasaan kosakata merupakan salah satu aspek fundamental dalam keterampilan berbahasa yang memengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan bahasa secara efektif, baik secara lisan maupun tulisan. Berdasarkan observasi awal dan wawancara dengan wali kelas III-A di SDN 015 Tarakan, ditemukan bahwa masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami makna kata, terutama ketika dihadapkan pada kosakata baru yang jarang mereka temui. Penelitian ini dengan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan tujuan untuk mendeskripsikan penguasaan kosakata peserta didik kelas III-A SDN 015 Tarakan. Sampel penelitian berjumlah 27 siswa yang diambil dengan teknik sampel jenuh, karena seluruh populasi dijadikan subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda sebanyak 30 butir soal, validator memberikan masukan dan koreksi terhadap beberapa soal, terutama dari segi penggunaan bahasa agar lebih mudah di pahami peserta didik. Setelah dilakukan revisi berdasarkan saran validator, seluruh soal dinyatakan layak dan valid untuk digunakan dalam penelitian ini. yang dikembangkan berdasarkan empat indikator utama: sinonim, antonim, istilah kata, dan melengkapi kalimat. Validitas isi instrumen tes soal pilihan ganda dilakukan melalui validator ahli, sedangkan reliabilitas diuji menggunakan Cronbach’s Alpha dengan dibandingkan dengan taraf signifikansi 0,05 sebagai batas pengambilan keputusan hasil Cronbach’s Alpha 0,866 yang menunjukkan bahwa instrumen sangat reliabel. Data dianalisis secara manual menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 22% siswa memiliki penguasaan kosakata kategori tinggi, 48% berada dalam kategori sedang, dan 30% berada dalam kategori rendah. Secara umum, penguasaan kosakata siswa berada dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan perlunya penggunaan strategi pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif agar seluruh peserta didik dapat mengembangkan kemampuan kosakata mereka secara lebih optimal dan merata.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan bentuk dan makna reduplikasi dalam bahasa Indonesia dan bahasa Tidung di Desa Tengku Dacing, Kecamatan Tana Lia, Kabupaten Tana Tidung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, rekaman, dan pencatatan terhadap penutur asli bahasa Tidung. Analisis dilakukan dengan metode agih dan kajian analisis kontrastif untuk mengungkap persamaan dan perbedaan reduplikasi secara morfologis dan semantis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Indonesia terdapat empat jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, reduplikasi dengan afiksasi, dan reduplikasi dengan perubahan fonem. Sementara itu, dalam bahasa Tidung ditemukan tiga jenis reduplikasi, yaitu reduplikasi seluruh, reduplikasi sebagian, dan reduplikasi berafiks sederhana. Secara semantis, fungsi reduplikasi dalam kedua bahasa relatif serupa, yakni untuk menyatakan makna jamak, intensitas, pengulangan, dan keragaman. Namun, secara morfologis, bahasa Indonesia menunjukkan sistem reduplikasi yang lebih kompleks dan variatif dibandingkan bahasa Tidung yang lebih sederhana, sistematis, dan terbatas produktivitasnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kedua bahasa memiliki kesamaan dalam penggunaan reduplikasi, terdapat perbedaan mencolok dari segi struktur dan bentuk yang dipengaruhi oleh karakteristik linguistik bahasa masing-masing. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan linguistik, pelestarian bahasa daerah, serta pengajaran bahasa Indonesia dan bahasa Tidung.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini membahas tentang analisis kontrastif kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia dengan menggunakan kajian sintaksis. Kausatif analitik dibangun oleh dua verba yang berbeda untuk menyatakan sebab-akibat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik simak, teknik rekam, dan teknik catat. Data yang diperoleh bejumlah 85 data melalui metode wawancara kemudian dianalisis menggunakan metode agih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk klausa dasar dan kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek duri dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan perbedaan pembentukan kausatif analitik antara bahasa Massenrempulu dialek Duri dan bahasa Indonesia. penelitan ini mengungkapkan bahwa pembentukan kalimat kausatif analitik dalam bahasa Massenrempulu dialek Duri ditandai dengan verba kausatif mangkabua dan kuanni, sedangkan dalam bahasa Indonesia ditandai dengan verba kausatif membuat, menyuruh dan menyebabkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan dan bertujuan untuk mengetahui upaya atau solusi untuk mengatasi problematika terhadap penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, kepala sekolah, waka kurikulum dan siswa kelas VII-6 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan berkategori tinggi. Responden dengan kategori tinggi adalah responden atau siswa yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hal ini dapat dilihat dari 28 responden dengan persentase 93% untuk siswa kelas VII-6 yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil analisis data untuk problematika penerapan Kurikulum Merdeka bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 64% yang menunjukkan bahwa responden atau guru memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terdapat problematika yang dihadapi yaitu: problematika pada siswa kelas VII, problematika guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. Upaya untuk mengatasi problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar bagi guru yaitu dengan melakukan konsultasi di PMM, mengikuti pelatihan atau sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka, berkoordinasi dengan sekolah lain, dan melakukan pendekatan kepada siswa melalui permainan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara minat baca terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Jenis yang digunakan pada penelitian ini ialah kuantitatif dengan metode kuantitatif analisis. Penelitian ini dilakukan pada kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur minat baca siswa yaitu berupa angket dengan jumlah sampel 106 siswa dengan menggunakan teknik probability sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, analisis regresi linear sederhana, uji koefisien determinasi (r2) dan Uji-t. Setelah mengumpulkan data yang diperoleh dari responden, peneliti melakukan analisis data dengan cara analisis regeresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS 23. