ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan bunyi bahasa karena terjadinya interferensi fonetik penutur Bahasa Jepang terhadap penggunaan Bahasa Indonesia dalam channel youtube Yusuke [wasedaboys]. Penelitian yang dilakukan ini termasuk jenis penelitian yang menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berasal dari tuturan Yusuke yang merupakan penutur bahasa pertamanya Bahasa Jepang saat menuturkan Bahasa Indonesia sesuai batasan masalah yang telah ditentukan oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL) dan menyajikan ciri distingtif bunyi bahasa sesuai data yang telah dikumpulkan. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat 44 data yang mengalami interferensi bunyi bahasa perubahan bunyi [n] menjadi [m], perubahan bunyi [ǝ] menjadi [u], perubahan bunyi [a] menjadi [ǝ], perubahan bunyi [i] menjadi [Ɛ], perubahan bunyi [o] menjadi [u], pelesapan [u] dan [ǝ] ditengah kata, perubahan bunyi [ai] menjadi [e], perubahan akhiran bunyi [n] menjadi [ŋ], perubahan akhiran bunyi [ŋ] menjadi [m], penambahan bunyi vokal [ǝ] dan [u] diakhir kata setelah /r/, penambahan bunyi [h] diakhir setelah /a/, penambahan bunyi [u] dan [o] diakhir setelah /t/, penambahan /g/ diantara /ŋ/ dengan vokal /a/, /e/ dan /u/, perubahan [au] menjadi [o], perubahan [l] menjadi [r], perubahan [Ɛ] menjadi [a], penambahan [e] diakhir /s/, dan pelesapan bunyi /s/ diawal kata. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan jenis perubahan bunyi bahasa pada data yang mengalami interferensi fonetik yaitu asimilasi, zeroisasi sinkop, paragog, epentesis, dan zeroisasi afresis.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan bunyi interferensi bahasa Bugis terhadap bahasa Indonesia di desa Sei Batang Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Data pada penelitian ini berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber datanya yaitu masyarakat desa Sei batang Kecamatan Sebatik kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil dari penelitian ini ditemukan tiga belas bentuk interferensi. Bentuk interferensi tersebut yaitu Interferensi fonem vokal /a/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /e/ (7 kata), Interferensi fonem vokal /i/ (1 kata), Interferensi fonem vokal /o/ (2 kata), Interferensi fonem vokal /u/ (1 kata), Interferensi Asimilasi Fonem (2 kata), Interferensi Fonem Monoftongisasi (7 kata), Interferensi Fonemis Zerosiasi (4 kata), Interferensi fonem glotal stop /?/ (57 kata), Interferensi fonem /n/ diubah menjadi /ng/ (56 kata), interferensi fonem /m/ diubah menjadi /ng/ (16 kata), Interferensi penggantian vokal dan konsonan (5 kata), dan Interferensi penambahan fonem (13 kata), sehingga jumlah kata yang mengalami interferensi ini sebanyak 173 data. Bentuk interferensi ini berupa interferensi fonologi, yaitu pada pengurangan bunyi fonem, penambahan fonem, perubahan fonem /n/ menjadi /ŋ/, perubahan fonem /m/ menjadi /ŋ/, dan perubahan bunyi vokal. Faktor penyebab terjadinya interferensi karena terbawanya kebiasaan atau masih adanya pengaruh dari bahasa Bugis. This research aimed to describe changes in the sound of Bugis language interference with Indonesian in Set Batang village, Sebatik District, Nunukan Regency, North Kalimantan. This research used descriptive qualitative methods In this research, the data collection techniques used by the author were skillful listening, recording and note-taking techniques The data in this research is in the form of oral speech from the community, while the data source is the community of Sei Batang village, Sebatik subdistrict, Nunukan district, North Kalimantan Based on the results of this research, thirteen forms of interference were found. The forms of interference were vowel phoneme interference /a/ (2 words), vowel phoneme interference /e/ (7 words), vowel phoneme interference /i/ (1 word), vowel phoneme interference /o/ (2 words), phoneme interference vowel /u/ (1 word), Phoneme Assimilation Interference (2 words), Monophthongization Phoneme Interference (7 words), Zerosiation Phonemic Interference (4 words), Glottal stop phoneme interference/7/ (57 words), Phoneme interference /n/ changed to /n/ (56 words), phoneme interference /m/ changed to /n/ (16 words), Vowel and consonant replacement interference (5 words), and Phonetne addition interference (13 words). So, the number of words experiencing interference was 173 The interference was in the form of phonology, namely reducing phoneme sounds, adding phonemes, changing the phoneme /n/ to /p/, changing the phoneme /m/ to /n/, and changing vowel sounds. Factors causing interference were carried over by habits or the influence of the Bugis language
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Studi ini menunjukkan interferensi fonologi yang dialami oleh siswa dalam melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dan faktor-faktor yang mempengaruhi interferensi pengucapan. Responden dalam penelitian ini adalah tiga puluh delapan siswa SMP kelas 9-A. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes pengucapan dengan membaca dan merekam lima puluh kosa-kata bahasa Inggris, mengisi kuesioner, dan wawancara dengan tiga siswa sebagai representatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat tiga interferensi fonologi yang terdiri dari penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Hasil analisis data juga menunjukkan kombinasi interferensi seperti penggantian bunyi dan penambahan bunyi, kemudian penggantian bunyi dan penghilangan bunyi. Adapun data lainnya menunjukkan faktor utama yang mempengaruhi siswa ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris adalah transfer negatif dari bahasa ibu ke bahasa asing. Faktor lainnya adalah kurangnya pengetahuan karena sedikitnya pembelajaran pengucapan. Dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami transfer negatif ketika mengucapkan kosa-kata bahasa Inggris. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat membantu pada proses belajar-mengajar. Siswa harus lebih memperhatikan pembelajaran pengucapan sehingga siswa memiliki pengetahuan untuk melafalkan kosa-kata bahasa Inggris dengan benar dan juga memiliki kesadaran yang tinggi terhadap interferensi bahasa ibu dalam melafalkan vokal dan konsonan bahasa Inggris. Studi ini juga menyarankan bahwa guru harus memberikan perhatian ekstra pada masalah ini. Guru diharapkan dapat membantu siswa untuk mengurangi kesalahan dalam pengucapan kosa-kata bahasa Inggris. This research aimed to show the phonological interference experienced by students in pronouncing English vocabulary and the factors that influence pronunciation interference. Respondents in this study were thirty-eight junior high school students in Grade 9-A. This research used a descriptive-qualitative method. The instrument used to collect data was a pronunciation test, conducted by reading and recording fifty vocabularies, filling out a questionnaire, and interviewing three students as representatives. The results of the data analysis showed that there are three phonological interferences: sound replacement, sound addition, and sound omission. Meanwhile, other data showed that the main factors that influence students when pronouncing English vocabulary are negative transfer from L1 to foreign language, lack of knowledge due to lack of pronunciation learning. It can be concluded that students experienced negative transfer when pronouncing English vocabulary. The implications of this research were expected to help in the teaching and learning process. Students should pay more attention to pronunciation learning so that they also be aware of L1 interference in pronouncing English vowels and consonants. This research also suggested teachers to pay more attention to the interference issue. Teachers were expected to help students reduce errors in the pronunciation of English vocabulary.