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh minat baca terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa dengan analisis regresi linear sederhana ditemukan nilai signifikansi 0,002 0,05 kemudian dilanjutkan dengan analisis koefisien determinasi (r2) dan diperoleh hasil 0,730 dari data yang telah diperoleh dapat diketahui bahwa pengaruh variable X terhadap variable Y yaitu sebesar 73%. Pada uji signifikansi uji-t diketahui nilai t hitung 0,523 > 0,05 t-tabel. Keputusan yang dapat diambil Ha di terima Ho ditolak, yang berarti minat baca berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMP Negeri 11 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan Pada Tahun Ajaran 2023/2024. Tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum menyeluruh terhadap konsep Merdeka Belajar, kekurangan dalam sumber daya manusia seperti keterbatan kemampuan teknologi informasi guru, kurangnya guru pendamping, dan kekurangan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dalam mengaplikasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurangnya alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur capaian kompetensi dalam pembelajaran Merdeka Belajar juga menjadi hambatan. Peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah juga ditekankan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang memfokuskan pada pemahaman mendalam tentang fenomena, pengalaman, persepsi, dan konteks yang kpmpleks. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan, dengan menggunakan teknik wawancara, obserbasi, dokumentasi, dan penyebaran angket/kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi penelitian ini adalah 25 siswa kelas VII di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan siswa kelas VII tergolong tinggi, dengan 64% siswa berada dalam kategori “Tinggi”. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam pengembangan modul ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik, keterbatasan pengetahuan guru, dan kekurangan referensi yang relevan dengan materi pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini betujuan untuk mengetahui Penggunaan Bahasa Prokem pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yang berupa kata-kata tertulis. Objek penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dengan cara menyimak, merekam, dan mencatat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan terdapat 50 data yang dimana data ini telah diklasifikasikan sesuai 5 jenis Bahasa Prokem diantaranya Bahasa Prokem Akronim, Bahasa Prokem Singkatan, Bahasa Prokem Fonem, Bahasa Prokem Metatesis dan Bahasa Prokem Pengaruh Bahasa Asing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Membaca pemahaman suatu bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap proses kegiatan belajar, dengan membaca pemahaman ini kita dapat memahami isi teks atau bacaan yang kita baca sehingga kita dapat mengetahui alur bacaan tersebut. Membaca pemahaman memiliki 5 jenis tingkatan membaca, yaitu membaca literal, inferensial, kritis, dan evaluatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca literal dan inferensial pada siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi dengan guru wali kelas IV-B SD Negeri Utama 2 Tarakan, diketahuiterdapat siswa dengan tingkat pemahaman membaca yang masih kurang pada bagian mata pelajaran Bahasa Indonesia. hal ini tampak dari hasil dokumentasi nilai PTS siswa tahun 2024 pada kelas IV-B. dengan hasil nilai terendah siswa pada mata pelajaran indonesia adalah 31 dan jauh dari nilai KKM Bahasa Indonesia yang bernilai 75. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian in berupa tes tertulis kemampuan membaca literal dan inferensial, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan teknik analisis model Miles and Huberman. Sebanyak 25 siswa kelas IV-B akan menjadi partisipan untukmengikuti tes yang diberikan. Setelah itu peneliti memilih6 siswa secara random sebagai subjek penelitian yangkemudian akan dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan hasil kemampuan membaca literal dan inferensial siswa darinilai tinggi, sedang dan rendah. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang belum mampu dalam membaca pemahaman dengan baik. berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan kepada siswa, terdapat indikator soal yang dimana siswamasih kurang dalam memahaminya seperti pemahaman pada suatu teks bacaan yang telah dibaca yaitu pada bagian menentukan tokoh dan watak tokoh yang terdapat pada teks bacaan dan menentukan suatu amanat atau pesan yang terkadung dalam suatu teks bacaan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan frekuensi, fungsi dan distribusi kata modalitas yang terdapat dalam koran Radar Tarakan bulan Januari 2023. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, adapun sumber data penelitian yakni Koran Radar Tarakan Bulan Januari 2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa teknik baca, simak, dan catat. Prosedur yang dilalui dalam penelitian ini yaitu menandai data, mengelompokkan data, menganalsis dan mengidentifikasi data. Peneliti terlebih dahulu mengumpulkan tajuk wacana sebagai sumber data, kemudian dilanjutkan dengan membaca, menyimak dan menandai kehadiran kata modalitas. Data yang telah terkumpul dikelompokkan berdasarkan kategorisasinya kemudian dilihat frekuensi kemunculan, fungsi dan distribusinya dalam kalimat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak empat puluh satu kata modalitas yang muncul. Frekuensi modalitas intensional muncul sebanyak sebelas kali, frekuensi modalitas epistemik muncul sebanyak dua puluh lima kali, frekuensi modalitas deontik muncul sebanyak satu kali dan modalitas dinamik muncul sebanyak empat kali. kata modalitas yang ditemukan masing-masing memiliki fungsi dan didistribusikan yakni sebagai predikat dan keterangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku soal Bahasa Indonesia dengan tema kemaritiman dalam pembelajaran Bahasa Indonesia terhadap siswa kelas XI SMA Hang Tuah Tarakan dan menghasilkan produk buku soal tema kemaritiman yang efektif dari segi keefektifan dan kelayakannya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research dan Development) dari model Borg and Gall yang dimodifikasi oleh Setyosari (2013) yang dibatasi sampai pada tahap ke tujuh yaitu penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba awal, revisi produk, uji coba lapangan, revisi produk akhir. Uji produk dilakukan dengan melibatkan validator pengembangan buku, uji praktisi melibatkan guru Bahasa Indonesia, dan uji coba lapangan melibatkan siswa kelas XI dalam pembelajaran Bahasa Indonesia SMA Hang Tuah Tarakan. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan lembar pedoman wawancara guru, angket validasi ahli materi, angket validasi ahli bahasa, angket validasi ahli desain, angket respon guru, dan angket respon siswa. Hasil penelitian dari validasi penyajian buku soal Bahasa Indonesia melalui angket oleh pakar materi mendapat 95%, dari pakar bahasa mencapai 75%, dan pakar desain mencapai 95%. Hasil angket tanggapan dari guru terhadap buku soal Bahasa Indonesia dengan tema kemaritiman sebesar 95% dan tanggapan siswa mendapat skor 149 dengan presentase 87%. Uji coba produk yang dikembangkan dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan. Hasil penelitian dan pengembengan buku soal Bahasa Indonesia layak digunakan dalam pembelajaran bahasa indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Sejarah lokal merupakan suatu kajian sejarah yang memuat informasi mengenai peristiwa yang pernah terjadi pada suatu wilayah di masa lalu. Pengetahuan akan peristiwa sejarah lokal dapat diangkat dalam pembelajaran di kelas. Adapun materi pembelajaran yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran sejarah lokal adalah materi teks narasi sejarah. Teks narasi sejarah merupakan sebuah teks yang menjelaskan peristiwa yang terjadi pada masa lalu ke dalam bentuk narasi atau cerita. Melalui pembelajaran teks narasi sejarah, peserta didik dapat memperluas pengetahuan mengenai peristiwa sejarah yang pernah terjadi di wilayah sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul bahasa Indonesia berbasis sejarah lokal pada materi teks narasi sejarah yang layak serta efektif, ditinjau dari ahli materi, ahli desain, ahli bahasa, ahli praktisi, dan soal, serta hasil tes soal yang dikerjakan oleh peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan prosedur penelitian model 4-D yang terdiri dari empat tahap, yaitu define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Hasil validasi ahli materi diperoleh sebesar 78,66%, termasuk kategori layak, ahli desain diperoleh sebesar 88%, termasuk kategori sangat layak, ahli bahasa diperoleh sebesar 86,66%, termasuk kategori sangat layak, ahli praktisi diperoleh sebesar 90%, termasuk kategori sangat layak, serta tes soal diperoleh sebesar 83%, termasuk kategori sangat layak. Hasil tes soal yang dikerjakan peserta didik pada uji coba terbatas diperoleh sebesar 71,42%, termasuk kategori efektif, dan pada uji coba lapangan diperoleh sebesar 90,90%, termasuk kategori sangat efektif. Berdasarkan hasil uji validasi serta uji keefektifan, maka modul bahasa Indonesia berbasis sejarah lokal dinyatakan layak dan efektif untuk digunakan dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan: Untuk mengatahui pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IX SMPN 1 Malinau Utara. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, populasi penelitian adalah siswa kelas IX A dan B SMPN 1 Malinau Utara. Sampel pada penelitian ini berjumblah 60 siswa, pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Validasi instrumen dilakukan dengan validasi konstruk menggunakan persaman Product Moment dan Alpha Cronbach pada uji reliabilitas. Pengumpulan data dilakukan dengan instrumen lembar angket untuk mengukur penggunaan game online terhadap siswa dan dokumentasi untuk mengumpulkan data hasil belajar. teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Uji persyaratan berupa uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data dan uji persyaratan dilakukan menggunakan bantuan SPSS. 26. Hasil penelitian menunjukan bahwa: pengaruh penggunaan game online terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 1 Malinau Utara berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori sedang dengan frekunsi 50 %. Hasil belajar siswa berdasarkan tabel frekunsi berada pada katagori kurang dengan persentase 35%. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan game online dengan hasil belajar siswa SMPN 1 Malinau Utara namun bersifat negatif dengan taraf signifikan 5% diperoleh nilai rhitung lebih besar dari rtabel (-0,767 0,254).